1,720,959 research outputs found
Kelengkapan Imunisasi Dasar untuk Tumbuh Kembang Toddler di Posyandu Bunga Padi Kota Tangerang
Imunisasi dasar yang diberikan secara lengkap akan mempengaruhi tahap tumbuh kembang pada masa todler. Pertumbuhan yang normal dan perkembangan yang sesuai dengan usianya sangat baik untuk kelanjutan hidup dimasa depannya. Posyandu Buga Padi Kota Tangerang masih terdapat toddler yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap serta pertumbuhan dan perkembangan yang tidak normal dan tidak sesuai dengan usianya.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan imunisasi dengan tumbuh kembang toddler di Posyandu Bunga Padi Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan kepada toddler yang berada diwilayah kerja Posyandu Bunga Padi Kota Tangerang pada bulan Juni-Juli 2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 todler. Analisa penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan pertumbuhan toddler di Posyandu Bunga Padi Kota Tangerang dengan nilai p = 0,000 < 0,05 dan ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan pertmbuhan toddler di Posyandu Bunga Padi Kota Tangerang dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya ada hubungan antara imunisasi dengan tumbuh kembang toddler dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Saran Selaku orang tua, diharapkan selalu memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal yang diharuskan dan pengetahuan ibu tentang kesehatan anak tentang proses pertumbuhan dan perkembangan agar anak memiliki tumbuh kembang yang optimal dan sesuai dengan usianya
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 3-5 TAHUN DI POS GIZI DESA TEGAL KUNIR LOR MAUK
Asupan nutrisi pada anak memegang peranan penting dalam tumbuh kembang pada anak, keadekuatan asupan nutrisi dapat dinilai dengan keadaan status gizi. Anak Usia 3-5 tahun merupakan tahapan dimana anak mengalami tumbuh kembang dan aktivitas yang pesat, serta masih bergantung pada orang tua dalam hal pemberian makan, anak sudah bisa memilih makanan yang disukainya. Peran orang tua sangat menentukan asupan nutrisi pada anak, asupan nutrisi yang tidak sesuai akan menyebabkan anak kekurangan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Praktik Pemberian Makan dengan Status Gizi Anak usia 3-5 Tahun. Jenis penelitian ini adalah dekriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegal Kunir Lor Mauk Kabupaten Tangerang pada bulan Agustus 2016, sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara praktik pemberian makan dengan status gizi dengan nilai (p= 0,000 < 0,05). Menurut hasil penelitian ini, disarankan bagi ibu-ibu selalu menerapkan praktik pemberian makan yang baik maksudnya dalam pemilihan makanannya dan gizi makananny
Perbandingan Status Gizi Anak Toddler berdasarkan Indeks Antropometri BB/ U dan BB/TB di Puskesmas Sukasari Kota Tangerang
Latar Belakang. Status gizi adalah derajat ekpresi terhadap pemenuhan kebutuhan fisiologi. Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Pemilihan dalam pengukuran indeks antropometri akan mempengaruhi interpretasi status gizi. Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu BB/U, TB/U, BB/TB. Perbedaan penggunaan indeks tersebut akan memberikan gambaran prevalensi status gizi yang berbeda. Gangguan gizi akan terjadi jika pemenuhan fisiologis ini tidak terpenuhi atau terpenuhi berlebihan dalam kurun waktu tertentu, sehingga bermanifestasi dalam bentuk gangguan gizi, baik masalah kelebihan gizi maupun kekurangan gizi. Pertumbuhan merupakan indikator penting dalam status kesehatan anak. Ketidakadekuatan gizi pada anak akan mempengaruhi status pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian. Untuk membandingkan gambaran status gizi pada anak toddler yang dinilai dengan indeks antropometri BB/ U dan Indeks BB/ TB. Metode Penelitian. Deskriptif analitik dengan dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukasari Kota Tangerang dengan jumlah sample 195. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster sampling dengan unit cluster Posyandu kemudian dilakukan dengan teknik pusrposive sampling untuk orang tua yang berada di wilayah pusyandu terpilih. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan klasifikasi status gizi anak dengan menggunakan indeks BB/U dengan indeks BB/TB dengan nilai (ρ <0.05). Kata Kunci: Status Gizi; Indeks Antropometri; BB/U; BB/T
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
From Picky Eaters to Nourished Explorers: Unveiling the Power of Responsive Feeding in Enhancing Young Children’s Nutrition
Implementing responsive feeding is essential for modifying the nutritional status and overall well-being of young children. The aim of this narrative review is to provide a thorough synthesis of the current evidence on responsive feeding and its impact on the nutritional status of young children. Searches were conducted in PubMed and Medline with keywords "Responsive feeding," AND “young children”. The inclusion and exclusion criteria were defined to choose the most pertinent studies. The initial search yielded 106 articles, with a total of 22 full-text articles examined, 12 of which were appropriate for inclusion. The review emphasizes the function of responsive feeding in maintaining healthy eating habits, reducing childhood obesity, and promoting optimal growth and development in young children. The study highlights the significance of early nutrition treatments that prioritize responsive feeding to enhance nutritional quality and foster healthy eating habits during early childhood. It also discusses the difficulties that caregivers experience when implementing responsive feeding methods, such as competing societal norms and external influences. Furthermore, the review identifies data gaps and recommends additional studies to investigate the long-term impacts of responsive feeding on children\u27s nutrition, and health outcomes. In conclusion, the narrative review underlines the significance of responsive feeding in supporting optimal nutrition and healthy eating habits in young children.Penerapan metode pemberian makan yang responsif sangat penting untuk mengubah status gizi dan kesejahteraan anak secara menyeluruh. Tujuan dari studi naratif ini untuk menyajikan sintesis menyeluruh mengenai bukti terkini mengenai pemberian makan responsif dan dampaknya terhadap status gizi anak. Pencarian melalui database PubMed dan Medline dengan kata kunci “responsive feeding” dan “young children”. Kriteria inklusi dan eksklusi ditentukan untuk memilih artikel yang paling relevan. Pencarian awal menghasilkan 106 artikel dengan total 22 artikel full text yang ditelaah, dan 12 diantaranya masuk kriteria studi ini. Tinjauan studi ini menekankan pada fungsi pemberian makan responsif dalam menjaga kebiasaan makan yang sehat, mengurangi obesitas pada masa kanak-kanak, dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan optimal pada anak. Studi ini menyoroti pentingnya perawatan gizi sejak dini yang memprioritaskan pemberian makanan responsif untuk meningkatkan kualitas gizi dan menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat selama masa kanak-kanak. Diskusi ini juga membahas kesulitan yang dialami pengasuh ketika menerapkan metode pemberian makan yang responsif, seperti persaingan norma-norma sosial dan pengaruh eksternal. Selain itu, tinjauan tersebut mengidentifikasi kesenjangan data dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak jangka panjang pemberian makanan responsif terhadap gizi dan kesehatan anak. Studi tinjauan naratif ini menyimpulkan pentingnya pemberian makan responsif dalam mendukung nutrisi optimal dan kebiasaan makan sehat pada anak kecil
PENGARUH KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR
Pendahuluan: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian pada awal kehidupan bayi. Kenaikan berat badan pada bayi BBLR merupakan indikator penting dalam status Kesehatan bayi dan membutuhkan perawatan yang kompleks. Kangaroo Mother Care (KMC sebagai salah satu alternatif intervensi yang efektif dan tepat guna. Tujuan literature review untuk menginvestigasi pengaruh KMC terhadap peningkatan berat badan pada bayi prematur. Metode: Mencari artikel dengan menggunakan 3 Data Based yaitu PubMed, Research Gate dan Spingerlink dengan Mesh Term Kangaroo Mother Care, Weight Gain dan Very Low Birth Weight (VLBW). Hasil: Didapatkan 271 review artikel, kemudian analisis artikel dalam kurun waktu 2010-2020, dengan populasi bayi dengan BBLR dan intervensi berupa KMC didapatkan hasil akhir 8 artikel. Hasil review studi 8 artikel bahwa KMC yang dilakukan selama 30-60 menit/hari pada Bayi BBLR secara signifikan memberikan dampak positif terhadap meningkatkan berat badan pada bayi dengan memberikan efek stabilitas suhu tubu bayi, stabilitas denyut jantung, pernafasan, jarang menangis, waktu tidur lebiih lama dan sering menyusu. Kesimpulan : Metode KMC pada BBLR efektif diberikan meningkatkan berat badan bayi lahir. Kata kunci: Kangoroo Mother Care (KMC), Weight Gain, Very Low Birth Weight (VLBW
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BUAH PEPAYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS CIKOKOL KOTA TANGERANG
Pemberian ASI eklusif bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak bayi sejak dilahirkan sampai dengan berusia enam bulan. Pepaya merupakan buah yang mengandung Laktogogum yang dapat meningkatkan atau memperlancar pengeluran air susu. Menurut data dari Puskesmas Cikokol Kota Tangerang cakupan ASI eksklusif masih sedikit yaitu sebesar 53,8%. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Cikokol Kota Tangerang. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pretest posttest. Besar sampel 18 ibu menyusui yang mempunyai anak 0-6 bulan dengan menggunakan teknik purposive sampling, analisa data uji parametrik Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada efektivitas pemberian buah papaya terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan p-value 0,000. Kesimpulan buah pepaya efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Peneliti dapat direkomendasikan pada ibu menyusui agar dapat mengkonsumsi buah pepaya muda secara rutin selama menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.Kata kunci: Pemberian buah pepaya, Produksi ASI, Ibu menyusu
- …
