1,721,500 research outputs found
SEJARAH UMAT ISLAM OLEH PROF HAMKA ( BAB DINASTI UMAYYAH)
Bab 2 (dinasti Umayyah) dalam buku sejarah umat Islam yang ditulis oleh Prof Hamka di tahun 2016. Data cadangan untuk tugas resume
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN ISLAMI MENURUT PROF HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR
Introduction: Artikel ini untuk mengkaji tentang karakteristik kepemimpinan Islami menurut Prof Hamka yang terdapat didalam Tafsir Al-Azhar. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode literatur review. Karakteristik kepemimpinan Islam menurut Buya Hamka bisa diidentifikasi menjadi karakteristik spiritual, karakteristik moral dan karakteristik fisik. Karakter utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin diantaranya adalah amanah dan jujur, berani, bijaksana dan setia kawan.
Methods: Dalam penelitian ini menggunakan uji kualitatif untuk mengetahuikarakteristik kepemimpinan islami menurut Prof Hamka yang tedapat dalam tafsir Al Azhar.
Results : Hasil dari kajian ini bahwa kepemipinan dalam perspektif Islam bisa didekati dengan dua istilah yaitu sebagai khalifah dan imamah.
Conclusion : Kepemipinan dalam perspektif Islam bisa didekati dengan dua istilah yaitu sebagai khalifah dan imamah.
Menurut Buya Hamka faktor yang bisa mendorong seseorang menjadi pemimpin diantaranya adalah karena faktor keturunan, kekuatan, kepandaian, pemimpin lain mengakuinya sebagai pemimpin, faktor agama dan paham yang dianut serta faktor kegairahan untuk mendapatkan kekuasaan.
Karakteristik kepemimpinan Islam menurut Buya Hamka bisa diidentifikasi menjadi karakteristik spiritual, karakteristik moral dan karakteristik fisik.
Kata Kunci: Kepemimpinan Islami, Prof Hamka, Tafsir Al-Azha
Pandangan Prof Hamka mengenai haji dalam Tafsir Al-Azhar
Reza Maulida Maftukha skripsi dengan judul “Pandangan Prof.Hamka Mengenai Haji Dalam Tafsir Al-Azhar”
Al-qur’an merupakan kitab suci serta petunjuk bagi umat muslim guna menuntun pada jalan yang lurus dan benar. Didalam Al-qur’an terdapat isi kandungan yang sangat jelas serta mempunyai bahasa yang sangat indah yang dapat dipahami. Dengan lahirnya sebuah tafsir al-qur’an didalamnya menuangkan pemikiran para ulama mengenai isi pesan al-qur’an dengan gaya bahasa yang lebih mudah dipahami. Salah satu ulama besar yang telah melahirkan sebuah tafsir al-qur’an ialah Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah.
Dari sekian banyak karya tangan seorang Prof. Hamka salah satunya ialah Tafsir al-Azhar. Hamka ialah salah satu dari sekian banyak mufassir yang menafsirkan kitab suci al-qur’an agar menghasilkan sebuah karya yang dapat memecahkan sebuah permasalahan. Banyak peneliti yang meneliti mengenai pandangan seorang Hamka dalam berbagai aspek, seperti halnya penelitian yang sedang di bahas. Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada latar belakang tersebut, tetapi sampai sekarang ini belum ada yang melakukan penelitian mengenai pandangan Prof. hamka ngenai haji dalam tafsir Al-Azhar, sehingga dari inti inilah peneliti merasa karya tersebut menjadi sebuah bahan kajian dari penelitian.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pandangan Prof. Hamka mengenai haji dalam tafsir al-Azhar. Metode yang digunakan peneliti yakni kualitatif (library research). Data primer berasal dari buku Tafsir Al-Azhar. Data sekunder berasal dari dokumen, buku, yang berkaitan dengan tema yang sedang di teliti. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitik. dengan mengurai segala aspek yang terdapat diidalam penafsiran ayat-ayat tersebut deingan meineirangkan makna yang terkandung didalamnya sesuai dengan data yang didapatkan lalu melakukan analisis.
