1,721,056 research outputs found
Performans Sapi Bali yang Diberi Rumput Lapangan dengan Tambahan Dedak Gandum (Pollard) dan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Penelitian tentang performans sapi Bali yang diberi rumput lapangan dengan tambahan dedak gandum(pollard) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera) telah dilaksanakan. Penelitian menggunakan rancangan acakkelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Sebanyak 16 ekor sapi Bali jantan digunakan dalampenelitian ini. Masing-masing kelompok diberikan perlakuan pakan yang terdiri dari pakan tambahan 1 kg pollarddengan pakan dasar rumput lapangan (P0), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 5% denganpakan dasar rumput lapangan (P1), pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 10% dengan pakan dasarrumput lapangan (P2) serta pakan tambahan 1 kg pollard dan tepung daun kelor 15% dengan pakan dasar rumputlapangan (P3). Variabel yang diamati adalah bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan, Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) pada keempat perlakuan pada semua variabel yangdiamati. Sapi Bali yang diberikan pakan tambahan pollard dan 15% tepung daun kelor pada pakan dasar rumputlapangan (P3) menghasilkan bobot badan, konsumsi pakan, dan efisiensi penggunaan pakan yang tidak berbedanyata dibandingkan dengan perlakuan yang lain
Using the STarT Back Tool: does timing of stratification matter?
It is likely that individuals with nonspecific LBP (nsLBP) constitute a heterogenic group and targeting treatment appropriately to those most likely to respond is of major relevance. The STarT Back Tool (SBT) has been developed to stratify patients into risk groups to aid management choices. However, there is controversy over its generalisability and uncertainty as to the timing of use. This study investigated whether SBT categorisation early in a course of treatment would prove more prognostic than categorising patients at baseline. Seven hundred and forty nine patients over the age of 16 were recruited at 11 chiropractic clinics within the UK. The SBT was used to categorise these patients at presentation and 2 days following initial treatment with patient characteristics and condition specific markers also collected at baseline. The primary outcome was the Patient Global Impression of Change (PGIC) collected at 14, 30 and 90 days following the initial visit. In this population undergoing chiropractic care, patients had similar outcomes irrespective of their STarT back risk ranking. Multivariate prognostic models included only the post initial visit SBT as an independent predictor of favourable outcome for the medium risk group but only at 30 days. Follow up improvement was dominated by previous improvement in 30 and 90-day models. Over one third of patients swapped SBT risk groups in the 2 day period between initial stratification and post initial visit although there was little difference in eventual improvement at follow-up. Understanding the impact of timing of SBT stratification is indicated
PENGARUH PENGGUNAAN POLLARD DAN KULIT KACANG KEDELAI TERFERMENTASI DENGAN RAGI TAPE TERHADAP KARKAS DAN KADAR KOLESTEROL DAGING ITIK BALI JANTAN
Penelitian ini dilaksanakan di Denpasar, Bali yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan 15%pakan serat (pollard dan kulit ari kacang kedelai) dengan dan tanpa terfermentasi dengan ragi tape (Saccharomycessereviseae) dalam ransum terhadap karkas dan kadar kolesterol daging itik bali jantan umur 2-8 minggu.