1,721,726 research outputs found

    Nuraida Fitriah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Lisna Nuraida 1710111220012

    No full text
    Dalam pemanfaatan model pembelajaran sejarah melalui pemanfaatan materi sejarah lokal (local history) dalam mengembangkan nilai nasionalisme siswa. Permasalahan yang terjadi di lapangan dalam pembelajaran sejarah ialah anggapan yang mengatakan bahwa sejarah adalah pembelajaran yang menjenuhkan, membosankan, model pembelajaran yang monoton, dan kemampuan guru yang tidak optimal dalam melakukan pengembangan. Salah satu model pembelajaran sejarah lokal yang bisa yang diterapkan adalah sejarah dari lingkungan sekitar (Living History). Pembelajaran dengan menggunakan materi sejarah lokal mengenai peristiwa heroik di sekitar siswa dapat dijadikan sumber belajar dan mengembangkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan lokal

    Nuraida Fitriah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Revisi Proposal Kuantitatif Lisna Nuraida

    No full text
    Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menampung peserta didik dan dibina agar mereka memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan secara terkoordinasi dan terarah. Dengan demikian siswa diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Pada pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa dalam pendidikan nasional yang bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selanjutnya dalam pengembangan potensi siswa sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler oleh sekolah yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum akan tetapi ditetapkan oleh masing-masing sekolah

    HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NURAIDA ISLAMIC BOARDING SCHOOL (NIBS) BOGOR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji teori hubungan antara Kecerdasan Intelektual dan subjective well-being siswa terhadap hasil  belajar  Biologi siswa kelas X SMA Nuraida Islamic Boarding School Kota Bogor. Masalah dalam penelitian ini adalah (1). Bagaimana kondisi subjective well-being siswa siswa kelas X  SMA Nuraida Islamic Boarding School Kota Bogor, (2) hubungan antara subjective well- being siswa dengan hasil belajar Biologi siswa kelas X SMA Nuraida Islamic Boarding School Kota Bogor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis korelasional. Penelitian ini dilakukan di SMA Nuraida Islamic Boarding School Kota Bogor dengan jumlah sampel  sebanyak  46  orang,  yang  diambil  dengan  cara purposive sample. Analisis data yang digunakan  adalah  analisis  regresi  sederhana dan berganda.Penelitian membuktikan bahwa : (1) Kondisi Subjective well-being siswa di SMA Nuraida Islamic Boarding School dalam kategori baik atau tinggi denga rata-rata skor komponen kepuasan hidup sebesar 3,98, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara subjective well-being siswa dengan hasil belajar biologi siswa ditunjukan dengan hasil korelasi sebesar 0,490 dan koefisien determinasi sebesar 24,00%

    Pengujian Kualitas Website RSIA Nuraida Berdasarkan Dimensi Accessibility,Experience, Marketing, dan Technology

    No full text
    This study aims to determine the quality of the RSIA Nuraida webiste and the factors causing the dimension that has the lowest score. This study uses a mixed method with an explanatory sequential design. The quantitative phase is carried out by testing the quality of the RSIA Nuraida website using a nibbler, based on the dimensions of accessibility, experience, marketing and technology. The qualitative phase was carried out by in-depth interviews with managers and staff related to the factors causing the lowest score of the four dimensions. The results of this study indicate the accessibility dimension has a score of 8.9, the experience dimension has a score of 6.6, the marketing dimension has a score of 3.3 and the technology dimension has a score of 8.4. The factor that causes the marketing dimension to have the lowest score is the lack of involvement of the marketing team in managing the website at RSIA Nuraid

    Golden Network / Nuraida Syamimi Mohd Azuki

    No full text
    To do a case study for the sake of Fundamental of Entrepreneurship (ENT300) course requirement, me and classmates must do an individual task. This case study required us to find a company that have less than RM250000 as an annual sales. So that, we need to collect all the informations about a company that we choosed. I have decided to do case study on a company which is Golden Network. Golden Network is a printing and souvenirs business. During pandemic COVID-19, I could not arranged a face to face interview, so that I took an initiative by contact Golden Network to do a telephone interview. In addition, I had also did some research from Google to find more information about Golden Network. From the interview and research, I had known about their entrepreneur and business profile and also entrepreneurial characteristics. Moreover, the reason why I choose Golden Network is because it is a small business that suitable for the task that given by my lecturer. Business entity for Golden Network is sole proprietorship. Sole proprietorship is owned and run by one person and in which there is no legal distinction between owner and the business entity. The owner is in direct control of all elements and is legally accountable for the finances of the business may include debts, loans and loss

    PEMBINAAN KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH DI PANTI ASUHAN BUNDA NURAIDA JL. MP. MANGKUNEGARA SUKATANI PALEMBANG

    No full text
    Latar belakang dalam penelitian ini mengenai pembinaan akhlak yang dilakukan untuk membangun perilaku keagamaan yang tentunya bersifat dan bersikap yang baik dan benar. Sehingga terciptanya akhlakul karimah pada diri anak Panti Asuhan Bunda Nuraida Jl. MP. Mangkunegara Sukatani Palembang. Maka dengan ini peneliti mengkaji dan meneliti tentang pembinaan pendidikan keagamaan dalam meningkatkan akhlakul karimah di Panti Asuhan Bunda Nuraida Jl. MP. Mangkunegara Sukatani Palembang yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembinaan keagamaan yang dilakukan di panti tersebut dan mengetahui apakah pembinaan keagamaan dapat meningkatkan akhlakul karimah serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pembinaan keagamaan dalam meningkatkan akhlakul karimah. Permasalahan yang diteliti dalam pembahasan ini mengenai bagaimana pembinaan keagamaan yang dilaksanakan, lalu apakah pembinaan keagamaan dalam meningkatkan akhlakul karimah, serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pembinaan keagamaan dalam meningkatkan akhlakul karimah di Panti Asuhan Bunda Nuraida. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yaitu mengetahui pembinaan keagamaan dalam meningkatkan akhlakul karimah. Dengan metode pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Sedangkan untuk analisisnya peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif, yaitu merangkum dan memilih hal-hal pokok, mendisplay data yang diperoleh serta menarik kesimpulan dari hasil data yang diperoleh. Hasil penelitian yang diperoleh ialah meningkatkan akhlakul karimah di Panti Asuhan ini dengan cara melakukan pembinaan keagamaan dan mengarahkan anak asuh kepada praktek ibadah yang melibatkan kegiatan individu seperti puasa, sholat dan berdoa serta praktek ibadah yang melibatkan masyarakat seperti majlis ta’lim. Adapun kendala dalam pelaksanaan pembinaan keagaaman antara lain sarana prasarana, perbedaan karakter dan pelanggaran aturan oleh anak asuh
    corecore