1,741,139 research outputs found
A Uni¯ed Approach to the Puri¯cation of Nash Equilibria in Large Games
We present a puri¯cation result for incomplete information games with a large ¯nite number of players that allows for compact metric spaces of actions and types. This result is then used to generalize the puri¯cation theorems of Schmeidler (1973), Rashid (1983) and Kalai (2004). Our proofs are elementary and rely on the Shapley-Folkman theorem.
Puri: A Sense of Bread
Puri: A Sense of Bread is an anthropological journey into the bread-making culture of Georgia, that looks at it's simplest and oldest type of bread – puri – through the stories and techniques of its makers, as well as connection to the land, history and mythology. Written in both Georgian and English, it is a rare bilingual account of this unique bread culture, that is inscribed on the registry of Georgia's Intangible Cultural Heritage by UNESCO
"A palavra indígena sempre existiu" : a história e literatura Puri.
Programa de Pós-Graduação em Letras. Departamento de Letras, Instituto de Ciências Humanas e Sociais, Universidade Federal de Ouro Preto.Este estudo tem por objetivo apresentar a História e a Literatura Puri, tendo por princípio o
respeito à memória e o legado dos “taheanta” no continuo e ofídico espiral que une os tempos
sobre um antigo território. As discussões que compõem este estudo destacam o que Silvia
Rivera Cusicanqui ensina a respeito do valor cognoscitivo, pragmático, filosófico e sagrado
das palavras, consideradas como fundamento para uma retomada e revitalização cultural e
espistêmica entre as sociedades indígenas. A Literatura Puri manifesta a história e a cultura de
um Povo que sobreviveu ao que seria o fim, sendo testemunho de sua resistência em um
mundo de rasuras oriundas do colonialismo que está nas raízes do Brasil, em sua inscrição no
Ocidente. Enquanto lugar de memória e criação, a Literatura Puri contribui para a
reconstituição e fortalecimento da identidade indígena, nos permite acessar o território e suas
histórias, revelando ao mundo o renascimento de um Povo que carrega um nome e um espírito
fortes. Este estudo almeja promover o reconhecimento da différance, da opacidade e da
organicidade presentes na arte, cultura e espiritualidade do Povo Puri, para a construção de
epistemologias honestas e sociedades capazes de ampliar os horizontes dos conhecimentos e
da criação.Este estudio tiene como objetivo presentar la Historia y la Literatura de Puri, basándose en el
principio del respeto a la memoria y el legado de los “taheanta” en la espiral continua y ofidia
que une los tiempos en un territorio antiguo. Las discusiones que componen este estudio
resaltan lo que Silvia Rivera Cusicanqui enseña sobre el valor cognitivo, pragmático,
filosófico y sagrado de las palabras, consideradas como fundamento para una recuperación y
revitalización cultural y epistémica entre las sociedades indígenas. La literatura Puri
manifiesta la historia y la cultura de un Pueblo que sobrevivió a lo que habría sido su fin,
dando testimonio de su resistencia en un mundo de borraduras provenientes del colonialismo
que está en las raíces de Brasil, en su inscripción en Occidente. Como lugar de memoria y
creación, la Literatura Puri contribuye a la reconstitución y fortalecimiento de la identidad
indígena, permitiéndonos acceder al territorio y sus historias, revelando al mundo el
renacimiento de un Pueblo que porta un fuerte nombre y espíritu. Este estudio tiene como
objetivo promover el reconocimiento de la différance, la opacidad y la organicidad presentes
en el arte, la cultura y la espiritualidad del Pueblo Puri, para la construcción de
epistemologías honestas y sociedades capaces de ampliar los horizontes del conocimiento y la
creación
Konsep Catuspatha Pada Kawasan Puri (studi Kasus: Puri Agung Klungkung, Puri Agung Tabanan, Puri Agung Buleleng
Pulau Bali merupakan sebuah pulau yang terkenal akan keindahan alamnya dan pulau yang menjunjung tinggi budayanya. Budaya dan keindahan alamnya yang membuat pulau Bali menjadi tempat wisata baik lokal hingga mancanegara. Hingga kini adat budaya di pulau Bali masih bertahan dikarenakan masyarakatnya yang masih patuh dan menaati setiap peraturan adatnya. Terjadi perubahan pada pulau Bali yang memberikan dampak besar dan mempengaruhi kesakralan dan adat tradisional kawasan tersebut. Adapun semenjak pulau Bali dikenal sebagai tempat wisata, hal ini juga mempengaruhi pertumbuhan pembangunan dan berpengaruh pada pola tata ruang di pulau Bali. Salah satu konsep yang mengatur tentang pola ruang pada kawasan Bali adalah konsep Catuspatha. Konsep Catuspatha merupakan konsep yang mengatur pola ruang berdasarkan empat mata angin, dan ditemukan dalam lontar Eka Pretamaning Brahmana Sakti dan lontar Batur Kelawasan. Hal yang terjadi di pulau Bali zaman sekarang menyebabkan dilakukannya suatu penelitian tentang hubungan konsep Catuspatha pada beberapa kawasan puri di Bali saat ini. Identifikasi ini difokuskan pada konsep Catuspatha pada pola tata ruang pada kawasan puri-puri Agung. Hal ini dianalisis dikarenakan masyarakat mulai lupa bahkan tidak mengetahui akan arti dari Catuspatha dan keberadaan konsep ini.
