207 research outputs found

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    GAMBARAN GAYA HIDUP TOKOH A PADA LATAR DAN ALUR CERITA NOVEL SI PARASIT LAJANGKARYA AYU UTAMI

    No full text
    ABSTRAK   Handayani, Nurmala. 2018. Gambaran Gaya Hidup Tokoh A Pada Latar dan Alur Cerita Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Satra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hery Suwignyo, M.Pd.   Kata Kunci: Gaya Hidup, Latar, Alur, Si Parasit Lajang, Ayu Utami. Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami merupaka novel yang berisi cercahan pikiran seorang perempuan muda. Di akhir usia dua puluhan ia memutuskan untuk tidak menikah dan menyebut diri sebagai Si Parasit Lajang. Ia terkesan sangat cuek tentang nilai-nilai di sekitarnya, tak peduli komentar orang sama sekali. Di pihak lain, ia sangat mengamati dan memperhatikan keadaan disekelilingnya. Gaya hidup terjadi pada tokoh A (yang tidak disebutkan namanya) yang memilih tidak ingin menikah dan mengikatkan dirinya menjadi keluarga. Menurut tokoh A menikah hanya untuk orang yang mampu, sedangkan dia masih dalam kondisi kontradiksi jiwa. Gaya hidup ini ditemukan di setiap latar dan alur ceritanya. Ia menceritakan dirinya yang tidak ingin menikah dan ia memilih melepas keperawanannya di usia muda meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan menikah dengan lelaki tersebut. Gaya hidup inilah yang menjadi fokus penelitian penulis dan akan dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup iklan tokoh A dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami, 2) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup industri tokoh A dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit lajang karya Ayu Utami, 3) Mendeskripsikan gambaran gaya hidup hedonis dalam latar dan alur cerita Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa narasi, monolog, dan dialog yang mengandung gaya hidup tokoh yang diperoleh dari novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Adapun proses pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas lima tahap, yakni: (1) membaca, (2) memilih, (3) mencatat, (4) pemberian kode, (5) menyimpulkan. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menganalisis gaya hidup tokoh dalam novel Si Parasit Lajang. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data yang dilakukandalampenelitianiniadalahidentifikasi data sebagai alat untuk memilih data. Proses identifikasi data didasarkan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Data yang sudah sesuai kriteria diberi kode tertentu yang menunjukkan gaya hidup tokoh agar memudahkan peneliti untuk proses analisis data. Tahap penyajian data merupakan kegiatan menyajikan temuan yang berupa gaya hidup tokoh pada latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang.Penyajian data dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang valid dengan cara memaparkan hasil analisis data sesuai dengan fokus penelitian. Setelah tahap penyajian data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menemukan aspek penting fokus penelitian yang sesuai dengan data penelitian.  Peneliti berusaha menarik kesimpulan dengan meringkas hasil analisis data yang sebelumnya telah disusun secara sistematis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu instrumen tambahan berupa tabel panduan pendeskripsian data, tabel panduan analisis data dan tabel panduan penyajian data. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan ketekunan membaca novel secara cermat dan teliti, pengecekan sejawat melalui diskusi, dan trianggulasi melalui referensi berupa buku-buku dan artikel dalam jurnal yang berhubungan dengan gaya hidup. Hasil penelitian penghasilkan tiga temuan. Pertama, gaya hidup iklan. Gaya hidup iklan tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek fashion dan sub-aspek selera yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek fashion berkaitan dengan gaya busana/mode yang menentukan penampilan dari seorang individu. Gaya hidup seorang individu dapat dinilai dari bagaimana dia berpakaian. Sub-aspek selera berkaitan dengan keinginan atau kegemaran dalam seorang individu. Kedua, gaya hidup industri. Gaya hidup industri tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek kebiasaan dan sub-aspek perilaku yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek kebiasaan berkaitan dengan tindakan yang lazim atau umum dilakukan oleh seorang individu atau masyarakat. Sedangkan sub-aspek perilaku berkaitan dengan penampilan yang ditampilkan dimuka publik. Ketiga, gaya hidu hedonis. Gaya hidup hedonis tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek hobi dan sub-aspek komunitas yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Sub-aspek hobi berkaitan dengan kegiatan atau aktivitas luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Sedangkan sub-aspek komunitas berkaitan dengan kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai peran dan latar belakang yang mempunyai tujuan tertentu

    ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi

    Full text link
    Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani

    Pemrograman C++

    No full text
    VII + 256 hlm.; 21 C

    CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES

    Full text link
    Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum [email protected] Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomen

    STRATEGI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) E HANDAYANI DALAM PENGEMBANGAN PERILAKU PADA PESERTA DIDIK DENGAN HAMBATAN EMOSI DAN GANGGUAN PERILAKU

    Full text link
    Penting untuk menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda. Demikian pula dengan peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku yang memiliki hambatan serta gangguan yang mempengaruhi pada kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pengembangan perilaku untuk peserta didik agar peserta didik dapat bersosialisasi dan memiliki kehidupan sosial yang baik. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan SLB E Handayani dalam pengembangan perilaku peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan metode reduksi data dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan SLB E Handayai dalam menyusun program pengembangan perilaku peserta didik melalui dua cara, yaitu dengan memberikan keteladanan dalam banyak hal seperti cara berpakaian yang rapi dan bersih, datang ke sekolah tepat waktu, dan juga melalui pembelajaran Bina Pribadi Sosial (BPS). Pada program sekolah dalam mengembangkan perilaku peserta didik, sekolah membutuhkan kerja sama dengan pihak yang memiliki kaitan dengan peserta didik ini, misalnya seperti dengan guru kelas, pengasuh asrama, dan juga peksos dari peserta didik tersebut. Kegiatan atau aktivitas peserta didik yang dilakukan dalam upaya untuk mengembangkan perilakunya biasanya berupa upacara apel pagi dan upacara apel sebelum peserta didik kembali ke asrama untuk membentuk disiplin, tata krama, dan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Faktor pendukung pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila peserta didik kooperatif dalam mengikuti instruksi dan juga menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Faktor penghambat pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila keluarga dari peserta didik yang tidak mau berkoordinasi untuk memberikan support kepada peserta didik, hal tersebut akan berdampak kepada peserta didik menjadi tidak percaya diri di linkungan Sentra Handayani. Namun SLB E Handayani punya solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut dengan terus memberikan dukungan kepada siswa dan memberi contoh. ***** It is important to realize that each student has different needs. Likewise, students with emotional and behavioral disorders have obstacles and disorders that affect their social life. Therefore, it is important to develop behavioral strategies in students so that students can socialize and have a good social life. Based on this, the author conducted this research with the aim of finding out the strategies used by SLB E Handayani in developing the behavior of students with emotional barriers and behavioral disorders. This research uses qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. This research uses descriptive data analysis with data reduction and data triangulation methods. The research results show that SLB E Handayai plans to develop a student behavior development program in two ways, namely by providing examples in many ways such as dressing neatly and cleanly, coming to school on time, and also through learning Social Personal Development (BPS). In school programs to develop student behavior, schools require collaboration with parties related to these students, for example class teachers, dormitory caretakers, and also student social workers. Student activities or activities carried out in an effort to develop their behavior usually take the form of a morning roll call ceremony and an attendance ceremony before students return to the dormitory to form discipline, manners and a sense of responsibility in students. The supporting factor for implementing school strategies in developing student behavior is if students are cooperative in following instructions and also carrying out the tasks given. The inhibiting factor in implementing school strategies in developing student behavior is if the student's family does not want to coordinate to provide support to the student, this will have an impact on students becoming less confident in the Handayani Center environment. However, SLB E Handayani has a solution to overcome these inhibiting factors by continuing to provide support to students and setting an example

    WUJUD GAYA HIDUP TOKOH A PADA LATAR DAN ALUR CERITA NOVEL SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI

    No full text
    ABSTRAK   Novel merupakan suatu karangan prosa yang bersifat cerita, yang menceritakan kejadian perubahan jalan hidup antara para tokohnya. Novel tidak terlepas dari gaya hidup para tokoh yang menggambarkan keadaan atau kelakuan para tokoh di dalam cerita. Tujuan penelitian ini menggambarkan gaya hidup iklan, gaya hidup industri, dan gaya hidup hedonis pada latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan  (library research). Data dalam penelitian ini berupa narasi, monolog, dan dialog yang mengandung gaya hidup tokoh yang diperoleh dari novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Hasil penelitian memperoleh tiga temuan berdasarkan fokus permasalahan. Pertama, gaya hidup iklan. Gaya hidup iklan dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek fashion dan sub-aspek selera yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Kedua, gaya hidup industri. Gaya hidup industri tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek kebiasaan dan sub-aspek perilaku yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Ketiga, gaya hidup hedonis. Gaya hidup hedonis tokoh dibagi menjadi dua sub-aspek diantaranya sub-aspek hobi dan sub-aspek komunitas yang ditemukan di setiap latar dan alur cerita novel Si Parasit Lajang. Kata kunci: Novel, Si Parasit Lajang, Gaya Hidu

