4 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN DINO HOTEL BATU

    No full text
    ABSTRAKPrima, Maulana Abdi. 2019. Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Dino Hotel Batu. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparno, S.T., M.T., (II) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T.Kata Kunci: analisis faktor, keterlambatan proyek konstruksi, spreadly. Penyedia jasa konstruksi pada umumnya mengharapkan proyek konstruksi dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam proyek konstruksi dibutuhkan manajer lapangan yang mampu mengelola waktu dengan baik guna menghindari hambatan-hambatan yang mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek. Pada penelitian ini, peneliti memilih lokasi dan situs penelitian pada proyek pembangunan Dino Hotel Batu yang mengalami keterlambatan cukup lama. Proyek yang seharusnya selesai pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018 belum juga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi pada proyek pembangunan Dino Hotel, (2) mendeskripsikan pengaruh dari keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi terhadap pembangunan Dino Hotel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data pada penelitian ini diadaptasi dari metode spreadly. Pengujian keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang menjadi penghambat penyelesaian pembangunan proyek antara lain (1) faktor tenaga kerja, (2) peralatan, (3) owner, (4) lingkungan, (5) kesalahan metode pelaksanaan. Pengaruh dari keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi terhadap pembangunan Dino Hotel yaitu (1) terjadinya pembengkakan biaya akibat dilaksanakannya kerja lembur dan (2) terjadinya ketidaksesuaian spesifikasi dan kualitas akibat terlalu fokusnya kontraktor terhadap pengejaran waktu penyelesaian proyek konstruksi

    Dinamika konsep diri santri prima anggota gong-gongan: Studi kasus di Pesantren Rakyat Desa Sumber Pucung Kabupaten Malang

    No full text
    INDONESIA: Dalam menjalani kehidupan, setiap orang mendambakan kebahagian dalam menjalani masa hidupnya, kematangan Konsep Diri adalah salah satu cara di mana manusia dapat mewujudkannya, kebahagiaan dengan memenuhi berbagai bentuk kebutuhan hidupnya seni dan ilmu pengetahuan, sekaligus untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dinamika psikologi yang di miliki seseorang sangat berpengaruh dengan konsep diri seseorang, hal itu yang akan memenuhi kualitas hidupnya dimana seseorang dapat di lihat dari bagaimana seseorang menerima dirnya di masa lalu dengan apa adanya, memiliki kemampuan membina dan berhubungan positif, dengan orang lain menjadi pribadi yang mandiri, mampu menguasai lingkungan ada rasa kepuasan hidup dalam dirinya serta menyadari potensi yang ada dalam dirinya untuk menjadi pribadi yang terus tumbuh dan berkembang dengan baik, namun ternyata faktor pendidikan dan status sosial dapat menghambat tumbuh dan kembangnya konsep diri terutama pada anggota komunitas, sehingga perlunya untuk mengetahui permasalahan anggota komunitas. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi fokus penelitian ini adalah, pertama Bagaimana kondisi konsep diri Santri Prima Anggota Jagon-gmaton Di Pesantren Rakyat, kedua Bagaimana problem konsep diri Santri Prima, ketiga Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri Santri Prima, keempat Bagaimanakah bentuk dinamika konsep diri Santri Prima. Penelitian ini bertujuan Pertama Untuk mendiskripsikan kondisi konsep diri Santri Prima ke Dua Untuk memetakan problem konsep diri Santri Prima, ke Tiga Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri Santri Prima, Ke Empat Untuk menemukan bentuk dinamika konsep diri Santri Prima. Metode yang digunakan mengguakan metode diskriptif kwalitatif karena penelitian ini menjelaskan keadaan atau fenomena di lapangan yang di kumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sempel dalam penelitian ini berjumlah 2 (dua) subjek, yaitu berusaha memaparkan penelitian sebagaimana adanya sesuai dengan data yang di kumpulkan dan di lanjutkan dengan menarik kesimpulan dengan membandingkan lapangan dan standar buku yang mengacu pada teori yang ada ENGLISH: In life, everyone crave happiness in his life, maturity Self-concept is one of the ways in which humans can make it happen, happiness to fill their needs various forms of art and science, then to achieve a better life, psychological dynamics owned someone very influential with the concept of a person, it would fill the quality of life where a person can be seen from how a person accept destiny in the past with what it is, it kinds of the ability to nurture and positively associated, in the society it is becoming an independent person, who able to master the existing environment, there is a sense of satisfaction in her life and realize the potential that exists to become a person who continues to grow and develop properly, but the factors of education and social status can inhibit self-concept grows and self-development especially on members of the community, so that it needed to know the problems of the community members. Based on the background above, the focus of this research is, first how is the condition of Prima students’ self-concept in boarding school Jagon Gong-gong- gmaton. Second, how is the problem of Prima students’ self-concept? Three, what are the factors that influence Prima students’ self-concept. Fourth, how is the dynamics of Prima students’ self-concept? The objectives of the study are: first, to describe the condition of the students’ self-concept. Second is to map the problem of students’ self-concept. Three is to analyze the factors that influence self-concept. Fourth is to find the form of the dynamics of self- concept. The method of this research is descriptive qualitative because study describes the situation or phenomenon which is collected through observation, interviews and documentation, there are 2 (two) subjects which is trying to present the real condition of the research as it is in accordance with the data collected and proceed to draw conclusions by comparing the field and the standard reference book on the theory. The results of the study are shows the dynamics of self-concept develop and increase positively if we compare with the previous one of the supporting factors in the process 1. The support factor in developing process of self- concept cannot be separated with boarding schools and the people in it, there are also a lot of activities such as gonggongan, with art music approach, d

