1,724,895 research outputs found
PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KOPING ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK DENGAN THALASEMIA DI KOTA BANDA
ABSTRAKThalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai dengan defisiensi pada kecepatan produksi rantai globin yang spesifik dalam Hb yang dialami oleh penderita seumur hidup sehingga berdampak pada psikososial keluarga. Prevalensi thalasemia terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design berupa Pretest-Posttest Design. Metode Sampel yang digunakan Total Sampling yaitu berjumlah 20 orang tua yang mempunyai anak thalasemia di Kota Banda Aceh. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan koping orang tua (p = 0.001). Disarankan perlu dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas psikoedukasi terhadap penyakit kronis yang lain.Kata kunci: Thalasemia, koping, psikoedukasi.ABSTRACTThalassemia is inherited blood disorders characterized by the deficiency at speed production of specific globin chain in Hb experienced by the patient for life and have psychosocial impact on the family. The prevalence of thalassemia is increasing continually. The purpose of this research was to find out the effects of psychoeducation parental coping in take care of children with thalassemia. This research used quantitative study with pre-experimental design in form of pretest-posttest design. Method of sample used was total sampling towards 20 parents who have children with thalassemia in Banda Aceh. The result showed that there was a significant effects of psychoeducation against the parental coping improvement (p=0.001). It is strongly advised to do more research to see the effectiveness of psychoeducation against chronic disease.Keywords: Thalasemia, coping, psychoeducatio
Identification and evaluation of intervarietal substitution lines of rapeseed (Brassica napus L.) with donor segments affecting the direct embryo to plant conversion rate of microspore-derived embryos
Microspore culture has become an important tool in many species, including Brassicas, for the production of entirely homozygous lines, so called double haploid (DH) lines. The primary products of microspore culture are embryo-like structures, called microspore-derived embryos (MDEs). A major problem in the development of DH lines is the often low efficiency of Direct Embryo to Plant Conversion (DEPC). During the development of DH populations, favourable alleles of genes affecting the DEPC rate will be under selection. This selection should lead to skewed segregations at markers linked to these genes. By comparing skewed marker segregations in four populations, a population of doubled haploid plantlets, a haploid and a doubled haploid MDE population, and a BC1 population, 20 genomic regions were identified, which showed patterns of skewed segregations across the populations, indicative of the segregation of genetic factors controlling DEPC rates. Four regions and eight intervarietal substitution lines (ISLs) with donor segments overlapping these regions were selected for further studies. Three ISLs, ER654, ER661 and ER653 with DEPC rates of 49.1, 54.5 and 57.2 %, showed significantly reduced DEPC rates compared to the rate of the recurrent parent of 76.5 %. By comparing donor segments between the significant and the non-significant lines, eight genomic regions were identified that may contain genetic factors controlling the DEPC rate in rapeseed. These regions range in size from 0 (represented by just one marker) to 16.5 cM and cover together just 1.33 % of the genetic map used to characterize the donor segments in the ISLs.DFG [EC 131/6-1
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN POST PARTUM BLUES DI PMB NURHASANAH, S.Tr.Keb TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG
Abstract Background : According to nanny (2011), some factors influencing blues post-partum include hormonal factor, physical discomfort, inability to adapt with physical and hormonal changes, age and parity, experience in pregnancy and birthing processes, woman’s psychosocial such as education level, marital status, unwanted pregnancy, psychiatric disorder history, social-economy, stress in family, personal stress, and exhausted after birthing.The objective of this research was to find out the factors influencing blues post-partum case in Nurhasanah, Str.Keb midwifery clinic in Teluk Betung of Bandar Lampung in 2020.Methodology : This was a quantitative analytic research by using cross sectional approach. Population was all 2-4 days birthing mothers in Nurhasanah, Str.Keb midwifery clinic in Teluk Betung of Bandar Lampung. This research was conducted in 14 days and took 40 respondent samples by using purposive sampling techniqueResults : The statistic test result showed that age (p-value 0.004), parity (p-value 0.035), and physical discomfort (p-value 0.014) influenced blues post-partum case in Nurhasanah, Str.Keb midwifery clinic in Teluk Betung of Bandar Lampung in 2020. The researcher expects this research result to be additional information for midwifery clinics. Keyword :Post Partum, Post Partum Blues, Usia AbstrakLatar Belakang : Menurut Nanny (2011), beberapa faktor yang mempengaruhi post partum blues antara lain: faktor hormonal, ketidaknyamanan fisik, ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan fisik dan emosional, faktor usia dan paritas, pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan, latar belakang psikososial, stres yang dialami wanita itu sendiri, dan kelelahan pasca melahirkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian postpartum blues Di PMB Nurhasanah, S.Tr.Keb Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2020.Tujuan : Mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian post partum blues di PMB Nurhasanah, S.Tr.Keb Teluk Betung Tahun 2020Metodologi : Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu nifas 2-4 hari 65 ibu nifas Di PMB Nurhasanah, S.Tr.Keb Teluk Betung Bandar Lampung pada saat peneliti melakukan penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan persalinan atau ibu nifas 2-4 hari Di PMB Nurhasanah, S.Tr.Keb Teluk Betung Bandar Lampung pada saat peneliti melakukan penelitian selama 14 hari ditemukan ibu nifas 2-4 hari berjumlah 40 responden dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling.Hasil : Didapatkan Berdasarkan hasil uji statistic, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian postpartum blues Di PMB Nurhasanah, S.Tr.Keb Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2020 Ketidaknyamanan Fisik (p-value 0,014) Usia (p-value 0,004) Paritas (p-value 0,035). Diharapkan hasil penelitian agar dapat menjadi tambahan informasi bagi PMB. Kata Kunci : Age,Post Partum,Post Partum Blues
