30 research outputs found
AKTIVITAS BRANDING BIMBINGAN DAN KONSULTASI BELAJAR NURUL FIKRI PADANG DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS DI KOTA PADANG
Setiap organisasi atau perusahaan membutuhkan branding, termasuk dalam hal ini adalah BKB Nurul Fikri Padang. Dengan aktivitas branding yang tepat, BKB Nurul Fikri dapat meningkatkan kepercayaan sehingga, konsumen tertarik untuk mengikuti bimbingan belajar di BKB Nurul Fikri padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas branding yang dilakukan BKB Nurul Fikri Padang dalam membangun brand awareness di Kota Padang.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Bauran P.E.N.C.I.L.S dari Thomas L. Harris. Metode pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Validitas data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa BKB Nurul Fikri Padang telah melakukan aktivitas branding. Aktivitas branding yang dilakukan adalah publication, event, news, community involvemen, inform or image dan social responsibility. Aktivitas branding yang dilakukan bertujuan untuk membangun ingatan positif di mata konsumen sehingga menarik konsumen untuk mendaftar di BKB Nurul Fikri Padang. Namun BKB Nurul Fikri Padang tidak menekankan aktivitas brandingnya untuk menghasilkan brand awareness sebagai bimbingan belajar bernuansa Islam.
Kata Kunci : BKB Nurul Fikri Padang, branding, aktivitas branding, bauran P.E.N.C.I.L.S, brand awearenes
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA DAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN SEMEN PADANG HOSPITAL
Kepemimpinan merupakan suatu fenomena sosiologis untuk menggerakkan para pegawai dalam mencapai kinerja yang efektif dan efisien. Dibutuhkan motivasi kerja yang tinggi dalam mewujudkan kinerja pegawai yang maksimal. Peran pemimpin sangat besar untuk menciptakan suasana kerja dengan motivasi kerja yang tinggi. Praktek Manajemen kepemimpinan juga terjadi pada instalasi farmasi rawat jalan Semen Padang Hospital. Dengan tantangan beban kerja yang tinggi seorang pimpinan harus mampu memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja bawahannya agar dapat memberikan performa kinerja yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dengan kinerja pegawai, hubungan kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai dan hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di instalasi farmasi rawat jalan Semen Padang Hospital.
Desain penelitian ini adalah crossectional. Penelitian dilakukan melalui metode kuantitatif dan menggunakan analisis statistik Partial Least Square untuk melakukan pengujian hubungan antar variable. Penelitian ini menggunakan total sampling pada teknik pengambilan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja dan motivasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai. Pada hubungan tidak langsung antara kepemimpinan dan kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variable intervening juga didapatkan hubungan yang signifikan.
Peningkatan implementasi manajemen kepemimpinan akan meningkatkan motivasi kerja petugas. Peningkatan motivasi kerja akan memberikan peningkatan kualitas kerja pegawai. Kinerja pegawai dapat meningkat melalui pemberian motivasi yang diberikan oleh pimpinan di instalasi farmasi rawat jalan Semen Padang Hospital. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, Pimpinan pada instalasi farmasi rawat jalan semen padang hospital perlu meluangkan waktu untuk memberikan motivasi pada bawahannya.