Penelitian konsep Catuspatha pada dua kawasan puri Bali menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini berfungsi untuk menjabarkan dan menggali lebih lanjut tentang karakteristik kawasan puri yang terjadi dan dihubungkan dengan konsep Catuspatha. Kemudian setelah dianalisis, diolah kembali dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menyandingkan pola ruang yang terjadi pada tiga kawasan puri yaitu, Puri Agung Klungkung, Puri Agung Tabanan Dan Puri Agung Buleleng.
Untuk melihat pola perempatan pada konsep Catuspatha dapat melalui orientasi bangunan, zonasi kawasan menggunakan konsep tradisional serta hubungan ritual yang dilaksanakan disana. Pengaruh dari kondisi geografis seperti ketinggian tapak akan berpengaruh pada peletakkan tata ruang kawasan puri. Adanya perubahan sistem pemerintahan, yang dahulunya diwakilkan oleh puri dan terletak di pempatan agung, sekarang digantikan oleh kantor bupati atau kantor pemerintah yang terletak di area Catuspatha, sehingga mengubah beberapa tata letak bangunan. Dapat dilihat bahwa konsep Catuspatha bersifat tidak mutlak dan dinamis dikarenakan dapat mengikuti perkembangan zaman. Faktor seperti bertambahnya jumlah penduduk sehingga meningkatnya kebutuhan dan aktifitas masyarakatnya serta perubahan sistem pemerintahan juga mempengaruhi pembagian zonasi dan orientasi. Persamaan yang ditemukan pada objek adalah zonasi pada tiap bangunan puri dan sekitarnya termasuk dalam zonasi yang sama yaitu Puri Agung sebagai Utama Mandala dan bersifat sakral serta elemen-elemen Catuspatha lainnya termasuk dalam Madya Mandala yang bersifat profan. Perbedaan yang ditemukan pada objek adalah sistem orientasi yang menggunakan gunung sebagai pedoman. Puri yang orientasi gunung terletak di Utara meletakkan bangunan puri di bagian Barat Laut atau searah dengan Gunung, sedangkan puri yang orientasi gunung terletak di Selatan meletakkan bangunan puri di sebelah Barat Daya
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI SARANA PROMOSI PURI CANDIKUNING RETREAT DI BEDUGUL
Puri Candikuning Retreat merupakan salah satu penginapan yang berada di wilayah Baturiti, Bedugul dan Tabanan. Puri Candikuning Retreat ini terletak di sekitar danau Ulun Danu Beratan, di mana tepat di sisi Danau Beratan. Dekat dengan lapangan golf dan terletak cukup jauh dari keramaian turis untuk memastikan total privasi, resor ini masih cukup dekat untuk menawarkan akses mudah ke destinasi wisata favorit di Bali. Dengan alam dan udara segar, itu adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan memanjakan diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mewujudkan media yang efektif sebagai upaya meningkatkan tingkat hunian Puri Candikuning Retreat dan untuk merancang komunikasi visual yang efektif dan komunikatif dalam. Promosi Puri Candikuning Retreat. Tingkat hunian di dalam Puri Candikuning Retreat hampir mencapai target yang telah dianggarkan, namun pihak manajemen menginginkan untuk melebihi target dari tingkat hunian yang telah ditetapkan, oleh karena itu Puri Candikuning Retreat perlu melakukan usaha agar mampu melebihi target tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menambah jumlah media promosi yang ada, sehingga media promosi tersebut dapat menginformasikan pesan kepada sasaran secara maksimal dan menarik agar Puri Candikuning Retreat dapat lebih dikenal di mata para wisatawa. Dari semua data yang dikumpulkan semuanya dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif yang bersifat kualitatif. Media yang digunakan untuk Puri Candikuning Retreat terdiri dari souvenir kipas, iklan majalah, Roll Banner, map sales kit beserta isinya seperti fact sheet, katalog Retreat, kartu nama, CD Presentasi, stiker, dan juga amenities seperti payung dengan konsep dasar perancangan yaitu “Elegant”, yaitu memiliki penampilan yang mewah konsep desain yang memiliki kesan mewah ini diambil dari bangunan Puri Candikuning Retreat yang memiliki kesan mewah dalam bentuk bangunannya yang selaras dengan pemandangan dari halaman sekitar Retreat.