Hasil dari penelitian ini ialah bahwa haji menurut Prof. Hamka Untuk mengerjakan haji meinurut Hamka merupakan sebuah perjuangan karena untuk bisa mewujudkan mengerjakan ibadah haji kita harus mengorbankan tenaga seirta harta. Disamping perjuangan yang dilakukan guna bisa meingerjakan iibadah haji, akan mendapatkan balasan sebuah kenikmatan saat mengerjakan ibadah haji. Dalam syi’arnya telah dijelaskan bahwa saat berada di rumah Allah perbanyaklah berzikir serta memohon ampunlah kepada Allat swt atas apa yang telah kamu buat, kareina sesungguhnya Allah maha peingampun. Mengerjakan ibadah haji bukan hanya untuk meindapatkan panggilan hj ataupun hajjah, tetapi untuk mendekatkan diri keipada Allah seirta menyempurnakan rukun islam yang kelima. Mengerjakan haji dengan keikhlasan jiwa diharapkan menjadi haji yang mabrur. Menjadi Haji yang mabrur telah mengerjakan wajib serta syarat haji yang teilah dijelaskan oleih Rasulullah SAW, karena beliaulah yang dijadikan oleh Allah sebagai peinuntun dalam beribadah kepadaNy
Implementasi Pemikiran Prof. Hamka tentang Etika Peserta Didik (Study pada Peserta Didik MAN Pangkep Kab. Pangkep)
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa, pemikiran Prof. Hamka tentang
etika peserta didik mencakup; a) Tidak menjawab pertanyaan sebelum ditanya, tidak menertawakan dan mengejek teman saat sesama peserta didik bertanya salah, tidak bersenda gurau saat belajar, tidak menertawakan teman saat dimarahi oleh guru; b)Etika peserta didik di MAN Pangkep berdasarkan hasil observasi sudah sangat baik karena mereka datang tepat waktu dan pulang tepat wakrtu, mereka duduk dengan rapi di kelas sambil menunggu gurunya, dan menyambut dengan salam saat gurunya datang ke kelasnya; c ) Pemikiran Prof. Hamka tentang etika peserta didik telah terimplementasi pada peserta didik MAN Pangkep. Implementasinya adalah peserta didik menjawab ketika ditanya, tidak membuat keributan ketika berada di dalam kelas, dan tidak menertawakan teman saat dimarahi oleh guru
INTEGRASI PROGRAM UNGGULAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN PRAKTEK IBADAH SANTRI MBS PROF. HAMKA KOTA MADIUN
Abdurrouf, A. 2023. Integrasi Program Unggulan Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Praktek Ibadah Santri MBS Prof. Hamka Kota Madiun. Progam Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing (I) Dr. H. Nurul Iman, Lc, M.HI. (II) Dr. Wahyudi Setiawan, M.Pd.I.
Kata Kunci: Integrasi progam, program unggulan, praktek ibadah.
Latar belakang masalah yaitu masih banyak anak-anak, orang dewasa, bahkan para orang tua yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar apalagi menghafal, memahaminya dan mengamalkannya. Itu semua terjadi karena kurangnya perhatian dari mereka itu sendiri khususnya orang tua yang mempunyai tanggung jawab penuh atas diri anak.
Rumusan masalahnya adalah bagaimana proses integrasi program unggulan Al-Qur’an dalam meningkatkan praktek ibadah santri di MBS Prof. Hamka Kota Madiun, sejauh mana hasilnya yang dicapai dalam program unggulan Al-Qur’an terhadap praktek ibadah yaitu meliputi wudhu, shalat dan puasa, apa faktor pendukung dan penghambat proses integrasi program unggulan Al-Qur’an dalam meningkatkan praktek ibadah santri di MBS Prof. Hamka Kota Madiun. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses integrasi program unggulan Al-Qur’an dalam meningkatkan praktek ibadah santri, hasil program unggulan A-Qur’an meliputi ibadah wudhu, shalat dan puasa dan faktor pendukung serta penghambat proses program unggulan Al-Qur’an.
Metode pembahasan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode study kasus penelitian ini bermaksud mengungkap dan memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya.
