1,720,973 research outputs found

    INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN RISIKO TERJADINYA DE QUERVAIN’S SYNDROME KEPADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KOMPUTER DI UNIVERSITAS KLABAT

    No full text
    The intensity of smartphone use has been considered as one of the risk factors for developing De Quervain’s Syndrome, a condition caused by repetitive hand movements leading to inflammation of the wrist tendons. This study aimed to determine the relationship between smartphone usage intensity and the risk of De Quervain’s Syndrome among students of the Faculty of Computer Science at Universitas Klabat. A cross-sectional design was applied with statistical analysis using Spearman’s rho correlation and ordinal logistic regression. A total of 244 participants were recruited based on the Slovin formula with an additional 10% attrition rate. Research instruments included the De Quervain Screening Tool (DQST) and a smartphone usage intensity questionnaire. The results indicated that most participants had a high level of smartphone usage (88.5%), while the majority presented a low risk of De Quervain’s Syndrome in the right hand (43.4%) and in the left hand (42.2%). Statistical analysis showed p values of 0.791 for the right hand and 0.600 for the left hand, indicating no significant relationship between smartphone usage intensity and the risk of De Quervain’s Syndrome. Logistic regression analysis also revealed that the alpha values of all smartphone usage variables were >0.05, suggesting no partial effect on the risk. This study recommends that students use smartphones more wisely to prevent health problems and encourages further research to investigate other contributing factors related to intensive smartphone use. Intensitas penggunaan smartphone merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya De Quervain Syndrome akibat gerakan berulang yang menyebabkan peradangan pada tendon pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan risiko terjadinya De Quervain Syndrome pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan uji Spearman’s rho correlation dan ordinal logistic regression. Sebanyak 244 partisipan ditentukan melalui perhitungan rumus Slovin dengan tambahan 10% attrition rate. Instrumen penelitian berupa kuesioner De Quervain Screening Tool (DQST) dan kuesioner intensitas penggunaan smartphone. Hasil menunjukkan sebagian besar partisipan memiliki intensitas penggunaan smartphone tinggi (88,5%), serta risiko rendah untuk tangan kanan (43,4%) maupun tangan kiri (42,2%). Analisis statistik memperoleh p value tangan kanan (p=0,791) dan tangan kiri (p=0,600), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan risiko De Quervain Syndrome. Uji regresi logistik juga menunjukkan nilai alpha dari seluruh variabel >0,05 yang berarti tidak berpengaruh secara parsial terhadap risiko. Penelitian ini menyarankan mahasiswa agar lebih bijaksana menggunakan smartphone untuk mencegah masalah kesehatan, serta mendorong penelitian selanjutnya meninjau faktor lain yang mungkin berhubungan dengan penggunaan smartphone intensitas tinggi

    Fungsi Afektif Keluarga dengan Kecerdasan Emosional Dalam Pembelajaran Pada Remaja

    Full text link
    Perkembangan emosional merupakan hal yang perlu diperhatikan pada usia remaja, karena pada masa ini remaja sering sekali meluapkan emosinya dengan cara yang salah sehingga berdampak pada prilaku mereka khususnya dalam proses belajar-mengajar. Pada usia remaja mereka memiliki kemandirian yang hadir bersama dengan kebutuhan keintiman, kasih sayang, dan dukungan orang tua yang dapat terwujud dalam fungsi afektif keluarga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan fungsi afektif dengan kecerdasan emosional dalam pembelajaran pada remaja di Kelurahan Kombos Barat Lingkungan II Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sample sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menggunakan uji statistic pearson correlation menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di Kelurahan Kombos Barat Lingkungan II Kota Manado dengan nilai signifikansi p= 0,035 < α=0,05. Direkomendasikan kepada anggota keluarga untuk memperkuat fungsi keluarga khususnya fungsi afektif sehingga para remaja dapat meningkatkan kecerdasan emosional secara optimal

    RELIGIUSITAS DAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA PEKERJAAN PADA MAHASISWA

    Full text link
    Bagi mahasiswa yang akan beralih dari dunia pendidikan pada dunia pekerjaan, kecemasan sangat signifikan dirasakan dalam kehidupan. Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja dipicu oleh berbagai faktor, seperti ketidakpastian masa depan, kurangnya pengalaman, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Kecemasan yang berlebihan yang dialami oleh mahasiswa dapat diminimalisir dengan melakukan intervensi psikologi salah satunya dengan meningkatkan religiusitas. Universitas Klabat (UNKLAB) merupakan salah satu kampus yang berada di Sulawesi Utara yang menanamkan ilmu kerohanian yang tinggi bagi para mahasiswanya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara tingkat religiusitas dengan Tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas Keperawatan (FKEP) UNKLAB. Penelitian ini telah menggunakan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 73 mahasiswa Profesi Ners. Hasil analisis menunjukan nilai signifikan p = 0.358; r = -0.109 yang mana menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners FKEP UNKLAB. Direkomendasikan kepada mahasiswa yang masi berada pada kategori religiusitas rendah untuk dapat meningkatkan religiusitas. Untuk penelitian selanjutnya, untuk melakukan penelitian pada sampel yang lebih besar.   For students on the verge of transitioning from the academic realm to the professional sphere, anxiety plays a pivotal role in their lives. Anxiety in relation to the world of work is triggered by various factors, including uncertainty about the future, a lack of experience, and high social expectations. The phenomenon of excessive anxiety experienced by students can be mitigated through the implementation of psychological interventions. One such intervention involves the promotion of religiosity. Universitas Klabat (UNKLAB), located in North Sulawesi, is an institution that prioritizes the cultivation of profound spiritual knowledge among its students. This study aims to determine the relationship between the level of religiosity and the level of student anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students, Fakultas Keperawatan (FKEP) UNKLAB. This study has used a descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The research sample was determined using a total sampling technique with 73 participants. The analysis results show a significant value of p = 0.358; r = -0.109, which concludes that there is no significant relationship between religiosity and the level of anxiety facing the world of work in Profesi Ners students FKEP UNKLAB. It is recommended that students who are still in the low religiosity category be able to increase their religiosity. For further research, conduct research on a larger sample. &nbsp