    Miras di Kota Malang Pasca Lahirnya Perda Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Penjualan Minuman Beralkohol: Studi Pandangan MUI Kota Malang

    No full text
    مستخلص البحث المشروبات الكحولية أو تسمى بالخمر في الإسلام هي حرام، إما في أنواع الأنشطة المتعلقة عن المشروبات الكحولية ومن البيع والشراء أيضا. الفرق بين حقائق التطبيق من اللوائح التي تنفذها الحكومة وكلمة الله يسبب الباحث في كتابة هذا البحث. قدم الباحث مشكلتين، الأول: حقائق مبيعات الخمر في مدينة مالانج بعد تنفيذ اللوائح مدينة مالانج النمرة 5 السنة 2006 عن الإشراف والرقابة ومبيعات الخمر. الثاني: رأي مجلس العلماء الاندونيسي عن اللوائح مدينة مالانج نمرة 5 سنة 2006 عن الإشراف والرقابة ومبيعات الخمر. هذا البحث هو بحث القانوني التجريبي، وهي النظر الى جهة القانون في التفاعلات الاجتماعية في المجتمع. إستخدم الباحث المنهج القانون الاجتماعي، فهو البحث الذي يهدف إلى الحصول علي المعرفة القانونية التجريبية من خلال المجال. نتيجة البحث تدلّ على أنّ إستهلاك الخمر في مدينة مالانج مشكلة كبيرة ولا تتوقف أبدا. لذا، إعتبرو المجتمع ومركز شرطة مدينة مالانج أن هذه مشكلة خطيرة. في الناهية الأخرى، يجب أن يتم الإشراف على المشروبات الكحولية أو الخمر من طرفين مستمرا وصحيحا. والرجاء من مجلس العلماء الاندونيسي الي حكومة مدينة مالانج للنظر الي التوصيات إلي الفتوى مجلس العلماء الاندونيسي نمرة 11 سنة 2009 عن قانون الكحول في تخطيط القرار مدينة مالانج المتعلقة بالإنتاج والتداول المشروبات الكحولية. ABSTRACT Alcoholic beverages in Islam or called khamr are forbidden by law including all types of activities related to alcoholic beverages are forbidden including buying and selling. The difference between the reality of the application of the regulations implemented by the local government and those that have been said by Allah SWT in the arguments of the shar'i become the reason for the author in conducting research. In this study the authors took two formulation of the problem, namely: 1) Reality of alcohol sales in Malang after the implementation of Malang City Regulation Number 5 of 2006 concerning Supervision, Control and Sales of Alcoholic Beverages 2) MUI Discussion related to Malang City Regulation Number 5 of 2006 concerning Supervision, Control and Sales of Alcoholic Beverages. This research is an empirical legal research, which is looking at legal aspects in social relations in society. The author uses sociological juridical, is to consider research that discusses the law empirically with a direct plunge into the field. The conclusion in this study is in Malang, the problem that requires alcohol can be spent for consumption by the community and the security policy of Malang City Police Station this problem as things that need to be taken seriously. It was also conveyed that controlling alcoholism carried out by the police for the community must be carried out in a sustainable manner. Actually, the great expectations of the Indonesian Ulama Council to the Regional Government of Malang City are to be considered in the fatwa of the Indonesian Ulema Council Number 11 of 2009 concerning Alcohol Law in the formulation of the Malang City policy regarding the production and distribution of alcoholic beverages in Malang ABSTRAK Minuman beralkohol pada islam atau disebut khamr adalah haram hukumnya termasuk segala jenis kegiatan yang berkaitan dengan minuman beralkohol adalah haram termasuk jual belinya. Perbedaan antara realita penerapan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah daerah dengan yang telah di Firmankan oleh Allah SWT dalam dalil-dalil syar’i menjadi alasan penulis dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana realita penjualan Miras di Kota Malang pasca implementasi Perda Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Penjualan Minuman Beralkohol? 2) Bagaimana pandangan MUI terkait Perda Kota Malang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Penjualan Minuman Beralkohol?. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu melihat aspek-aspek hukum dalam interaksi sosial didalam masyarakat. Penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, adalah dengan menekankan penelitian yang bertujuan memperoleh pengetahuan hukum secara empiris dengan jalan terjun langsung ke lapangan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, Pertama, Di Kota Malang, masalah mengkonsumsi alkohol tidak ada habis-habisnya sehingga masyarakat dan pihak keamanan Polres Kota Malang menganggap masalah ini sebagai hal yang perlu ditangani secara serius. dikatakan pula bahwa, pengendalian minuman keras baik yang dilakukan oleh kepolisian maupun masyarakat secara terpadu harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Kedua, Sebenarnya besar harapan Majelis Ulama Indonesia kepada Pemerintah Daerah Kota Malang agar mempertimbangkan rekomendasi didalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Hukum Alkohol dalam perumusan kebijakan daerah Kota Malang terkait produksi dan peredaran minuman beralkohol di Kota Malan