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima macam perlakuandan lima kali ulangan. Tiap ulangan (unit percobaan) menggunakan 4 ekor itik bali jantan umur dua minggudengan berat badan homogen (246±12,75 g). Ke lima perlakuan yang dicobakan, yaitu itik yang diberi ransum basaltanpa penggunaan kulit gandum, kulit ari kacang kedelai, dan ragi sebagai kontrol (A); ransum dengan penggunaankulit gandum 15% (B); ransum dengan kulit gandum 15% terfermentasi 0,20% ragi tape (C); ransum dengan penggunaankulit ari kacang kedelai 15% (D); dan ransum dengan kulit ari kacang kedelai 15% terfermentasi 0,20%ragi tape (E); Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati, yaitu berat karkas, persentasekarkas, lemak abdominal, dan kadar kolesterol daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 15% pollard(B) dan 15% kulit ari kacang kedelai (D) ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat potong,berat karkas, dan persentase karkas itik, dibandingkan dengan kontrol (A). Penggunaan 15% pollard (C) dan kulitari kacang kedelai (E) terfermentasi ragi pada itik nyata (P0,05) dibandingkan dengankontrol. Penggunaan 15% pollard dan kulit ari kacang kedelai terfermentasi, secara nyata (P<0,05) menurunkanpersentase lemak abdomen dan kadar kolesterol daging itik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwapenggunaan pollard dan kulit ari kacang kedelai 15% dalam ransum tidak berpengaruh terhadap karkas itik baliumur 2-8 minggu. Penggunaan 15% pollard dan kulit ari kacang kedelai terfermentasi dengan ragi tape dalam ransumdapat menurunkan lemak abdomen dan kadar kolesterol daging itik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Penambahan Filler Komposit (Wheat Bran dan Pollard) dan Rumput Laut Terhadap Kadar Protein, Lemak, Air dan Abu Naget Kelinci
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan September 2011 sampai dengan bulan Oktober 2011.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan filler komposit ( wheat bran dan pollard ) dan rumput laut serta mengetahui kombinasi perlakuan terbaik agar dihasilkan naget kelinci yang berkualitas tinggi ditinjau dari kadar protein, lemak, air dan abu naget kelinci. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memanfaatkan wheat bran dan pollard sebagai filler komposit serta rumput laut sebagai binder dalam produk daging olahan naget kelinci. Memberikan informasi dalam pembuatan naget kelinci ber filler komposit ( wheat bran dan pollard ) dan rumput laut serta memberikan manfaat bagi masyarakat, praktisi dan industri pangan yang terkait dalam pengolahan pangan.
Materi penelitian adalah naget kelinci. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan faktorial (4x3) dengan 3 kelompok. Faktor pertama adalah penambahan fille
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengaruh Media Pertumbuhan Pollard Dan Isi Rumen Terhadap Kadar Protein Dan Lemak Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) Fase Pre-Pupa Dalam Bentuk Basah Dan Serbuk
Limbah merupakan bahan yang berbentuk padat maupun semi padat yang
berasal dari hasil aktivitas manusia dan hewan yang dibuang dan sudah tidak digunakan
lagi. Pengelolaan limbah adalah masalah yang dialami oleh beberapa negara, salah
satunya adalah negara Indonesia. Solusi yang sudah sering digunakan adalah
pemanfaatan limbah organik sebagai substrat makanan bagi populasi serangga, salah
satunya lalat Black Soldier Fly. Maggot BSF mampu mengubah sampah menjadi
kompos dan biomassa maggot yang dihasilkan juga dapat dipanen karena kandungan
protein dan asam lemaknya. Pelaksanaan penelitian dilakukan 2 perlakuan media
pertumbuhan meliputi media pertumbuhan PA dan RR. Media PA merupakan media
pertumbuhan yang terdiri atas campuran 10 kg pollard dan 10 L air. Media
pertumbuhan yang terakhir adalah media RR yang berisi campuran 10 kg padatan isi
rumen domba dan 10 L air rumen. Pemeliharaan maggot selama 21-25 hari hingga
maggot mencapai fase pre-pupa. Maggot BSF dipanen dan diuji proksimat untuk
mengetahui kadar protein dan lemak. Analisis data adalah analisis kuantitatif pada nilai
nutrisi kadar protein dan lemak dengan menggunakan metode Mann Whitney U Test
dengan p value < 0,05. Hasil statistika menunjukkan kandungan protein dan lemak
pada media pollard dan rumen sediaan serbuk memiliki perbedaan yang signifikan.
Kandungan lemak dan protein pada media pollard dan rumen sediaan basah tidak
memiliki perbedaan signifikan. Pada maggot sediaan serbuk dan basah pada media
limbah rumen memiliki perbedaan signifikan. Kandungan protein maggot BSF media
pollard sediaan serbuk dan basah memiliki perbedaan yang signifikan sedangkan
kandungan lemak maggot media pollard sediaan serbuk dan basah tidak memiliki
perbedaan yang signifikan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