    PERILAKU CARING DAN TIPE KEPRIBADIAN MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS KLABAT

    Full text link
    Caring merupakan bentuk kepedulian berupa perhatian, penghargaan  dan kasih sayang terhadap seseorang yang ditunjukkan melalui perilaku. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku, salah satunya adalah faktor internal yaitu kepribadian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan perilaku caring yang signifikan berdasarkan tipe kepribadian pada mahasiswa profesi ners Universitas Klabat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Comparative Study dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling. Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa profesi ners fakultas keperawatan sebanyak 100 responden. Dari hasil penelitian didapatkan gambaran perilaku caring mahasiwa profesi ners yang paling banyak berada pada kategori perilaku caring yang baik yaitu 57 (57%) responden dan untuk gambaran tipe kepribadian didapatkan mayoritasnya mempunyai tipe kepribadian sanguinis 33 (33%) responden. Untuk hasil analisis perbandingan didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perilaku caring yang signifikan antara tipe kepribadian dengan nilai p-value=0.216 (α<0,05). Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar kepada setiap orang khususnya mahasiswa perawat ataupun perawat yang sudah bekerja di Rumah Sakit agar dapat mempertahankan perilaku caring yang baik

    Hubungan Indeks Prestasi dan Pendapatan Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Pekerjaan Pada Mahasiswa Profesi Ners

    Full text link
    Mahasiswa dalam menghadapi dunia pekerjaan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Faktor seperti indeks prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga dapat memperberat tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Untuk mengurangi kecemasan tersebut, mahasiswa harus memiliki pendidikan yang berkualitas dan nilai keagamaan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa indeks prestasi dan pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini telah menggunakan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 73 mahasiswa Profesi Ners.  Hasil analisis menunjukan nilai signifikan p = 0,949; r = -0,008 pada indeks prestasi dan nilai p = 0,438; r = -0,092 pada pendapatan keluarga saat dihubungkan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan. Ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks prestasi dan pendapatan keluarga dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat. Direkomendasikan bagi para mahasiswa untuk tetap mempertahankan keadaan mental yang baik dalam menghadapi dunia pekerjaan. Dan untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian terkait faktor pada bidang pendidikan seperti dukungan tenaga pengajar dan fasilitas penunjang proses belajar dengan masalah kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas keperawatan, Universitas klabat. Students facing the world of work have a high level of anxiety. Factors such as academic performance index and family economic conditions can aggravate the anxiety level of students in facing the world of work. To reduce this anxiety, students must have a quality education and strong religious values. This study aims to prove that the academic performance index and family income do not have a significant relationship with anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students at the Faculty of Nursing, Universitas Klabat. This study has used a descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The research sample was determined using a total sampling technique with 73 participants of Profesi Ners students. The analysis results showed a significant value of p = 0.949; r = -0.008 on the academic performance index and a value of p = 0.438; r = -0.092 on family income when associated with anxiety facing the world of work. It was found that there is no significant relationship between the academic performance index and family income and the level of anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students, Faculty of Nursing, Universitas Klabat. It is recommended that students maintain a good mental state when facing the world of work. For future research, it is advisable to conduct research related to factors in the field of education, such as the support of teaching staff and supporting facilities for the learning process with anxiety problems facing the world of work in Ners Professional students, Faculty of Nursing, Klabat University

    Kualitas Tidur dan Keterhubungannya dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Klabat