    Implementation of the dijkstra method choosing the shortest path of Islamic tourism Malang City

    No full text
    مستخلص البحث Malangهي واحدة من المدن المفضلة كوجهة سياحية. مع وجود العديد من الأماكن السياحية المنتشرة في جميع أنحاء مالانج في هذه الحالة على وجه التحديد هي جولة ذات موضوع إسلامي. هذه مشكلة للقادمين الجدد والسائحين في اختيار الطريق الصحيح ومكان العيش. بناءً على هذه المشكلات ، سيحاول المؤلف إنشاء أقصر نظام للبحث عن السياحة الإسلامية في مالانج والذي من المتوقع أن يوفر طريقًا فعالًا ، ومجهزًا بخريطة google تحتوي على خريطة لموقع الملجأ. الخوارزمية المستخدمة للعثور على أقصر طريق إلى وجهات مالانج للسياحة الإسلامية هي خوارزمية ديكسترا. وجدت ديكسترا أقصر طريق يعتمد على أصغر مسافة من مأوى إلى آخر. المدخلات من النظام هي الملجأ الأولي والمأوى ، في حين أن إخراج النظام هو المسار / أقصر الطرق من الملجأ الأولي إلى الملجأ. المسافة بين الملاجئ التي تم الحصول عليها من خرائط جوجل عن طريق إدخال الإحداثيات الأولية للملاجئ والجيران. من نتائج القضايا التجريبية التي تم إجراؤها ، تم أخذ 3 مناطق سياحية كبيانات عن الوجهات السياحية وهي مسجد تيبان ومسجي جامي ومتحف براويجايا. بناءً على الوجهة ، يتم اعتبار 4 أماكن هي الأصل ، وهي Arjosari و Blimbing و Kepanjen و Turen. مع نتائج الطريق من Arjosari إلى المسجد Tibib على مسافة 33 كم ، من Blimbing إلى Masjin Jami 'على مسافة 6 كم ، من دامبيت إلى المسجد Tibib على مسافة 12 كم ، من تركيا إلى متحف على مسافة 27 كم ومن Kepanjeng إلى Masjin Tiban. من هذه النتائج ، يمكن ملاحظة أن نتائج هذا النظام هي نفسها نتائج عمليات البحث التي يتم إجراؤها يدويًا ، وهذا يعني أن النظام نجح في تنفيذ خوارزمية ديكسترا للعثور على أقصر طريق إلى وجهات السياحة الإسلامية في مالانج. بالإضافة إلى عرض أقصر طريق ، يمكن لهذا النظام أيضًا عرض طرق بديلة مأخوذة من جدول بديل. يحتوي هذا النظام أيضًا على خريطة من خرائط Google لعرض موقع وجهات السياحة الإسلامية المنتشرة في جميع أنحاء مالانج. ABSTRACT Malang City is one of the favorite city as a tourist destination. With many tourism places scattered throughout Malang in this case in particular is a tour with Islamic theme. It is a problem for newcomers and tourists in choosing the right route and place of residence. Based on the problem, the author will try to create the shortest route search system for Islamic tourism Malang which is expected to provide an efficient route, and equipped with Google map that contains a map of shelter location. The algorithm used to find the shortest route to the Islamic tourism destination of Malang is Dijkstra's algorithm. Dijkstra found the shortest route based on the smallest distance from one shelter to another. The Input of the system is the initial shelter and shelter, while the output of the system is the shortest route/path from the initial shelter to the shelter. Distance between shelters obtained from Google Maps by entering the coordinates of the initial shelter and neighbors. From the results of the test case that has been made taken 3 tourist attractions as the tourist destination data, namely the mosque, the Masji Jami ' and Museum Brawijaya. Based on where