Keywords : Kepemimpinan, Kinerja Pegawai, Motivasi Kerja
Perancangan Aplikasi Barbeque+ (Barang Bekas Berkualitas) Antar Mahasiswa Universitas Negeri Padang Berbasis Web
Banyak mahasiswa Universitas Negeri Padang mencari kebutuhan barang penunjang perkuliahan baik dalam kondisi baru ataupun yang pernah dipakai. Namun pencarian barang tersebut masih dilakukan secara manual ataupun melalui online seperti marketplace akan tetapi ruang lingkup terlalu besar sehingga kesulitan menemukan barang yang diinginkan. Bedasarkan permasalahn tersebut, solusi yang diberikan yaitu Perancangan Aplikasi Barbeque+ (Barang Bekas Berkualitas) Antar Mahasiswa Universitas Negeri Padang Berbasis Web dengan menggunakan bahasa pemograman PHP serta Framework Laravel yang bertujuan sebagai marketplace untuk memudahkan proses penjualan antara mahasiswa pembeli dan mahasiswa penjual. Metode pengembangan sistem yang digunakan pada perancangan ini adalah Metode Waterfall. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi marketplace yang mempertemukan mahasiswa pembeli dan penjual dilingkungan Universitas Negeri Padang berbasis web dengan fasilitas pencarian produk/barang beserta deskripsi lengkap, pemesanan dan pembelian produk
Intensifikasi Pemungutan Pajak Hiburan Sebagai Salah Satu Cara Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah Kota Malang (Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang),
Realisasi penerimaan pajak hiburan di Kota Malang setiap tahunnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun dalam persentasenya mengalami fluktuasi. Peningkatan perlu didukung dengan regulasi yang baik agar mampu meningkatkan kontribusi penerimaan pajak daerah di Kota Malang. Meningkatnya penerimaan pajak hiburan di Kota Malang didukung dengan pelaksanaan intensifikasi pemungutan pajak hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan intensifikasi yang dilakukan oleh Dispenda Kota Malang, mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan intensifikasi pemungutan pajak hiburan dan mendeskripsikan kontribusi penerimaan pajak hiburan terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian di lakukan di Dispenda Kota Malang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yang dimiliki oleh Dispenda Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan intensifikasi pemungutan pajak hiburan di Kota Malang sudah berjalan dengan baik. Intensifikasi pemungutan pajak hiburan yang dilakukan oleh Dispenda Kota Malang dengan cara : (1) sosialisasi; (2) peningkatan pengawasan; (3) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM); (4) meningkatkan akurasi data dan informasi. Pajak hiburan di Kota Malang realisasinya selalu meningkat setiap tahun. Kontribusi pajak hiburan terhadap penerimaan pajak daerah di Kota Malang masih tergolong sangat kurang. Kurangnya persentase kontribusi bukan dikarenakan tidak tercapainya realisasi penerimaan pajak hiburan, tetapi karena target dan realisasi pajak daerah secara keseluruhan selalu meningkat setiap tahunnya. Pelaksanaan intensifikasi oleh Dispenda Kota Malang diwarnai dengan adanya faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan intensifikasi pajak hiburan. Saran peneliti kepada Dispenda Kota Malang adalah (1) meningkatkan intensitas penyuluhan atau sosialisasi kepada wajib pajak dan masyarakat; (2) meningkatkan frekuensi kunjungan/visit kepada wajib pajak; (3) studi banding pegawai dalam rangka pertukaran informasi dan strategi;(4) sanksi tegas bagi wajib pajak yang memiliki itikad tidak baik; (5) sinergi intansi Pemerintah Daerah Kota Malang; (6) penetapan target pajak sesuai dengan potensi
TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA JKN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN BERMUTU OLEH DOKTER DI POLIKLINIK ORTHOPEDI RSUP DR M DJAMIL PADANG
ABSTRAK
Rumah Sakit Umum Pusat DR M Djamil Padang sebagai rumahsakit tipe A merupakan salah satu rumah sakit rujukan terakhir bagi pasien peserta JKN di Sumatra barat bahkan pulau Sumatera. Banyaknya jumlah pasien yang berobat serta tingginya angka kesakitan pasien pada poliklinik Orthopedi, belum diiringi dengan fasilitas yang memadai. Hal ini akan mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Dokter sebagai ujung tombak dari pelayanan kesehatan memiliki peran besar terhadap kepuasan pasien yang berobat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan Dokter di Poliklinik Orthopedi RSUP DR M Djamil padang.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak dua ratus sepuluh responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Tingkat Kepuasan yang telah di validasi.
Hasil Penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Berdasarkan hasil pengolahan data, sebanyak 80,5 % pasien merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan bermutu oleh dokter di RSUP DR M Djamil Padang. Berdasarkan lima dimensi mutu, tingkat kepuasan pasien adalah -0,402 yang berarti pasien merasa tidak puas terhadap pelayanan dokter. Sedangkan penilaian kualitas mutu pelayanan kesehatan dokter di poliklinik Orthopedi RSUP DR M Djamil pasien memberikan nilai sebesar 79,27 dengan interpretasi B atau baik. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan dokter di RSUP DR M Djamil cenderung baik namun pasien masih memberikan harapan yang tinggi terhadap kualitas pelayanan yang akan didapatkannya.
