3,890 research outputs found

    Profil Video Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si

    No full text
    Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si adalah guru besar bidang . Beliau lahir di Gunungkidul, 14 November 1963 lalu menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Semanu (1975), sekolah menengah pertama di SMPN 1 Wonosari (1978), sekolah menengah atas di SMAN 1 Wonosari (1982), strata 1 di Fakultas Geografi UGM (1988), strata 2 di MIPA UGM (1998), serta strata 3 di sekolah Pascasarjana UGM (2012). Sampai saat ini, publikasi ilmiahnya telah dimuat di berbagai jurnal ilmiah dengan hak kekayaan intelektual sebanyak 3 buah

    Tari Berthema"Lancur"

    No full text
    Tari Berthema"Lancur" Karya: Salim Priyono, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart

    Tari Berthema"Kareb"

    No full text
    Tari Berthema"Kareb" Karya : Joko Priyono, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendapa ISI Surakart

    Infanteri : the backbone of the army/ Priyono

    No full text
    x, 141 hal.: ilus.; 23 c

    Kepemimpinan Kepala SMP Berbasis Prestasi (Studi Situs SMP Al Islam 1 Surakarta)

    Get PDF
    Priyono. Q. 100 060 616. The Achievement-based Junior Highschool Principal Leadership (Site Study at SMP Al Islam 1 Surakarta). Thesis. Educational Management, Postgraduate Program Muhammadiyah Surakarta University. 2013

    Perlindungan hukum terhadap cagar budaya masyarakat adat Betawi ditinjau dari UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda cagar budaya (studi kasus Kawasan cagar budaya setu babakan dan condet) / oleh Sigit Priyono

    No full text
    abstrak A. Nama : Sigit Priyono (205992024) B. Perlindungan Hukum Terhadap Cagar Budaya Masyarakat Adat Betawi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Setu Babakan dan Condet). C. Halaman : ix + 117 + 2006 D. Kata Kunci : Cagar Budaya. E. Isi Abstrak Kebudayaan merupakan kekayaan negeri dan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya merupakan sumber yang tidak habis-habisnya untuk digali dan dijadikan landasan untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan maju. Salah satu strategi yang ditawarkan adalah dengan menggali kekayaan budaya lokal dalam berbagai wujud, yang pasti sangat banyak mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas dengan sekitar 17.000 pulau dan 300 etnik yang berbeda. Penggalian kekayaan budaya lokal apapun wujudnya dapat menumbuh-kembangkan kesadaran budaya pada masyarakat, yang merupakan modal amat berharga dalam upaya pengembangan budaya lokal. Budaya Betawi sebagai penduduk asli agak tersingkirkan oleh budaya lain, baik dari Indonesia maupun budaya Barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, maka untuk itu Pemda DKI Jakarta mencanangkan beberapa tempat sebagai kawasan cagar budaya yang keberadaan dan fungsinya untuk melestarikan warisan budaya Betawi yang hampir punah karena derasnya arus globalisasi. Adapun daerah perkampungan budaya Betawi Setu Babakan dan perkampungan budaya Betawi - Condet yang oleh Pemda DKI Jakarta ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya. Maka yang menjadi masalah adalah bagaimana pihak Pemda DKI Jakarta mengakomodir dan memecahkan persoalan-persoalan tersebut, seperti upaya-upaya apakah yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap masyarakat adat Betawi dalam memberikan perlindungan hukum terhadap cagar budayanya. Mengingat warga Betawi di kota Metropolitan ini seakan-akan menjadi tamu dan objek dari pembangunan ini. Adapun Undang-Undang yang mengatur mengenai perlindungan cagar budaya adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 mengenai Benda Cagar Budaya. F. Daftar Acuan : 25 (1973 ? 2006) G. Dosen Pembimbing : Hanafi Tanawijaya, SH, MH H. Penulis : Sigit Priyon

