10 research outputs found
Strategi pendidikan antikorupsi kepada keluarga di Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta
Lingkungan keluarga merupakan yang paling utama untuk menentukan masa depan anak, demikian pula karakter anak yang baik dimulai dari keluarga. Dilihat dari tren usia koruptor yang terjerat kasus korupsi masih tergolong muda, yaitu di bawah 40 tahun. Uniknya lagi, tindakan korupsi mulai melibatkan hubungan kekeluargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pendidikan antikorupsi kepada kelurga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif menjadi subjek penelitian adalah keluarga di Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta dan yang objek adalah Sukarelawan Pendidikan Antikorupsi di Kelurahan Prenggan dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam studi ini menunjukkan bahwa strategi pendidikan antikorupsi yang dilakukan sukarelawan kepada keluarga adalah memberikan pendidikan antikorupsi secara langsung melalui kegiatan keluarga, baik secara individu maupun kelompok dengan media-media yang menyasar orang tua dan anak-anak. Upaya yang dilakukan oleh sukarelawan adalah menanamkan nilai kejujuran melalui ikatan antara suamu-istri, orangtua anak, maupun antartetangga. Penelitian ini dapat memperkaya pengalaman empiris strategi penanaman antikorupsi di dalam lingkungan keluarga
Teachers’ Role in Overcoming Racial Discrimination in Elementary Schools: Peran Guru dalam Mengatasi Diskriminasi Rasial di Sekolah Dasar
Background (General): Racial discrimination in schools continues to hinder inclusive education, affecting students’ psychological, social, and academic growth. Background (Specific): In Indonesia’s multicultural setting, primary schools must implement national policies such as Kurikulum Merdeka and the Profil Pelajar Pancasila to foster tolerance and diversity, yet evidence from classroom practices remains limited. Knowledge Gap: While existing studies explore multicultural education, few provide empirical insights into how elementary school teachers address racial discrimination in real classroom interactions. Aim: This study investigates the role of teachers in preventing and mitigating racial discrimination at SD Negeri 100/II Muara Bungo, highlighting their strategies and challenges. Results: Findings show that teachers embed tolerance values in lessons, use personal approaches to support minority students, and foster collaborative, diversity-oriented classroom activities. However, they face barriers such as limited training, lack of systemic school support, and external social stereotypes. Novelty: The study uniquely combines empirical field data with the framework of national education reforms, offering localized strategies rooted in cultural practices and values of Pancasila. Implications: Strengthening teacher training, institutional policies, and whole-school collaboration is essential to building sustainable, inclusive learning environments that reduce racial discrimination from the earliest stages of education.Highlight :
Teachers play a vital role in instilling values of tolerance in elementary schools.
Key challenges include limited training and lack of institutional support.
A whole-school approach is needed to create an inclusive environment.
Keywords : Role of Teachers, Racial Discrimination, Elementary School, Inclusive Learning, Toleranc
Integrasi Nilai Karakter dalam Cerita Rakyat Bungo untuk Pembelajaran Sejarah di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai karakter dalam cerita rakyat Bungo sebagai sarana pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas (SMA). Cerita rakyat Bungo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai karakter, seperti kerja keras, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada pembelajaran sejarah, nilai-nilai ini diintegrasikan melalui berbagai metode, termasuk diskusi, proyek kreatif, dan presentasi, yang secara aktif melibatkan peserta didik dalam memahami hubungan antara cerita rakyat dan peristiwa sejarah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan cerita rakyat dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai budaya dan menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah serta identitas bangsa. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar pengembang kurikulum dan guru lebih mengoptimalkan penggunaan cerita rakyat dalam proses pembelajaran, serta menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas metode ini di berbagai tingkat pendidikan. Metodologi penelitian ini mencakup: (1) konteks penelitian yang terdiri dari lokasi dan waktu penelitian, (2) bentuk dan strategi penelitian, (3) data dan sumber data, (4) teknik pengumpulan data, (5) teknik pengambilan sampel, (6) validitas data penelitian, dan (7) teknik analisis data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi untuk memastikan keakuratan interpretasi hasil penelitian