Kata kunci: kepuasan pasien, kualitas mutu pelayanan kesehatan dokte
Species Gastropoda di Rawa Nipah Korong Gantiang Tangah Padang Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman
Nypa sp. grouped into mangrove forest plants as habitat for the Gastropoda. Gastropoda in this region are taken indefinitely by the public for consumption andsale so that rhy can influence the presence of these animal species. Based on the problems raised, a study was conducted with the aim of finding out the species of Gastropoda found in Rawa Nipah and knowing the physical chemical factors of the water that can affect the life of a Gastropoda. This research was conducted in June 2019 using purposive sampling method. The result found 7 species of Gatropoda namely Vittina turrita I, Vittina turrita II, Neritodryas dubia, Nerita polita, Cerithidea cingulate, Cassidula aurisfelis, and Ellobium aurisjudae. The physical and chemical environmental factor of water in Rawa Nipah Korong Gantiang Tangah Padang still support the existence of Gastropoda
Analisis Non-Voting pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2015 di Kota Padang Panjang
Tingginya angka golput di Padang Panjang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2015 yang mencapai angka 53,53% menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi yang sedang berkembang dan akan menggerus legimatisi pejabat atau penguasa yang akan menjalankan suatu pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan-alasan yang menjadi penyebab terjadinya perilaku non-voting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggambarkan dan mempolarisasi alasan-alasan pemilih golput serta faktor yang menjadi penyebab pemilih tidak menggunakan hak pilihnya. Teknik pengambilan informan dilakukan dalam dua tahapan Pertama, untuk menentukan wilayah sampel menggunakan teknik purposive berbasis kelurahan dengan menarik data tingkatan nonvoter tertinggi sampai yang terendah. Kedua, daerah yang didapatkan tadi, diambil kembali sampelnya dengan sistem snowball. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut informan, non-voting di Kota Padang Panjang, dilihat dari beberapa faktor, yaitu 1) faktor psikologis nonvoter memiliki kepribadian yang cenderung apatis dan sebagian ada anomi dan alienasi dengan ciri kepribadian toleran dan tidak otoriter. Kelompok apatis lebih kepada nonvoter yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dan menengah sendangkan kelompok tingkat pendidikan sedang dan rendah memiliki orientasi kepribadian anomi dan alienasi; 2) faktor sistem politik, didorong oleh ketidakpuasan nonvoter terhadap sistem pemilu khususnya sistem proporsional dibanding sistem distrik; 3) faktor kepercayaan politik, sebagian besar nonvoter tidak percaya bahkan ada terhadap proses dan hasil penyelenggaraan pilkada; dan 4) faktor status sosial ekonomi, didominasi oleh kalangan terdidik. Kesimpulan tesis ini, dari empat faktor tersebut di atas, faktor sistem politik menjadi lebih dominan dibanding faktor yang lain
ANALISIS PROKSIMAT KERIPIK WORTEL (Daucus carota, L.) PADA SUHU DAN LAMA PENGGORENGAN YANG BERBEDA MENGGUNAKAN MESIN VACUUM FRYING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penggorengan yang berbeda menggunakan mesin vacuum frying terhadap analisis proksimat keripik wortel (Daucus carota, L.) yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di rumah pengolahan produk hortikultura Nagari Batu Palano Kec. Sungai Pua Kab. Agam dan Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3. Faktor pertama adalah suhu penggorengan yaitu suhu 800C (A1), 85oC (A2) dan 90oC (A3). Faktor kedua adalah lama penggorengan yaitu 50 menit (B1), 60 menit (B2) dan 70 menit (B3). Analisis proksimat terhadap keripik wortel meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar karbohidrat (by difference). Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi pada perlakuan A2B1 yaitu 19,60% dan terendah pada A2B3 yaitu 16,23%, kadar protein tertinggi pada perlakuan A3B2 yaitu 3,33% dan terendah pada perlakuan A3B3 yaitu 1,89%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan A2B2 yaitu 20,54% dan terendah pada A3B3 yaitu 11,84%, kadar abu tertinggi pada perlakuan A1B1 yaitu 17,19% dan terendah pada A3B3 yaitu 3,46%, kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan A3B3 yaitu 64,66% dan terendah pada A2B2 yaitu 43,75%. Suhu penggorengan optimum adalah 90oC dan lama penggorengan optimum adalah 70 menit atau perlakuan A3B3 yang menghasilkan produk terbaik di antara perlakuan yang lain
Perbandingan Total Koloni Bakteri Asam Laktat, Total Koloni Bakteri Aerob dan Keasaman Asi yang di simpan Pada Suhu Freezer (-15°C) dan Suhu Refrigerator (4°C)
Suhu penyimpanan ASI dapat mempengaruhi total koloni Bakteri Asam Laktat, total koloni bakteri aerob dan keasaman di dalam ASI. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional comparatif. Populasi penelitian ini adalah ASI yang didapatkan dari ibu-ibu yang menitipkan anaknya di TPA kelurahan Koto Tangah Padang. Sampel pada penelitian ini adalah semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Suhu penyimpanan ASI mempengaruhi total koloni Bakteri Asam Laktat (BAL), tetapi tidak ada pengaruh suhu penyimpanan ASI terhadap total koloni bakteri aerob dan keasaman di dalam ASI.