Identification and evaluation of intervarietal substitution lines of rapeseed (Brassica napus L.) with donor segments affecting the diploidization rate of isolated microspores
In Brassica species microspore derived doubled haploid lines are an important tool in breeding and research. A limiting step in the production of doubled haploid lines is the diploidization of the microspores. Strong differences have been observed in diploidization rates between different genotypes but little is know about the genetic control of these differences. To identify genomic regions that carry genetic factors controlling the diploidization rate of isolated microspores of rapeseed, marker segregations were compared between segregating populations of diploid and haploid microspore derived embryos and a BC1 from a cross between 'Express 617' and 'RS239'. After map construction ten intervarietal substitution lines from the same cross were selected with donor segments covering five genomic regions that showed a pattern of skewed marker segregations across the three populations indicative of the segregation of genes controlling the diploidization rates. The diploidization rates of microspores of the ten lines ranged from 23.9 to 58.7 % while the recurrent parent 'Express 617' showed a rate of 52.5 %. For three lines the diploidization rates were significantly lower (P = 0.05) than the rate of 'Express 617'. By comparing donor segments between the significant and the non-significant lines, seven genomic regions that cover just between 4.17 and 6.16 % of the rapeseed genome were identified that may contain genetic factors controlling diploidization rates in rapeseed. In addition, one marker was found that has a high probability to be linked to such a factor. The significant lines represent an ideal material for further in depth studies of this trait
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP KENAIKAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PMB NURHASANAH
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12%. Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11 gr% pada trimester I atau III atau kadar 10,5 gr% pada trimester II. Tanaman kelor telah banyak dimanfaatkan karena mengandung antioksidan, antibiotic, vitamin, mineral, asam amino dan asam lemak. Tanaman kelor juga membantu menyerap lebih banyak zat besi sehingga meningkatkan jumlah sel darah merah dan membantu mengatasi dan mencegah anemia. Tujuan : penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kenaikan hemoglobin ibu hamil di PMB Nurhasanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimental dengan uji independent paired T-test. Populasi adalah semua ibu hamil trimester I-III dari bulan Juni-Agustus sebanyak 45 orang di PMB Nurhasanah dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I-III dari bulan Juni-Agustus sebanyak 31 orang di PMB Nurhasanah. Hasil: bahwa hemoglobin ibu hamil sebelum pemberian rebusan daun kelor di PMB Nurhasanah diperoleh nilai rata-rata pretest 10.339 dan menjadi nilai rata- rata posttest 11.761 setelah dilakukan pemberian rebusan daun kelor, Ada perbedaan hemoglobin ibu hamil sebelum dan setelah pemberian rebusan daun kelor di PMB Nurhasanah dengan nilai sig = 0,000 α = 0,05. Saran : dapat memanfaatkan daun kelor di rumah sesuai yang telah diarahkan sehingga dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan hemoglobin ibu hami
SK Dekan Komisi Pembimbing S2 Bidan -Ade Nurhasanah Periode Jan - June 2018
SK Dekan Komisi Pembimbing S2 Bidan -Ade Nurhasanah Periode Jan - June 201
Sistem Informasi Pelatihan Karyawan Di PT. Sucofindo Cilegon
Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penulis mengambil judul Sistem Informasi Pelatihan Karyawan dengan latar belakang diperlukannya suatu sistem informasi yang dapat mengolah data karayawan khususnya yang mengikuti pelatihan. Selainitu diperlukan suatu formulir pelatihan karyawan yang dapat memberikan informasi mengenai data peserta pelatihan, penulis diharapakan untuk mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pelatihan KAryawan yang telah ada agar lebih terdistribusi. Dimana sistem yang dibuat bermanfaat dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk lebih memudahkan karyawan dalam mengakses data pelatihan karyawan. Perusahaan memerluikan suatu sistem baru yang dapat menunjang kinerja karyawan khususnya dibidang pelatihan karyawan
Implementasi Kebijakan Electronic Ticketing Di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (DAOP) 2 Bandung
Perkembangan teknologi dewasa ini tidak terlepas dari upaya
manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang
senantiasa bertambah telah mendorong manusia untuk menciptakan
suatu cara yang efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya
yang ada.
Dalam penempatan dan penggunaan teknologi informasi sangat
penting untuk menunjang perkembangan perusahaan. Hal ini
dikarenakan adanya suatu pelayanan berbasis electronic government
seperti yang disebutkan dalam Inpres Nomor 3 tahun 2003 tentang
kebijakan dan strategi nasional pengembangan electronic government.
Teknologi yang telah menglobalisasi tersebut telah member kontribusi
pada aspek pemerintahan salah satunya dalam implementasi kebijakan
publik dalam meningkatkan pelayanan untuk memudahkan masyarakat
dalam urusan pemerintahan khususnya dalam hal pelayanan publik
berbasis IT agar berjalan dengan efektif dan efisien. Penerapan konsep
electronic government sudah dilaksanakan dibeberapa instansi dan
perusahaan baik perusahaan milik Negara maupun milik swasta
- …
