88 research outputs found
MAKALAH KELOMPOK 1 REVISI 2
Revisi Makalah kelompok 1 Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan yang diampu oleh Dr. Diding Nurdin, M.Pd
MAKALAH KELOMPOK 1 REVISI 2
Revisi Makalah kelompok 1 Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan yang diampu oleh Dr. Diding Nurdin, M.Pd
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN IKLIM SEKOLAH DAN KEPUASAAN GURU DI SEKOLAH DASAR
the school climate and the satisfaction of the teachers in West Bandung Regency. The research method used was descriptive associative. The population of teachers and principals of public and private elementary schools in Bandung Regency was 751 people. The samples which were chosen through random sampling technique were 112 people. The results of the study suggested that managerial competences had 54.8% influence on the teachers’ job satisfaction; the school climate had 44.2% influence on the teachers’ job satisfaction; managerial competences and school climate had 65% influence on the teachers’ job satisfaction.Keywords: managerial competences, principals, school climate, teachers’ satisfaction, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi manajerial kepala sekolah dalam membangun iklim sekolah dan kepuasan guru pada sekolah dasar di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif- asosiatif. Populasi guru dan kepala sekolah SD Negeri dan Swasta di Kabupaten Bandung 751 orang. Sampel mengacu pada sampling random sebanyak 112 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 54,8%; pengaruh iklim sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 44,2%; pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 65%.Kata Kunci: kompetensi manajerial, kepala sekolah, iklim sekolah, kepuasan guru, SD
PENGARUH KEPEMIMPINAN KYAI TERHADAP KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA : Studi Analisis Figur Kyai dalam Membentuk Pribadi Muslim Seutuhnya di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Eksistensi pondok pesantren dalam konstalasi pembangunan bangsa
dihadapkan kepada tantangan dan harapan yang semakin menuntut kesiapan dan
kesanggupan para pemimpin (kyai) sebagai pengelola pondok pesantren untuk
mampu dan tanggap terhadap perubahan serta kebutuhan masyarakat yang
semakin kompleks. Pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang memiliki
kepribadian muslim yang seutuhnya hendaknya dilakukan secara simultan dan
terpadu dalam lingkungan pesantren melalui kepemimpinan kyai, sebab kyai
merupakan kunci sentral yang memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam
pembentukan kualitas pribadi muslim yang seutuhnya.
Fokus masalah penelitian ini adalah "Apakah kepemimpinan kyai pondok
pesantren Daarut Tauhiid Bandung memiliki pengaruh terhadap peningkatan
kualitas SDM yang memiliki kepribadian muslim yang seutuhnya?"
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis figur
kyai dalam membentuk pribadi muslim yang seutuhnya. Berdasarkan hasil
deskripsi dan analisis tersebut akan diketahui pengaruh kepemimpinan kyai
terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kepribadian
muslim yang seutuhnya.
Untuk memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam terhadap
substansi masalah yang dikaji tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, pengamatan
langsung, wawancara, studi dokumentasi dan kepustakaan. Sumber data utama
penelitian ini adalah: (1) Pimpinan (kyai) pondok pesantren Daarut Tauhiid (DT),
(2) Ustadz/ah ponpes DT, (3) Pengurus Yayasan DT, (4) Para santri dan jamaah
pengajian rutin, dan(5) Masyarakat sekitar ponpes DT.
Hasil analisis secara kualitatif terhadap fenomena di lapangan melahirkan
beberapa kesimpulan. Pertama, visi, misi, tujuan dan strategi kepemimpinan kyai
merupakan kunci utama dalam membangun kualitas SDM yang memiliki
kepribadian muslim yang seutuhnya Kedua, perilaku, sifat dan gaya
kepemimpinan kyai memainkan peranan penting dalam membentuk kepribadian
muslim yang seutuhnya. Ketiga, nilai-nilai luhur menjadi acuan pondok pesantren
yang diyakini kyai adalah iman, Islam dan ihsan. Keempat, proses belajar
mengajar yang dilaksanakan di ponpes meliputi enam komponen yang saling
berinteraksi dalam mencapai tujuan yang hendak dicapai. Kelima, pesantren
disamping memiliki kekuatan dan kelemahan, jugaterdapat peluang dan ancaman
yang menuntut kesiapan dan tanggung jawab pemimpin (kyai) dan komunitas
ponpes.
Berdasarkan kesimpulan di atas, diajukan beberapa saran sebagai berikut:
Pertama, Kyai sebagai pimpinan ponpes diharapkan agar senantiasa
menggairahkan, menyegarkan, mempertajam dan mensosialisasikan visi kepada
komunitas pesantren dan masyarakat. Misi kepemimpinan kyai hendaknya
mencerminkan tujuan yang fundamental. Tujuan yang akan dicapai hendaknya
bersifat spesifik, jelas dan terukur
Manajemen mutu sekolah : teori, konsep dan implementasi
Pada saat ini, pendidikan bermutu menjadi perhatian seluruh komponen bangsa. Para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, pemerintah, perguruan tinggi bahkan orang tua memandang begitu pentingya pendidikan yang bermutu untuk melahirkan generasi bangsa yang unggul. Untuk membangun pendidikan yang bermutu, dibutuhkan kemampuan para pemimpin dan manajer pendidikan dalam mengelola pendidikan secara bermutu dan berkelanjutan
- …
