7 research outputs found

    PSIKOLOGI PENDIDIKAN / PROF DJAALI

    No full text

    Psikologi Pendidikan

    No full text

    Psikologi Pendidikan

    No full text
    ilus, x, 138 hlm, 21 c

    Pengembangan Instrumen Asesmen Menyusun dan Menelaah-Merevisi Teks Cerpen SMP

    No full text
    ABSTRAK     Anggria, Amay Unggu. 2015. Pengembangan Instrumen Asesmen Menyusun dan Menelaah-Merevisi Teks Cerpen SMP. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd., (II) Prof. Dr. Dawud, M.Pd.   Kata Kunci: instrumen asesmen, menyusun, menelaah dan merevisi, teks cerpen               Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh penilaian kemampuan menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen di SMP yang masih memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut terdiri dari empat hal, yakni (1) instrumen asesmen kurang memiliki validitas yang baik, (2) instrumen asesmen kurang reliabel sehingga keobjektifan guru dalam melakukan penilaian rendah, (3) tugas kurang praktis sehingga kebanyakan peserta didik mengumpulkan tugas tidak tepat pada waktunya, dan (4) kriteria penilaian kurang jelas. Kekurangan-kekurang yang terdapat di lapangan tersebut perlu segera dicarikan solusi, membiarkan keadaan tersebut akan menghambat kegiatan evaluasi yang valid.             Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan seperangkat instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP. Instrumen asesmen terdiri dari 3 produk, yaitu instrumen asesmen menyusun teks cerpen, instrumen asesmen menelaah dan merevisi teks cerpen, serta instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen. Produk terdiri dari 2 buku, yakni buku instrumen dan buku pedoman instrumen. Buku instrumen terdiri dari (1) tes 1, (2) tes 2, (3) rubrik pedoman observasi, (4) rubrik pedoman penskoran tes 1, dan (5) rubrik pedoman peskoran tes 2. Buku pedoman instrumen terdiri atas karakteristik, kisi-kisi, dan petunjuk penggunaan.             Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan yang dipakai adalah model Borg dan Gall yang diperkuat dengan prosedur penelitian pengembangan instrumen Djaali dan Mulyono. Terdapat empat tahapan dalam penelitian pengembangan ini, yaitu tahap prapengembangan, tahap pengembangan, tahap uji coba, dan tahap revisi. Tahap prapengembangan menghasilkan spesifikasi produk yang sangat penting untuk dasar pengembangan model. Tahap pengembangan dilakukan sesuai spesifikasi produk yang sudah dirumuskan dan melewati uji coba ahli. Tahap uji coba dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian. Tahap revisi dilakukan sampai instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen mencapai tahap final.             Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini berupa instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP yang disertai dengan buku pedoman penggunaan. Instrumen asesmen yang dihasilkan meliputi instrumen asesmen menyusun teks cerpen SMP, instrumen asesmen menelaah dan merevisi teks cerpen SMP, serta instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP. Pada instrumen asesmen menyusun teks cerpen SMP terdiri dari tes menyusun teks cerpen yang berorientasi pada ketepatan dan kelengkapan struktur teks. Pada instrumen asesmen menelaah dan merevisi teks cerpen SMP terdiri dari tes menelaah dan merevisi teks cerpen dari segi penggambaran karakter tokoh, latar cerita, tahapan alur, resolusi cerita, dan diksi. Pada instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP terdiri dari tes menyusun yang berorientasi pada ketepatan dan kelengkapan struktur, serta kekreativitasan siswa dalam menyusun cerita pendek. Kemudian pada bagian tes menelaah dan merevisi teks cerpen, siswa diarahkan untuk melakukan telaah dan revisi pada teks cerpen karya mereka sendiri. Perbedaan yang mendasari tiga produk tersebut adalah mengenai orientasi ketercapaian penilaiannya. Selain itu, rangsang yang digunakan pada produk instrumen asesmen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP ini sangat bervariatif, diantaranya adalah rangsang teks, rangsang gambar, dan rangsang video.             Instrumen menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen SMP ini dibutuhkan guru dan peserta didik. Saran yang terkait untuk penelitian ini adalah (1) guru disarankan menggunakan instrumen untuk menilai keterampilan menyusun dan menelaah-merevisi teks cerpen dengan mengintegrasikan karakter, (2) diseminasi produk ini disarankan melalui internet, dan (3) hasil pengembangan dapat dipelajari dan diterapkan oleh guru sehingga akan diperoleh tanggapan yang dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya

    Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis. Melalui Membaca Untuk Siswa SD/MI.

