1,722,205 research outputs found

    International connectedness, governmental interventions and firms’ adaptation to exogenous shocks: evidence from the COVID-19 pandemic

    No full text
    Purpose: Knowledge on how firms adapt to exogenous shocks remains scant. This study examines whether internationally connected firms (i.e. firms that rely on exporting, global value chains and foreign ownership) are less likely to adjust their production in response to a major exogenous shock. Moreover, this study investigates if governmental policy interventions affect more internationally connected firms than domestically focused counterparts. Design/methodology/approach: This study uses data on more than 13,000 firms from 41 countries worldwide from the World Bank’s Enterprise Surveys, taking advantage of the recent COVID-19 pandemic as a quasi-experimental setting for research. Findings: The results show that export-intensive and foreign-owned firms are less likely to adjust their production in response to the pandemic. Moreover, national governmental policies (in the form of confinement stringency and economic stimuli) seem to affect equally all firms in terms of their ability to adapt to the pandemic. Finally, the economic magnitude of these national policies dwarfs those of firms’ international strategies, confirming the paramount role played by governments worldwide in response to major exogenous shocks. Originality/value: This study examines empirically whether internationally connected firms are more or less affected by a major global crisis (in this case the COVID-19 pandemic) and whether national policies in response to the crisis favor domestic firms

    Kiai Husein membela perempuan/ Nuruzzaman

    No full text
    xxvi, 248 hal.; 18 cm

    Kiai Husein membela perempuan/ Nuruzzaman

    No full text
    xxvi, 248 hal.; 18 cm

    Hubungan kepemimpinan Kiai dengan pembentukan karakter santri: Penelitian di pondok pesantren Nuruzzaman Bandung

    No full text
    Latar belakang penelitian ini berangkat dari sebuah kepemimpinan kiai pada pondok pesantren bisa dikatakan sebagai titik sentral. Kiai memiliki kekuasaan penuh dalam mengatur dan menentukan kebijakan setiap kegiatan yang ada di pesantren baik secara langsung maupun tidak langsung. Baik atau tidak pondok pesantren terletak pada kemampuan seorang kiai dalam mengorganisir setiap kegiatan yang ada di pesantren. Dewasa ini, pesantren sudah dikenal sebagai wadah pendidikan agama yang menghasilkan lulusan – lulusan bermutu mahir dalam ilmu agama dan berkarakter yang baik, tetapi saat ini nilai-nilai karakter baik mulai terkikis seiring berkembanganya era teknologi. Dalam hal ini, peran kiai sebagai seorang pemimpin sekaligus pendidik sangat dibutuhkan untuk mengarahkan serta meningkatkan santri- santrinya ke arah yang lebih baik salah satunya melalui pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) kepemimpinan kiai di Pondok Pesantren Nuruzzaman (b) pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Nuruzzaman (c) hubungan kepemimpinan kiai dengan pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Nuruzzaman. Secara umum penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui, mendeskripsikan atau menggambarkan suatu gejala, peristiwa atau kejadian apa adanya sesuai penelitian dilakukakan. Dalam pengambilan sempel peneliti menggunakan teknik random sampling, yaitu teknik penentuan sampel secara acak atau random dari populasi yang ada. Peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 70 sampel dari jumlah populasi 239, dengan menggunakan kuesioner model skala likert sebagai data primer yang disebar melalui Online dengan menggunakan Whats App dan Instagram. Dari hasil penelitian, menyimpulkan bahwa ada hubungan kepemimpinan kiai dengan pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Nuruzzaman memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,588 dengan artian tingkat kekuatan hubungan antara variabel kepemimpinan kiai dengan pembentukan karakter santri adalah sebesar 58% diinterpretasikan dengan harga koefisien masuk kategori 0,40 – 0,59 yaitu cukup. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,346 artian pembentukan karakter santri ada hubungannya dengan kepemimpinan kiai sebesar 34,6% sedangkan sisanya berhubungan dengan faktor yang lain di luar penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima artian bahwa ada hubungan positif dan searah antara kepemimpinan kiai dengan pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Nuruzzaman

    Hubungan kemampuan manajerial pimpinan pesantren dengan kinerja guru: Penelitian di Pondok Pesantren Nuruzzaman Bandung

