12 research outputs found
TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Buku “Teknologi Lingkungan” ini menghadirkan kajian komprehensif mengenai peran dan penerapan teknologi dalam menjaga serta mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan. Pembahasan dimulai dari prinsip-prinsip dasar ilmu lingkungan yang menjadi fondasi keberlanjutan global, seperti keterkaitan ekosistem, daya dukung, keanekaragaman hayati, hingga tanggung jawab etis manusia terhadap alam. Selanjutnya, buku ini mengupas secara mendalam berbagai teknologi pengelolaan lingkungan, termasuk teknologi pengolahan air limbah dengan kolom gelembung pancaran, teknologi pengendalian polusi udara berbasis inovasi green nanotechnology, hingga strategi pengelolaan sampah yang lebih adaptif dan berorientasi pada circular economy.
Lebih jauh, buku ini juga membahas pengembangan energi terbarukan, teknologi bioremediasi serta biodegradasi yang mampu mengurangi pencemaran, serta menelaah dampak positif maupun negatif dari kemajuan teknologi terhadap lingkungan
KUALITAS PELAYANAN PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA KANTOR BERSAMA SAMSAT KOTA BATAM
EFFECTIVENESS OF CHILDREN'S COMPETITIVENESS IN THE USE OF POPULATION ADMINISTRATION
One of the demands on the Department of Population and Civil Registration of Bungo Regency is to provide services to the community to achieve orderly population administration but from the writer's initial observation, data collection officers in the field found it difficult to optimize data collection, because SAD lives in nomadic life. detected by the assessor. While the purpose of this study was to determine the effectiveness of the SAD data collection at the Population and Civil Registry Office of Bungo Regency. In this case, it will be analyzed how the effectiveness of SAD data collection relating directly to the orderly Administration which is set forth in the regulation of the Minister of the Interior Number: 11 of 2010 concerning guidelines on data collection and issuance of population documents for vulnerable population administration. In this study, researchers used a descriptive qualitative research method by looking at research subjects who became this study. While in data collection techniques, researchers use the literature study technique, field studies consisting of observations, interviews, and documentation. Descriptive data analysis techniques in analyzing data, i.e. with data that has been collected from interviews and documentation or library studies will be analyzed and interpreted to find out its meaning and meaning. The results of the study prove that effective data collection will spur an increase in the orderly administration of optimal population, besides, it is recommended to the Department of Population and Civil Registration to register in a sustainable manner in the Bungo Regency, especially to remote communities, although there are still many deficiencies in it but have appeared changes and differences in Bungo District.
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Ranai Kabupaten Natuna
Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai macam aspek. Salah satu dampak besar pandemi Covid-19 adalah pada aspek pelayanan publik bidang kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasien sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Studi pendahuluan di Puskesmas Ranai menunjukan bahwa adanya penurunan angka kunjungan pasien ke Puskesmas Ranai selama masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan pada masa pandemic covid-19 di Puskesmas Ranai Kabupaten Natuna. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, karena informan yang dipilih adalah pasien yang datang berkunjung ke Puskesmas Ranai pada masa Pandemi Covid-19. Teknik pengambilan informan adalah dengan teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan metode analisis Collaizi. Kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ranai sudah baik namun dari 5 dimensi yang digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan masih terdapat 2 dimensi kurang berjalan dengan optimal yaitu responsiveness dan tampilan fisik (tagibel). Faktor – Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ranai adalah SDM, insentif, sarana prasarana, waktu tunggu pelayanan, dan alur pelayanan yang berbelit.Dampak dari pandemic covid-19 terhadap pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan terganggu, psikososial, jumlah kunjungan menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan adalah peningkatan kapasitas sarana prasarana dan sumber daya manusia, memaksimalkan upaya promotif preventif dan penerapan sistem pelayanan secara online
Pengaruh Kompetensi Petugas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna
Puskesmas Tanjung, yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, merupakan puskesmas non rawat inap. Dibandingkan dengan Puskesmas Ranai di Kecamatan Bunguran Timur, Puskesmas Tanjung memiliki kekurangan dalam hal jumlah dokter, kelengkapan peralatan medis, dan fasilitas pendukung. Beberapa pasien juga mengeluhkan kurang sigapnya petugas serta ruang tunggu yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi petugas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Tanjung. Penelitian ini bersifat survei eksplanatori, dengan populasi seluruh pasien Puskesmas Tanjung dari Januari hingga November 2022 sebanyak 3.540 orang. Sampel penelitian berjumlah 370 orang. Data dianalisis menggunakan Uji Normalitas, Koefisien Determinasi, Uji Simultan, dan Uji Parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kompetensi petugas (sig=0,047) dan kualitas pelayanan (sig=0,027) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Variabel kualitas pelayanan (t=3,441) memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan kompetensi petugas (t=0,992). Secara simultan, kompetensi petugas dan kualitas pelayanan (Fhitung=23,978) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kompetensi petugas dan kualitas pelayanan, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien Puskesmas Tanjung. Direkomendasikan agar kompetensi petugas dan kualitas pelayanan dipertahankan serta ditingkatkan, melalui pelatihan khusus bagi petugas kesehatan serta pemeliharaan rutin bangunan dan fasilitas pendukung
