1,721,013 research outputs found
Vitamin D in insulin sensitivity and obesity:Fact or fiction?
Obesity, which prevalence is increasing worldwide, is often characterized by low blood vitamin D level, which may relate to obesity-associated health risks like reduced insulin sensitivity. This dissertation aims to investigate the association between vitamin D and insulin sensitivity in individuals with obesity and insulin resistance. The studies presented in this thesis suggest that low vitamin D concentrations were not associated with insulin resistance in obesity. Furthermore, this research found that vitamin D supplementation did not improve tissue-specific insulin sensitivity in individuals with or at risk of insulin resistance
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT DAN STATUS GIZI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN
Latar Belakang : masalah gizi ganda tidak hanya terdapat pada masyarakat perkotaan saja akan tetapi juga terdapat pada masyarakat pedesaan. Prevalensi obesitas pada remaja tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan (7,8%), namun juga di pedesaan (2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat dan status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel di kota 49 subjek dan di desa 45 subjek, diambil dengan metode simple random sampling. Data meliputi karakteristik subjek, asupan makanan diperoleh dari food recall 24jam , status gizi diperoleh dari grafik persentil berdasarkan indeks massa tubuh, umur dan jenis kelamin . Analisis data dengan Mann-Whitney, dan independent t-test.
Hasil : Prevalensi overweight pada remaja di wilayah perkotaan (10,2%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja di wilayah pedesaan (6,6%). Sedangkan untuk status gizi kurang pada remaja di wilayah pedesaan (31,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan remaja wilayah perkotaan (8,2%). Rerata persentase asupan energi di wilayah perkotaan lebih tinggi (99,4%) dibanding di pedesaan (96,6%). Rerata persentase protein di kota (76,9%) lebih tinggi dibandingkan dengan desa (74,0%). Rerata persentase asupan lemak di kota (181,1%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan desa (171,8%). Rerata persentase asupan karbohidrat di desa (82,5%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan di kota (80,9%). Uji analisis perbedaan kedua subyek diperoleh hasil, asupan energi ( p= 0,108 ), asupan protein ( p= 0,254), asupan lemak (p= 0,173), asupan karbohidrat (p= 0,173), status gizi (p= 0,000).
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan asupan energi , protein, lemak dan karbohidrat pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan (p> 0,05). Ada perbedaan status gizi pada remaja yang tinggal di wilayah kota dan remaja di wilayah desa (p< 0.05
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Analisis Biaya yang Hilang dari Sisa Makanan Pasien di RSUD Dr. Adhyatma, MPH
Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan di rumah sakit bernilai ekonomi cukup besar, yaitu 20-40% dari anggaran rumah sakit. Sisa makanan menyebabkan adanya biaya yang hilang secara sia-sia dan akan berdampak terhadap anggaran yang digunakan untuk pengadaan bahan makanan. Analisa keeratan hubungan sisa makanan dan biaya yang hilang diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk penggunaan dana maupun dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi pasien.
Tujuan : Menganalisis keeratan hubungan sisa makanan dan biaya yang hilang dari sisa makanan.
Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian observational dengan rancangan penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah 24 pasien (10 pasien kelas II dan 14 pasien kelas III) yang tidak memiliki gangguan menelan dan diberikan makanan biasa selama menjalani rawat inap tanggal 31 Mei sampai dengan 10 Juni 2013 di RSUD Dr. Adhyatma, MPH. Jumlah sisa makanan per pasien didapatkan dengan menimbang sisa makanan dari plato pasien setelah pasien selesai makan. Biaya sisa makanan dihitung dengan mengetahui jumlah (berat) sisa makanan terhadap jumlah makanan yang disajikan dan kemudian dibandingkan dengan harga makanan per sajian. Hubungan antara sisa makanan tiap item menu dengan biaya yang hilang dari sisa makanan dianalisis dengan uji korelasi pearson.
Hasil : Sisa makanan yang berkorelasi dengan biaya yang hilang antara lain adalah nasi (r = 0,412), lauk hewani (r = 0,505), dan sayur (r = 0,668). Sisa lauk nabati tidak berkorelasi dengan biaya yang hilang (r = 0,142).