    No full text
    Peningkatan mutu pesantren dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pemimpin yang berperan sebagai manajer di pesantren dan faktor guru yang berperan dalam pelaksanaan pembelajaran di pesantren. Masalah yang timbul di antaranya adalah guru pesantren belum mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan optimal. Hal ini terjadi di antaranya karena minimnya kemampuan manajerial pimpinan pesantren. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan kemampuan manajerial pimpinan Pesantren Nuruzzaman; 2) mendeskripsikan kinerja guru Pondok pesantren Nuruzzaman; 3) mendeskripsikan hubungan kemampuan manajerial pimpinan pesantren dengan kinerja guru Pondok Pesantren Nuruzzaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Jenis data pada penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu para guru Pondok pesantren Nuruzzaman yang berjumlah 18 orang. Data pada penelitian ini didapatkan melalui penyebaran kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) uji intrumen (uji validitas dan uji reliabilitas); 2) analisis deskriptif; 3) uji prasyarat (uji normalitas); 4) uji hipotesis (teknik korelasi product moment). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan manajerial pimpinan Pondok Pesantren Nuruzzaman secara keseluruhan dari hasil perhitungan tingkat capaian responden memperoleh persentase sebesar 88, 12% berada dalam rentang 81%-100% atau termasuk ke dalam kategori sangat baik. 2) Kinerja guru Pondok Pesantren Nuruzzaman secara keseluruhan dari hasil perhitungan tingkat capaian responden memperoleh persentase sebesar 81, 96% berada dalam rentang 81%-100% atau termasuk ke dalam kategori sangat baik. 3) Berdasarkan uji korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif kemampuan manajerial pimpinan pesantren (variable X) dengan kinerja guru (variable Y). Nilai korelasi kedua variabel tersebut sebesar 0, 613. Nilai tersebut berada dalam rentang 0, 600 – 0, 799 atau termasuk ke dalam kategori kuat. Artinya, semakin baik kemampuan manajerial pimpinan pesantren, maka akan semakin baik kinerja gurunya. Sebaliknya, semakin buruk kemampuan manajerial pimpinan pesantren, maka akan semakin buruk kinerja gurunya. Dengan demikian, diharapkan pimpinan pesantren mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan manajerialnya dan guru mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. Selain itu, dalam upaya meningkatkan mutu pesantren, pihak manajemen disarankan untuk memberikan perhatian khusus kepada unsur pimpinan dan guru karena kedua unsur ini memiliki hubungan yang kuat dan memberi dampak yang signifikan terhadap kualitas Pondok Pesantren Nuruzzaman

    Perencanaan Strategis di SMP Terpadu Nuruzzaman Islamic Boarding School Bandung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rencana strategis di SMP Terpadu Nuruzzaman sebagai salah satu sekolah Islam swasta berasrama sekaligus pesantren yang ada di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi untuk memahami fenomena yang teramati dari objek penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan metode wawancara dengan tanya jawab untuk memperluas informasi terkait sekolah dan perencanaanya. Hasil dari pengamatan untuk merumuskan strategi yang terlesap dalam visi misi dan tujuan di SMP Terpadu Nuruzzaman dilakukan analisis SWOT maka dapat dilihat faktor strategis dalam lingkungan internal sekolah lebih tinggi daripada lingkungan eksternal. Salah satu contoh faktor strategis dalam lingkungan internal tersebut adalah Sekolah tidak hanya berbasis sekolah saja tetapi juga pesantren untuk menunjang akhlak dan pendalam agama siswa. Implementasi Strategis dilakukan dengan merumuskan program serta pembiayaan. Evaluasi dilaksanakan melalui pelaporan-pelaporan terkait kendala yang dihadapi dan diikuti oleh seluruh stakeholder yang ada di sekolah

    Hubungan menghafal Al-Qur'an dengan Ketenangan jiwa santri: Studi di Pesantren Nuruzzaman, Cilengkrang Bandung

