1,720,961 research outputs found

    PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT

    No full text
    PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT Floriana Ekaliawati 1), Putu Dupa Bandem 2), Patriani 2) 1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap keberhasilan penyambungan bibit alpukat. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi penangkar bibit “Jl. Wonoyoso, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak” dari tanggal 10 April 2013 – 10 Juli 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: panjang entris 5 cm (a1), panjang entris 8 cm (a2), panjang entris 11 cm (a3), panjang entris 14 cm (a4) dan panjang entris 17 cm (a5) . Setiap perlakuan ada 5 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Keberhasilan Sambungan (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai) dan Pertambahan Panjang Entris (cm). Hasil penelitian menunjukan perlakuan panjang entris berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan persentase keberhasilan sambungan, jumlah daun yang tumbuh dan pertambahan panjang entris. Perlakuan panjang entris 8 cm (a2) memberikan rerata tertinggi untuk persentase keberhasilan sambungan yaitu 93,33% sedangkan perlakuan panjang entries 17 cm (a5) memberikan rerata tertinggi untuk jumlah daun yang tumbuh yaitu 18,97 dan perlakuan panjang entris 8 cm (a2) menunjukan pertambahan panjang entris tertinggi yaitu 10,37 cm. Kata Kunci : Panjang Entris, Pucuk, Bibit Alpukat Effect of Entres Length to Success Connect Shoots Avocado Floriana Ekaliawati 1) Putu Dupa Bandem and Patriani 2) 1)Student, 2)Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT This study aims to determine the effect on the success of grafting entres length avocado seedlings. This research was conducted in the location breeder seed "Jl. Wonoyoso, district. South Pontianak, Pontianak "from April 10, 2013-10 July 2013. The method used in this study is a field experiment with pattern method completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments are: entres length 5 cm (a1), entres length 8 cm (a2), entres length 11 cm (a3), entres length 14 cm (a4) and entres length 17 cm (a5). There are 5 replicates of each treatment and each treatment consisted of 3 plant samples. The variables measured were: Percentage of Successful Connection (%), number of leaves are Grown (strands) and Added entres length (cm). The results showed the treatment length of entres effect is not real to the observation variable percentage of successful connections, the number of leaves that grow and the length of entres. Treatment entres length 8 cm (a2) gave the highest mean percentage of successful connections is 93.33% while the treatment entres length 17 cm (a5) gave the highest mean number of leaves that grow are 18.97 and a2 treatment (8 cm) showed increase highest entres length 10.37 cm. Keywords: Length of Entres, Shoots, Seeds Avocado

    STUDI FORMULASI NUTRIJELL DAN GELATIN PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYHIZUS) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN FISIOKIMIA PERMEN JELLY : Kulit buah naga, Gelatin, Nutrijel, Permen jelly

    No full text
    Kulit buah naga mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid, terpenoid, flavonoid, thiamin, niacin, piridoksin, cobalamin, fenol, karoten, fitoalbumin, pektin, dan pigmen antosianin. Penelitian eksprimental ini bertujuan untuk mengetahui kualitas permen jelly kulit buah naga dilihat dari (1) aspek warna, (2) tekstur, (3) aroma, (4) rasa. Penelitian ini menggunakan panelis tidak terlatih yang terdiri dari 25 panelis, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 pengulangan dengan perbandingan konsentrasi nutrijell dan gelatin sebagai pembentuk jelly sebesar 0gram : 0gram, 4gram : 16gram, 8gram : 12gram, 12gram : 8 gram, 16gram: 4gram. Pengujian karakteristik meliputi uji organoleptik, analisis profil tekstur, dan analisis keseragaman bobot/susut pengering. Dari hasil penelitian bahwa diketahui pencampuran nutrijel dan gelatin memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, rasa, dan uji profil tekstur dan susut pengering permen jelly dari semua perlakuan melebihi standar mutu permen lunak dari SNI No. 3547. 02-2008 yaitu dengan lunak maksimal 20%. Pengujian karakteristik meliputi uji organoleptik, analisis profil tekstur, dan analisis keseragaman bobot/susut pengering. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas permen jelly kulit buah naga yang terbaik adalah perlakuan P4 (perbandingan pencampuran nutrijel 16% : gelatin 4%) dengan nilai warna 1,16, tekstur 3,01, aroma 1,88, dan rasa 2,85.Kulit buah naga mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid, terpenoid, flavonoid, thiamin, niacin, piridoksin, cobalamin, fenol, karoten, fitoalbumin, pektin, dan pigmen antosianin. Penelitian eksprimental ini bertujuan untuk mengetahui kualitas permen jelly kulit buah naga dilihat dari (1) aspek warna, (2) tekstur, (3) aroma, (4) rasa. Penelitian ini menggunakan panelis tidak terlatih yang terdiri dari 25 panelis, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 pengulangan dengan perbandingan konsentrasi nutrijell dan gelatin sebagai pembentuk jelly sebesar 0gram : 0gram, 4gram : 16gram, 8gram : 12gram, 12gram : 8 gram, 16gram: 4gram. Pengujian karakteristik meliputi uji organoleptik, analisis profil tekstur, dan analisis keseragaman bobot/susut pengering. Dari hasil penelitian bahwa diketahui pencampuran nutrijel dan gelatin memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, rasa, dan uji profil tekstur dan susut pengering permen jelly dari semua perlakuan melebihi standar mutu permen lunak dari SNI No. 3547. 02-2008 yaitu dengan lunak maksimal 20%. Pengujian karakteristik meliputi uji organoleptik, analisis profil tekstur, dan analisis keseragaman bobot/susut pengering. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas permen jelly kulit buah naga yang terbaik adalah perlakuan P4 (perbandingan pencampuran nutrijel 16% : gelatin 4%) dengan nilai warna 1,16, tekstur 3,01, aroma 1,88, dan rasa 2,85.  &nbsp

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR ASAL BUAH-BUAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Umumnya tanaman cabai membutuhkan unsur hara yang cukup dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar hasilnya dapat maksimal. Unsur hara dalam tanah tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sehingga diperlukan penambahan unsur hara melalui pupuk organik cair asal buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair asal buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan5 taraf perlakuan yaitu k1 (5 ml/l), k2 (20 ml/l), k3 (35 ml/l), k4 (50 ml/l), k5 (65 ml/l). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, jumlah buah, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair asal buah-buahan yang terbaik tidak ditemukan dalam penelitian ini namun konsentrasi 65 ml/l pupuk organik cair dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Kata  kunci:  cabai, gambut, pupuk organik cair asal buah-buaha

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA BERBAGAI DOSIS BAHAN ORGANIK MIKANIA MICRANTHA PADA TANAH ALLUVIAL

    No full text
    ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dan dosis berbagai perlakuan bahan organik Mikania micrantha yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dilaksanakan selama 3 bulan mulai tanggal 1 November 2016 – 13 Januari 2017 dengan menggunakan metode lapang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor terdiri dari lima taraf perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah m0= tanpa Mikania micrantha, m1= 78 g/polybag Mikania micrantha, m2= 201 g/polybag Mikania micrantha,  m3= 326 g/polybag Mikania micrantha, m4= 400 g/polybag Mikania micrantha. Pemberian berbagai dosis bahan organik Mikania micrantha dapat meningkatkan volume akar dan berat kering total tanaman, namun belum dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buah, diameter buah, panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian dosis 78 g/polybag Mikania micrantha adalah dosis efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah alluvial. Kata kunci : Mikania micrantha, Okra, Tanah Alluvia
    corecore