    No full text
    ABSTRAK   Prasasti, Yeni Ratna. 2012. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis. Melalui Membaca Untuk Siswa SD/MI. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono, MP.d., (II) Dr. H. Imam Agus Basuki, MP.d.   Kata kunci: berpikir kritis, instrumen asesmen, membaca kritis               Instrumen asesmen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat digunakan dalam pelaksanaan tes dan evaluasi. Instrumen asesmen yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah instrumen asesmen yang dapat mengungkap kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan membaca. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca untuk siswa SD/MI. Adapun tujuan khusus pengembangan instrumen asesmen berpikir kritis ini adalah (1) mengetahui validitas konstruk instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca untuk siswa SD/MI, (2) mengetahui reliabilitas hasil pengembangan instrumen asesmen, (3) mengetahui kepraktisan hasil pengembangan instrumen asesmen, dan (4) mengetahui keterbacaan hasil pengembangan instrumen asesmen.             Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diungkapkan oleh Djaali dan Pudji Mulyono. Langkah-langkah pengembangan instrumen asesmen secara umum adalah (1) melakukan studi pendahuluan, (2) membuat rancangan pengembangan, (3) membuat draf awal instrumen asesmen, (4) melakukan uji coba produk, dan (5) revisi akhir. Studi pendahuluan yang dilakukan yakni melakukan analisis terhadap perkembangan kognitif anak SD, konsep berpikir kritis, pengembangan evaluasi, dan konsep membaca. Berdasarkan hasil studi  pendahuluan, dibuatlah spesifikasi produk. Selanjutnya spesifikasi produk dikembangkan menjadi draf instrumen asesmen.             Uji coba produk dilakukan pada (1) ahli instrumen asesmen, (2) ahli membaca, (3) praktisi, dan (4) siswa. Uji coba pada ahli dan praktisi untuk mengetahui tingkat kelayakan produk dari aspek validitas konstruk, reliabilitas, kepraktisan, dan keterbacaan. Uji coba pada kelompok siswa bertujuan untuk mengetahui kepraktisan dan keterbacaan produk. Selanjutnya, instrumen asesmen dipaparkan di bawah ini sesuai dengan tujuan penelitian.             Pertama, validitas konstruk instrumen asesmen. Produk yang dikembangkan adalah instrumen asesmen yang dapat mengungkap kemampuan berpikir kritis siswa SD/MI. Instrumen asesmen telah memenuhi syarat validitas konstruk yang baik. Hal tersebut diketahui dari hasil uji coba dengan kelompok uji yang menghasilkan skor penilaian validitas konstruk sebesar 82.66%,. Instrumen asesmen memiliki karakteristik, menggunakan jenis tes pilihan ganda, esai terbuka, dan esai tertutup. Aspek kemampuan berpikir kritis yang diaplikasikan dalam kegiatan membaca mencakup, kemampuan menginterpretasikan teks, merefleksi, dan mengevaluasi teks. Teks yang dimanfaatkan yakni teks utuh dan teks penggalan/tabel yang memperhatikan situasi bacaan pribadi, pendidikan, masyarakat, dan pekerjaan.             Kedua, reliabilitas instrumen asesmen. Instrumen asesmen yang dikembangkan memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Hal tersebut diketahui dari hasil uji coba dengan kelompok uji yang menghasilkan skor penilaian reliabilitas sebesar 90.5%,. Aspek reliabilitas instrumen asesmen terkait dengan petunjuk dan rubrik penilaian instrumen asesmen. Ketiga, kepraktisan instrumen asesmen. Instrumen asesmen yang dikembangkan memenuhi syarat kepraktisan yang baik. Hal tersebut diketahui dari hasil uji coba dengan kelompok uji yang menghasilkan skor penilaian kepraktisan sebesar 83.66%, Aspek kepraktisan instrumen asesmen terkait dengan tampilan dan tata letak, isi instrumen asesmen, dan keterterapan. Tampilan dan tata letak mencakup aspek kegrafikan yang meliputi, (1) ukuran instrumen asesmen, (2) ilustrasi atau gambar, (3) desain instrumen asesmen, (4) tata letak, dan (5) tipografi. Isi instrumen asesmen mencakup bagian (1) kelengkapan instrumen asesmen, (2) kesesuaian antara butir soal dengan aspek berpikir kritis, (3) kesesuaian antara butir soal dengan kisi-kisi, dan (4) proporsionalitas tingkat kesulitan butir soal. Keterterapan instrumen asesmen mencakup, (1) tingkat kemungkinan teraplikasikannya butir-butir soal di lapangan, (2) soal yang dibuat mudah digunakan, dan (3) rubrik penilaian yang dibuat mudah digunakan. Kedua, keterbacaan instrumen asesmen. Instrumen asesmen yang dikembangkan memenuhi syarat keterbacaan yang baik. Hal tersebut diketahui dari hasil uji coba dengan kelompok uji yang menghasilkan skor penilaian keterbacaan sebesar 80.75%. Aspek keterbacaan terkait dengan penggunaan bahasa pada instrumen asesemen yang  memiliki karakteristik, (1) rumusan kalimat soal memperhatikan aspek kekomunikatifan, yakni menggunakan bahasa yang sederhana dan kata-kata yang sudah dikenal siswa, (2) butir soal menggunakan bahasa yang baik dan benar, (3) rumusan soal tidak mengandung kata-kata/kalimat yang dapat menimbulkan panafsiran ganda atau salah penafsiran, (4) butir soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat, dan (5) rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang menyinggung perasaan
    corecore