1,721,268 research outputs found
Kekeliruan prosedur pembuatan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum dalam putusan pengadilan negeri jakarta timur Nomor 2325/Pid/B/2005/PN.Jkt.Tim / oleh Yosua Ongko Yuwono
abstrak ( A ) Nama : Yosua Ongko Yuwono (NIM 205020125) ( B ) Judul Skripsi : Kekeliruan Prosedur Pembuatan Surat Dakwaan Oleh Jaksa Penuntut Umum Dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 2325/Pid/B/2005/PN.Jkt.Tim. ( C ) Halaman : vi + 72 + lampiran + 2007 ( D ) Kata Kunci : Surat Dakwaan ( E ) Isi : Dakwaan merupakan dasar penting dalam Hukum Acara Pidana, karena berdasarkan hal yang dimuat dalam surat dakwaan Hakim akan memeriksa perkara tersebut. Surat dakwaan merupakan bagian sentral yang penting posisinya dalam proses penyelesaian masalah. Berdasarkan kasus Putusan Nomor 2325/Pid/B/2005/ PN.Jkt.Tim. dimana Jaksa Penuntut Umum yang tidak cermat dalam pembuatan surat dakwaan, maka timbullah pertanyaan mengapa Penuntut Umum menerapkan surat dakwaan tidak sesuai prosedur pembuatan surat dakwaan. Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Data penelitian memperlihatkan bahwa surat dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum tersebut menyalahi prosedur mengenai bentuk-bentuk dakwaan, sehingga surat dakwaan tersebut dapat batal demi hukum sesuai dengan Pasal 143 ayat (3) mengenai ketidakcermatan dimana Jaksa mendakwakan 2 (dua) macam tindak pidana yang memiliki ancaman pidana sama berat dalam bentuk dakwaan subsider, yang seharusnya disusun mulai dari ancaman pidana tertinggi hingga ke yang terendah. Penulis menyarankan agar memberi sanksi administrasi kepad Jaksa Penuntut Umum yang tidak cakap menjalankan tugasnya dalam pembuatan surat dakwaan. ( F ) Acuan : 18 (1967 ? 2005) ( G ) Pembimbing P.C. Hadiprastowo S.H. ( H ) Penulis Yosua Ongko Yuwon
Kearifan Lokal Ongko dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir di Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan
Secara bahasa, ongko bermakna taro-taro (simpanan) atau klaim kepemilikan atas sesuatu (sumberdaya). Ongko juga biasa disebut dengan pakkorong-korongang, suatu istilah yang bermakna bahwa dengan ongko yang eksis dan sustain, maka asap dapur bisa mengepul. Kearifan lokal ongko merupakan suatu pengetahuan pengelolaan sumberdaya alam berbasis kekerabatan yang secara turun temurun telah digunakan oleh masyarakat pesisir Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di enam kecamatan daratan Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan data hasil studi literatur, wawancara, dan observasi. Sedangkan sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran secara rinci dan jelas tentang permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal ongko masih dipraktekkan oleh masyarakat pesisir Kepulauan Selayar serta memiliki persyaratan-persyaratan untuk bisa memenuhi pengelolaan sumberdaya pesisir yang berkelanjutan. Hanya saja untuk memaksimalkan upaya pemenuhan tersebut, perlu dilakukan serangkaian langkah, antara lain: memberikan penguatan agar ongko yang merupakan klaim perseorangan ataupun kelompok kekerabatan terbatas, ditingkatkan menjadi klaim pengelolaan bersama serta memperkuat kelembagaan pengelola ongko sehingga ada pengaturan waktu penangkapan dan penggunaan alat tangkap
Analisis Terhadap Putusan Nomor 187/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST Tentang Perbuatan Melawan Hukum Pada Kasus Suhendro Cs. V. Boeing Company Berdasarkan Sistem Hukum Penerbangan Indonesia/ oleh Noviana Ongko Sanjaya