Hasil dari penelitian ini mendapatkan kesimpulan (1)Proses integrasi program unggulan Al-Qur’an yaitu melalui memasukkan 4T (Tahsin, tahfidz, tafhim dan tathbiq) kedalam tiga wadah pembelajaran yang ada di MBS yaitu Intra kulikuler, Ko kulikuler dan Ekstra kulikuler. (2) hasil dari integrasi program Al-Quran cukup segnifikan pada tingkat praktek ibadah santri kelas IX, seperti pada ibadah shalat peningkatannya pada segi pemahaman dalil, rukun, sunnah-sunnah dan pembatalnya, kemudian pada segi bacaan mereka lebih mengerti makna bacaan dalam shalat dan menambah surat atau ayat yang dibaca dalam shalat. Lalu dalam ibadah wudhu dan puasa juga mengalami peningkatan pada pemahaman dalil, rukun, sunnah-sunnah, makruh maupun pembatal-pembatalnya serta dalam aspek praktek mereka menjadi lebih rajin dalam menjalankan puasa sunnah dibandingkan dengan sebelum mondok di MBS Prof. Hamka ini. (3) Adapun faktor pendukung meliputi latar belakang santri (kecerdasan), ustadz-ustadzah yang kompeten, lingkungan pesantren dan sarana yang cukup memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu sama akan tetapi makna sebaliknya seperti santri yang latar belakang keluarga yang buruk, lingkungan pergaulan dan kecerdasan yang terbilanag rendah, sebagian ustadz-ustadzah yang kurang kompeten dan sebagian fasilitas yang rusak dan belum terpenuhi
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM BUKU FALSAFAH HIDUP KARYA PROF. HAMKA DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Moral adalah segala tingkah laku manusia yang mencakup sifat baik dan buruk dari tingkah laku itu. Yang menjadi ukurannya adalah tradisi yang berlaku di suatu masyarakat. Dekadensi moral merupakan salah satu problem yang dirasakan oleh masyarakat akhir-akhir ini. Dekadansi moral merupakan suatu keadaan dimana telah terjadi kemerosotan moral yang bermakna bahwa individu maupun kelompok tidak menaati aturan serta tatacara yang berlaku di masyarakat. Penanggulanagn dekadensi moral dapat dilakukan melalui pendidikan, sehingga penulis meneliti nilai-nilai moral dalam buku Falsafah Hidup Karya Prof. Hamka dan relevansinya dalam pendidikan agama islam.
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan moral dalam buku Falsafah Hidup karya Prof. Hamka, serta (2) untuk mengetahui nilai Pendidikan moral dan relevansinya dengan Pendidikan agama islam. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis diskriptif. Langkah yang digunakan untuk menganalis data setelah dikumpulkan dari buku dan dokumen mengenai nilai-nilai moral kemudian di kelompokkan, di kategorisasi, dianalisis sedemikian rupa, sehingga data tersebut mempunyai makna, sehingga dapat dirumuskan hasilnya.
Hasil penelitian yang dilakukan penulis diantaranya terdapat empat hal yang menjadi sumber moral, sehingga moral seseorang dapat terbentuk dengan baik. Sumber moral yang dijelaskan Prof. Hamka diantaranya yaitu akal, ilmu, iman dan adab kesopanan. Sumber moral ini memiliki nilai masing-masing baik berupa nilai rohani maupun nilai hidup. Penjelasan mengenai akal, ilmu dan adab kesopanan, baik yang berhubungan dengan Allah maupun ciptaannya mengajarkan bagaimana cara seseorang untuk berhubungan, bergaul, bersikap dan berbuat sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam agama islam, serta selaras dengan moral yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai pendidikan moral dalam buku Falsafah Hidup relevan dengan pendidikan agama Islam saat ini. Kesesuaian dapat dilihat dari tujuan pendidikan islam menurut Prof. Hamka yaitu mewujudkan nilai-nilai Islami dalam setiap pribadi peserta didik pada akhir setiap proses pendidikan. Selain itu, metode yang digunakan untuk mengajar juga sesuai, diantaranya adalah Hikmah, Mauidoh hasanah dan Mujaadalah billati hiya ahsan. Materi yang disajikan juga sesuai dengan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu berkaitan dengan aqidah atau keimanan, syariah atau keislaman, dan akhlak atau ikhsan, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan rujukan pembelajaran dalam mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral. Pengajaral moral ini secara umum bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki kekutaan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, dan berakhlak mulia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