Workshop dan Pelatihan Penerapan E-Learning (Learning Management System) Melalui Manajemen Kelas Pada SMK Negeri 6 Muara Bungo
erkembangan industri yang semakin efektif dan efisien, mengaharuskan sistem pendidikan kearah digitalisasi pembelajaran melalui pengintegrasian teknologi. Pengintegrasian teknologi tersebut memungkinkan proses pelaksanaan pembelajaran semenarik mungkin sehingga perlu suatu inovasi media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. SMK Negeri 6 Bungo belum mengoptimalkan e-learning dalam proses pembejarannya, pembelajaran yang terjadi saat ini masih terbatas dan bersifat umum dengan bergantung pada aplikasi Whatshapp dan Zoom Meet sehingga pembelajaran belum dapat berjalan dengan baik dan berkualitas. Oleh sebab itu kegiatan ini bertujuan untuk Memberikan pemahaman kepada SMK Negeri 6 Bungo mengenai pemanfaatan E-learning (Learning Management System) serta Sistem Informasi Manajemen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 6 november 2022 dengan jumlah peserta 26 guru dengan menggunakan metode workshop dan pelatihan kepada guru dengan metode ceramah, praktek/pelatihan perancangan e-learning. Hasil kegitan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dibidang teknologi sehingga mampu memberikan pengetahuan baru terhadap media pembelajaran untuk mengimplementasikan pada saat belajar mengajar
Peran Artificial intelligence (AI) dalam Personalisasi Proses Pembelajaran Mahasiswa di Pendidikan Tinggi
This research aims to investigate the impact of artificial intelligence (AI) technology usage in enhancing learning effectiveness at the higher education level. The research methodology involves analyzing relevant literature and conducting interviews with students and educators who have utilized AI technology in the learning context. The findings indicate that the integration of AI technology can provide a more personalized, adaptive, and focused learning experience, consequently enhancing student engagement and academic performance. However, challenges related to data privacy and technical readiness also need to be addressed to ensure the successful implementation of AI technology in higher education
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN APLIKASI AUGMENTED REALITY (AR) DALAM PEMBELAJARAN DI SMA: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS
Penelitian ini membahas efektivitas pemanfaatan aplikasi Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Augmented Reality adalah teknologi yang memadukan dunia fisik dengan elemen-elemen digital, menciptakan pengalaman pembelajaran yang diperkaya. Dalam penelitian ini, kami mengidentifikasi dan menganalisis temuan-temuan kunci yang berkaitan dengan penggunaan AR dalam konteks pendidikan SMA, dengan fokus pada peningkatan keterlibatan siswa. Temuan utama meliputi peningkatan keterlibatan siswa yang signifikan melalui pemanfaatan AR, yang menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Selain itu, AR juga terbukti meningkatkan pemahaman materi pelajaran dan memungkinkan kustomisasi pembelajaran yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Kolaborasi siswa dalam lingkungan virtual yang didukung AR juga ditemukan dapat mempromosikan keterampilan sosial dan kolaboratif. Namun, kendala teknis dan infrastruktur, serta kebutuhan akan pelatihan guru yang memadai, menjadi tantangan yang harus diatasi dalam mengimplementasikan AR dalam pendidikan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya investasi dalam infrastruktur teknologi pendukung dan pelatihan guru yang tepat untuk memaksimalkan manfaat AR dalam pembelajaran SMA. Kesimpulannya, pemanfaatan AR dalam pembelajaran di SMA memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan perhatian terhadap kendala teknis dan investasi yang tepat, teknologi AR dapat menjadi alat yang berharga dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan efektif bagi siswa di SMA.Top of For
Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Dalam Menghadapi Tantangan Mengajar Guru di Era Digital
This article aims to review the use of Artificial Intelligence (AI) technology in dealing with teachers' teaching challenges in the digital era. The digital age has rapidly changed the educational landscape, affecting the roles and tasks of teachers. They are faced with new challenges, such as managing an abundance of information, adapting teaching styles to individual needs, and providing effective feedback to students. In the face of these challenges, AI technology offers significant potential. This article will outline several ways in which AI technology can be utilized in the context of education. First, AI can assist teachers in managing data and information by using advanced algorithms to analyze and interpret student data. Second, AI technology can support the personalization of learning. Third, AI can be used to provide effective feedback to students. However, there are some challenges that may arise in the utilization of AI technology in the context of education. One of them is the concern about student data privacy and security. In addition, it is also important to consider that AI technology cannot completely replace the role of teachers, but only serves as a powerful tool. In conclusion, the utilization of AI technology can provide significant benefits for teachers in facing challenges in the digital era. By utilizing AI, teachers can manage data more efficiently, provide personalized learning, and provide effective feedback to students. However, it is important to keep in mind the limitations and challenges associated with the use of AI technology in education
