1,720,957 research outputs found
Analisis implementasi standar pada UKM pengolahan hasil perikanan peraih SNI Award tahun 2016
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menganugerahkan penghargaan
Standar Nasional Indonesia (SNI) Award kepada usaha kecil menengah (UKM)
Cindy (Bogor), UKM Bening (Bogor) dan UKM Sakana (Depok) di tahun 2016.
Penghargaan tersebut merupakan stimulus dari Pemerintah bagi perusahaan yang
memiliki komitmen, konsistensi dan kinerja yang baik. Sepanjang dua tahun
terakhir belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengetahui kondisi aktual UKM
dan pengaruh implementasi SNI Produk Perikanan. Pengaruh implementasi
standar lebih bersifat makro dan intangible, maka perlu dilakukan analisis
implementasi standar yang lebih spesifik.
Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kondisi aktual UKM peraih SNI
Award tahun 2016; (2) menganalisis norma dan pengaruh spesifik penerapan SNI
Produk Perikanan serta peran value driver; (3) menganalisis aktivitas fungsi bisnis,
(4) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap efektivitas kerja,
(5) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap mutu dan keamanan
produk, (6) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap nilai tambah
ekonomi, (7) menganalisis strategi penerapan SNI Produk Perikanan, dan
(8) menganalisis preferensi UKM terhadap implementasi SNI Produk Perikanan
dengan standar lain. Metode yang digunakan adalah (1) preferensi tim pembina
UKM dari instansi pemerintah dan diagram sebab akibat Ishikawa untuk analisis
kondisi aktual UKM, (2) ISO Methodology 2.0 dan brainstorming untuk analisis
irisan norma dan pengaruh implementasi SNI Produk Perikanan, (3) Statistical
Process Control (SPC) untuk analisis efektivitas kerja, uji sensori, komposisi
kimia dan cemaran mikroba untuk mutu dan keamanan produk, nilai tambah
ekonomi melalui Earning Before Interest and Taxes (EBIT), favorable variance
dan Hayami, (4) Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) untuk analisis
strategi penerapan SNI Produk Perikanan dan (5) Analytic Hierarchy Process
(AHP) untuk memperoleh preferensi UKM pengguna standar terhadap penerapan
SNI dan standar lainnya. Teknik pengambilan contoh uji mutu dan keamanan
produk menggunakan targeted sampling, sedangkan untuk metode SWOT, AHP
dan Hayami menggunakan purposive sampling. Responden yang terlibat pada uji
sensori adalah responden tidak terlatih. Responden yang terlibat pada metode
SWOT, AHP dan Hayami adalah responden sebagai key persons yang memiliki
kompetensi tertentu.
Menurut preferensi dan penilaian oleh tim pembina UKM dari berbagai
instansi pemerintah berdasarkan perspektif kriteria SNI Award diperoleh bahwa
Sakana memiliki preferensi tertinggi (0.38), kemudian diikuti Cindy (0.34) dan
Bening (0.28). Sertifikat produk pengguna tanda (SPPT) UKM Sakana masih
berlaku, sedangkan UKM Cindy tidak beroperasi karena unit pengolahan
mengalami renovasi dan UKM Bening memiliki ketidaksesuaian terhadap
pemenuhan kadar protein. Tidak ada upaya perbaikan oleh UKM Bening
sehingga SPPT SNI dicabut, oleh karena itu penelitian dilakukan pada UKM
v
Sakana yang memiliki produk SPPT SNI berupa bakso, siomay, naget dan otakotak.
Norma SNI Produk Perikanan yang spesifik terletak pada aktivitas kontrol
suhu bahan baku, pemenuhan proporsi ikan dalam adonan, kontrol suhu adonan
dan proses perebusan bakso. Bussines function yang terpengaruh oleh norma SNI
Produk Perikanan adalah inbound logistic dan productions serta pada aktivitas
kunci pencampuran adonan. Value driver perusahaan diketahui berupa “Produk
dengan karakter cita rasa yang kuat”.
Kapabilitas proses kontrol suhu bahan baku scombroidae dari perspektif
SNI sangat rendah, yaitu 0.15 sigma. Kapabilitas proses pemenuhan proporsi ikan
pada pencampuran adonan berturut–turut otak–otak (2.72) < bakso (2.99) <
siomay (3.52) < naget (3.56), jika dari perspektif SNI maka kapabilitas proses
sangat baik yaitu > 6 sigma. Variabilitas rendah, artinya mempunyai konsistensi
tinggi. Kapabilitas proses perebusan bakso tidak dapat diukur karena sama sekali
tidak sesuai dengan persyaratan SNI Produk Perikanan. Nilai sensori bakso
terendah pada atribut rasa (5.73 ± 0.76) dan tekstur (6.33 ± 0.47), sedangkan pada
siomay, naget dan otak-otak sesuai dengan persyaratan SNI Produk Perikanan.
