6 research outputs found
POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM MENINGKATKAN TALI SILATURAHMI DI JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM ANGKATAN 2013
Pola komunikasi merupakan bentuk atau hubungan antara dua atau lebih dalam
proses penyampaian dan penerimaan pesan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap
orang pasti melakukan komunikasi dengan lingkungan sekitarnya seperti teman dan
keluarga. Komunikasi yang dilakukan orang tua dan anak pada hubungan yang
berdekatan bisa berjalan dengan lancar karena komunikasi dilakukan setiap hari.
Berbeda jika komunikasi yang dilakukan orangtua dan anak yang mengalami jarak
jauh, tidak dapat dipungkiri intensitas komunikasi yang dilakukan orang tua dan anak
menjadi jarang. Terbukti dengan adanya hubungan jarak jauh yang dialami oleh
Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2013 yang berasal
dari luar kota. Dengan adanya perbedaan jarak, komunikasi orang tua dan anak tidak
lagi secara langsung tatap muka melainkan dengan menggunakan media sebagai
penghubung komunikasi mereka.
Kemudian yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana pola komunikasi
jarak jauh antara orangtua dan anak dalam meningkatkan tali silaturahmi pada
mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2013?
Apa saja hambatan pola komunikasi jarak jauh antara orangtua dan anak dalam
meningkatkan tali silaturahmi pada mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran
Islam angkatan 2013?
Selanjutnya metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis
penelitian lapangan. Adapun sifat penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang
bertujuan untuk melakukan analisis wacana atas pola komunikasi dan hambatan jarak
jauh antara orang tua dan anak dalam meningkatkan tali silaturahmi di jurusan
Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2013. Dan metode pengumpulan data
yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan
dokumentasi.
Temuan-temuan dalam Penelitian menunjukkan Pola komunikasi yang digunakan
oleh Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam terhadap orang tuanya lebih
dominan ke pola komunikasi konsensual yaitu pola komunikasi yang menekankan
hubungan yang harmonis dan komunikasi yang terbuka antara satu sama lain, terbukti
dari wawancara terhadap 10 orang mahasiswa yang 6 orang diantaranya
menggunakan pola komunikasi konsensual, karena intensitas percakapan mereka
terhadap orang tuanya hampir terjalin setiap hari. Adapun hambatan komunikasi jarak
jauh antara orang tua dan anak dalam meningkatkan tali silaturahmi adalah hambatan
teknis, hambatan semantik, dan hambatan manusiaw
IMPLEMENTASI PASAL 5 POIN A PERATURAN BUPATI LAMPUNG TENGAH NOMOR 82 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYAH (Studi di Kampung Karang Endah Terbanggi Besar Lampung Tengah)
ABSTRAK
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah sebuah gerakan yang
bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta
meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis di Kampung Karang
Endah pada 15 September 2022, bahwa pada Peraturan Bupati Pasal 5
ayat 82 tentang Pedoman Pelaksanaan Masyarakat Hidup Sehat
belum terlaksana dengan baik dalam penerapannya, masih banyak
masyarakat yang belum mengetahui tentang pedoman pelaksanaan
hidup sehat hal ini juga dipengaruhi karena kurangnya sosialisasi dari
pemerintah tentang GERMAS. Akibatnya banyak masyarakat yang
kurang menjaga kebersihan lingkungan, masih banyak sampah
berserakan dimana mana karena seringnya membuang sampah
sembarangan. Selain itu di masyarakat di Kampung Karang Endah
masih sangat jarang menerapkan senam sehat, aktivitas fisik seperti
olahraga, banyaknya perokok aktif bahkan tidak peduli meski
merokok di dekat anak kecil sekalipun.
Berdasarkan uraian permasalahan di atas, maka rumusan
masalah pada penelitian ini ialah Bagaimana Implementasi Pasal 5
Poin a Peraturan Bupati Lampung Tengah Nomor 82 Tahun 2017
Tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di
Kampung Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten
Lampung Tengah?Bagaimana Perspektif Siyasah Tanfidziyah
Terhadap Implementasi Peraturan Bupati Lampung Tengah Pasal 5
Nomor 82 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat di Kampung Karang Endah Kecamatan
Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah? Jenis penelitian ini
adalah penelitian lapangan (Field Research), bersifat deskriptif
analisis, metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara,
observasi dan dokumentasi.
Adapun hasil penelitian ini ialah Implementasi Pasal 5 Poin a
Peraturan Bupati Lampung Tengah Nomor 82 Tahun 2017 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kampung
Karang Endah Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung
Tengah tidak berjalan maksimal dan masih perlu perkembangan
iii
program pelaksanaan lanjutan, hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan GERMAS ini
yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terkait pola hidup sehat,
kurangnya efesiensi dalam menentukan jadwal untuk melaksanakan
GERMAS, dan kurangnya kepedulian aparat desa terhadap
masyarakatnya.dalam siyasah tanfidziyyah peraturan ini belum
terlaksana secara maksimal karna dalam pelaksanaan program
GERMAS pemerintah tidak memenuhi hak-hak nya sebagai
pemerintah atau pemimpin untuk ikut campur dalam mewujudkan
atau mengimplementasikan kemaslahatan umum yangberdasarkan
pada prinsip kemaslahatan umum dan prinsip siyasah tanfidziyyah.
Akibatnya, dalam prinsip Siyasah pemerintah desa dianggap kurang
amanah atau kurang bertanggung jawab dalam menjalankan Program
GERMAS sehingga menjadikan beberapa prinsip siyasah lainnya
tidak berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
Kata kunci : Siyāsah Tanfiẓiyah, Gerakan Masyarakat Sehat.
iv
ABSTRACT
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat is a movement that aims to
promote a culture of healthy living and leave people's unhealthy
habits and behavior behind. Based on observations made by the
author in Kampung Karang Endah on September 15 2022, that in the
Regent Regulation Article 5 paragraph 82 concerning Guidelines for
Implementing Healthy Living Communities has not been
implemented properly, there are still many people who do not know
about guidelines for implementing healthy living, this is also
influenced due to the lack of outreach from the government about
GERMAS. As a result, many people do not maintain the cleanliness
of the environment, there is still a lot of garbage scattered everywhere
because they often throw garbage indiscriminately. In addition, in the
community in Karang Endah Village, it is still very rare to practice
healthy exercise, physical activity such as sports, many active
smokers don't even care even if they smoke near small children.
Based on the description of the problems above, the
formulation of the problem in this study is How to Implement the
Central Lampung Regent Regulation Article 5 Point a Number 82 of
2017 concerning Guidelines for the Implementation of the Healthy
Living Community Movement in Karang Endah Village, Terbanggi
Besar District, Central Lampung Regency? What is Siyasah
Tanfidziyah's Perspective on the Implementation of Central Lampung
Regent Regulation Article 5 Point a Number 82 of 2017 concerning
Guidelines for the Implementation of the Healthy Living Community
Movement in Karang Endah Village, Terbanggi Besar District,
Central Lampung Regency? This type of research is field research
(Field Research), descriptive analysis in nature, data collection
methods used are interviews, observation and documentation.
The results of this study are the implementation of the
Central Lampung Regent Regulation Article 5 Point a Number 82 of
2017 concerning Guidelines for the Implementation of the Healthy
Living Community Movement in Karang Endah Village, Terbanggi
Besar District, Central Lampung Regency, which is not running
optimally and still needs further development of the implementation
v
program, this is caused by several factors the obstacles in the
implementation of GERMAS are the lack of public awareness
regarding healthy lifestyles, the lack of efficiency in determining
schedules for carrying out GERMAS, and the lack of concern for
village officials for their communities. in siyasah tanfidziyyah this
regulation has not been implemented optimally because in the
implementation of the GERMAS program the government has not
fulfilled its rights as a government or leader to intervene in realizing
or implementing the public benefit which is based on the principle of
general benefit and the principle of siyasa tanfidziyyah. As a result, in
terms of the Siyasa principle, the village government is considered
less trustworthy or less responsible in carrying out the GERMAS
Program, causing several other siyasa principles not to work in
accordance with their main duties and functions.
Keywords: Siyāsah Tanfiẓiyah, Healthy Community Movement
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aset, Profitabilitas dan Likuiditas Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019
The aim of this research is to determine the influence of company size, asset structure, profitability and liquidity on capital structure. This research uses quantitative data obtained from secondary data. Data was obtained and downloaded via the website www.idx.co.id with a sample data collection technique using the purposive sampling method. The population of this research was 24 Consumer Goods companies in 2015-2019. and the sample for this research is 120 samples. Data analysis using outlier test analysis, descriptive statistical analysis, panel data regression analysis, classical assumption test and panel data multiple regression analysis. The results of this research show that company size has no effect on capital structure, while asset structure, profitability and liquidity have an effect on capital structur
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DENGAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Tujuan dari penenlitian ini untuk menguji dan membuktikan partisipasi masyarakat dan akuntabilitas pengelolaan dana desa mempengruhi efektivitas pengelolaan dana desa di desa pada kecamatan kanor kabupaten bojonegoro. Pada penelitian ini populasinya adalah pemerintah desa di kecamatan kanor dan badan permusyawaratan desa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sampel dipilih berdasarkan pertimbangan yang memiliki tujuan data yang diperoleh lebih representative. Membagikan kuesioner kepada responden adalah cara untuk pengumpulkan data. Hasil dari penelitian mempertunjukkan bahwa masyarakat yang berpartisipasi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa cukup berpengaruh pada efektivitas pengelolaan dana desa. Hal ini menunjukkan jika partisipasi oleh masyarakat dan akuntabilitas pengelolaan dana desa semakin tinggi, efektivitas pengelolaan dana desa di kecamatan kanor kabupaten bojonegoro juga semakin baik.
This research has goal to examine and verify impact of the participation in community and accountability management of village fund on the effectiveness management of the villages fund at villages of Kanor sub-district, Bojonegoro district. The population in this study are village governments at Kanor sub-district and village governance. This study used purposive sampling as the technique sampling and the sample was selected with certain considerations in order to make the data obtained more representative. Data collection has been carried out by distributing questionnaires to respondents.from this study the writer getting results that participation in community and accountability in managing village funds have a significant impact on the effectiveness management of village fund. This is showing that the higher of participation in community and accountability in the management of village funds, the better the effectiveness in managing village funds at Kanor sub-district, Bojonegoro district
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR AKTIVA, PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2019
ASOSIASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DENGAN TANAMAN GAHARU (Aquilaria malaccensis) DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH
Agarwood plants (Aquilaria malaccensis) planted in Mempawah Hilir District are developing well in various diameter sizes. Research on its association with natural arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) in Mempawah Hilir District is still limited. The aim of this research is to examine the natural association of AMF and agarwood plants by identifying the genus, the level of association of AMF with the plant and determining the correlation between the number of spores and the percentage of infection with the size of the plant diameter. The research was conducted in Mempawah Hilir District and the Silviculture Laboratory of the Forestry Faculty, Tanjungpura University. Soil and root samples were collected from the rhizosphere area of agarwood plants (Aquilaria malaccensis). The parameters measured are tree diameter, number of spores, and percentage of plant root infection. The research results show that agarwood plants are naturally associated with AMF. Spore identification and infection observations suggest an association with the genus Glomus sp. and Gigaspora sp. at a moderate level (score 3). Simple regression analysis showed a positive relationship between the number of spores, the percentage of infection, and the diameter of the agarwood tree, which indicated an increase in the number of spores and the percentage of infection as the tree diameter increased. The positive relationship between the number of spores, the percentage of infection, and the diameter of the agarwood tree indicates that the natural growth of the agarwood tree is supported by AMF colonization. This can be the basis for more effective forest management strategies, including maintaining soil microbes that enable optimal growth of agarwood plants in natural forests.Keywords: Aquilaria malaccensis, Association, Mempawah HilirAbstrak Tanaman gaharu (Aquilaria malaccensis) yang ditanam di Kecamatan Mempawah Hilir berkembang dengan baik dalam berbagai ukuran diameter. Penelitian tentang asosiasinya dengan fungi mikoriza arbuskula (FMA) alami di Kecamatan Mempawah Hilir masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu mengkaji asosiasi alami FMA dan tanaman gaharu dengan mengidentifikasi genus, tingkat asosiasi FMA dengan tanaman tersebut serta menentukan korelasi jumlah spora dan persentase infeksi dengan ukuran diameter tanaman. Penelitian dilakukan di Kecamatan Mempawah Hilir dan Laboratorium Silvikultur Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Sampel tanah dan akar dikumpulkan dari daerah rhizosfer tanaman gaharu. Paramater yang diukur adalah diameter pohon, jumlah spora, dan persentase infeksi akar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman gaharu secara alami berasosiasi dengan FMA. Identifikasi spora dan observasi infeksi menunjukkan adanya asosiasi dengan genus Glomus sp. dan Gigaspora sp. pada tingkat sedang (dengan skor 3). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif antara jumlah spora, persentase infeksi, dan ukuran diameter pohon gaharu, yang menandakan peningkatan jumlah spora dan persentase infeksi seiring bertambahnya diameter pohon. Hubungan positif antara jumlah spora, persentase infeksi, dan ukuran diameter pohon gaharu menunjukan bahwa pertumbuhan pohon gaharu secara alami didukung oleh kolonisasi FMA. Ini dapat menjadi dasar bagi strategi manajemen hutan yang lebih efektif, termasuk pemeliharaan mikroba tanah yang memungkinkan pertumbuhan optimal tanaman gaharu dalam hutan alam.Kata kunci: Aquilaria malaccensis, Asosiasi, FMA, Mempawah Hili