PENGEMBANGAN E-MODUL STATISTIK DESKRIPTIF BERBASIS PBL TERINTEGRASI ISU PENDIDIKAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN STATISTICAL LITERACY
Pentingnya peningkatan Statistical Literacy (SL) menjadi semakin nyata di tengah-tengah era informasi dan teknologi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pengembangan e-modul statistik deskriptif berbasis problem based learning terintegrasi Isu Pendidikan Nasional untuk meningkatkan SL mahasiswa, dengan menerapkan metode penelitian berjenis Research and Development berdesign Plomp. Objek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Penelitian ini menghasilkan nilai kevalidan materi 93% berkategori sangat kuat, kevalidan media sebesar 96,65% berkategori sangat kuat, dan kevalidan Bahasa sebesar 94,40% berkategori sangat kuat. Selanjutnya menghasilkan nilai kepraktisan sebesar 69,84% berkategori praktis dan menghasilkan nilai keefektifan dari hasil belajar mahasiswa sebesar 85,71% berkategori sangat baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul statistik deskriptif berbasis PBL terintegrasi isu pendidikan indonesia untuk meningkatkan SL dalam kategori sangat baik. Kemudian, peneliti melihat ada gap yang membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait pengembangan e-modul statistik inferensial berbasis PBL terintegrasi Isu-isu dibidang lainya seperti lingkungan, kesehatan dan ekonomi dalam upaya meningkatkan SL mahasiswa
EFFORTS TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES USING THE THINK PAIR AND SHARE LEARNING MODEL ASSISTED BY PAIR CARD MEDIA
This study was conducted with the aim of improving mathematics learning outcomes by using the Think Pair and Share learning model assisted by Pair Card media for fifth-grade students at SDN 201/VI Lubuk Napal. This type of research is Classroom Action Research (CAR), in which the researcher acts as the implementer, while the teacher and peers serve as observers. The research design follows the classroom action research model consisting of two cycles. The study was carried out in the even semester of the 2025–2026 academic year. The subjects of the study were 13 fifth-grade students of SDN 201/VI Lubuk Napal. The object of the study was the learning process and students’ learning outcomes. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. The data were analyzed descriptively and presented in tables and graphs. The results of the study showed an improvement in both the learning process and learning outcomes. The learning process in Cycle I reached 84.61%, and increased to 100% in Cycle II. As for the learning outcomes, 84.62% of students achieved the learning goal in Cycle I, and this increased to 100% in Cycle II, indicating an improvement of 16.38%. Therefore, the use of the Think Pair and Share learning model assisted by Pair Card media in mathematics lessons can improve both the learning process and learning outcomes of fifth-grade students at SDN 201/VI Lubuk Napa
PENINGKATAN KUALITAS GURU: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL DALAM PENDIDIKAN
Penelitian ini membahas dampak pelatihan daring melalui Zoom Cloud Meeting dalam upaya peningkatan kualitas guru di beberapa provinsi di Indonesia. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan penguasaan teknologi, mengintegrasikan kurikulum terkini, dan mengembangkan keterampilan pengajaran inovatif. Populasi penelitian melibatkan guru dari berbagai provinsi, dengan sampel yang dipilih secara stratifikasi. Metode penelitian mencakup analisis kuantitatif dan kualitatif, termasuk survei daring dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan teknologi dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Terbentuknya komunitas pembelajaran profesional daring juga menciptakan kolaborasi antar guru dari berbagai provinsi. Perubahan perilaku pengajaran, pemahaman yang lebih mendalam tentang kurikulum, dan peningkatan keterampilan pembelajaran aktif menjadi pencapaian positif. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pengajaran guru di era digital. Evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian program pelatihan direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan dan relevansi inisiatif ini dalam jangka panjang. Kesimpulan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pengembangan program pelatihan sejenis di masa mendatang
