1,720,960 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VII Semester Genap SMP N 1 Pancur Tahun Ajaran 2010/2011)

    Full text link
    Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dalam pembelajaran matematika setelah metode Rotating Trio Exchange diterapkan. Pendekatan penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pancur dengan subyek penerima tindakan adalah siswa kelas VII F yang berjumlah 35 siswa. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, catatan lapangan, dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif, kemudian hasil analisis tersebut disajikan secara deskriptif untuk penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa mengalami peningkatan yaitu peningkatan kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan pada sebelum tindakan sebanyak 28,6 %, putaran III meningkat menjadi 74,36 %. Kemampuan untuk menjawab pertanyaan pada sebelum tindakan sebanyak 17,16 %, putaran III meningkat menjadi 62,92 %. Peningkatan perhatian siswa terhadap penjelasan guru pada sebelum tindakan sebanyak 42,9 %, putaran III meningkat menjadi 82,94 %. Kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam kelompoknya dari sebelum tindakan sampai putaran III meningkat dari 42,9 % menjadi 68,64 %. Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat melalui pembelajaran matematika dengan metode Rotating Trio Exchange

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SE-KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Full text link
    Ellen Proborini, S851408012. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Se Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Pembimbing 1 : Dr. Mardiyana, M.Si, Pembimbing II : Dr. Sri Subanti, M.Si. Tesis : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik diantara model pembelajaran kooperatif tipe TGT, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS atau model pembelajaran langsung; 2) manakah yang dapat memiliki prestasi belajar lebih baik, siswa dengan gaya belajar tipe auditorial, tipe visual, atau tipe kinestetik; 3) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik pada model pembelajaran kooperatif tipe TGT, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS atau model pembelajaran langsung, pada siswa dengan kategori gaya belajar tipe auditorial, tipe visual dan tipe kinestetik; dan 4) manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, kategori siswa dengan gaya belajar tipe auditorial, tipe visual, atau tipe kinestetik, siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe TGT, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Rembang tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Teknik pengambilan data meliputi dokumentasi untuk memperoleh nilai ujian semester genap kelas VII untuk data kemampuan awal, tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika, dan angket untuk memperoleh data gaya belajar siswa. Sebelum melaksanakan penelitian terhadap populasi dilakukan uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah anava dua jalan dengan sel tak sama dengan desain faktorial 3x3. Apabila hasil analisis variansi menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak, dilakukan uji lanjut pasca anova menggunakan metode Scheffe’. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) siswa yang dikenai model pembelajaran TGT mempunyai prestasi belajar matematika sama dengan TSTS ataupun pembelajaran langsung, dan siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran langsung. 2) Siswa gaya belajar auditorial mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan visual, siswa auditorial memiliki prestasi yang sama dengan kinestetik, dan siswa visual mempunyai yang sama dengan kinestetik. 3) Pada model pembelajaran TGT, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama dengan visual, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama baiknya dengan kinestetik, dan siswa kinestetik memiliki prestasi lebih baik dari pada visual. Pada model pembelajaran TSTS, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama dengan xvi visual, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama baiknya dengan kinestetik, dan siswa visual memiliki prestasi lebih baik dari pada kinestetik. Pada model pembelajaran langsung, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama dengan visual, siswa auditorial mempunyai prestasi yang sama baiknya dengan kinestetik, dan siswa kinestetik memiliki prestasi yang sama baiknya dengan visual. 4) Pada gaya belajar auditorial, siswa yang dikenai model pembelajaran TGT mempunyai prestasi yang sama baik dengan TSTS, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran TGT maupun TSTS mempunyai prestasi yang sama baik dengan pembelajaran langsung. Pada gaya belajar visual, siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS mempunyai prestasi lebih baik dibandingkan dengan TGT, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran TGT mempunyai prestasi yang sama dengan pembelajaran langsung, dan siswa yang dikenai model pembelajaran TSTS mempunyai prestasi lebih baik dari pada pembelajaran langsung. Pada gaya belajar kinestetik, siswa yang dikenai model pembelajaran TGT mempunyai prestasi lebih baik dibandingkan dengan TSTS, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dan TSTS mempunyai prestasi yang sama baiknya dengan pembelajaran langsung. Kata kunci : TGT, TSTS, Pembelajaran Langsung, Gaya Belaja

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore