1,720,956 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Wanita karir perspektif gender menurut Musdah Mulia dan Husein Muhammad

    Full text link
    Wanita karir di Indonesia berbudaya patriarki yang membelenggu usaha wanita dalam meraih karir. Budaya di Indonesia menentukan peran wanita, yang secara tradisional peran wanita hanya di ruang domestik (rumah tangga), sedangkan ruang publik hanya diperuntukan untuk laki-laki. Nilai-nilai tradisional tersebut berarti bahwa wanita yang ingin bekerja di anggap menyalahi kodrat. Tetapi penulis mengambil pokok masalah tersebut menurut sudut pandang dua tokoh feminis yaitu Musdah Mulia dan Husein Muhammad, keduanya menganggap budaya patriarki membuat ketimpangan gender antara wanita dan laki-laki. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui pemikiran Husein Muhammad dan Musdah Mulia tentang wanita karir. 2. Mengetahui metode ijtihad Husein Muhammad dan Musdah Mulia tentang wanita karir. 3. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut tentang wanita karir. Penelitian ini dilakukan berdasarkan rujukann al-Qur’an dan Hadits. Mujtahid menggunakan metodologi maslahat al-mursalat dan ‘urf, dan juga melihat dari perkembangan zaman tentang wanita yang berkarir. Hal tersebut menimbulkan persamaan pendapat antara pemikiran Musdah Mulia dan Husein Muhammad tentang wanita berkarir tetapi terdapat pula perbedannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk teori untuk kualitas responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara riset kepustakaan atau Library Research yaitu penelitian yang difokuskan pada bahan-bahan pustaka. Sumber data yang diperoleh dari berbagai karya tulis seperti buku, jurnal dan artikel. Dari data yang ditemukan dapat disimpulkan, bahwa menurut Musdah Mulia dan Husein Muhammad tidak ada dalil al-Qur’an dan hadits yang melarang seorang wanita untuk bekerja. Keduanya sepakat bahwa wanita dan laki-laki adalah setara di hadapan Allah yang membedakan hanyalah ketaqwaanya. Pemikiran budaya tradisional harus diubah dari pemikiran masyarakat Indonesia. Faktanya banyak peran wanita di ranah publik yang sangat berpengaruh untuk masyarakat itu sendiri. Laki-laki dan wanita hanya harus menghargai dan menghormati potensi masing-masing dalam ranah apapun agar tidak terjadinya diskriminasi dan ketimpangan

    Model tayangan tabligh inovatif: Studi kasus pada acara Berita Islami Masa Kini TRANS TV

    Full text link
    Media televisi dengan berbagai kelebihan dan kekuatannya seharusnya bisa menjadi media Tabligh yang efektif jika dikelola dan dipergunakan secara profesional. Karena dakwah melalui media televisi memiliki relevansi sosiologis dengan masyarakat, mengingat pemirsa televisi di Indonesia mayoritas beragama Islam. Secara ekonomis, dakwah melalui media televisi sebenarnya juga mempunyai pangsa pasar yang potensial jika digarap secara profesional pula. Unsur terpenting dalam pengemasan sebuah tayangan tabligh di Televisi yaitu adanya unsur inovasi. Dimana tayangan Tabligh harus terus berevolusi mengikuti zaman. Konsep acara bermuatan isi pesan dakwah harus di kemas secara Relevan dengan kehidupan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Penerapan Model Tayangan Tabligh Pada Program Berita Islami Masa Kini Trans TV, konsep materi Tabligh seperti apa yang dihadirkan pada program acara berita islami masa kini Trans TV dan Untuk Mengetahui Strategi Tim Produksi Berita Islami Masa Kini dalam Memproduksi Tayangan Tabligh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data kemudian mengorganisasikan, serta menganalisis data tentang kasus- kasus tertentu berkenaan dengan permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian peneliti untuk kemudian data tersebut dibandingkan satu dengan yang lain. Model adalah rencana refesentasi atau deskripsi yang dapat menjelaskan suatu objek, sistem, atau suatu konsep. model ini dapat berupa model citra (contohnya: gambar rancangan, citra computer), rumusan matematis, maupun model fisik, seperti prototipe, market, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukan bahwa model tayangan tabligh pada Program Berita Islami masa kini merupakan model tayangan dengan Format Spot News, program acara ini memberikan format berita yang berbeda. Setiap segment itu memiliki beragam tema yang di kemas dengan VT dan materi yang berisi pesan dakwah menjadi lebih menarik. di dukung oleh video-video yang bersumber dari sosial media youtube yang membuat lengkap untuk sebuah pengaplikasikan pesan dakwah menjadi audio visual yang menarik. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa program berita islami masa kini mampu menghadirkan tayangan tabligh berbeda dari yang lainnya. dengan strategi pengemasan dan konsep materi tabligh yang dibuat menarik, ringan dan muatan pesan dakwah bershifat universal, sehingga diharapkan bisa di terima oleh semua umat beragama. Namun di tayangan ini masih banyak kekurangan. Dalam pengemasan materi untuk sebuah tayangan televisi di harapkan memperhatikan tema-tema yang tidak bertentangan dengan sosial di masyarakat. Agar tidak adanya pertentangan di kalangan masyarakat

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP GANTI RUGI KERUSAKAN PASAR OLEH HEWAN TERNAK SAPI (STUDI KASUS PASAR DESA BARU KECAMATAN PEDAMARAN KABUPATEN OKI)

    No full text
    Permasalahan yang terjadi di pasar Desa Baru terjadi akibat tindakan pemilik ternak yang melepaskan ternaknya sehingga memasuki ke kawasan pasar yang terdiri dari sayur-mayur, rempah-rempah, buah-buahan dan lain-lain. Peternak-peternak di lepas tanpa di ikat dan tanpa pengawasan sama sekali oleh pemiliknya sehingga tanpa pengetahuan pemilik ternak tersebut telah melakukan kerusakan terhadap dagangan di pasar oleh sebab itu pemelihara sapi harus mengedepankan rasa tanggung jawab dan harus melakukan pergantian kerugian yang disebabkan oleh sapi yang dipeliharanya sesuai dengan ketentuan. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik ganti rugi antara pemilik ternak sapi dan pedagang pasar di Desa Baru Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI? dan Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik ganti rugi antara pemilik ternak sapi dan pedagang pasar di Desa Baru Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI? Metode Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan Jenis data kualitatif, yaitu mengemukakan dan menjelaskan data-data yang berkaitan dengan permasalahan yang bersumber pada data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini Pelaksanaan ganti rugi dilakukan dengan cara Melakukan musyawarah yang) dengan meminta jangka waktu 7 hari untuk menggati rugi dan juga diatur berdasarkan Peraturan yaitu Qanun Desa Baru Nomor I Tahun 2019 Tentang Ketertiban Dan Keamanan Desa Baru, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik ganti rugi ini termasuk Ganti rugi (dhaman udwan), yaitu tanggung jawab perdata untuk memberikan ganti rugi yang bersumber kepada perbuatan yang merugikan (al-fi’ adh-dharr) dan sudah sesuai dengan Hukum Islam, yang di jelaskan dalam Surat An-Nisa ayat 120 dan Fatwa DSN MUI No: 43 /DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi bahwa setiap akad wajib dilaksanakan oleh pihak yang sepakat untuk mengganti rugi. Kata Kunci: Ganti Rugi, Pasar, Hukum Ekonomi Syariah

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore