1,721,116 research outputs found
MAJAS SINDIRAN DALAM LIRIK LAGU ALBUM SARJANA MUDA KARYA IWAN FALS
Ayuningrum, Iranda Puspitasari Dewi. 2019. Majas Sindiran dalam Lirik Lagu
Album Sarjana Muda Karya Iwan Fals. Skripsi, Program Studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1) Dzarna, M.Pd. (2) Eka
Nova Ali Vardani, M.Pd.
Kata kunci: Album Sarjana Muda, Innuendo, Ironi, Sarkasme, Satire,
Sindiran, Sinisme.
Penelitian ini berjudul Majas Sindiran dalam Lirik Lagu Album Sarjana
Muda Karya Iwan Fals. Majas sindiran merupakan gaya bahasa dalam bentuk
tulisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan
dan pikiran dari pengarang yang bersifat mencela, mengejek, mengkritik maupun
menyindir yang ditujukan kepada orang lain. Majas sindiran terdiri dari lima jenis
yaitu majas sarkasme, majas ironi, majas innuendo, majas satire dan majas sinisme.
Lirik lagu album Sarjana Muda ditemukan banyak majas sindiran, sehingga hal
inilah yang menarik perhatian peneliti untuk membuat penelitian dalam kajian
sastra melalui lirik lagu. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan majas sindiran dalam lirik lagu album Sarjana Muda karya Iwan
Fals.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian
ini adalah majas sindiran yaitu majas sarkasme, majas ironi, majas innuendo, majas
satire dan majas sinisme. Sumber data penelitian ini adalah 10 lirik lagu album
Sarjana Muda karya Iwan Fals. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
menyiapkan lembar pengumpulan data, menyeleksi data, memberi deskripsi,
menarik kesimpulan.Peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik penganalisisan data
adalah membaca, mencermati, menggolongkan, mendeskripsikan dan
menyimpulkan. Teknik pengujian kesahihan data yang digunakan berupa data
primer yaitu beberapa buku yang berisi teori majas sindiran dan data sekunder yaitu
konsultasi yang berupa bimbingan dengan dua dosen pembimbing.
Hasil penelitian ini ditemukan majas sindiran berupa majas sarkasme
sebanyak 13 data, majas ironi sebanyak 10 data, majas innuendo sebanyak satu
data, majas satire sebanyak dua data dan majas sinisme sebanyak lima data. Selain
itu, terdapat majas lain berupa satu data majas hiperbola dan empat data majas
personifikasi yang terdapat dalam dua lirik lagu yang tidak mengandung majas
sindiran.
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menyuarakan pendapat
pribadi tidak harus selalu berkicau di sosial media, berdemo maupun dilakukan
dengan aksi-aksi lain yang anarkis dan menimbulkan kerugian publik. Album ini
membuktikan bahwa suara rakyat yang berupa sindiran dapat didengar oleh publik
atau seluruh rakyat melalui lagu yang dapat didengar dan didendangkan dengan
iringan musik, namun tetap tidak mengurangi isi dan makna yang terkandung dalam
lagu tersebut
Effect of savonius blade height on the performance of a hybrid Darrieus-Savonius wind turbine
A vertical hybrid turbine commonly consists of a Darrieus and Savonius rotor where the Savonius is inside Darrieus turbine. This paper describes the experimental study of hybrid Darrieus-Savonius wind turbines by variation in Savonius blade height. In this case, the effect of the blade height of the Savonius blade was studied experimentally in a subsonic wind tunnel. The effect of the height of a Savonius blade relative to that of Darrieus called blade height ratios ? was investigated to know the hybrid turbine performance. The performance is represented by power and torque coefficient. The result shows that the hybrid turbine with height ratio greater than unity ? = 1.4 gives the highest power CP = 0.20 and torque coefficient CT = 0.129. It is investigated that the torque and the power coefficient have a higher value than that of Darrieus turbine, in which the increase in power and torque coefficient are 48% and 29%, respectively. This hybrid wind turbine with a blade height ratio greater than unity can be considered as an important variable in the wind turbine construction
THE NEW PARADIGM FOR TEACHING ENGLISH
This work would not have been possible without the financial
support of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. We are especially