Komposisi kimia produk terjadi ketidaksesuaian pada kadar air bakso (69.76%),
kadar abu siomay (2.57%), kadar protein otak-otak (4.90%) dan kadar histamin
bahan baku (307.54 g/kg). Nilai ekonomi diperoleh EBIT Rp10 959 428 000 pada
tahun 2017, favorable variance 0.02 sampai 0.43% dan rasio nilai tambah
tertinggi sampai terendah berturut-turut otak-otak (65.12%), naget (58.41%),
siomay (54.30%) dan bakso (52.13%).
Norma SNI Produk Perikanan dan value driver memiliki hubungan dalam
implementasinya. Norma SNI dilaksanakan dengan efektivitas kerja yang baik,
apabila dapat menyokong value driver, demikian sebaliknya. Implementasi SNI
mempunyai pengaruh berganda. Efektivitas kontrol suhu bahan baku bakso dari
Scombroidae dan teknik perebusan bakso yang rendah menyebabkan kadar
histamin dan kadar air tidak sesuai. Hal ini menyebabkan nilai sensori rasa dan
tekstur bakso rendah. Efektivitas yang tinggi pada pemenuhan proporsi ikan
dalam adonan menyebabkan kesesuaian dengan persyaratan mutu dan keamanan
produk. Selanjutnya berimplikasi terhadap nilai ekonomi berupa efisiensi bahan
baku (favorable variance), peningkatan nilai EBIT dan nilai tambah produk.
Analisis melalui SWOT diperoleh aggressive strategies yaitu mengubah
lini produksi yang memiliki kapabilitas yang rendah, diversification strategies
melalui sertifikasi produk inovatif dan turunan produk, turn-arround strategies
melalui memperkuat penjualan dan promosi untuk memperoleh EBIT yang lebih
besar sedangkan defensive strategies melalui efisiensi biaya – biaya baik yang
berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan produksi. Analisis preferensi
UKM pengguna standar menggunakan AHP diperoleh hasil bahwa penerapan SNI
Produk Perikanan dinilai paling rendah (0.08), sementara pengaruh yang lebih
besar adalah dari penerapan standar sistem manajemen keamanan pangan (0.39)
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA PT. BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906 BANDUNG
Berbagai pengaruh perubahan yang terjadi menuntut organisasi untuk membuka diri terhadap perubahan dan berupaya untuk mendapatkan suatu sistem komputer yang dapat mengelola administrasi sumber daya manusia, dari mulai pengelolaan data pelamar sampai dengan pengelolaan data karyawan. Oleh sebab itu suatu sistem belum dapat dikatakan efektif dan efisien apabila belum didukung oleh sistem komputer, dan aplikasi dari sistem ini dinamakan sistem informasi sumber daya manusia.
Pembuatan program ini menggunakan empat tahapan, diantaranya : pertama analysis yaitu menganalisis sistem yang lama, kedua design yaitu merancang sistem dalam bentuk diagram konteks, DFD, ERD, struktur tabel dan struktur menu, ketiga coding yaitu penterjemahan data / pemecahan masalah software, yang telah dirancang ke dalam bahasa pemrograman, keempat testing yaitu pengujian terhadap program yang telah dibuat. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan sistem informasi ini adalah untuk memudahkan pihak perusahaan dalam pengolahan data pelamar, untuk memudahkan dalam pengolahan data penilaian dan untuk meningkatkan keakuratan dalam penghitungan nilai wawancara.
Metoda yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah metoda the classic life cycle atau pada umumnya dikatakan paradigma waterfall. Sedangkan proses pembuatan sistem informasi ini menggunakan Visual Basic 6.0 enterprise edition dan menggunakan data base SQL Server 7.0
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Peranan sistem informasi dalam melancarkan transaksi perbankan pada bagian tabungan Bank HS 1906
Mengamati, mempelajari dan mencatat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan sistem informasi dalam melancarkan transaksi perbankan pada Bagian Tabungan yang dilakukan Bank HS 1906 Wastu Kencana Bandung
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
