251 research outputs found
Pendidikan Kewarnegaraan
Kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia selalu berjalan cepat dan dinamis seiring dengan perkembangan masyarakat Indonesia dan global, terlebih masifnya teknologi informasi dan pengetahuan yang hampir menyentuh seluruh aktivitas dan kehidupan masyarakat dalam berbagai isu dan persoalan kebangsaan, tak terkecuali bagi kaum muda. Masifnya teknologi informasi dan internet yang hampir tidak ada batas terirotialnya menjadi tantangan serius dalam mengupayakan nasionalisme, membangun identitas kebangsaan dan menjaga kerukunan dalam masyarakat.
Terlepas dari semua tantatangan dan keadaan yang terjadi, merupakan keharusan yang mutlak bagi negara baik melalui lembaga pemerintahan, institusi Pendidikan, lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan upaya membangun dan memperkuat fondasi kebangsaan, kecintaan akan tanah air, nasionalisme,dan semangat untuk selalu membangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Keberadaan buku ini hanya merupakan bagian kecil dari upayapara penulis untuk ikut berpartisipasi dalam membangun semangat nasionalisme, menumbuhkan kecintaan kepada Negara Indonesia, membangun identitas nasional Indonesia dan integrasi nasional Indonesia, serta mengawal persatuan dan kesatuan nasional dalam bingkai keragaman,keberagaman, dan Bhinneka Tunggal Ika, terutama bagi seluruh pemuda Indonesia.
Oleh karena itu, penulis memiliki keyakinan dan harapan bahwa melalui terbitnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini, merupakan kontribusi riil dalam membangun rasa kebanggaan dan nasionalisme kepada bangsa dan negara Indonesia terlebih peran serta dalam mengawal para pemuda bangsa Indonesia untuk selalu terus membangun Indonesia sehingga Indonesia dalam seribu tahun akan terus ada, berdaya dan berjaya melalui estafet kepemimpinan pemuda dan masyarakat Indonesia yang cinta dan bangga akan bangsa dan tanah airnya
MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
moderasi beragama
juga menjadi salah satu pembahasan yang tak kalah penting. Mengingat salah
satu isi dari moderasi beragama adalah panduan bagaimana seorang warga
negara seharusnya bersikap atas keberagamaan yang terjadi di Indonesia,
khususnya heterogenitas keagamaan. Memang, Kawasan pembahasan ini juga
bertalian erat dengan karakter yang nantinya akan dibahas pada bab-bab
selannjutnya
MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
moderasi beragama
juga menjadi salah satu pembahasan yang tak kalah penting. Mengingat salah
satu isi dari moderasi beragama adalah panduan bagaimana seorang warga
negara seharusnya bersikap atas keberagamaan yang terjadi di Indonesia,
khususnya heterogenitas keagamaan. Memang, Kawasan pembahasan ini juga
bertalian erat dengan karakter yang nantinya akan dibahas pada bab-bab
selannjutnya
Pendidikan Kewarnegaraan
Kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia selalu berjalan cepat dan dinamis seiring dengan perkembangan masyarakat Indonesia dan global, terlebih masifnya teknologi informasi dan pengetahuan yang hampir menyentuh seluruh aktivitas dan kehidupan masyarakat dalam berbagai isu dan persoalan kebangsaan, tak terkecuali bagi kaum muda. Masifnya teknologi informasi dan internet yang hampir tidak ada batas terirotialnya menjadi tantangan serius dalam mengupayakan nasionalisme, membangun identitas kebangsaan dan menjaga kerukunan dalam masyarakat.
Terlepas dari semua tantatangan dan keadaan yang terjadi, merupakan keharusan yang mutlak bagi negara baik melalui lembaga pemerintahan, institusi Pendidikan, lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan upaya membangun dan memperkuat fondasi kebangsaan, kecintaan akan tanah air, nasionalisme,dan semangat untuk selalu membangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Keberadaan buku ini hanya merupakan bagian kecil dari upayapara penulis untuk ikut berpartisipasi dalam membangun semangat nasionalisme, menumbuhkan kecintaan kepada Negara Indonesia, membangun identitas nasional Indonesia dan integrasi nasional Indonesia, serta mengawal persatuan dan kesatuan nasional dalam bingkai keragaman,keberagaman, dan Bhinneka Tunggal Ika, terutama bagi seluruh pemuda Indonesia.