indebted to Dr Syamsuar,M.Ag who have been supportive of our
goals and who worked actively to provide us with the protected
academic time to pursue those goals. We are grateful to all of those
with whom we have had the pleasure to work during this and other
related book. Academics of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh has
provided us extensive professional guidance and taught us a great
deal about both scientific research and life in general.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA PESERTA DIDIK DI MIN 3 TULUNGAGUNG, PANDANSARI, KECAMATAN NGUNUT, KABUPATEN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Penanaman Sikap Sosial Melalui Pembelajaran Tematik pada Peserta Didik di MIN 3 Tulungagung, Pandansari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Aprilia Puspitasari Dewi, NIM. 12205183322, Dosen Pembimbing Dr. Mochamad Arif Faizin, M.Ag. Kata Kunci: Penanaman Sikap Sosial, Pembelajaran Tematik Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan zaman yang mengakibtakan sikap sosial anak bangsa saat ini tidak sesuai dengan tujuan pendidikan, banyak terjadi kasus-kasus akibat rendahnya sikap sosial anak bangsa. Penyebab lemahnya sikap sosial pada peserta didik karena kurangnya pembelajaran sikap dan perhatian dari guru dan orang tua. Maka dari itu penanaman sikap sosial sangat diperlukan dalam dunia pendidikan. Salah satunya yaitu melalui pembelajaran tematik. Pembelajaran Tematik mengandung Kompetansi Inti yang memuat sikap sosial yang harus dicapai oleh peserta didik dan guru. Sikap sosial tersebut seperti halnya jujur, sopan santun, toleransi, disiplin, peduli lingkungan, tanggung jawab, bersimpati, dan sebagainya. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana guru dalam penanaman sikap sosial sopan santun melalui pembelajaran tematik pada peserta didik MIN 3 Tulungagung? (2) Bagaimana guru dalam penanaman sikap sosial peduli lingkungan melalui pembelajaran tematik pada peserta didik MIN 3 Tulungagung? (3) Apa faktor pendukung dan faktor penghambat guru dalam penanaman sikap sosial sopan santun dan peduli lingkungan melalui pembelajaran tematik pada peserta didik MIN 3 Tulungagung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, maksudnya data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar, bukan berupa angka-angka. Lokasi penelitian dilakukan di MIN 3 Tulungagung, dengan mengoptimalkan kehadiran peneliti dalam penggalian datanya. Data yang digali berdasarkan sumber data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya pengecekan keabsahan temuan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi sumber, metode, dan data. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran yang dilakukan guru MIN 3 Tulungagung dalam menanamkan sikap sosial sopan santun dengan melakukan berbagai upaya diantaranya memberikan pengertian atau wawasan, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi, ceramah dan tanya jawab, memberikan nasehat ataupun motivasi, memberikan contoh perilaku, melakukan pembiasaan. Bentuk sikap sopan santun yang dimiliki peserta didik berupa menghormati guru atau orang yang lebih tua, santun dalam bertutur kata, berpakaian rapi, mengucapkan salam ketika bertemu dengan guru. (2) Peran yang dilakukan guru MIN 3 Tulungagung dalam menanamkan sikap sosial peduli lingkungan dengan melakukan berbagai upaya memberikan pengertian dan nasihat, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi, ceramah, menjadi teladan bagi peserta didik, menciptakan pengkondisian, melakukan pembiasaan. Bentuk sikap sosial peduli lingkunganyang dimiliki peserta didik berupa mengerjakan piket harian sesuai jadwal, terhadap lingkungan yang kotor mereka segera membersihkannya, menyirami tanaman di depan kelas, membuang sampah pada tempatnya, tersedianya tempat samapah, sapu, pengki, kemoceng dikelas. (3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menanamkan sikap sosial sopan santun dan peduli lingkungan secara umum hampir sama, faktor pendukung dan penghambatnya antara lain diri peserta didik sendiri, latar belakang keluarga, ekonomi, lingkungan masyarakat, kemajuan teknologi dan pengaruh pergaulan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