    No full text
    Di Pesantren Nuruzzaman, aktivitas menghafal Al-Qur’an merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari pada waktu pengajian. Dengan basic pesantren Qur’an, Al-Qur’an menjadi teman yang sangat akrab untuk para santri dan bisa menjadi media untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Namun ternyata masih ada permasalahan dimana dalam pelaksanaannya santri masih ada yang bermain-main atapun mengantuk ketika proses menghafal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan aktivitas menghafal Al-Qur’an di Pesantren Nuruzzaman, 2) mendeskripsikan gambaran ketenangan jiwa santri, 3) mendeskripsikan hubungan antara menghafal Al-Qur’an dengan ketenangan jiwa santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sumber data pada penelitian ini yaitu sebagian santri Pesantren Nuruzzaman sebanyak 30 orang. Data pada penelitian ini didapatkan melalui penyebaran angket. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) analisis deskriptif; 2) uji validitas; 3) uji reliabilitas; 4) uji normalitas; 5) uji linieritas; 6) uji hipotesis (teknik korelasi product moment). Menurut pendapat Hakim Thursan, indikator seseorang memiliki ketenangan jiwa yaitu; memiliki suasana jiwa tidak kacau, lebih lapang dada dalam menerima keadaan atau keyataan hidup dengan apa adanya, mempunyai sikap yang positif dalam menghadapi permasalahan, dapat menempatkan atau menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar, dan tertib mematuhi norma-norma yang ada di tengah masyarakat, adanya kesadaran dalam memahami kekurangan dan kelebihan diri dalam menjalani kehidupan, mampu menjalani kehidupan dengan mematuhi ajaran agama. Secara ringkas seseorang yang memiliki ketenangan pada jiwanya maka ia akan merasakan syukur, sabar, tawakkal, serta optimis dalam jiwanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan ketenangan jiwa adalah dengan menghafal Al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan sebuah zikir dalam rangka mengingat Allah. Hal ini sejalan dengan firman-Nya bahwa “hanya dengan mengingatkan Allahlah hati menjadi tenang” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Menghafal Al-Qur’an di Pesantren Nuruzzaman mendapat nilai rata-rata akhir sebesar 130,43 dan berada pada interval 119,33 < X < 141,53 yang termasuk dalam kategori sedang. 2) Ketenangan jiwa santri mendapat nilai rata-rata akhir sebesar 92,20 dan berada pada interval 84,12 < X < 100,28 dengan kategori sedang. 3) Uji korelasi product moment menunjukkan variabel X (Menghafal Al-Qur’an) memiliki hubungan dengan variabel Y (ketenangan jiwa santri). Nilai pearson correlation kedua variabel tersebut bernilai positif, yaitu 0, 515. Jika melihat tabel pedoman pemberian interpretasi pada koefisien korelasi, angka 0, 515 berada dalam rentang 0,40 – 0,599. Dengan demikian, tingkat hubungan menghafal Al-Qur’an dengan ketenangan jiwa santri berada pada kategori sedang. Adanya bentuk hubungan yang positif berarti semakin baik aktivitas menghafal Al-Qur’an maka akan semakin baik pula ketenangan jiwa santri, begitupun sebaliknya

    Manajemen pemasaran jasa pendidikan pondok pesantren : Penelitian di pesantren Nuruzzaman Cisurupan Cibiru kota Bandung

    No full text
    Setiap lembaga pendidikan membutuhkan manajemen pemasaran yang baik. Hal itu menjadi pondasi untuk mengembangkan manusia yang berkualitas dan berkuantitas, terutama di era yang semakin berkembang ini. Termasuk pondok pesantren, yang juga harus menciptakan santri yang berkualitas. Salah satu pesantren yang memiliki keunggulan dari manajemen pemasaran adalah Pondok Pesantren Nuruzzaman Kota Bandung. Ditinjau dari segi promosi, produk, layanan, dan citra lembaganya, manajemen pemasaran ini sangat penting guna tercapainya tujuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi objektif, fungsi-fungsi manajemen pemasaran yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan, strategi baru dalam pemasaran jasa pesantren, dan hasil pemasaran jasa di Pondok Pesantren Nuruzzaman Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumentasi dan menyalin. Sedangkan dalam menganalisis data yang digunakan adalah penafsiran deskriptif semata-mata dan uji keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, analisis kasus negatif, kecukupan referensi, uraian rinci, triangulasi, pemeriksaan teman sejawat, pengecekan anggota dan auditing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pemasaran jasa pada Pesantren Nuruzzaman Kota Bandung dalam hal pemasarannya merupakan lembaga pendidikan yang utamanya menggunakan pemasaran tidak langsung, antara lain melalui website, facebook dan apps. Perencanaan pemasaran pendidikan dilakukan setiap kali sebelum penerimaan siswa baru, termasuk merumuskan visi dan misi organisasi, segmentasi dan positioning pasar, positioning produk, dan identifikasi Award Education Marketing. Organisasi pemasaran pendidikan dibuat untuk mengembangkan organisasi pemasaran dan pengembangan anggotanya. Pemasaran edukatif dilakukan dengan komitmen sesuai dengan aturan yang diberikan, termasuk promosi dan komunikasi serta distribusi atau distribusi. Monitoring pemasaran edukatif dibuat untuk membahas monitoring perencanaan tahunan, kontrol keuntungan, kontrol efektivitas dan monitoring strategi pemasaran pendidikan sebagai dokumen rekomendasi pemasaran. Promosi dan komunikasi dilakukan melalui periklanan/online, dari mulut ke mulut, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung serta pengiriman atau distribusi. Hasil dari manajemen pemasaran pendidikan adalah jumlah pendaftaran meningkat setiap tahun

    Kinerja kepala sekolah dampaknya terhadap akreditasi dan prestasi belajar siswa: Penelitian di SMA Yayasan Pendidikan Islam Nuruzzaman Cilengkrang Kabupaten Bandung

    No full text
    INDONESIA: Masalah yang terjadi pada topik ini adalah bagaimana peran kepala sekolah apakah dapat melaksanakan kinerja dengan baik atau tidak dengan melihat data bahwa di SMA Yayasan Pendidikan Islam Nuruzzaman Cilengkrang kepala sekolahnya merangkap jabatan. Selain menjadi kepala sekolah, kepala sekolah SMA Yayasan Pendidikan Islam Nuruzzaman Cilengkrangmerangkap pula sebagai bendahara yayasan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk melihat bagaimana kinerja kepala sekolah terhadap akreditasi dan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang diberikan kepada 18 responden yang kesemua responden tersebut adalah guru aktif yang mengajar di SMA Yayasan Pendidikan Islam Nuruzzaman Cilengkrang Bandung. Kemudian dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji regresi untuk melihat pengaruh antara variabel X1 terhadap variabel Y1 dan juga pengaruh antara variabel X1 terhadap variabel Y2. Dari kuesioner yang diberikan kepada 18 responden, nilai siginifkan dari kinerja kepala sekolah terhadap akreditasi yakni sebesar 0,389. Hasil ini didapatkan dari hasil uji regresi yang dilakukan melalui SPSS25. Dari hasil uji regresi ini menyatakan bahwa nilai signifikannya berada diatas 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja kepala sekolah terhadap akreditasi. Selanjutnya, dari kuesioner yang diberikan kepada 18 responden, hasil uji regresi mengenai kinerja kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa, didapatkan hasil bahwa nilai signifikannya sebesar 0,186. Hasil ini didapatkan melalui perhitungan menggunakan SPSS25. Dan dari hasil uji regresi tersebut menyatakan bahwa nilai signifikannya berada dibawah 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kinerja kepala sekolah terhadap akreditasi dan prestasi belajar siswa tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Oleh karenanya kemungkinan hasil dari akreditasi yang baik disebabkan oleh faktor lain, yaitu peran para wakil kepala sekolah yang dapat menggantikan peran kepala sekolah dan hasil presatasi belajar siswa yang baik pun disebabkan oleh para guru yang memiliki tugas pokok mengajar dikelas. ENGLISH: The problem that occurs on this topic is what is the role of the principal, whether or not he/she can perform well or not by looking at the data that at Nuruzzaman Islamic Senior High School Cilengkrang Bandung the principal has concurrent positions. As well as being the principal of the school, the principal of Nuruzzaman Islamic Senior High School Cilengkrang Bandung also serves as the school foundation's treasurer. The purpose of this study is to reveal how the principal's performance affect to school accreditation and student achievement.In this study, researcher used a quantitative approach with correlational questionnaire technique given to 18 respondents, all of whom were active teachers who taught at Nuruzzaman Islamic Senior High School Cilengkrang Bandung. Furthermore, in this study, the researcher used a regression test to see the effect between variable X1 on variable Y1 and also the effect between variable X1 on variable Y2. From the questionnaire given to 18 respondents, the significant value of the principal's performance on accreditation was 0.389. This calculation results was obtained from the results of the regression test conducted through SPSS25 Application. From the results of this regression test, it stated that if the significant value was above 0.05 so there was no significant influence between the principal's performance on accreditation. From the questionnaire given to 18 respondents, the result of the regression test regarding the principal’s performance on students’ achievement showed that the significant value was 0.186. This results was obtained through calculations using SPSS25. Meanwhile, from the results of the regression test, it stated that the significant value was below 0.05 so that there was no significant effect between the principal's performance on students’ achievement. The results of this study indicate that there was no significant effect of the principal’s performance on accreditation an students’ achievement. Therefore, it is possible that the results of good accreditation are caused by other factors, namely the role of the deputy principal who can replace the role of the principal and good students’ achievement results are also caused by teachers who have the main task of teaching in class
    corecore