Oleh karena itu, penulis memiliki keyakinan dan harapan bahwa melalui terbitnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini, merupakan kontribusi riil dalam membangun rasa kebanggaan dan nasionalisme kepada bangsa dan negara Indonesia terlebih peran serta dalam mengawal para pemuda bangsa Indonesia untuk selalu terus membangun Indonesia sehingga Indonesia dalam seribu tahun akan terus ada, berdaya dan berjaya melalui estafet kepemimpinan pemuda dan masyarakat Indonesia yang cinta dan bangga akan bangsa dan tanah airnya
Solidaritas sosial di tengah isolasi diri
Lahirnya buku ini sangat membantu pemerintah dalam upaya membangun literasi covid-19 kepada rakyat Indonesia. Untuk itu saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penulis buku ini sebagai sebuah referensi akademis terkait literasi Covid- 19. Buku ini sangat tepat menjadi salah satu sumber rujukan akademis bagi penyelenggara negara pusat sampai penyelenggara pemerintahan desa dengan seluruh perangkatnya dalam rangka ikhtiar membangun Kebiasaan Baru di tengah-tengah masyarakat bagi masyarakat luas. Buku ini akan membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Bagaimana menghadapi dan hidup di tengah pandemi covid 1
SIGIT : an information system for integral approach of land management : an LADM implementation in Honduras and Guatemala
In a new and integral land management approach in four municipalities in Honduras and Guatemala the Land Administration Domain Model has been used as a tool in support to system development for land administration. A pilot implementation for municipal information infrastructure in four municipalities (Puerto Cortes, Omoa and Tela in Honduras and Puerto Barrios in Guatemala) should test improved management of geographic information. Data should be published on the web for web access by citizens, a one stop shop has been introduced, and integration of data at different levels avoids data duplication. Very important impact of improved access is in building trust by more transparency. New work procedures have been defined and implemented and the information system SIGIT (Sistema de Información Gestión Integral de Tierras) has been designed and implemented supporting these concepts. Apart from forming the basis for sustainable land transactions and land use planning, the SIGIT can be supportive to a situation where all citizens in a municipality pay the land tax and where land-possession can be converted to legal land ownership. SIGIT operates as a one-stop shop at the municipal side. The design of SIGIT is based upon the Land Administration Domain Model ISO 19152 to manage the cadastre and land use planning data from this point of view. To meet the requirements additions to the LADM were designed. The LADM additions to implement SIGIT in Honduras and Guatemala are necessary to store extra information about spatial zones, parcels and buildings as required by the municipalities during development. Furthermore, the information regarding building and operation permits, with their respective user-defined spatial and administrative rules, were out of scope of LADM. Therefore, the corresponding additions were necessary as well. The paper provides an overview of the SIGIT goals and requirements, the design and development. Within this context the focus is to the use of the LADM and its modifications for SIGIT development and a short evaluation of the LADM as a tool for development
The internalization of wasathiyah values in inclusion madrasah: a case study of integrated Madrasah Ibtida’iyah of Ar-Roihan Malang
The research aim is to comprehensively reveal the construction of Islamic wasathiyah values developed by Integrated Madrasah Ibtidaiyah (IMI) of Ar-Roihan and how these values are internalized into their members. This research used a qualitative approach with a case study design. The methods used to collect data are interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model, which included four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions drawing. In order to obtain valid data, researchers used source triangulation techniques, triangulation methods, and extension observations. The results showed that the values of wasathiyah at IMI of Ar-Roihan were built based on the contents of the letter ‘Abasa verses 1-10 and the theory of multiple intelligences. This result is by the IMI Ar-Roihan condition, which has a high plurality, which includes the characteristics and needs, intelligence, religious background of students. Based on these two main foundations and plurality, IMI of Ar-Roihan developed eight main wasathiyah values, namely equality, justice, progress, brotherhood, openness, balance, moderate, and tolerance. The eight values are internalized through three curriculum components, namely intracuricular activities, extracurricular activities, and hidden curriculum
- …