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Dana Desa pada Kecamatan Bunguran Tengah Kabupaten Natuna
The Village Fund policy is intended for villages to finance the implementation of village governance. For more than three years, the priority use of the Village Fund has been directed towards stunting prevention. However, it was identified that stunting prevention in three villages in Bunguran Tengah sub-district is still high. The assumption is that with the management of the Village Fund for stunting prevention in the three villages, it will decrease, if this continues, it will risk decreasing the level of productivity in the three villages. The purpose of this study is to analyze the implementation of the Village Fund Management Policy in Bunguran Tengah Sub-district, Natuna Regency, including an analysis of the factors that influence policy implementation, factors that hinder policy implementation, and efforts to overcome factors that hinder policy implementation. The theory used as a basis for examining the focus of research, namely Policy Implementation Theory using the Donald P. Warwick Model, includes Enabling Factors consisting of Organizational Commitment, Organizational Capability, Information Quality, and Potential. The inhibiting factors consist of the number of actors involved in policy implementation, low commitment or dual loyalty, the inherent complexity of the policy (instrinsic complexity), too long decision-making levels, time and leadership changes. This research was conducted using qualitative methods. The determination of informants in this study was carried out by purposive sampling, including the Head of Service, Sub-District Head, Village Head, Community Empowerment Expert, Village Facilitator, Community Development Cadre (KPM), Community Leaders. Data analysis will be carried out with descriptive analysis using the stages of data analysis according to Miles and Huberman. The results of this study indicate that the Village Fund Management Policy Implementation Process in Bunguran Tengah District, Natuna Regency, Riau Islands Province is running quite well, but not yet optimal. Influenced by factors of organizational commitment, organizational capability, quality of information, potential. Factors that hinder implementation include the low ability of human resources, Standard Operating Procedures in stunting prevention efforts in three villages have not been compiled as guidelines for the flow of work procedures, low commitment that occurs in leaders and implementers, decision-making levels that are too long, changes in leadership mean there is also the possibility of policy changes and the unavailability of supporting equipment, this results in less effective management of the Village Fund
Effectiveness of Direct Village Fund Cash Assistance in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency, 2020
Direct Cash Assistance (BLT) is a social assistance program from the government which aims to provide direct financial assistance to people in need. This research aims to find out and assess the effectiveness of Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD), analyze the impact of Direct Village Fund Cash Assistance on the community receiving aid and analyze the Government's policy regarding Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD) in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency. This research uses qualitative methods with data collection methods of observation, interviews and documentation. The informants in this research consisted of 12 people. The results of the research show that (1) The Government's policy regarding Direct Village Fund Cash Assistance (BLT-DD) in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency is to implement strengthening public outreach and communication, increasing transparency and accountability, optimizing the use of resources, and strengthening monitoring and evaluation. (2) The effectiveness of direct cash assistance from Village Funds in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency in 2020 can be measured by several aspects, namely accuracy in timing, accuracy in calculating costs, accuracy in measurements, accuracy in making choices, accuracy in thinking, accuracy in carrying out orders, accuracy in determining goals and accuracy of targets. (3) The impact of direct cash assistance from village funds on aid recipient communities in Pulau Tiga Village, Pulau Tiga Barat District, Natuna Regency refers to the speed of distribution and direct benefits, reducing financial burdens and increasing skills and economic opportunities
Preparation and characterization of thulium doped silica-alumina nanofibers for photonics application