    METODE BELAJAR TUNTAS BERBASIS MULTI MEDIA SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI

    No full text
    Abstrak:Perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat cepat, dan berdampak pada semua aspek kehidupan termasuk pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu, LPTK sebagai lembaga pendidikan bagi calon guru harus selalu berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Perguruan tinggi perlu mengantisipasi permasalahan tersebut, agar kualitas pembelajaran meningkat. Salah satu metode yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengembangkan pembelajaran menggunakan strategi belajar tuntas (mastery learning) berbasis multimedia. Beberapa kajian teoritik dan empiris menunjukkan bahwa penerapan strategi belajar tuntas dalam pembelajaran, telah terbukti mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi mahasiswa. Guna mempermudah memahami konsep-konsep pembelajaran yang bersifat rumit dan abstrak dilakukan melalui multimedia. Penggunaan multimedia dapat mempermudah mahasiswa untuk memahami konsep-konsep maupun teori yang bersifat abstrak. Penyajian isi pembelajaran melalui multimedia dapat memperjelas dan mengkongkritkan konsep-konsep sains, sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa.Kata-kata kunci: belajar tuntas, ,multimedia, kualias pembelajaran.Abstract: The development of information technology takes place very quickly, and impact on all aspects of life including learning in college. Therefore, LPTK as an educational institution for prospective teachers should always innovate and improve the quality of learning in line with the development of information technology. Universities need to anticipate these problems, so that the quality of learning increases. One of the right methods to solve the problem is by developing learning using multimedia based learning strategy (mastery learning). Several theoretical and empirical studies have shown that the application of a complete learning strategy in learning has proven capable of developing students’ high-profile problem-solving abilities. In order to make it easier to understand the concepts of learning that are complex and abstract done through multimedia. The use of multimedia can make it easier for students to understand abstract concepts and theories. Presentation of the content of learning through multimedia can clarify and mengkongkritkan concepts of science, so easily understood by students.Key Words: complete learning,, multimedia, learning qualit

    Eksposisi terhadap Input Bahasa Bagi Mahasiswa S1 Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram (sebuah Faktor Pembelajaran yang Terabaikan)

    Get PDF
    Berbagai studi dan literatur tentang sifat dan karakter leksikal menegaskan bahwa setiap kata memiliki property yang meliputi semua aspek bahasa yang meliputi aspek fonologi, morfologi, sintak, semantic, dan kalau dikembangkan lebih lanjut frasa kolokasi dan pragmatik (cf. Kaplan and Bresnan, 1982; Rappaport, et al, 1987; Zubizarreta, 1987; Priyono, 2013). Dalam literatur tentang sifat leksikal ini dikenal sebagai Lexical Conceptual Structure. Idealnya setiap penguasaan sebuah kata yang sudah masuk kedalam mental lexicon sudah meliputi semua aspek bahasa tersebut tetapi realitanya tidak demikian. Ada orang yang sudah mengetahui makna sebuah kata tetapi tidak sempurna artikulasinya, atau tidak tepat penggunaannya dalam kalimat dan sebaliknya sudah mengetahui satu arti kata tetapi belum tahu makna lainnya. Hal ini bisa terjadi karena ekposisi terhadap input bahasa tidak menyeluruh meliputi semua aspek bahasa dengan segala variannya. Dengan demikian property kata yang terserap kedalam mental lexicon juga terbatas. Sebaliknya jika input bahasa masuk kedalam mental lexicon lengkap dengan semua lexical property-nya, maka ini akan menjadi tacit knowledge, berupa kompetensi bahasa yang memudahkan pembelajar bahasa menggunakan bahasa tersebut dengan lancar tanpa melibatkan kesadaran kognitifnya. Penelitian ini telah melihat bahwa selama masa studi mahasiswa program studi Bahasa Inggris, FKIP Universitas Mataram, memiliki keterbatasan dalam penggunaan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka tidak terekpos terhadap input bahasa secara maksimal, yaitu input bahasa yang mengandung banyak property kata yang meliputi semua aspek bahasa
    corecore