abstrak (A) Nama : NOVIANA ONGKO SANJAYA (NIM: 205070060). (B) Judul Skripsi : Analisis Terhadap Putusan Nomor 187/Pdt.G/2009/PN.JKT.PST Tentang Perbuatan Melawan Hukum Pada Kasus Suhendro Cs. V. Boeing Company Berdasarkan Sistem Hukum Penerbangan Indonesia. (C) Halaman : vii+83 (D) Kata kunci : Kecelakaan Pesawat, Hukum Pengangkutan (E) Isi : Pada tanggal 5 September 2005, pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan 091 mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian 100 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat, serta 49 orang dari area lokasi jatuhnya pesawat. Sebanyak 41 orang penumpang dan masyarakat di lokasi kejadian juga menderita luka-luka sebagai akibat kecelakaan pesawat Mandala 091 dan kebakaran setelah jatuhnya pesawat. Para penggugat sebagai korban kecelakaan Mandala 091 tetap mengajukan tuntutan kepada Boeing Company walaupun pihak Mandala Airlines sebagai pengangkut telah memberikan ganti kerugian kepada korban. Gugatan yang diajukan adalah gugatan perbuatan melawan hukum. Para penggugat mendalilkan bahwa tergugat telah lalai dan produk yang dihasilkan oleh Boeing Company memiliki cacat produk. Apakah Putusan Nomor 187/Pdt.G/2009/PN. JKT.PST dalam kasus Suhendro Cs. V. Boeing Company sesuai dengan sistem hukum penerbangan Indonesia? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan didukung hasil wawancara sebagai data tambahan. Dalam Putusan Nomor 187/Pdt.G/2009/PN. JKT.PST Majelis Hakim telah menerapkan prinsip tanggung jawab berdasarkan kesalahan sehingga hal ini tidak sesuai dengan prinsip tanggung jawab mutlak yang terdapat dalam sistem hukum penerbangan Indonesia maupun prinsip praduga bertanggung jawab (presumption liability) dengan pembuktian terbalik yang terdapat pada undang-undang perlindungan konsumen. (F) Acuan : 30 (1982-2011) (G) Pebimbing : Dr. Amad. Sudiro, S.H., M.H., M.M. (H) Penulis : Noviana Ongko Sanjaya DAFTAR ISI Kata Pengantar ?????????????????????????. i Daftar Isi ???????????????????????????.. iv Abstrak ???????????????????????????.. vi Daftar Singkatan ???????????????????????? vii BAB I : PENDAHULUAN A.Latar Belakang ????????????????????. 1 B.Permasalahan ????????????????????? 6 C.Tujuan dan Kegunaan ?????????????????.. 6 D.Kerangka Konseptual ?????????????????... 7 E.Metode Penelitian ??????????????????? 9 F.Sistematika Penulisan ?????????????????.. 10 BAB II : KERANGKA TEORETIS A.Perbuatan Melawan Hukum ???????????????. 12 B.Prinsip-Prinsip Tangung Jawab 1.Prinsip Tanggung Jawab Berdasarkan Kesalahan ?????...24 2.Prinsip Praduga Bertanggung Jawab ??????????.. 26 3.Prinsip Tanggung Jawab Mutlak ???????????? 28 BAB III : DATA HASIL PENELITIAN A.Perkembangan Perusahaan Penerbangan Mandala Airlines ???. 38 B.Kasus Posisi ????????????????????? 39 C.Dasar Gugatan ????????????????????.. 43 D.Pertimbangan Hakim ?????????????????? 49 E.Wawancara 1.Perusahaan Penerbangan Mandala Airlines ???????. 53 2.Bapak Prof. Dr. H. K. Martono, S. H., LLM. ??????? 55 BAB IV : ANALISIS ??????????????????????. 58 BAB V : PENUTUP A.Kesimpulan ????????????????????? 79 B. Saran ???????????????????????.. 80 DAFTAR PUSTAKA ?????????????????????? 82 DAFTAR LAMPIRA
GURATAN MAKNA SOSIAL DAN RELIGIUS LAGU ONGKO KOE DALAM GUYUB TUTUR MANGGARAI DI FLORES
This study examines the social and religious meanings of Ongko Koe folksong in Manggarai speech community. The data for the research were obtained from observation, interview, recording, notetaking, and documentation. The results show that from a social point of view, Ongko Koe folksong deals with the perception of Manggarai speech community of the importance of the maintenance of unity, especially in terms ofwa'u as patrilineal-genealogic clan. From a religious point of view, it deals with the perception of Manggarai speech community of the existence of the Supreme God and ancestors as moral sources determining the sustainability of human life in this world. The study suggests that Ongko Koe folksong should be maintained in order to retain its social and religious meanings for Manggarai speech community.
Penelitian ini mengkaji guratan makna sosial dan religius lagu Ongko Koe dalam gyyub tutur Manggarai dari perspektif linguistik kebudayaan sebagai salah satu perspektif dalam linguistik kognitif yang menelaah hubungan bahasa dan kebudayaan. Sesuai dengan karakter masalah, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang beraras pada kerangka berpikir fenomenologis. Metode dan teknik pengumuJan data adalah pengamatan, wawancara, perekaman, simak-catat, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosiallagu Ongko Koe berkaitan dengan persepsi GTM tentang pentingnya pemertahanan nilai persatuan, terutama dalam lingkup wa'u sebagai klan patrilineal-genalogis. Makna religius berkaitan dengan persepsi GTMtentang eksistensi Tuhan dan roh reluhur sebagai sumber kekuatan moral yang sangat menentukan keberlanjutan hidup mereka di dunia. Lagu Ongko Koe perlu dilestarikan agar guratan makna sosial dan religius yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan berkembang sesuai dengan substansi sebenarnya dalam realitas kehidupan GTM
GURATAN MAKNA SOSIAL DAN RELIGIUS LAGU ONGKO KOE DALAM GUYUB TUTUR MANGGARAI DI FLORES
This study examines the social and religious meanings of Ongko Koe folksong in Manggarai speech community. The data for the research were obtained from observation, interview, recording, notetaking, and documentation. The results show that from a social point of view, Ongko Koe folksong deals with the perception of Manggarai speech community of the importance of the maintenance of unity, especially in terms ofwa\u27u as patrilineal-genealogic clan. From a religious point of view, it deals with the perception of Manggarai speech community of the existence of the Supreme God and ancestors as moral sources determining the sustainability of human life in this world. The study suggests that Ongko Koe folksong should be maintained in order to retain its social and religious meanings for Manggarai speech community.
Penelitian ini mengkaji guratan makna sosial dan religius lagu Ongko Koe dalam gyyub tutur Manggarai dari perspektif linguistik kebudayaan sebagai salah satu perspektif dalam linguistik kognitif yang menelaah hubungan bahasa dan kebudayaan. Sesuai dengan karakter masalah, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang beraras pada kerangka berpikir fenomenologis. Metode dan teknik pengumuJan data adalah pengamatan, wawancara, perekaman, simak-catat, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sosiallagu Ongko Koe berkaitan dengan persepsi GTM tentang pentingnya pemertahanan nilai persatuan, terutama dalam lingkup wa\u27u sebagai klan patrilineal-genalogis. Makna religius berkaitan dengan persepsi GTMtentang eksistensi Tuhan dan roh reluhur sebagai sumber kekuatan moral yang sangat menentukan keberlanjutan hidup mereka di dunia. Lagu Ongko Koe perlu dilestarikan agar guratan makna sosial dan religius yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan berkembang sesuai dengan substansi sebenarnya dalam realitas kehidupan GTM
Guratan Makna Sosial dan Religius Lagu Ongko Koe dalam Guyub Tutur Manggarai di Flores
This study examines the social and religious meanings of Ongko Koe folksong in Manggarai speech community. The data for the research were obtained from observation, interview, recording, note-taking, and documentation. The results show that from a social point of view, Ongko Koe folksong deals with the perception of Manggarai speech community of the importance of the maintenance of unity, especially in term of wa'u as patrilinear-genealogic clan. From a religious point of view, it deals with the perception of Maggarai speech community of the existence of the Supreme God and ancestors as moral sources determining the sustainability of human life in this world. The study suggests that Ongko Koe folksong should be maintained in order to retain its social and religious meaning for Manggarai speech community
PERAN KETUA ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH DI DESA ONGKO KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2015
Abstrak: Dalam masyarakat desa Ongko masih terdapat tanah-tanah ulayat yang sering menimbulkan sengketa dan cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Hampir disetiap daerah yang terdapat sengketa tanah di wilayah ini segenap pihak menangani permasalahan ini dengan berbagai cara. yang penyelesaian dapat ditempuh selama ini melalui upaya etigasiyakni melalui pengadilan dan upaya penyelesaian sengketa alternatif yaitu mediasi di luar pengadilan. Sengketa tanah ulayat yang terjadi di Desa Ongko Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa adalah antara masyarakat dengan masyarakat lain dalam Desa Ongko. Hukum Tanah Adat sebagai bagian dari Hukum Adat mengalami beberapa perkembangan sehingga sering timbul masalah karena adanya perbeda an pendapat dan adanya persengketa mengenai tanah adat. Persengketaan biasanya terjadi diantara sesama masyarakat Hukum Adat ataupun antara masyarakat adapun kasus persengketaan yang sering terjadi pada masyarakat Ongko adalah sengketa tanah. Sengketa terjadi karena adanya pengambilan tanah oleh warga terhadap warga lain atau adanya batas-batas tanah yang tidak lagi jelas karena banyaknya masyarakat yang mempergunakan pohon-pohon atau tanaman lainya sebagai pembatas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah: penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif , penentuan Subyek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, Tehnik Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perumusan di peroleh dari hasil observasi dan wawancara dengan data skunder diperoleh melalaui catatan-catatan dokumen dan hasil penelitian metode analisis data menggunakan analisis kualitatif yang dilakukan secara interaktif.Hasil penelitian ini menunjukan peran kepala adat dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa ongko adalah kepala adat sebagai hakim perdamaian dalam persidangan adat dan juga sebagai pengambil keputusan adat yang mana pihak-pihak tersebut mengikat pada keputusan yang bersengketa serta menciptakan kerukunan dalam keluarga, di mana setiap perbuatan maupun tindakan Ketua Adat harus berdasarkan pada tiga sifat yaitu: menjaga keamanan masyarakat sesuku, memelihara kedamaian di antara rakyat sesuku dan memlihara derajat agama dan kepercayaan. Dan Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah di Desa Ongko. hal-hal yang menyebabkan sering terjadinya sengketa tanah ulayat di Desa Ongko adalah batas tanah ulayat tidak jelas, adanya praktek ketidakadilan, adanya klaim dari Negara atau Pemerintah, adanya masyarakat pendatang sehingga meningkatnya nilai tanah secara ekonomi, mempertahankan status sosial, pemahaman salah terhadap adat dan kurangnya sosialisasi.
