1,724,525 research outputs found
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL TING KARYA PRIYANTO CHANG (KAJIAN TEORI GEORG SIMMEL)
Penelitian ini dilatar belakangi karena manusia adalah makhluk sosial yang tentu harus mampu hidup dengan baik dalam bermasyarakat. Selain itu, manusia juga harus berinteraksi antar satu sama lain. Salah satu karya sastra berupa novel yang menunjukkan adanya interaksi antar manusia yaitu novel Ting karya Priyanto Chang. Secara garis besar novel Ting karya Priyanto Chang menceritakan mengenai kehidupan sosial masyarakat di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pertukaran dalam novel Ting karya Priyanto Chang. (2) Mendeskripsikan konflik dalam novel Ting karya Priyanto Chang. (3) Mendeskripsikan prostitusi dalam novel Ting karya Priyanto Chang. (4) Mendeskripsikan keramahan dalam novel Ting karya Priyanto Chang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah temuan interaksi sosial dalam novel Ting karya Priyanto Chang berdasarkan teori interaksi sosial Georg Simmel yang meliputi empat konsep: 1) ditemukan 12 bukti data pertukaran sebagaimana pertukaran yang dilakukan yaitu pertukaran informasi dan pertukaran nasehat. 2) ditemukan 16 bukti data konflik yang mana konflik tersebut adalah konflik keluarga, konflik batin, konflik psikis, dan konflik bullying, 3) ditemukan 2 bukti data prostitusi. Prostitusi yang terjadi dalam novel ini antara Ayu dengan sosok laki-laki dan Pardi yang bersedia membayarnya, dan 4) ditemukan 16 bukti data keramahan. Keramahan yang terkandung dalam novel Ting yaitu tolong menolong, baik hati, dan ramah.
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Pertukaran, Konflik, Prostitusi, Keramahan
Kajian Ikonologi Karya Priyanto Sunarto Kartun Editorial Di Majalah Tempo (Studi Kasus: Tema Pemilu Era Orde Baru Dan Reformasi)
Kartun editorial karya Priyanto Sunarto muncul pada tahun 1977 di Majalah
Tempo dikenal dengan nama “Opini Priyanto S”. Eksistensi Priyanto selama 37
tahun dengan keunikan gaya gambarnya melalui garis-garis yang terkesan
seenaknya dan penggambaran figur yang distortif menjadi ironis ketika
bersanding dengan berita-berita di majalah Tempo yang terkesan serius. Penelitian
ini memfokuskan pada dua hal. Pertama, penjelajahan gaya visual dan konsep
kartun editorial karya Priyanto Sunarto era Orde Baru dan Reformasi. Kedua
mengenai keunikan gaya visual Priyanto yang berhasil mewakili idealisme
jurnalistik majalah Tempo dalam kurun waktu yang panjang. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Ikonografi dan Ikonologi
melalui pemikiran Erwin Panofsky. Ikonografi merupakan cabang dari sejarah
seni yang berkaitan dengan pokok bahasan (subject matter) atau makna dari karya
seni.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh temuan bahwa gaya visual kartun era
Orde Baru penyampaian pesannya bersifat tersamar serta tidak menampilkan
figur-figur presiden, pejabat Negara dan para elit politik. Kedua kartun editorial
era Reformasi digambarkan dengan gaya ungkap yang lebih berani, nakal dan
terang-terangan dan menampilkan figur-figur presiden, pejabat negara dan para
elit politik. Sikap pemerintah era Orde Baru yang represif terhadap kebebasan
pers justru menjadikan Priyanto lebih kreatif dalam menuangkan ide dan konsep
pada kartun editorialnya bila dibandingkan dengan era Reformasi.
Paparan visi dan misi majalah Tempo merefleksikan media yang sangat
mengedepankan berita opini. Segala bentuk berita opini erat kaitannya dengan
prediksi dari sebuah peristiwa atau adegan yang tidak akan mampu ditangkap
dengan kecanggihan teknologi fotografi dan hanya mampu divisualisasikan
melalui ilustrasi kartun editorial. Kartun editorial karya Priyanto memiliki
kontribusi yang sangat besar karena kedudukannya tidak dapat tergantikan oleh
kecanggihan teknologi fotografi sekalipun. Sebagai kartunis Priyanto telah
menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan media Tempo melalui karyakarya
kartun editorialnya sebagai ikon majalah Tempo
Muntir Tan Ana Pedhote
Merupakan karya seni rupa berupa seni batik dengan judul Muntir Tan Ana Pedhote karya dari Dra. FP. Sri Wuryani, M.Sn., Danang Priyanto, S.Tr.Sn., M.S
Girise Kang Samya Miyat
Merupakan karya seni rupa berupa seni batik dengan judul Girise Kang Samya Miyat karya dari Dra. FP. Sri Wuryani, M.Sn., Danang Priyanto, S.Tr.Sn., M.S
Hanguripi Sagung Dumadi
Merupakan karya seni rupa berupa seni batik dengan judul Hanguripi Sagung Dumadi karya dari Dra. FP. Sri Wuryani, M.Sn., Danang Priyanto, S.Tr.Sn., M.S
- …