Kata kunci : Pariwisata Bali, Promosi, Desain Komunikasi visual, Puri Candikuning Retreat
Layout dan Arsitektur Puri, Diantara Politik Kekuasaan dan Identitas Budaya : Studi Kasus: Puri Semarapura dan Puri Gianyar
Sebuah karya arsitektur merepresentasikan kekuasaan dan pengaruh perpolitikan sebuah otoritas di sebuah kawasan. Dalam hal ini layout dan bentuk sebuah istana raja yang disebut puri akan memberikan tanda akan kekuasaan sebuah otoritas di masa lalu. Dalam hal ini keberadaan Puri Gianyar yang merupakan puri sekunder yang idependen di masa lalu memiliki peran yang penting pada masanya. Walaupun demikian, sebagai sebuah puri yang mendapatkan restu dari Puri Semarapura Klungkung, berbagai bentuk arsitektur yang dibangun masih menunjukkan posisi kekuasaan dan relasi pepolitikan pada masanya. Hal in dieksplorasi di paper ini dengan melakukan investigasi mendalam berupa survey lapangan dan interview mendalam. Dengan melakukan intepretasi terhadap dokumentasi kondisi kearsitekturan di masa lalu dan peninggalan yang ada saat ini, paper ini mengesplorasi hubungan antara kontestasi kekuasaan dan wujud arsitektur, dalam hal ini layout dan jenis bangunan di Puri Gianyar dan Puri Semarapura Klungkung. Layout Puri Gianyar merepresentasikan posisi tingkat kekuasaan perpolitikan Gianyar yang merupakan puri yang dikategorikan puri sekunder yang independen dibandingkan Puri Semarapura Klungkung yang merupakan simbol pemimpin tertinggi Bali dimasanya
Kebertahanan Spasial dan Fungsional Puri Bali di Era Pariwisata: Analisis Puri Agung Peliatan dan Puri Agung Ubud
Penelitian ini menganalisis kebertahanan spasial dan fungsional dua puri tradisional di Bali, Puri Agung Peliatan dan Puri Agung Ubud, dalam konteks perkembangan pariwisata dan perubahan sosial ekonomi. Kebertahanan dipahami sebagai kemampuan puri mempertahankan struktur ruang, bentuk fisik, dan fungsi sosial-budaya sekaligus beradaptasi terhadap dinamika zaman tanpa kehilangan nilai signifikansi kulturalnya. Kedua puri dipilih karena memiliki keterkaitan sejarah melalui Kawitan Dalem Sukawati, berada dalam satu kawasan Ubud, serta sama-sama mengalami transformasi menjadi daya tarik wisata budaya sambil tetap difungsikan sebagai hunian penglingsir dan pusat aktivitas adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif terbatas untuk memperkuat penilaian, melalui observasi tata ruang, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam dengan keluarga puri, pelaku seni, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan wisata. Analisis dilakukan dengan membaca ulang pola spasial puri berdasarkan konsep Tri dan Sanga Mandala, kemudian mengaitkannya dengan pergeseran fungsi ruang akibat pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua puri mempertahankan struktur ruang sakral profan dan palebahan utama, sementara perubahan fisik dan fungsi terutama diarahkan ke zona yang sejak awal bersifat lebih profan. Puri tetap berfungsi sebagai hunian, pusat ritual, dan simbol identitas lokal, namun kini juga berperan sebagai panggung seni, ruang ekonomi kreatif, dan ikon wisata. Kebertahanan tersebut dimungkinkan oleh kombinasi kontrol internal keluarga puri, pemaknaan ulang nilai lokal, dan selektivitas dalam membuka ruang bagi wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya melihat puri bukan sebagai objek pasif pelestarian, tetapi sebagai pelaku yang aktif mengkondisikan perubahan
- …
