130,992 research outputs found
WAWACAN SITI PERMANA KARYA M.K. MANGOENDIKARIA(KAJIAN STRUKTURAL DAN ANTROPOLOGI SASTRA)
Tesis ini berjudul Wawacan Siti Permana Karya M.K. Mangoendikaria (Kajian Struktural dan Antropologi Sastra). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) struktur formal Wawacan Siti Permana, 2) struktur naratif Wawacan Siti Permana, 3) unsur-unsur antropologi sastra dalam Wawacan Siti Permana. Sumber data dari penelitian ini adalah Wawacan Siti Permana yang ditulis oleh M.K. Mangoendikaria. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Wawacan Siti Permana menceritakan sosok wanita yang cantik, bernama Nyi Siti Permana, selaku anak dari lurah désa Cigéréléng, banyak pria yang terpikat olehnya. Pupuh yang ditemukan terdapat 10 pupuh dengan 526 paragraf, yaitu pupuh dangdanggula, pupuh asmarandana, pupuh kinanti, pupuh pangkur, pupuh magatru, pupuh sinom, pupuh mijil, pupuh maskumambang, pupuh lambang, dan pupuh pucung. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) struktur formal Wawacan Siti Permana terdiri dari guru lagu dan guru wilangan pupuh, watak/karakter pupuh, serta sepuluh sasmita pupuh, 2) struktur naratif Wawacan Siti Permana meliputi: a) alur cerita campuran dan ada 18 episode, b) terdapat lima motif cerita, c) tokoh cerita terdiri dari 12 tokoh, d) latar cerita meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana, e) tema cerita dalam Wawacan Siti Permana yaitu kasih sayang, f) terdapat kolofon yaitu pada jaman perang Itali dan Absinia, dan g) tidak ditemukan adanya manggalasastra, 3) unsur antropologi sastra Wawacan Siti Permana meliputi: a) sistem kepercayaan (religi) meliputi tiga aspek, b) organisasi sosial/organisasi kemasyarakatan meliputi dua aspek, c) ilmu pengetahuan terdiri dari delapan aspek, d) bahasa meliputi tiga bahasa, gaya bahasa, dan babasan paribasa Sunda, e) terdapat empat kesenian, f) sistem mata pencaharian terdapat 16 mata pencaharian, g) sistem tekhnologi meliputi enam aspek. Wawacan Siti Permana mempunyai banyak nilai-nilai didalamnya dan sangat penting untuk kekayaan kebudayaan hususnya untuk masyarakat Sunda.; This thesis is titled “Wawacan Siti Permana creation by M.K. Mangoendikaria (Structural Studies and Anthropology of Literature)”. This research aims to describe: 1) the formal structure of Wawacan Siti Permana, 2) the narrative structure of Wawacan Siti Permana, 3) elements of anthropological literature in Wawacan Siti Permana. Source data from this research is Wawacan Siti Permana written by M.K. Mangoendikaria. The method used in this research is descriptive method. The technique used in this research is the literature technique. Wawacan Siti Permana figure tells a beautiful woman, named Nyi Siti Permana, is the daughter of Cigereleng’s village chief, so many men are attracted by her. The pupuh found there are 10 pupuh with 526 paragraph, there are Pupuh dangdanggula, Pupuh Asmarandana, Pupuh kinanti, Pupuh pangkur, Pupuh magatru, Pupuh sinom, Pupuhs Mijil, Pupuh Maskumambang, Pupuh lambang, and Pupuh pucung. The results of this research are: 1) the formal structure Wawacan Siti Permana composed of guru lagu and guru wilangan Pupuh, characters Pupuh, as well as ten sasmita pupuh, 2) the narrative structure Wawacan Siti Permana include: a) the storyline mix and there are 18 episodes , b) there are five stories motif, c) the characters in a story of 12 characters, d) background in a story includes a background place, setting time, and background ambience, e) the theme in the story in Wawacan Siti Permana is affection. f ) there is the colophon in Italy and Absinia days of the war , and g ) not found manggalasastra , 3) elements of the anthropological literature Wawacan Siti Permana include: a) the belief system (religion) include three aspects, b) social organizations / civil society organizations include two aspects, c) science consists of eight aspects, d) languages include three languages, the language style and babasan paribasa Sunda, e) there are four art, f) livelihood systems, there are 16 livelihood, g) technological system include six aspects. Wawacan Siti Permana have many values in it and very important to the cultural richness especially to Sundanese people
Tanggung Jawab Biro Perjalanan Haji Terhadap Konsumen Yang Batal Berangkat / oleh Rendy Hendra Permana
abstrak (A) Nama:Rendy Hendra Permana (NIM: 205080186) (B)Judul Skripsi:Tanggung Jawab Biro Perjalanan Haji Terhadap Konsumen Yang Batal Berangkat (C)Halaman : viii+89+31+2013 (D)Kata kunci: Tanggung Jawab, Konsumen, Perjanjian, Tanggung Jawab Pelaku Usaha (E)Isi : Indonesia sebagai Negara dengan berpenduduk mayoritas umat Islam membuat banyaknya penduduk yang pergi berangkat haji ke Saudi Arabia. Pemerintah memberikan kebebasan bagi biro perjalanan untuk melakukan penyelenggaraan ibadah haji plus dengan syarat-syarat. Kegiatan ibadah haji setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, ini membuat pemerintah kewalahan dalam melakukan pembinaan penyelenggara ibadah haji. Hal ini membuat banyaknya bermunculan biro perjalanan haji yang tidak dibina dari kementrian agama. Banyaknya permintaan untuk berangkat haji membuat banyak pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha dengan curang. Dewasa ini sering terjadi pembatalan keberangkatan haji. Pembatalan tersebut mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Konsumen batal diberangkatkan oleh biro perjalanan tetapi uang calon jemaah haji gagal berangkat tersebut tidak dikembalikan secara penuh. Permasalahan yang diangkat adalah tanggung jawab biro perjalanan haji terhadap konsumen yang batal berangkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, didukung wawancara dengan direktorat jenderal haji dan umrah, YLKI, para praktisi hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klausul baku yang dicantumkan dalam perjanjian perjalanan haji batal demi hukum. Asas objektif dalam perjanjian perjalanan haji tidak terpenuhi sehingga perjanjian tersebut batal demi hukum. Kesimpulannya adalah biro perjalanan haji harus mengganti kerugian secara penuh kepada calon jemaah haji yang gagal berangkat dikarenakan perjanjian tersebut batal demi hukum. Penulis memberikan saran kepada biro perjalanan haji untuk bertindak jujur dalam melakukan usaha dan kepada konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan perjalanan haji. (F)Acuan: 31 (1980-2010)(G)Pembimbing:Prof., Dr. H. K. Martono, S.H., L.L.M.(H)Penulis:Rendy Hendra Perman
EFEKTIVITAS JUS TOMAT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
ABSTRAKEFEKTIVITAS JUS TOMAT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGAN KABUPATEN TEMANGGUNG2019Devita Permana Sari1, Sri Winarsih2, Christin Hiyana Tungga Dewi3Poltekkes Kemenkes Semarang Jurusan KebidananProgram Studi Sarjana Terapan Kebidanan MagelangLatar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobi
Batasan kewenangan KCI meminta pembayaran lisensi kepada tempat usaha komersial (Restoran) di Jakarta Utara yang memperdengarkan lagu ditinjau dari Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentan Hak Cipta / oleh Moehammad Ryan Permana
abstrak (A) Nama : Moehammad Ryan Permana (NIM: 205010108) (B) Judul Skripsi : Batasan Kewenangan KCI Meminta Pembayaran Lisensi Kepada Tempat Usaha Komersial (Restoran) Di Jakarta Utara Yang Memperdengarkan Lagu Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. (C) Halaman: x + 120 halaman + 20 + 2008 (D) Kata Kunci: Batasan Kewenangan KCI Meminta Pembayaran Lisensi Lagu (E) Isi: Pada tanggal 12 Januari 2007, KCI mengirim surat kepada tempat usaha komersial (restoran) di Jakarta Utara agar segera mengurus izin mendaftarkan lagu /lisensi lagu karena restoran memperdengarkan lagu dalam kegiatan usahanya dengan cara membayar royalti dimulai dari Rp 1.000,-/kursi/ tahun. Pihak tempat usaha komersial merasa tidak perlu membayar royalti karena menganggap telah membeli kaset, CD,DVD original hasil dari studio rekaman. Muncul permasalahan bagaimana batasan kewenangan KCI meminta pembayaran lisensi kepada tempat usaha komersial (restoran) di Jakarta Utara yang memperdengarkan lagu, serta bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan oleh KCI apabila pembayaran royalti tidak dibayarkan. Penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. KCI berhak meminta pembayaran royalti dari tempat usaha komersial (restoran) berdasarkan Pasal 57 UUHC, hak pemegang hak cipta tidak boleh digunakan untuk kegiatan komersial tanpa izin pemegang hak cipta. Upaya hukum bila tempat usaha komersial tidak membayar royalti dapat dituntut secara pidana maupun perdata. Dituntut secara pidana dengan dikenakan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 72 ayat (1) UUHC. Pelanggaran hak cipta yang mengakibatkan kerugian bagi pihak pencipta dapat dituntut secara perdata dengan tuntutan ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. (F) Daftar Acuan: 20 (1977-2008) (G) Pembimbing: (Sugandi Ishak SH.,MH.,) (H) Penulis: (Moehammad Ryan Permana
MeSH term explosion and author rank improve expert recommendations
Information overload is an often-cited phenomenon that reduces the productivity, efficiency and efficacy of scientists. One challenge for scientists is to find appropriate collaborators in their research. The literature describes various solutions to the problem of expertise location, but most current approaches do not appear to be very suitable for expert recommendations in biomedical research. In this study, we present the development and initial evaluation of a vector space model-based algorithm to calculate researcher similarity using four inputs: 1) MeSH terms of publications; 2) MeSH terms and author rank; 3) exploded MeSH terms; and 4) exploded MeSH terms and author rank. We developed and evaluated the algorithm using a data set of 17,525 authors and their 22,542 papers. On average, our algorithms correctly predicted 2.5 of the top 5/10 coauthors of individual scientists. Exploded MeSH and author rank outperformed all other algorithms in accuracy, followed closely by MeSH and author rank. Our results show that the accuracy of MeSH term-based matching can be enhanced with other metadata such as author rank
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
"Closing the R&D Gap, Evaluating the Sources of R&D Spending"
Both spending and tax policies have been implemented in the United States with the goal of stimulating private sector research and development (R&D). Karier questions whether current R&D policy, especially the research and experimentation tax credit, can contribute to closing the gap between nondefense expenditures on R&D in the United States and such expenditures in other countries, such as Japan and Germany. He also explores possible changes to our current R&D policy to make it more effective.
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Scholarly Communication and Publishing Lunch and Learn Talk #11: The ULS Open Access Author Fee Fund
At the May 2014 talk, you will learn about the ULS Open Access Author Fee Fund--what it is, why we do it, how it works, and how the program is going so far
- …
