1,720,978 research outputs found

    PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI Brachionus plicatilis Muller TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN DIDUP IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptis altivelis) DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI BENIN

    Full text link
    Problems was hatchery of Cron,'tapas allIvells larvae In Indonesia are highly 90%. Especially stage D3-D5. The alms of the study the Effect of view levels Brachlonus plicatflis Muller on the growth and survival rate of Cronilleptls arrives and imput of exact levels Is the best growth rate and survival rate of the Cronilleptls aftivells larvae. The research methodology was experimented laboratories completely randomized design adopted' as : Giving Brachia:m plicatills Muller 25 Ind. /cc/day. T2 = Giving Brachforms plIcatihs Muller 35 Ind./cc/day. T3 = Giving Brachlonus ()Heath's Muller 45 Ind./cc/day. T4 = Giving Brachlonus plleatflis Muller 55 Ind. /cc/day. The result research indicated used dosage are 35 Ind./cc/day Brach/onus efIcatflis Muller Is the best en the growth and survival rate so that the effect of growth rate are sIgn!ficantty but unsignIficantly on the survival rate. The water quality during the course of study were remained optimum to survival rate of the Cromlleplls altivells. Permasalahan yang dlhadapt pernberillian tkan kerapu tikus adalah rnortalltas bcnih yang tInggi terutama pada stadia 03-05 Az::ltar TuJuan pcnelltian adalan untuk mengkap pengaruh berbagal konsentrasi Br2thioncts plicirtfils (Aguilar terhadap pertumbuhan clan kelangsungan hidup ika» kerapu tikus clan untuk mendapatkan konsentrasi Brachlonus plicatllis Muller yang tepat sehIngga mengaslikan pertumbuhan clan kelangsungan hidup larva Wan kerapu tikus tarbalk. Matert Dan Metocie penelitlan Mated yang digunal(an adalah ikan uJI larva kerapu tikus stdl 03 ukuran relatlf seragatn bent 2,1 gram, panJang 2,53 cm dengan kepadatan ekor/liter. Pakan up yang digubnakan adalah Brachlonus pi/cat/11s Muller dos's 25 -55 Ow/cc/hart. Metode penelltlan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. perlakuaan tersebut adalah : 7•1 = Merl Brachlonus put:4111s Muller 25 ekor/cc/hart. T2 = Dlberl Smith/onus plicatIlfs Muller 35 ekoricc/harl 73 = (Jibed Brachlonus pIlcatIlls Muller 45 ekor /cc/hart T4 = Ober( Drat.hlonsus plIcatIlls Muller 56 ekor /cclharl. !fast, penelitlan menunJukkan bahwa pada pemberfan Brachlonus plicatIlls Muller 35 ekor/cc/hart menghasilkan pertumbuhan berat, parting dan kelangsungan hidup tertinggl. Berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panJang dan bent serta tidak berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup .•Sedangkan kualitas air media tayak untuk kehldupau larva kerapu Elkus.

    PENGARUH BERBAGAI KADAR CAROPHYLL PINK DAN TEPUNG WORTEL DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN OSCAR (Astronotus ocellatus Cuvier)