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pengentasan kemiskinan yang digulirkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan melibatkan unsur Pemerintah Daerah sebagai pelaksana di daerah. Sasaran PKH adalah keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan serta terdapat dalam data terpadu program penanganan fakir miskin dengan kriteria peserta PKH adalah keluarga miskin yang memenuhi minimal salah satu dari komponen kesehatan, komponen pendidikan, komponen kesejahteraan sosial untuk penyandang disabilitas berat dan lanjut usia. PKH di Kecamatan Bunguran Timur telah diimplementasikan lebih dari tiga tahun namun penurunan angka kemiskinan belum signifikan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna termasuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi serta menganalisis faktor-faktor yang dapat menghambat keberhasilan implementasi dan untuk memberikan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam proses implementasi program tersebut. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi menggunakan Model George C. Edwards III untuk faktor internal yaitu faktor komunikasi, faktor sumberdaya, faktor disposisi dan faktor struktur birokrasi serta Model Van Meter Van Horn untuk faktor eksternal yaitu lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang akan dideskripsikan melalui kata-kata dan kalimat yang rinci dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penelaahan dokumen. Instrumen penelitian menggunakan Peneliti sebagai instrumen utama dan pedoman wawancara dilengkapi dengan alat perekam sebagai instrumen tambahan. Pemilihan informan dalam penelitian ini ditetapkan secara purposive sampling yang terdiri dari pelaksana PKH, keluarga penerima manfaat (KPM), masyarakat serta lembaga legislatif daerah (DPRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi PKH di Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna sudah terlaksana dengan baik namun belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi yaitu faktor komunikasi, faktor sumber daya, faktor disposisi, faktor struktur birokrasi dan lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Adapun faktor penghambat implementasi antara lain faktor komunikasi yang belum tersampaikan secara jelas, faktor sumber daya yang terlihat dari kurangnya tenaga sumberdaya manusia serta sumberdaya peralatan penunjang pelaksanaan pekerjaan, faktor struktur birokrasi yang terlihat dari belum optimalnya pelaksanaan koordinasi antar pelaksana terutama antar perangkat daerah yang terlibat dalam PKH
Analisis Diferensial Pengaruh Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah terhadap Efektivitas Belanja Langsung: Studi Empiris pada Bapenda Kabupaten Karimun
The acceptance of local revenue from taxes and levies on the one hand has not been maximised while on the other hand the effectiveness of direct expenditure and the ability of the government to realise the implementation of budgeted and planned direct expenditure budget activity programs is less effective. This study aims to determine the effect of optimisation of local tax revenue and local retribution on the effectiveness of direct expenditure. This research was conducted at the Karimun Regency Regional Revenue Agency. The research respondents were 101 people out of 135 existing populations, consisting of civil servants (PNS) and honorary employees. Variable measurement is done using Likert's scale. Data were collected through questionnaires, data analysis methods were carried out by validity and reliability tests, classical assumption tests, descriptive analysis, multiple regression analysis and hypothesis testing (correlation coefficient, determination, t-test and f-test). Statistical aids are used SPSS version. 27 for windows. The results showed that partially, Local Tax Optimisation has a statistically significant effect on Direct Expenditure Effectiveness, Local Retribution Optimisation has no statistically significant effect on Direct Expenditure Effectiveness. While simultaneously, local tax optimisation and local retribution optimisation have a significant effect together. The conclusion shows that the optimisation of local tax revenue and local retribution has an effect on the effectiveness of direct expenditure and has a contribution in efforts to increase local revenue in the Regional Revenue Agency of Karimun Regency. Penerimaan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi disatu sisi belum maksimal sedangkan disisi yang yang lain  efektifitas belanja langsung dan kemampuan pemerintah dalam merealisasikan pelaksanaan program kegiatan anggaran belanja langsung yang dianggarkan dan direncanakan kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap efektifitas belanja langsung. Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun. Responden penelitian berjumlah 101 orang dari 135 populasi yang ada, yang berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai honorer. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert’s. Data dikumpulkan melalui kuisioner, Metode analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis deskriptif, analisis regresi berganda dan uji hipotesis (koefisien korelasi, determinasi, Uji-t dan Uji-F). Alat bantu statistik digunakan aplikasi SPSS versi. 27 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, Optimalisasi Pajak Daerah berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Efektifitas Belanja Langsung, Optimalisasi Retribusi Daerah tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Efektifitas Belanja Langsung. Sedangkan secara simultan, Optimalisasi Pajak Daerah dan Optimalisasi Retribusi Daerah berpengaruh signifikan secara bersama-sama. Kesimpulan menunjukan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh terhadap efektifitas belanja langsung dan memiliki kontribusi dalam upaya peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun.Â