    No full text
    One of the common problems faced by university students is academic stress. This condition can affect sleep quality through mechanisms such as increased levels of epinephrine, cortisol, and norepinephrine, which stimulate the cerebral cortex and the reticular activating system (RAS), leading to wakefulness and disrupted sleep quality. This study aimed to determine the relationship between academic stress and sleep quality among final-year students at Universitas Klabat. Using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach, a total of 167 students were selected through purposive sampling. The results showed that 111 respondents (66.5%) experienced moderate academic stress, and 150 respondents (89.8%) had poor sleep quality. The Spearman correlation test revealed a significant relationship (p = 0.000 < 0.05) with a weak positive correlation (r = 0.282), indicating that higher academic stress is associated with poorer sleep quality. However, logistic regression analysis (p ≥ 0.05) across nine indicators of academic stress found no significant relationship between specific stress indicators and sleep quality. It is recommended that students manage their study schedules and rest time to reduce academic stress and improve sleep quality. Future researchers are encouraged to explore other variables that may influence poor sleep quality. Salah satu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa adalah stres akademik. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur melalui peningkatan hormon epinefrin, kortisol, dan norepinefrin yang menstimulasi korteks serebral serta sistem aktivasi retikular (RAS), sehingga menyebabkan sulit tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Klabat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 167 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 111 responden (66,5%) mengalami stres akademik sedang dan 150 responden (89,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,282), yang berarti semakin tinggi stres akademik maka semakin buruk kualitas tidur. Namun, hasil uji regresi logistik (p ≥ 0,05) pada sembilan indikator stres akademik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara indikator stres akademik dengan kualitas tidur. Disarankan agar mahasiswa dapat mengatur waktu belajar dan istirahat untuk mengurangi stres akademik dan meningkatkan kualitas tidur, serta bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas tidur yang buruk

    Hubungan Dukungan Sosial dengan Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja

    No full text
    ABSTRACT Looking for a job is one of the life phases that every individual will go through. Anxiety about finding a job after graduating is something that is often faced by graduates. One of the factors that influence the anxiety is social support. This study aims to determine whether there is a relationship between social support and anxiety in facing the world of work for students of the Faculty of Nursing, University of Klabat. This research is a quantitative research with a correlation descriptive method through a cross sectional approach. Sampling technique was using purposive sampling with a sample of 93 people. Most of the respondents were at high social support with a total of 84 people (90.3%) and the level of anxiety was moderate with 68 respondents (73.1%). Furthermore, bivariate analysis using Spearmen's rho was carried out and found p = > 0.05. There is no significant relationship between social support and anxiety in facing the world of work for students of the Faculty of Nursing, University of Klabat. It is recommended for the students to have an effective coping mechanism in response to the anxiety so that it does not have a negative impact on education. For future researchers to be able to enhance the scope by adding other factors that influence readiness in facing the world of work such as self-concept or coping mechanisms. Keywords: Social Support, Anxiety, World of Work.  ABSTRAK Mencari pekerjaan merupakan salah satu dari fase kehidupan atau peristiwa yang akan dilalui setiap individu. Kecemasan mencari pekerjaan setelah menamatkan diri dari bangku pendidikan merupakan hal yang sering dihadapi oleh wisudawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam mencari pekerjaan yaitu dengan adanya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 93 orang. Sebagian besar responden berada pada dukungan sosial tinggi dengan jumlah responden sebanyak 84 orang (90,3%) dan tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja sedang dengan responden sebanyak 68 orang (73,1%). Lebih lanjut, analisis bivariat dengan menggunakan spearmen’s rho telah dilakukan dan ditemukan nilai p= >0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat memiliki mekanisme koping yang efektif dalam menanggapi kecemasan menghadapi dunia pekerjaan agar tidak berdampak buruk dalam pendidikan. Untuk peneliti selajutnya agar dapat menggali lebih jauh dengan menambahkan faktor lain yang mempengaruhi kesiapan dalam menghadapi dunia kerja seperti konsep diri atau mekanisme koping. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kecemasan, Dunia Kerj

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP HIPERTENSI DI DESA TOUNELET LANGOWAN

    Full text link
    Abstrak Hipertensi merupakan penyakit nomor satu yang sering diderita oleh lansia. Besarnya masalah komplikasi yang ditimbulkan oleh hipertensi terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Ketidakpatuhan dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan seseorang terhadap pentingnya pengobatan akan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi di desa Tounelet Langowan. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dengan menggunakan convenient sampling technique.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hasil yang signifikan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi dengan nilai p value = 0,066 > α= 0,05.  Hasil juga menunjukan bahwa dari 70 partisipan yang diteliti, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 1 orang (1,42%), pengetahuan cukup sebanyak 59 orang (84,28%) dan pengetahuan baik sebanyak 10 orang (14,28%). Untuk nilai sikap, tidak ditemukan partisipan yang memiliki sikap kurang baik, 45 orang (64,28%) memiliki sikap yang cukup, dan 25 orang (35,71%) dan sikap baik. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan lansia terhadap hipertensi tidak memiliki hubungan dengan sikap lansia dalam penaganan hipertensi. Direkomendasikan bagi lansia di desa Tounelet Langowan untuk lebih meningkatkan sikap dalam menangani kasus hipertensi dengan memaksimalkan pusat layanan kesehatan yang ada. Selain itu juga, peneliti merekomendasikan bagi pemerintah setempat agar dapat lebih mengerahkan tenaga kesehatan dan layanan kesehatan yang ada untuk mendukung proses layanan pada lansia yang memiliki masalah hipertensi.   Kata kunci : Hipertensi, Lansia, Pengetahuan, Sika
    corecore