 
PEMANFAATAN TUMBUHAN FICUS SEBAGAI SUMBER ENZIM FISIN DAN APLIKASINYA PADA PRODUK PANGAN
Ismed. Utilization of Ficus Plants as a Source of Ficin Enzyme and Its Application in Food Products. Supervised by Rina Yenrina, Hasbullah, Daimon Syukri, and Yusniwati.
Ficus spp. are plants in the form of trees, shrubs, or bushes commonly found in tropical and subtropical regions. In Indonesia, Ficus species are distributed across several islands including Sumatra, Kalimantan, Papua, and Sulawesi. In West Sumatra, 20 species of Ficus have been identified in conservation forests, with the Padang Aro area of South Solok also known for its local name associated with Ficus. The latex of Ficus plants contains a cysteine protease enzyme called ficin. Understanding the characteristics and purification process of ficin plays a crucial role both scientifically and practically, particularly in the development of biotechnology and its application in the food industry. This study aims to:
(a) obtain information on the characteristics of crude ficin enzymes from Ficus spp.;
(b) isolate ficin enzymes using the Three Phase Partitioning (TPP) method optimized through variations in salt concentration (ammonium sulfate), crude enzyme extract, organic solvent (tert-butanol), pH, and temperature;
(c) determine ficin characteristics including pH, temperature, cofactors, activators, inhibitors, enzyme kinetics, enzyme and substrate concentration, molecular weight, and drying methods; (d) apply ficin in meat tenderization and milk-clotting processes. The research employed a qualitative approach with descriptive and experimental methods using a completely randomized design (CRD), response surface methodology (RSM), and a factorial design. Key findings include:
(a) Crude ficin enzymes extracted from the fruit and latex of Ficus aurata (Miq.), Ficus padana Burm.f., and Ficus racemosa L. showed total enzyme activity between 7.35–24.01 U, total protein content ranging from 1.64–4.83 mg, and specific activity between 1.87–5.41 U/mg. Latex generally demonstrated higher catalytic activity. Partial purification using 60% ammonium sulfate and dialysis increased specific activity of ficin from Ficus aurata latex. Proximate analysis revealed high protein content in Ficus aurata fruit. (b) The Three Phase Partitioning (TPP) method optimized by RSM recovery the best conditions at 60% ammonium sulfate saturation and a tert-butanol to enzyme ratio of 1:1.25, resulting in a specific activity of 33.33 U/mg. (c) Optimal purification was achieved at 40°C and pH 6.5, with a specific activity of 42.25 U/mg. TPP effectively enhanced both purity and activity, increasing specific activity from 4.62 U/mg to 42.25 U/mg, a recovery of 227.89%, and a 9.15-fold purification. Further analysis showed that cysteine significantly increased enzyme activity, whereas MgCl₂ and CaCl₂ inhibited it at high concentrations. MnSO₄ enhanced activity in a concentration-dependent manner, while KCl increased total activity at low concentrations but reduced specific activity at higher concentrations. EDTA acted as an inhibitor, and CuSO₄, FeSO₄, and BaCl₂ increased activity at low concentrations but inhibited it at high levels, with BaCl₂ showing the weakest inhibitory effect. Substrate testing showed that casein significantly enhanced enzyme activity, while gelatin, ISP, and BSA produced lower activity. Ficin was more effective in hydrolyzing casein due to its compatible amino acid composition. Enzyme kinetics indicated that total activity increased with substrate concentration, peaking at 0.3 mM, while specific activity remained constant at around 40 U/mg. Freeze drying was more effective than solar drying in preserving amino acid content and enzyme quality. SDS-PAGE analysis showed a protein band around 35 kDa, suggesting the presence of proteolytic fractions. (d) In meat tenderization, higher temperatures reduced protein content and water holding capacity (WHC), whereas lower temperatures with higher ficin concentrations improved WHC and meat tenderness. The best results were achieved at 80°C with 5% ficin, producing tender meat with optimal texture, although high temperatures reduced brightness and increased redness. In milk-clotting applications, 40°C was the optimal temperature, recoverying the fastest coagulation time and highest clotting activity. This study also highlights the potential of Ficus species as conservation plants capable of preventing erosion and rehabilitating marginal lands, making them relevant for application in tropical agroforestry systems to support sustainable agriculture