    Full text link
    Using colour supplement in caroten form materials which are mixed with diets will to increase the colour quality faster. The content that is effective and give maximum result is 0,1 — 1,5 weight of needed diets. So the edition of carophyl pink with lower dosage from mentioned grade does not show effective result and is not significant in rising colour. Supply exceeded will be wasteful because maximum colour that has been reached will not increase. The study was conducted in instalation of faculty fisheries and marine science research Unclip, Semarang, on Juni 0 1 — 30th Agustus 2005. This study uses completely randomized design (RAL) with 3 treatment and 3 repetions. These treatment are based on dosage difference of carophyll pink ang carrots meal in pallet which are A (0%, 18,47%), B (0,05%,I3,85%), C (0,10%,9,23%) dan D (0,15%, 4,61%) of neede diets weight. Whereas the parameters observed were quality of colour patter, growth, survival rate and water quality. Data analysis used Anova aimed to find out the tested treatment. The colour quality batikan of oscar fish indicates difference in each treatment base on statistical test using ANOVA but can in creasing the result of colour quality yellow in batikan colour. The result of the observation to oscar fish colour quality batikan indicates the in creasing colour yellow or orange (C and D). Fish's appeal can be measured through their physical apperance and completeness, bahavior, bright colour, and their stamina or health. The yellow colour might caused by lutein in carophyl pink and (3 karoten. Pigment cell has psychological influence to the cell growth and activity by avoiding the cell collide chemically due to the change. The medium where the fish live is assumed to be good for the fish, since tht quality of water is always maintained. Usaha ikan bias dan pembenihan ikan has tidak cukup hanya bentimpti pada upaya untuk memacu produksi ikan bias, akan tetapi peril] diiringi pula dengan langkah-langkah yang efisien tentang penampilan keindahan warna, kecennelangan dan batikan ikan hias. hal tersebut dapat dilakukan dengan perbaikan kualitas pakan temtama nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan, dan kandungan sumber bahan baku potensial penghasil pigmen seperti wortel, udang¬udangan dan lain-lain sebagai sumber karotenoid. Nilai ekonomis ikan oskar ditentukan oleh kualitas pigmen tubuhnya yang dapat dilihat dari bintik-bintik wama sisik kuning keemasan atau kemerahan yang dikcnal dengan isti lab batikan. Ikan oskar memiliki batikan lebar, utuh dan merah cerah memperoleh harga atau nilai ekonomis tinggi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian carophyll pink dan tepung wortel dalam pakan buatan terhadap tingkat warna batikan ikan oskar dan menentukan kadar atau dosis yang tepat pemberian tepung world dan carophyll pink dalam pakan buatan dalam peningkatkan kualitas wama batikan ikan oscar. Materi dan metoda dalam percobaan ini adalah ikan oscar (Astrommi.s. ocellatus Cuvier), yang berumur ± 2 bulan berjumlah 36 ekor, dengan berm rata-rata 0,845g, panjang awal 2-3 cm dan berasal dari satu induk pemijahan ikan. Padat penebaran pada tiap-tiap akuarium adalah 3 ekor/15 liter.. Perlakuan pakan uji ada 4 dengan kandungan karophyll pink dan tepung world yang berbeda yaitu Pakan A (0%,18,47%). B(0,05%,13,85%), C(0,10%,9,23%) dan D(0,15%,4,61%) dengan 3 kali ulangan. Meiotic: penelitian adalah eskperimental. Variabel yang diukur meliputi kualitas warna, pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil analisa data, maka dapatlah disimpulkan bahwa kualitas warna pakan D sama dengan pakan C, sedangkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan oscar untuk semua perlakukan tidak berbeda nyata. Pakan C dapat dipilih dalam peningkatan kualitas warna batikan ikan oscar, substitusi tepung wortel belum bermanfaat, maka perlu penelitian yang lebih mendalam

    BIOENERGETIKA PERKEMBANGAN LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabricius) YANG DIBERI PAKAN ENERGI TINGGI PADA BERBAGAI SALINITAS MEDIA

    Full text link
    Usaha pembenihan udang windu tidak cukup hanya bertumpu pada upaya untuk memacu peningkatan produksi biomassa benih saja, akan tetapi perlu diiringi pula dengan langlcah-langlcah yang efisiensi tentang manejemen bioteknis pembenihan udang, hal tersebut dapat dilakukan dengan perbaikan penanganan kualitas pakan terutama energi pakan dan salinitas media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh energi pakan pada berbagai tingkat salinitas media terhadap bioenergitika perkembangan (pertumbuhan) larva udang. dan menentukan tingkat salinitas media yang balk. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda eksperimental laboratoris, sedangkan perlakuan yang dicobakan adalah pakan energi tinggi (3,71 kcallg DE) pada salinitas media 22 ppt (SI), 28 ppt (S2) dan 34 ppt (S3) dan peubah respon yang diamati meliputi: bioenergi perkembangan larva udang windu PL6 sampai PEAL, pertumbuhan (pertumbuhan biomassa mutlak, laju pertumbuhan harian), konversi pakan (FCR), retensi energi dan kelangsungan hidup. Analisa data yang digunakan adalah rancangan percobaan berpola rancangan acak lenglcap (RAL) dan uji nilai tengah Duncan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei — September 2001 di laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) Jepara. Berdasarkan hasil analisa data, maka dapatlah disimpulkan bahwa pemberian pakan berenergi tinggi berpengaruh sangat nyata pada salinitas media (S1), dengan (52) dan dengan (S3) terhadap pertumbuhan, konversi pakan, retensi energi dan bioenergetika, akan tetapi pada peubah kelangsungan hidup tidak berbeda nyata. Pada media salinitas media Si umumnya memberikan respon yang terbaik dibandingkan dengan media salinitas S2 maupun S3 (berbeda sangat nyata) terhadap pertumbuhan bobot biomassa mutlak dan bioenergetika larva, akan tetapi pada laju pertumbuhan perlakuan S2 dengan S3 tidak berbeda nyata. Konversi pakan perlakuan S2 dengan S3 tidak berbeda nyata, dan retensi energi tidak berbeda nyata antara perlakuan SI dengan S2. Pemberian pakan berenergi tinggi temyata hanya mampu menyamai pada peubah Laju pertumbuhan pada perlakuan S2 dengan S3, konversi pakan yaitu pada perlakuan S2 dengan S3 dan pada retensi energi pada perlakuan SI dengan S3. Sedangkan perlakuan Si, S2 dan 53 terhadap kelangsungan hidup larva pengaruhnya sama

