104 research outputs found

    OPTIMASI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN RESAMPLED EFFICIENT FRONTIER MEAN-VARIAN

    Get PDF
    AbstrakDi dunia pasar modal khususnya pasar investasi, pembentukan portofolio adalah hal yang harus dipahami oleh para investor. Pembentukan portofolio dilakukan investor untuk memaksimalkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya dengan meminimalkan resiko kerugian yang mungkin terjadi. Tujuan seperti itu dikatakan sebagai portfolio yang efficient. Resampled efficient adalah konsep baru dalam pembentukan portofolio yang dikenalkan oleh Michaud. Portofolio Resampled efficient frontier tersusun atas bobot asset yang merupakan hasil rata-rata dari bobot-bobot efisien Mean-varian dengan tingkat return tertentu. Prosedur ini menjamin setelah merata-rata bobot efisien mean-varian portofolio akan tetap sama dengan satu. Pada optimasi portofolio, tingkat resiko adalah hal yang harus diperhatikan, tingkat resiko diukur dengan Value at Risk (VaR) yang disimulasikan dengan simulasi Montecarlo. Pada artikel ini digunakan saham IPO untuk menentukan optimasi bobotnya. Untuk saham-saham IPO, kecendrungan kerugian lebih besar daripada saham-saham yang sudah mapan meskipun return pada saham-saham IPO positif tapi perubahannya untuk pembentukan portofolio yang efisien cenderung adanya negatif.  </jats:p

    ANALISIS PORTOFOLIO INVESTASI PADA SAHAM LQ45 DENGAN METODE MEAN VARIAN SATU KONSTRAIN

    Get PDF
    In the capital markets, especially the investment market, the establishment of a portfolio is something that must be understood by investors. Portfolio formation by investors to maximize profits as much as possible by minimizing the risk of losses that may occur. Portfolio diversification is defined as portfolio formation in such a way that it can reduce portfolio risk without sacrificing returns. Optimal portfolio with efficient-portfolio mean criteria, investors only invest in risk assets only. Investors do not include risk free assets in their portfolios. The efficient variance portfolio is defined as a portfolio that has minimum variance among the overall possible portfolio that can be formed, at the same expected return rate. The mean method of one constraint variant can be used as the basis for optimal portfolio determination. The shares of LQ-45 used are shares of AALI, BBCA, UNVR, TLKM and ADHI. AALI shares received a positive weight of 7%, BBCA 48%, UNVR 16%, TLKM 26% and ADHI 3%</jats:p

    A Analisis Portofolio Investasi dengan Metode Mean Varian Dua Konstrain

    No full text
    Dalam pembentukan portofolio efisien, banyak metode yang dapat digunakan. Tentu dengan berbagai asumsi dan keungulannya tersendiri. Pada prosesnya, asumsi investor yang wajar cenderung menghindari risiko (risk averse). Investor yang risk averse adalah investor yang jika dihadapkan pada dua investasi dengan expected return yang sama, maka ia akan memilih investasi dengan tingkat risiko yang lebih rendah. Jika seorang investor memiliki beberapa pilihan portofolio yang efisien, maka portofolio yang paling optimal-lah yang akan dipilihnya. Portofolio optimal dengan kriteria mean-variance efficient portfolio, investor hanya berinvestasi pada aset-aset berisiko saja. Investor&nbsp; tidak memasukkan aset bebas risiko (risk free asset) dalam portofolionya. Mean-variance efficient portfolio didefinisikan sebagai portofolio yang memiliki variansi yang minimum di antara keseluruhan kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk, pada tingkat mean expected return yang sama. Metode mean varian dua konstrain dapat dijadikan dasar dalam penentuan bobot portofolio yang optimal yaitu dengan meminimalkan resiko return portofolio dengan dua kendala. Pada artikel ini kendala yang dimaksud disimbolkan dengan lamda dan beta. Dengan metode dua konstrain ini hasil yang diperoleh lebih detail sehingga mampu menggambarkan hasil analisa yang lebih tajam bagi seorang investor

