5 research outputs found

    Keseimbangan Profan dan Sakral: Perancangan Pusat Kebudayaan Maritim di Pesisir Pantai Selatan

    No full text
    Pada era perkembangan arsitektur modern, dominasi fungsionalisme dalam desain menimbulkan kekhawatiran soal hilangnya makna (crisis of place). Rancangan yang digagas—Pusat Kebudayaan Maritim—akan menanggapi kompleksitas tersebut dengan merespons konteks yang ada di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Yakni menghadapi masalah tentang bagaimana cara melestarikan makna spiritualitas yang kerap terabaikan pada desain modern, sambil mempertahankan hubungan harmoni antara manusia dan alam dalam konteks budaya. Oleh karena itu, tujuan dari rancangan ini tidak hanya untuk menciptakan sebuah proposal arsitektur, tetapi juga untuk menghidupkan kembali nilai-nilai mitis dalam kehidupan sehari-hari. Metode desain yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode analogi dengan pendekatan naratif menggunakan tools prosa. Dengan mengadopsi pendekatan naratif, desain ruang dapat mengubah paradigma dari fungsionalisme menuju integrasi yang lebih dalam dengan alam dan manusia. Sementara tools prosa mampu memperkaya karakter untuk membentuk sebuah pengalaman ruang. Hasil akhirnya adalah desain arsitektur yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga menginspirasi refleksi spiritual dan koneksi yang lebih dalam dengan lingkungan sekitarnya. Rancangan ini menggabungkan unsur-unsur profan dan sakral melalui karakter artificial dan dematerialisasi unsur alam. Sirkulasi ruang yang dirancang berbasis sekuen, menciptakan pengalaman perjalanan naratif bagi pengunjung, yang akhirnya membawa mereka menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sebagai bagian dari puncak pengalaman tersebut. ================================================================================================================================= In the era of modern architectural development, the dominance of functionalism in design has raised concerns about the loss of meaning (crisis of place). The proposed design —Maritime Cultural Center—aims to address this complexity by responding to the context of Palabuhanratu, Sukabumi Regency. It seeks to preserve the spiritual significance often overlooked in modern design while maintaining a harmonious relationship between humans and nature within a cultural context. Thus, the goal of this design is not only to create an architectural proposal but also to revive mythical values in everyday life. The design method employed in this project is an analogy method with a narrative approach using prose tools. By adopting a narrative approach, the spatial design can shift the paradigm from rigid functionalism towards deeper integration with nature and humanity. Meanwhile, the prose tools enhance the characters to form a rich spatial experience. The result is an architectural design that not only meets functional needs but also inspires spiritual reflection and deeper connections with the surrounding environment. This design combines profane and sacred elements through artificial characters and the dematerialization of natural elements. The circulation of the space is designed based on sequences, creating a narrative journey experience for visitors, ultimately leading them to a deeper understanding of nature as part of the peak experience

    Sekuensial Ruang: Prosa dalam Pusat Kebudayaan

    Full text link
    Pada era perkembangan arsitektur modern, dominasi fungsionalisme dalam desain telah menimbulkan kekhawatiran soal kekosongan makna (crisis of place). Bahkan bangunan budaya yang seharusnya berisi nilai kebudayaan, sering kali justru kehilangan esensinya. Ketiadaan narasi menjadikannya terasa hampa dan kehilangan koneksi dengan nilai-nilai budaya yang seharusnya diwakili. Oleh karena itu, Pusat Kebudayaan Maritim dipilih sebagai tipologi untuk menggagas rancangan yang mengintegrasikan makna spiritualitas, harmoni alam, dan nilai-nilai budaya dalam bentuk desain arsitektur. Tujuan dari rancangan ini tidak hanya untuk menciptakan sebuah proposal arsitektur, tetapi juga untuk menghidupkan kembali nilai-nilai mitis dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode desain yang digunakan adalah metode naratif menggunakan prosa. Sirkulasi ruang yang dirancang berbasis sekuens menciptakan pengalaman perjalanan naratif bagi pengunjung. Perjalanan berbasis narasi membawa pengunjung menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sebagai bagian dari puncak pengalaman tersebut

    Stock Valuation Of Mining Sector Companies Listed In Idx Using Dividend Discounted Model (Ddm), Price To Earning Ratio (Per), Price To Book Value Ratio (Pbv), And Price To Sales Ratio (Per)

    No full text
    This study is conducted to analyze the intrinsic value of companies in mining sector using absolute valuation method of Dividend Discounted Model (DDM), and relative methods consisted of Price TO Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Price to Sales (P / S) using financial reports of mining sector companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2020 – 2022. Based on the results of this study, the author develop Investment decisions for mining sector companies by considering recommendations from the stock valuation analysis that has been reviewed. This study recommends to buy ADRO, BSSR, PTBA, ITMG, KKGI,TBMS, ANTM, TPMA that are estimated undervalued and sell for the rest that are estimated overvalued but with specifics for trading or long term investments. Keyword : mining sector, dividend discounted model, price earning ratio, price to book value, price to sales, stock valuation
    corecore