    PENAMBAHAN EKSOGEN ENZIM PENCERNAAN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN EFESIENSI PEMANFAATAN PAKAN IKAN BANDENG (Chanos chanos)

    Full text link
    Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah salah satu ikan air payau yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan, pada kegiatan budidaya biaya pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya memiliki nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan. Pemanfaatan pakan dapat dicapai dengan penambahan eksogen enzim pencernaan pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik penambahan eksogen enzim pencernaan dengan merek dagang BioEnzyme terhadap pertumbuhan, efesiensi pemanfaatan pakan dan kelulushidupan ikan bandeng (C. chanos).Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hewan uji adalah ikan bandeng (C. chanos) dengan bobot 2,68±0,24 g/ekor, dengan padat tebar 10 ekor/20 L. Pakan diberikan 3 kali sehari pada jam 08:00, 12:00 dan 16:00, secara at satiation selama 42 hari. Perlakuan adalah penambahan eksogen enzim pencernaan dengan dosis 0% (A); 0,05% (B); 0,1% (C) dan 0,15% (D). Data yang diamati meliputi: Protein Effeciency Ratio (PER), Efesiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Specific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Penambahan eksogen enzim pencernaan dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P 0,05) terhadap Survival Rate (SR) dan tidak mempengaruhi kualitas air. Dosis eksogen enzim pencernaan terbaik ditemukan pada ikan bandeng (C. chanos) yang diberi pakan dengan kandungan enzim pencernaan 0,05% (B) dan mampu menghasilkan nilai PER 1,69±0,03%, EPP 68,66±1,40%, SGR 2,46±0,18%/hari dan SR 100%. Kualitas air pemeliharaan masih dalam kisaran baik untuk kehidupan ikan bandeng (C. chanos)

    ANALISIS TINGKAT KECERAHAN WARNA IKAN PLATY PEDANG (Xiphophorus helleri) MELALUI PENAMBAHAN ASTAXANTHIN DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN KOMERSIAL

    Full text link
    Platy sword fish (Xiphophorus helleri) is one of ornamental fishes which are commonly raised. The price of platy sword fish could decrease if they have fade coloration on their body. One of solution to improve and maintain quality of the color is by adding astaxanthine into its artificial feed. This study aims to analyze effects of the astaxanthine addition in artificial feed on an increase of color intensity of platy fish as well as to find optimal dose of astaxanthine. Fish used to be tested is platy sword fish ( X. helleri ) with the total of 120 tails in which they have an average weight of 2,0 ± 0,06 g per fish. Astaxanthine used in this study is obtained from PT. Indobeta Store Jakarta. While feed used in this study is commercial pellet containing protein 30 % and by adding astaxanthine based on the treatments, those are A treatment (0 mg astaxanthine/kgfeed), B treatment (100 mg astaxanthine/kg-feed), C treatment ( 200 mg astaxanthine/kg-feed ), and D treatment ( 300 mg astaxanthine/kg-feed ). Observation of the color intensity was conducted in 6 weeks using TCF (Toca Color Finder). The addition of astaxanthine into artificial feed with different doses can influence on the increase of color intensity of platy sword fish (X. helleri). Astaxanthine dose of 200 mg/kg feed is best dose for the increase of color intensity of platy sword fish (X heller ).Keywords: platy sword fish, astaxanthine, color intensity, survival rat

    PENERAPAN TEKNOLOGI POLIKULTUR IKAN BANDENG DENGAN SARGASUM DI POKKDAKAN SIDOMULYO PEKALONGAN

    Full text link
    Potensi komoditi ikan bandeng, dan rumput laut jenis Sargasum merupakan komoditi yang paling populer saat ini di masyarakat, dan nilai ekonomis tinggi. Permasalahan utama adalah produksi ikan bandeng sangat rendah 1000-1500 kg/hektar. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Samaran,Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan.Sebagai khalayak saran kelompok Pokkdakan Sidomulyo berjumlah 30 orang.Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan demplot polikultur ikan bandeng dan dan rumput laut jenis Sargasum sp .prinsip kerjanya teknologi menerapkan teknologi polikultur budidaya secara bersamaan yaitu jenis Ikan bandeng, dan rumput laut Sargasum sp baik di tengah petakan tambak maupun seluruh tanggul yang mengelilingi petakan tambak. Dengan sistem semi intensif.Padat tebar ikan bandeng 10 ekor per m2 dan rumput laut bobot 150 g dipasang dengan metoda long line sistem dengan diikat pada tali dipasang melintang di tambak pada jarak 25 cm antar rumpun ikatan Sargasum sp.Hasil kegiatan etelah dipelihara 60 hari panen ikan bandeng sebanyak 485,76 kg perpetak 2500 m2 atau 1.943,04 kg/hektar dan rumput laut Sargssum sp dengan rumput laut Sargassum Sp naik menjadi 28.85% (pertumbuhan rata rata dengan kelulushidupan 90% (1038,600 kg/petak/2500 m2 atau per hektar 4.154,4 kg/hektar ) per petak tambak ukuran 2500 m2.naik 213,81 %

    PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN AYAM ROTI AFKIR DAN AMPAS TAHU DALAM MEDIA KULTUR MASSAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN NUTRISI Daphnia sp.

    Full text link
    This research was aimed to found out the effect of fermented quail feces, bread waste, and tofu and determine the best treatment to generate the biomass growth, and the nutrition content of the Daphnia sp. This research used laboratory animals such as Daphnia sp. and a container of concrete tanks as many as four. The methods of this research was used experimental methods with Complete Randomize Design with 4 treatments and population count repetition as 3 times with the density of the Daphnia sp. was 100 ind./l. Treatments of this research were Tretment A (0 % chicken mannure, 50 % tofu waste and 50 % bread waste), B (25 % chicken mannure, 50 % tofu waste and 25 % bread waste), C (25 % chicken mannure, 25 % tofu waste and 50 % bread waste, D (50 % chicken mannure, 25 % tofu waste and 25 % bread waste) with the total amount of the combination was 200 g/l. Data which observed were population density, biomass, and nutrition content. The results showed that the treatment of A was the lowest population density valued 548.67 ind / ml and the highest population density was on C treatment with a density of 1328.67 ind / ml at the peak of the stationary phase. Biomass in treatment C resulted in 336.30 grams and the treatment A yield 82.64 grams, and the content of nutrients with the highest protein is found in the C treatment with a value of 66.80%.Keywords : Daphnia sp.; chicken manure; tofu waste; bread waste; fermentatio

    Pengaruh kadar protein pakan yang berbeda dengan rasio E/P 8,5 kkal/g protein terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Feed utilization by tilapia (Oreochromis niloticus) was less optimal. Feed utilization efficiency (FUE) by tilapia could be improved by feed them with the suitable E/P ratio value of feed. This studi was aimed to examine the effect of various dietary protein with the E/P ratio of 8,5 kcal/g protein on the growth of nile tilapia. The experimental fish used was nile tilapia with the average body weight of 0,50±0,02 g/fish. The feed was given three times a day i.e. at 8.00 am, 12.00, and 4.00, pm by applied at satiation method. The experimental fish was maintained for 35 days with the density of 1 fish/l. The experiment used was completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. The treatments A, B, C, and D were trial feeds with protein content of 28, 30, 33, and 36% with DE content 240, 255, 280.5, and 306 kcal, respectively. The variables measured were total feed consumption (TFC), ratio efficiency protein (REP), specific growth rate (SGR), and survival rate (SR). The data showed that various dietary protein with equal E/P ratio resulted significantly effect (P0,05) on TFC and SR. The TFC values of A, B, C, and D were 17,84±1,24, 18,70±0,28, 17,42±0,53, and 18,65±0,34 g; FUE values were 27,20±2,49, 38,19±3,84, 41,05±1,74, and 44,49±5,60%; REP values were 0,96±0,09, 1,28±0,13, 1,26±0,05, and 1,25±0,16%; and SGR values were 1,46±0,08, 1,94±0,28, 1,95±0,08, and 2,05±0,30%/day. The SR values of A, B, C and D were 100±0,00, 97,78±3,85, 97,78±3,85, and 95,33±4,04%, respectively. It was suggested that the increase of dietary energy and protein with a certain level of E/P ratio could improve the feed utilization efficiency and growth of tilapi

    PERFORMA KEMATANGAN GONAD, FEKUNDITAS, DAN DERAJAT PENETASAN MELALUI STRATEGI PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA PADA CALON INDUK LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)

    Full text link
    Induk lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang berkualitas adalah induk yang memiliki fekunditas tinggi, bisa bertelur beberapa kali, serta menghasilkan benih yang ukurannya besar dan sehat. Pemberian kombinasi pakan yang lengkap dapat mempercepat kematangan gonad serta meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate) lobster air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan komposisi terbaik pakan alami tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih terhadap kematangan gonad, fekunditas, dan derajat penetasan pada induk lobster air tawar. Pemilihan tauge, cacing sutra, dan ubi jalar putih dikarenakan ketiga bahan tersebut memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, murah serta mudah didapat. Hewan uji yang digunakan adalah lobster air tawar dengan umur 6 bulan dan ukuran 35 – 45 gram. Sistem yang digunakan adalah sistem resirkulasi dan wadah sebanyak 15 buah dengan padat tebar 1 ekor pada tiap masing – masing wadah. Pemberian pakan diberikan sebanyak 3% dari biomassa lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu perlakuan A (50% tauge, 0% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), perlakuan B (50% tauge, 25% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih), perlakuan D (25% tauge, 25% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih), dan perlakuan E (0% tauge, 50% cacing sutra, dan 50% ubi jalar putih). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan (hatching rate). Hasil perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C (25% tauge, 50% cacing sutra, dan 25% ubi jalar putih) dengan nilai fekunditas sebesar 330,67±18,15 butir dan nilai derajat penetasan sebesar 93,52±0,35%

    PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DAN TERI DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    The growth of tilapia could be improved when the feed utilization by the find was more efficien.Dietary anchovy flour might increase the utilization rate the feed. Feedswith amino acid profile similar to the amino acid profile of the fish would growth better. However, the feed lack of one might essential amino acids might disrupt the process of  growththe fish. The feed substitution could improve better amino acid congfiguration for better growth of fish. This experiment was to determine the effect of substitution of anchovy flour with fish meal in feed onthe feed utilization efficiency and growth of tilapia (O. niloticus) seed. The trial fish used were individual body better range betwen 5-7 cm tilapia (O. niloticus) with initial average body weight of 3.07±0.03 g/fish density the was 1 fish/liter for 35 days. The variables measured included the totalfeed consumption (TFC), feed utilization efficiency (FUE), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), and survival rate (SR). The experimentused was completely randomized design that consisted of 5 treatments and 3 replicates. The fifth treatments were treatment A, B, C, D, and E, withration of dietary fish meal to anchovy flour was 0:100, 25:75, 50:50, 75:25, and 100:0%, respectively. The data showed that dietary anchovy flour resulted significantly effect on TFC, FUE, RGR, and PER values, but did not for SR value.  Treatment Cassumsted the best performance values for TFC,FUE, PER, and RGR, with the values for 80,70%, 69,45%, 2,19%, and 1,6%/day, respectively. The water quality parameters during this study varried between suitable range for the  tilapia (O. niloticus).  It was suggestedthat substitution of fish meal to anchovy flour with the ration of 50:50% in feed was able to increase the values of TFC,FUE, PER, and RGR.
    corecore