    Analisis Perbandingan Portofolio Saham dengan Metode Mean Varian Satu Kendala dan Dua Kendala

    No full text
    Pembentukan portofolio saham yang efesien dapat dimaknai sebagai memaksimalkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya seraya meminimalkan resiko kerugian yang mungkin terjadi. Risiko dapat diatasi dengan diversifikasi. Portofolio saham dengan metode efesiensi mean varian berasumsi agar seorang analis saham berinvestasi pada saham yang memiliki risiko bukan yang bebas risiko (risk free asset) dalam portofolionya.  Metode efisiensi mean varian pada portofolio investasi didefinisikan sebagai portofolio yang memiliki variansi yang minimum diantara keseluruhan kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk, pada tingkat mean expected return yang sama. Metode efiensi mean varian dapat diperluas dengan satu, dua dan banyak kendala/konstrain dalam penentuan bobot portofolio yang optimal.  Pada artikel ini penulis menganalisis dan membandingkan performa portofolio satu dan dua kendala. Simulasi performa kinerja portofolio diberikan dengan data saham di Bursa Efek Indonesia yaitu  saham dengan kode INTP, SMBR, SMGR dan SMCB. Dari hasil pembobotan saham dengan satu kendala diperoleh hasil INTP -0.118095805, SMBR 1.139563744, SMGR 0.122266351 dan SMCB -0.143734289 sedangkan untuk portofolio dengan dua kendala diperoleh hasil pembobotan INTP 3.4707887, SMBR 1.903454601, SMGR -3.877195164 dan SMCB -0.497085853. Terlihat SMBR selalu positif dan cukup besar pembobotannya yakni dengan satu kendala 1.139563744 dan dua kendala 1.903454601. Artinya saham ini kita memberikan bobot cash dalam investasinya tanpa pinjaman.Pembentukan portofolio saham yang efesien dapat dimaknai sebagai memaksimalkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya seraya meminimalkan resiko kerugian yang mungkin terjadi. Risiko dapat diatasi dengan diversifikasi. Portofolio saham dengan metode efesiensi mean varian berasumsi agar seorang analis saham berinvestasi pada saham yang memiliki risiko bukan yang bebas risiko (risk free asset) dalam portofolionya. &nbsp;Metode efisiensi mean varian pada portofolio investasi didefinisikan sebagai portofolio yang memiliki variansi yang minimum diantara keseluruhan kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk, pada tingkat mean expected return yang sama. Metode efiensi mean varian dapat diperluas dengan satu, dua dan banyak kendala/konstrain dalam penentuan bobot portofolio yang optimal. &nbsp;Pada artikel ini penulis menganalisis dan membandingkan performa portofolio satu dan dua kendala. Simulasi performa kinerja portofolio diberikan dengan data saham di Bursa Efek Indonesia yaitu &nbsp;saham dengan kode INTP, SMBR, SMGR dan SMCB. Dari hasil pembobotan saham dengan satu kendala diperoleh hasil INTP -0.118095805 , SMBR 1.139563744 , SMGR 0.122266351 dan SMCB -0.143734289 sedangkan untuk portofolio dengan dua kendala diperoleh hasil pembobotan INTP 3.4707887 , SMBR 1.903454601, SMGR -3.877195164 dan SMCB -0.497085853. Terlihat SMBR selalu positif dan cukup besar pembobotannya yakni dengan satu kendala 1.139563744 dan dua kendala 1.903454601. Artinya saham ini kita memberikan bobot cash dalam investasinya tanpa pinjaman

    ANALISIS IMPLEMENTASI REBRANDING KAMPUNG KELUARGA BERENCANA MENJADI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI KELURAHAN BANYUDONO KABUPATEN PONOROGO

