1,720,960 research outputs found
PENGGUNAAN MIKROOGRANISME LOKAL (MoL) DAUN SIRIH MERAH (Piper porphyrophyllum N.E.Br.) DAN BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L.) UNTUK MENGENDALIKAN INVASI KEPIK HITAM (Paraeucosmetus pallicornis Dallas) PADA TANAMAN PADI
Kepik Hitam merupakan salah satu hama yang menginvasi bulir padi sehingga menyebabkan produksi padi menjadi rendah dan kualitas beras yang dihasilkan juga rendah. Kualitas beras yang rendah akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani yang ada di beberapa daerah di Indonesia dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap tingkat perekonomian bangsa dan negara. Untuk itu, tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui daya bunuh Mikroorganisme Lokal (MoL) daun sirih merah dan larutan MoL biji srikaya dalam mengendalikan serangan hama kepik hitam yang menyerang malai padi. Penelitian dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu pembuatan MoL, perbanyakan serangga uji, dan uji efektifitas MoL pada kepik hitam. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Variance (ANAVA) melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji LSD/BNT. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penggunaan larutan MoL daun sirih merah 3% melalui kontak makanan kepik hitam dengan cara perendaman malai padi selama 2 hari menunjukkan tingkat mortalitas kepik hitam yang lebih tinggi yaitu 92,5% dibandingkan dengan perlakuan melalui kontak integumen dengan cara penyemprotan yaitu sebesar sebesar 82,5%. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan dalam mengidentifikasi metabolit sekunder mikroba yang terdapat dalam larutan MoL daun Sirih merah dan larutan MoL ekstrak biji Srikaya yang berperan untuk mematikan kepik hitam.
Kata Kunci: Kepik Hitam, Sirih Merah, Srikaya, Mikroorganisme Lokal (MoL), Tanaman Pad
PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DI SD YPPK SANTO YUSUF WAMENA KABUPATEN JAYAWIJAYA
Kepala sekolah mempunyai tugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan terhadap guru. Penelitian ini dilaksanakan di SD YPPK Santo Yusuf Wamena. Tujuan penelitan adalah untukmendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut, dan hambatan serta dukungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datadilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Kegiatan yang diamati selama proses supervisi mengenai keterampilan guru dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan gurudalam pembelajaran bertambah baik, terjadi peningkatan keterampilan guru, penggunaan alat peraga semakin baik, pembelajaran menjadi lebih hidup, dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dalam pencapaian KKM dibandingkan sebelum diadakan supervisi. Hal-hal yangmendukung dan menghambat pelaksanaan supervisi klinis adalah: faktor pendukung; Guru menjadi termotivasi untuk meningkatkan mutu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan siswa menjadi lebih aktif dan berinteraksi ketika pembelajaran berlangsung. Faktor penghambat; pelaksanaan supervisi terkadang berbenturan dengan kegiatan yang lain. Tindak lanjut dari hasil supervisi klinis yaitu Kepala Sekolah selalu berupaya membimbing guru, melakukan pembinaan kepada guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kepala Sekolah juga memberikan pelatihan yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatan sekolah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Identifikasi Jenis - Jenis Hama Yang Menginvasi Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) Di Lahan Pertanian Stkip Kristen Wamena
Tanaman Sawi Hijau merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat cocok untuk dibudidayakan di Wamena. Hal ini disebabkan karena kondisi alam di Wamena yang sangat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman sawi hijau yaitu membutuhkan ketersediaan air dan sinar matahari yang cukup. Kita ketahui bahwa Wamena merupakan wilayah dataran tinggi yang berbentuk lembah sehingga curah hujan sangat tinggi dan paparan sinar matahari juga cukup tinggi. Namun demikian, dalam pembudidayaan sawi hijau tidak terhindar dari adanya hama pengganggu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produkifitas tanaman sawi hijau di Wamena. Untuk itu, tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menginvasi (menyerang) tanaman sawi hijau selama fase vegetatif sampai pada masa panen di lahan pertanian STKIP Kristen Wamena. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei (pengamatan) pada hama-hama yang menyerang tanaman sawi hijau selama pertumbuhannya (fase vegetatif) sampai pada masa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang menginvasi tanaman sawi hijau dalam penelitian ini yang berhasil ditemukan hanya ada satu yaitu Ulat Tritip (Plutella xylostella L.). Hama ditemukan dalam bentuk larva instar 2 sampai dengan 3 ditandai dengan adanya kerusakan daun dan ciri-ciri bentuk larva Plutella xylostella L. secara morfologi.