Simpulan : Sisa nasi, lauk hewani, dan sayur berkorelasi dengan biaya yang hilang akibat sisa makanan
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT SINBIOTIK TANPA LEMAK DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG GEMBILI TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA
Latar belakang:Yoghurt sinbiotik tanpa lemak merupakan produk makanan berbahan susu skim (tanpa lemak) yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat (bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophillus) sebagai probiotik dan inulin sebagai prebiotik dengan kandungan lemak susu kurang dari 0.5%. Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan bahan makanan tinggi inulin yang diketahui dapat menurunkan kadar trigliserida. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian yoghurt sinbiotik tanpa lemak dengan penambahan tepung gembili terhadap penurunan kadar trigliserida pada tikus hiperkolesterolemia.
Metode: Penelitian eksperimental murni dengan pre-post test yang diterapkan pada 24 tikus Wistar jantan terinduksi hiperkolesterolemia yang dikelompokkan menggunakan sistem acak sederhana menjadi 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok intervensi. Masing-masing kelompok diberikan yoghurt sinbiotik tanpa lemak dengan penambahan tepung gembili dengan dosis P1:2 ml, P2:3 ml, dan P3:4 ml selama 14 hari. Pengukuran kadar serum trigliserida dilakukan secara enzimatis dengan metode GPO-PAP.
Hasil: Kadar trigliserida menurun secara signifikan pada kelompok P1 (p = 0.028), P2 (p = 0.028), dan P3 (p = 0.003). Kadar trigiserida juga turun pada kelompok K tetapi tidak signifikan. Kadar trigliserida pada kelompok K turun dari 87.43 mg/dl menjadi 86.33 mg/dl, kelompok P1 turun dari 79.51 mg/dl menjadi 74.40 mg/dl, kelompok P2 turun dari 105.73 mg/dl menjadi 95.8 mg/dl dan kelompok P3 turun dari 85.51 mg/dl menjadi 70.10 mg/dl. Berdasarkan uji Anova terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan kadar trigliserida sebelum dan sesudah intervensi (p = 0.012).
Simpulan: Pemberian yoghurt sinbiotik tanpa lemak ditambah tepung gembili dengan dosis 2 ml, 3 ml dan 4 ml selama 14 hari secara signifikan menurunkan kadar trigliserida, terbesar terjadi pada dosis 4 ml
PENGARUH PEMBERIAN KEFIR SUSU SAPI TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS JANTAN SPRAGUE DAWLEY
Latar Belakang : Tingginya kadar kolesterol merupakan salah satu faktor pencetus kejadian penyakit kardiovaskuler. Produk probiotik diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol karena mengandung bakteri asam laktat (BAL). Kefir, salah satu produk probiotik yang kaya akan kandungan BAL dan diklaim memiliki efek hipokolesterolemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kefir terhadap kadar kolesterol total tikus percobaan.
Metode : Penelitian true eksperimental dengan pre post test with randomized control group design. Sebanyak 28 ekor tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley dibagi menjadi empat kelompok (K, P1, P2, P3) dan diinduksi dengan pakan tinggi kolesterol selama 15 hari dilanjutkan dengan pemberian kefir 1,5 ml;2 ml dan 3 ml/hari untuk kelompok P1, P2 dan P3selama 15 hari. Kadar kolesterol diperiksa dengan metode CHOD-PAP. Analisis data menggunakan uji beda one way ANOVA.
Hasil : Terjadi penurunan bermakna rerata kadar kolesterol total tikus semua kelompok, namun perbedaan kadar kolesterol total antar kelompok tidak bermakna. Kelompok P3menunjukkan penurunan kadar kolesterol total tertinggi (31,45 %) , diikuti kelompok K (31,40 %), P2 (30,9%) dan P1 (27,04 %).
Kesimpulan : pemberian kefir tidak terbukti menurunkan kolesterol. Hasil penelitian ini tidak mendukung kefir sebagai alternatif penurun kolesterol
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