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Analisis Implementasi Rebranding Kampung Keluarga Berencana Menjadi Kampung Keluarga Berkualitas Dikelurahan Banyudono Kabupaten Ponorogo Oleh Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 dengan dosen pembimbing Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. Kom Penelitian ini didasari fenomena maraknya kampung KB yang menjunjung tinggi prestasi akan desanya, maka dari itu penulis mengambil system rebranding dari kampong keluarga berencana menjadi Kampung KB sebagai penelitian ini. Dengan menggunakan tiga tahap rebranding yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini. Selain itu penulis juga melakukan penelitian dilapangan secara berkala untuk menemukan data yang akurat serta data yang dibutuhkan.Penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitatif yang mana penulis akan melakukan wawancara dengan narasumber yang terkait dengan proses rebranding Kampung Keluarga Berencana di Kelurahan Banyudono ini. Selain itu juga menggunakan dokumnetasi serta referensi penelitian terdahulu. kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini akan mengarah pada kesuksesan rebranding kampung keluarga berencana menjadi Kampung KB Banyudono. Sumber data pada penelitian ini ada dua macam yaitu data primer yang berisikan wawancara dengan narasumber dan data sekunder yang mengambil video serta gambar yang ada sebelumnya. Hasil dari penelitian ini akan menunjukkan sudah efektif terbukti dengan semakin dikenalnya kampung KB Bayudono dikalangan masyarakat. Kata Kunci : Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKBN ABSTRACT Thesis with the title Analysis of Implementation of Rebranding of Family Planning Villages to Become Quality Family Villages in Banyudono Village, Ponorogo Regency By Rizqi Gilang Ramadhani / 18240662 with supervisor lecturer Mr. Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I. com This research is in line with the phenomenon of the rise of family planning villages that uphold the high achievements of their villages, therefore the authors adopted a rebranding system from family planning villages to family planning villages as this research. By using a three-stage rebranding that will be used by the author in this study. In addition, the author also conducts field research on a regular basis to find accurate data and the data needed. This research uses a qualitative research method in which the author will conduct interviews with informants related to the process of rebranding the Family Planning Village in the Banyudono Village. Besides that, it also uses documentation and references to previous research. The conclusions that can be drawn from this research will lead to the success of rebranding the family planning village into Banyudono KB Village. There are two kinds of data sources in this study, namely primary data which contains interviews with informants and secondary data which takes videos and pictures that existed before. The results of this study will show that it has been proven effective by the increasing recognition of KB Bayudono village among the community. Keywords: Rebranding, Banyudono, Kampung KB, Citra, BKKB

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MATERI GRAFIK PLDV

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa, yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang efektif serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbantuan LKPD digital terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi grafik persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 11 Mataram tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design dengan pendekatan kuantitatif serta desain posttest-only control. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, dengan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa model PBL berbantuan LKPD digital, dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model direct instruction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (78) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (73). Berdasarkan perhitungan uji-t menggunakan SPSS dengan tingkat signifikansi 5%, diperoleh nilai , yang ≤ 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, hasil uji effect size menunjukkan nilai 0,550, yang termasuk dalam kategori sedang, yang berarti bahwa model PBL berbantuan LKPD digital memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa

    Perbandingan Metode Newton Raphson dan Metode Steffensen dalam Penentuan Akar Fungsi Non-Linier Menggunakan Pemrograman Hypertext Preprocessor

    Get PDF
    Mathematical problems frequently arise in various scientific fields, particularly in determining the roots of nonlinear functions. Since complex nonlinear functions are often difficult to solve analytically, numerical methods are commonly used as an alternative approach. This article aims to compare the number of iterations and the error levels produced by the Newton-Raphson and Steffensen methods. The tests were conducted on three types of functions, polynomial functions of the form a1xn+a2xn-1+...+amx0, exponential functions of the form aebx+d+t and trigonometric functions of the form a0sin(b0x)+a1cos(b1x)+a2. For each type, three different functions were used, and each was tested with three different initial guesses. The results show that, in terms of iteration count, the Newton-Raphson method outperformed the Steffensen method for polynomial and trigonometric functions by 84% and 62%, respectively, while for exponential functions, the Steffensen method was superior by 12%. In terms of error, the Newton-Raphson method yielded smaller errors across all function types, with improvements of 92%, 84%, and 98% for polynomial, exponential, and trigonometric functions, respectively, compared to the Steffensen method

