10 research outputs found
ANALISIS KEWAJIBAN PERPAJAKAN ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 STUDI KASUS PADA PT XYZ
Dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, wajib pajak tidak lepas dari
potensi kesalahan, baik pada tahap penghitungan, penyetoran, maupun pelaporan.
Salah satu kesalahan umum yang terjadi adalah pemilihan Kode Jenis Setoran (KJS)
yang tidak sesuai, yang umumnya disebabkan oleh human error. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penyebab kesalahan pemilihan KJS PPh Pasal 23 oleh
PT XYZ, klien Kantor Jasa Akuntan Edy Susanto-Hendra dan Rekan, dampaknya
bagi perusahaan, serta mengidentifikasi solusi dan langkah-langkah
penanganannya. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi. Pada
Agustus 2024, PT XYZ menggunakan KJS 100 (PPh 23 Masa) dalam proses
penyetorannya, padahal seharusnya menggunakan KJS 104 (PPh 23 atas Jasa).
Kesalahan ini menimbulkan kewajiban perusahaan untuk mengajukan permohonan
pemindahbukuan agar setoran pajak dapat dialihkan ke KJS yang benar. Namun,
proses tersebut telah melewati batas waktu yang ditetapkan DJP, sehingga
berdampak pada keterlambatan pelaporan SPT Masa PPh 23. Akibatnya, PT XYZ
dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 100.000 sesuai Pasal 7 Ayat
1 UU KUP. Ke depannya, PT XYZ disarankan untuk menyiapkan daftar KAP dan
KJS yang valid serta melakukan pengecekan ulang di setiap proses yang dilakukan
guna menghindari kesalahan dan sanksi pajak
Implementasi Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko Naktrunalahne
Situasi perekonomian yang semakin berkembang ini menimbulkan banyaknya persaingan khususnya dalam bidang bisnis dan perdagangan. Banyak usaha dagang saling berlomba untuk mendapatkan pangsa pasar, sehingga hal ini memacu usaha dagang untuk menggunakan berbagai cara dalam memajukan bisnisnya. Supaya usaha dagang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, maka perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif harus diantisipasi dengan melakukan strategi yang tepat agar tidak tersisih dalam persaingan. Penting bagi usaha dagang seperti Toko Naktrunalahne untuk mengantisipasi kecenderungaan ekonomi di masa mendatang dan harus dapat bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah sistem informasi penjualan yang mencakup e-commerce dan point of sales (POS) yang diharapkan dapat mempermudah penjual dalam mempromosikan barangnya secara online, memudahkan pembeli dalam membeli barang tanpa dibatasi waktu dan tempat, memudahkan dalam mengelola data barang, dan dapat memberikan informasi yang tepat kepada pembeli mengenai barang yang dijual