Kata Kunci: Plutella xylostella L, Hama, Sawi hijau, STKIP Kristen Wamen
Lama Perendaman Benih Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) Dalam Larutan Mikroorganisme Lokal (MoL) Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap Viabilitas Benih
Tanaman sawi hijau merupakan salah satu tanaman sayur-sayuran yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga diperlukan suatu perlakuan teknologi budidaya agar produksi tanaman sawi hijau tidak menurun. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penggunaan benih yang berkualitas melalui peningkatan viabilitas benih yand diintegrasikan dengan agen hayati yaitu mikroorganisme lokal dari bonggol pisang. Tujuannya untuk mencegah kerusakan benih akibat adanya fungi atau cendawan, dan untuk mematahkan dormansi pada benih karena penyimpanan yang terlalu lama. Pada akhirnya dapat mempercepat perkecambahan benih sawi hijau. Penelitian ini dilakukan di kampung Pikhe, Wamena menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perendaman 2 jam, 4 jam, dan 6 jam menunjukkan potensi tumbuh benih dan daya berkecambah beni yang paling cepat. Namun demikian perendaman 6 jam paling direkomendasikan karena menunjukkan viabilitas benih yang paling baik. Sedangkan perendaman benih selama 8 jam dan 10 jam tidak menunjukkan viabilitas benih yang baik. Untuk itu, disarankan untuk melakukan perendaman benih sawi hijau selama 6 jam sebelum ditanam dan tidak direkomendasikan untuk melakukan perendaman lebih dari 10 jam karena hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap viabilitas benih sawi hijau.
Kata Kunci: Sawi hijau, Perendaman, Mikroorganisme Lokal, Viabilitas, Pisang Kepo
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENDAMPINGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEAKSARAAN DI DISTRIK WALELAGAMA, WAMENA KABUPATEN JAYAWIJAYA, PAPUA
One of the provinces with the highest illiteracy rate in Indonesia is Papua Province, which is 28.75% of 70.26% in 11 Provinces in Indonesia. Especially in Jayawijaya district, 25.80% of the people are still illiterate. This is due to the extensive geographical conditions, difficult to reach areas, the spread of Papuans that are not evenly distributed in isolated areas. In order to overcome the high rate of illiteracy in Jayawijaya District, especially in the Walelagama District ofWalelagama village, Wamena Christian Teacher Training and Education School as the education practitioner responsible for the quality of education in the Central Papua Mountains carried out literacy assistance programs for the Walelagama village community in Wamena in the District Jayawijaya, Papua. The program was held for 3 months for residents of Walelagama villages aged 15-45 years who had never attended school or dropped out of school. It is hoped that through this assistance, the reading and writing skills of Walelagama residents will be better, so that it can influence the lifestyle of the people in Walelagama village. After literacy assistance, there was a change in the literacy skills of the people studying in the Walelagama village. This was measured from the initial test and the final test given to the study residents before mentoring and after mentoring.Salah satu provinsi yang memiliki angka buta aksara paling tinggi di Indonesia adalah Provinsi Papua yaitu sebanyak 28,75% dari 70,26% pada 11 Provinsi di Indonesia. Khusus di kabupaten Jayawijaya sebanyak 25.80% masyarakat yang masih buta aksara. Hal ini disebabkan karena kondisi geografis yang cukup luas, daerah yang sulit dijangkau, penyebaran penduduk asli Papua yang tidak merata pada daerah yang terisolir. Guna mengatasi tingginya angka buta aksara di Kabupaten Jayawijaya khususnya di Distrik Walelagama kampung Walelagama, maka Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Wamena selaku praktisi pendidikan yang bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di Pegunungan Tengah Papua, maka perlu melakukan program pendampingan keaksaraan bagi masyarakat. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan bagi warga kampung Walelagama yang berusia 15 – 45 tahun baik yang tidak pernah sekolah maupun yang putus sekolah. Diharapkan melalui pendampingan ini, kemampuan baca dan tulis warga Walelagama menjadi lebih baik, sehingga dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat yang ada di kampung Walelagama. Setelah dilakukan pendampingan keaksaraan terlihat perubahan pada kemampuan literasi warga belajar di kampung walelagama. Hal ini diukur dari tes awal dan tes akhir yang diberikan pada warga belajar sebelum pendampingan dan setelah pendampingan
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DAN ANGGOTA JEMAAT ADVENT WAMENA MELALUI PEMBUATAN TELA-TELA SINGKONG
Pengabdian Masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena, dapat direspon baik oleh Ibu-Ibu PKK dan Jemaat Gereja Advent Wamena Kota, serta mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Tujuan dalam kegiatan ini adalah salah satu usaha diversifikasi pangan, artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja, misalnya dengan mengolah umbi - umbian menjadi berbagai bentuk makanan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama untuk disimpan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari melakukan persiapan rencana kegiatan, sosialisasi pelaksanaan kegiatan, pelatihan pembuatan tela-tela dan pengemasannya, melakukan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru terhadap masyarakat dalam mengolah hasil pertanian berupa umbi-umbian seperti singkong menjadi tela-tela yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini masyarakat ibu-ibu PKK dan Jemaat Gereja Advent Wamena Kota memiliki pengetahuan untuk dapat memanfaatkan hasil pertanian berupa singkong yang ada di wilayah pengunungan tengah Papua yang memiliki banyak manfaat, diolah untuk menciptakan produk-produk turunannya seperti tela-tela dari singkong. Prospek usaha tela-tela dapat memberikan pendapatan keluarga yang lebih baik, karena memiliki sasaran penjualan seperti anak sekolah yang suka dengan cemilan dengan harga yang terjangka
- …