    Peran Kepala Desa Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pratama Jaya Di Desa Sadar Jaya Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis

    Full text link
    ROLE OF THE VILLAGE HEAD IN THE MANAGEMENT OF VILLAGE OWNED ENTERPRISES (BUMDes) PRATAMA JAYA IN THE VILLAGE OF SADAR JAYA THE SIAK KECIL SUB DISTRICT OF BENGKALIS ABSTRACT By FITRI HANDAYANI This study aims to determine the role of the village head in the management of village-owned enterprises (BUMDes) Pratama Jaya in Sadar Jaya village, Siak Kecil district, Bengkalis district, and to find out what factors influence the role of village heads in managing village-owned enterprises (BUMDes) Pratama Jaya. in Sadar Jaya Village, Siak Kecil District, Bengkalis Regency. The type of research used is a qualitative approach with data collection using interview, observation and documentation techniques. Then produce descriptive data in the form of written words, spoken words of people and behavior that can be observed by the author and then make conclusions. The results of this study can provide an overview of how the Role of the Village Head in the Management of Village Owned Enterprises (BUMDes) Pratama Jaya in Sadar Jaya Village, Siak Kecil District, Bengkalis Regency. The informants consisted of the BUMDes Director, BUMDes Supervisor, and the Head of the Savings and Loans Business Unit. Meanwhile, the key informant is the village head. The results of the study can be seen from the research conducted by the author that the pioneering work carried out by the Village Head in the Management of Village Owned Enterprises has not played a role because it can be seen that the indicators implemented are only partially. Actually, the duties and obligations have been explained in the standard operating procedure, but there are several factors that hinder the implementation of BUMDes management. One of the inhibiting factors is the lack of time given by the Village Head in managing BUMDes which has resulted in not carrying out all the duties and obligations of the Village Head as Commissioner of the Pratama Jaya Village Owned Enterprise (BUMDes) and there is a lack of communication between the village head and BUMDes members

    Optimalisasi Peran Sains dan Teknologi untuk Mewujudkan Smart City

    Full text link
    Smart city (kota cerdas) adalah kota yang masyarakatnya mampu mengelola sumber daya dengan efisien, dalam arti “mampu memaksimalkan investasi sumberdaya manusia, transportasi, dan infrastruktur teknologi informasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup” (Caragliu, Del, & Nijkamp, 2009). Smart city memiliki enam karakteristik, yaitu smart economy, smart mobility, smart environment, smart people, smart living, dan smart governance (Albino, Berardi, and Dangelico, 2015). Smart economy adalah pengembangan ekonomi kota yang berorientasi pada upaya untuk menyejahterakan masyarakat melalui upaya meningkatkan kegiatan-kegiatan kewirausahaan, membangun dan meningkatkan semangat produktifitas, melakukan dan meningkatkan upaya-upaya promosi produk-produk lokal, dan melakukan inovasi budaya terkait dengan e-commerce dan e-bussinesss. Smart mobility terkait dengan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur, yang lebih menekankan pada aspek aksesibilitas transportasi berbasis telekomunikasi dan informatika sebagai faktor utama untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sebuah kota. Smart living terkait dengan paradigma yang mengacu pada efisiensi, efektvitas, dan kepraktisan dalam gaya hidup. Smart people adalah infrastruktur sosial yang terdiri atas modal intelektual dan modal sosial yang sangat diperlukan smart city karena mereka memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, bersikap plural secara sosial dan etnis, fleksibel, kreatif, berfikiran terbuka, dan selalu terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan (Nam and Pardo, 2011). Smart governance atau tata kelola pemerintahan yang cerdas merupakan komponen smart city yang sangat penting karena merupakan muara inisiatif kebijakan pengembagan smart city. Aspek-aspek esensial dalam smart govenance antara lain adalah keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan dan transparansi pemerintahan serta ketersediaan layanan publik (Ministry of Environment, Sustainable, Development, and Disaster, and Beach Management, 2015). Menurut Prihadi (2016) Optimalisasi Peran Sains dan Teknologi untuk Mewujudkan Smart City 3 standar smart city yang sedang dikembangkan di Indonesia mengacu pada standar internasional tersebut
    corecore