    Kesalahan Penyelesaian Masalah Materi Penyajian Data Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi penyajian data ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII semester ganjil di SMPN 17 Mataram tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian berjumlah 139 siswa, dan sampel penelitian sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik Proposional Sampling berdasarkan rumus Slovin. Subjek penelitian terdiri dari 9 siswa yang dipilih untuk dianalisis lebih mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengidentifikasi gaya belajar, tes tertulis untuk menganalisis kesalahan, serta wawancara untuk mendalami penyebab kesalahan. Teknik analisis data mencakup identifikasi gaya belajar dan identifikasi kesalahan penyelesaian masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan 2 jenis kesalahan dari 5 jenis kesalahan Newman yang dilakukan siswa yaitu process skill dan encoding. Sedangkan gaya belajar auditorial cenderung melakukan kesalahan pada jenis transformation, process skill, dan encoding. Sementara itu, siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung melakukan kesalahan pada jenis comprehension, process skill, dan encoding. Penyebab utama kesalahan meliputi ketidakmampuan siswa dalam membuat model matematika, kurangnya pemahaman terhadap langkah-langkah penyelesaian, serta ketidakmampuan dalam menguasai materi prasyarat

    Estimating and Forecasting Composite Index in Pandemic Era Using ARIMA-GARCH Model

    No full text
    Many industries have suffered financial losses as a result of the COVID-19 epidemic. The stock market\u27s movement has been impacted by this circumstance. Due to the influence of some people, a large number of individuals with limited trading knowledge are attempting to participate in the stock market. Market volatility should be understandable in order to gain profit instead of having losses. Therefore, it\u27s essential to comprehend the market of the future through analysis of the data. The purpose of this study is to use ARIMA-GARCH to predict the Indonesian stock market price during. The period covered by the dataset is January 2020–December 2022. The training data indicates that ARIMA (2,1,2) is the best model for ARIMA. The results showed that data residual fitted by ARIMA (2,1,2)-GARCH (1,2) exhibits heteroscedasticity, according to the residual analysis. The MAPE score is 2%, which is relatively small. It means that ARIMA (2,1,2)-GARCH (1,2) is good enough for forecasting the Jakarta Composite Index

    Coaching Class Treding Saham LQ-45 untuk Mahasiswa Universitas Bumigora

    Get PDF
    The main problem faced by these partners is people\u27s understanding of the capital market, both technical and non-technical. For technical problems, the community does not understand how to start stock treding in the capital market regarding the application, methods and tools. Meanwhile, the non-technical obstacles faced are the problem of knowledge about treding how to get good benefits, how to reduce risks, and what types of investment should be made in investing. The solution and target to be achieved is to increase the ability and interest of the community, especially students, to start investing in the capital market with various application tools. The method used in this service is by means of coaching classes accompanied by simulations in the framework of learning development and service learning on stock trading tools affiliated with the Indonesian stock exchange. At the time the service began with learning the basics of the capital market to students then continued with real simulations using a virtual account with a 30 minute delay from real time data from the Indonesia Stock Exchange. The result obtained is to open horizons of thought that stock trading is not difficult, it can be done by anyone. In the process, in virtual account, many students managed to get a positive return income.The main problem faced by these partners is people\u27s understanding of the capital market, both technical and non-technical. For technical problems, the community does not understand how to start stock treding in the capital market regarding the application, methods, and tools. Meanwhile, the non-technical obstacles faced are the problem of knowledge about treding how to get good benefits, how to reduce risks, and what types of investment should be made in investing. The solution and target to be achieved are to increase the ability and interest of the community, especially students, to start investing in the capital market with various application tools. The method used in this service is by means of coaching classes accompanied by simulations in the framework of learning development and service-learning on stock trading tools affiliated with the Indonesian stock exchange. At the time the service began with learning the basics of the capital market to students then continued with real simulations using a virtual account with a 30-minute delay from real-time data from the Indonesia Stock Exchange. The result obtained is to open horizons of thought that stock trading is not difficult, it can be done by anyone. In the process, in the virtual accounts, many students managed to get a positive return income
    corecore