ANALISIS ETOS KERJA ISLAMI KELOMPOK WANITA TANI BABUL JANNAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KESEJAHTERAAN DI DESA ONGKO
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi “etos kerja” yang dipimpin oleh Kelompok Wanita (KWT) Babul Jannah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan di Desa Ongko. 2) Mengetahui bagaimana etos kerja Kelompok Wanita Tani Muslimah (KWT) Babul Jannah meningkatkan produksi dan kesejahteraan di Desa Ongko Kecamatan. Campalagian untuk bisa hidup mandiri dan hidup berkecukupan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Lokasi yang dipilih adalah Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Topik penelitian ditujukan untuk setiap anggota KWT, khususnya perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan prosedur, antara lain melalui pengumpulan data, sumber, analisis, dan validitas. Faktor etos kerja Islami kelompok wanita Tani dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan yaitu:(a)faktor minimnya kesehatan masyarakat. (b)faktor kemiskinan, dimana kemiskinan dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah. (c)Faktor pelibatan kaum perempuan dalam peningkatan hasil pertanian. Hasil dari penelitian ini bahwa setiap anggota Kelompok Wanita Tani dalam melaksanakan pekerjaan cara kerja yang sesuai dengan syariat Islam Yang dimana masyarakat menganggap bahwa setiap apa yang dikerjakan adalah Ibadah, dan merupakan sebuah bentuk amanah serta amal shaleh. Hasil program kerja peningkatan produksi di desa Ongko dilihat dari peningkatan pendapatan masyarakat dengan membuat suatu perencanaan untuk meningkatkan volume penjualan serta mengembangkan usaha tani yang telah direncanakan dengan mengadakan pelatihan berkelanjutan setiap waktunya. Peningkatan kesejahteraan dapat dilihat dari usaha Kelompok Wanita Tani babul Jannah membantu setiap keluarga agar tidak mengalami kekurangan pembiayaan dimana kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik
Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Senam Lansia Di Rw 10, Di Desa Ongko, Dusun Maja Luar Kec. Empang
Latar Belakang:. Lansia (Lanjut Usia) adalah individu yang berusia 60 tahun lebih ke atas. Lansia yaitu sebuah siklus hidup manusia yang hampir pasti dialami setiap orang. Salah satu olahraga yang cenderung memberikan keuntungan yang besar bagi lansia adalah olahraga senam. Senam merupakan olahraga yang bersifat aerobik dan rekreasi. Senam juga memberikan manfaat, antara lain untuk mempertahankan bahkan meningkatkan taraf kebugaran jasmani serta membentuk kondisi fisik.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia mengenai senam lansia di RW 010, Desa Ongko, Maja Luar, Kec. Empang
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Total sampling. Jumlah responden yang di ambil sebanyak 72 lansia di Desa Ongko, Maja Luar. Intrument menggunakan kuisoner.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pengetahuan lansia tentang pengertian senam lansia termasuk kategori baik 38,8%. Tingkat pengetahuan lansia mengenai prinsip senam lansia termasuk kategori kurang 33,3%. Tingkat pengetahuan lansia mengenai tahapan senam lansia termasuk kategori kurang 40,2% Tingkat pengetahuan lansia mengenai gerakan senam lansia termasuk kategori baik 33,3%. Tingkat pengetahuan lansia mengenai manfaat senam lansia termasuk kategori 59,7%.
Saran: Saran pada penelitian ini diharapkan kepada lansia agar mengikuti dan melaksanakan senam lansia dengan sungguh-sungguh dan pihak dari tenaga kesehatan di Desa Ongko, Maja Luar lebih sering melakukan penyuluhan
- …