the Tujun was taken 4 places as the point of Origin namely Arjosari, Blimbing, Kepanjen, Turen. With the result of the route from Arjosari stop to the mosque with a distance of 33km, from blimbing to Masjin Jami ' with distance of 6km, from the Dampit to the mosque, with a distance of 12 km, from Turen to the Museum of Brawijaya with a distance of 27km and from the long to the Masjin, with a distance of 27km. These results indicate that the results of this system are the same as the manually searched results, this means that the system successfully implements Dijkstra's algorithm to find the shortest route of Islamic tourism destinations Malang. In addition to displaying the shortest route, the system can also display alternate routes taken from alternate tables. The system also has maps from Google Maps to display location. ABSTRAK Kota malang merupakan salah satu kota favorit sebagai destinasi wisatawan. Dengan banyaknya tempat Pariwisata yang tersebar di seluruh Malang dalam hal ini khususnya adalah wisata dengan tema islami. Hal tersebut yang menjadi masalah bagi pendatang baru dan wisatawan dalam memilih rute dan tempat tinggal yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan mencoba membuat sistem pencarian rute terpendek untuk Pariwisata Islami Malang yang diharapkan dapat memberikan rute yang efisien, dan dilengkapi dengan peta google yang berisi peta lokasi tempat berteduh. Algoritma yang digunakan untuk mencari rute terpendek destinasi Pariwisata Islami Malang adalah algoritma Dijkstra. Dijkstra menemukan rute terpendek berdasarkan jarak terkecil dari satu tempat penampungan ke yang lain. Input dari sistem adalah tempat penampungan awal dan tempat penampungan, sedangkan output dari sistem adalah rute / jalur terpendek dari tempat penampungan awal menuju tempat penampungan. jarak antara shelter yang diperoleh dari google maps dengan memasukkan koordinat awal shelter dan tetangga. Dari hasil percobaan kasus yang telah dibuat diambil 3 tempat wisata sebagai data tujuan wisata yakni Masjid Tiban, Masji Jami’ dan Museum Brawijaya. Berdasarkan tempat tujun tersebut diambil 4 tempat sebagai titik asal yakni arjosari, Blimbing, Kepanjen, Turen. Dengan hasil rute dari arjosari ke masjid tiban dengan jarak 33km, dari blimbing ke masjin jami’ denga jarak 6km, dari dampit ke masjid tiban dengan jarak 12 km, dari turen ke museum brawijaya dengan jarak 27km dan dari kepanjeng ke masjin tiban dengan jarak 27km. Dari hasil tersebut menunjukkan dapat dilihat bahwa hasil sistem ini sama dengan hasil pencarian yang dilakukan secara manual, ini berarti sistem tersebut berhasil mengimplementasikan algoritma Dijkstra untuk mencari rute terpendek destinasi Pariwisata Islami Malang. Selain menampilkan rute terpendek, sistem ini juga dapat menampilkan rute alternatif yang diambil dari tabel alternatif. Sistem ini juga memiliki peta dari google maps untuk menampilkan lokasi destinasi Pariwisata Islami yang tersebar di seluruh Malang
    corecore