1,721,185 research outputs found

    Analisis Pemahaman Konsep, Multirepresentasi, dan Kosistensi Jawaban Siswa SMA pada Konsep Hukum III Newton

    Full text link
    Newton's third law is a fundamental concept of Physics that is still not reached by students. The tendency of students who do not understand the concept well can be observed by measuring the ability of multi-representation and solutions when solving Physics problems. Therefore, this study aims to determine the concept of Newton's third law understood by students, the multi-representation students have, and the consistency of students' answers in answering physics questions. The participants numbered 28 students from the second semester of high school, selected using the purposive sampling technique, who had just completed discussions about Newton's Law and were willing to participate in this study. Participants were given 6 two-tier question items that managed the R-FCI questions. The results of the answers were analyzed quantitatively to determine the initial percentage description and then analyzed qualitatively to determine understanding, multi-representation ability, and consistency in depth. Most of the participants had low conceptual understanding and answered the questions consistent-wrong. However, based on the analysis of the answer choices and the reasons given, most students understand the meaning of the representation of the answers give

    Sketsa Karya Ari Nur Utami: Arsitektur Urban dalam Perspektif Ekokritisisme

    Full text link
    Kota adalah ruang kompleks bagi siapa pun yang berada di dalamnya. Saat ini, penghuni ruang kota terancam oleh menurunnya kualitas ekologis kota akibat pembangunan gedung, berbagai fasilitas. dan infrastruktur kota yang masif. Salah satu novel yang memotret eksploitasi ekologi kota tersebut adalah Sketsa karya Ari Nur Utami. Sebagai novel berlatar belakang arsitektur, Sketsa menceritakan pembangunan gedung di Jakarta oleh pengembang bernama PT Semesta Sentosa. Menggunakan teori ekokritisisme, fokus diskusi dalam artikel ini adalah cara penulis memasukkan nilai dan asumsi ekokritik dalam arsitektur urban di novel Sketsa. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan dominasi pandangan antroposentris individu terhadap alam. Melalui metode kualitatif­deskriptif dengan melakukan close­reading, hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembangunan di Jakarta dengan berbagai proyek arsitektur urbannya masih mengabaikan kelestarian lingkungan. Ketidakpedulian terhadap lingkungan ini dapat dilihat dari orientasi etis dan linguistik antroposentris yang dipilih demi mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis properti di Jakarta.&#x0D; &#x0D; Abstract: &#x0D; City is a space that contains complexities for anyone being part of it. Nowadays, people are threatened by the ecologically degrading city as the result of the massive development of buildings and other city’s facilities and infrastructures. A novel portraying the issues of ecological exploitation is Ari Nur Utami’s Sketsa. Being claimed as an architectural background novel, Sketsa portrays the development of buildings in Jakarta by a property developer named PT Semesta Sentosa. By applying ecocriticism theory, one point discussed in this article is how the author imputes certain ecocritical values and assumptions in presenting the urban architecture in Sketsa. The objective of this research is to elaborate the domination of anthropocentric perspective over nature. Through the qualitative­descriptive method, it is found that the development of Jakarta as an urban space is still far from ecocritical considerations. This can be seen from ethical orientation and anthropocentric linguistic chosen for the benefits of property business in Jakarta.&#x0D; &#x0D; Key Words: urban; architecture; ecocriticism</jats:p

    PERANAN UNITED STATES ??? CAMBODIA CULTURAL PROPERTY AGREEMENTDALAM MENGATASI TRAFFICKING IN CULTURAL PROPERTY DI KAMBOJA

    Full text link
    2016ANDI SUFRIANA NUR UTAMI, E13112264, Peranan United States ???\ud Cambodia cultural property agreementdalam mengatasi trafficking in cultural\ud property di Kamboja, Dibimbing oleh H. Darwis MA, Ph.D selaku pembimbing I\ud dan Agussalim, S.IP, MIRAP selaku pembimbing II, departemen Ilmu Hubungan\ud Internasional, Fakultas Ilmu Soisal dan Ilmu Politik, Universitas Hassanuddin.\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskankepentingan nasional\ud Kamboja dan Amerika Serikat dalam kerjasama United States ??? Cambodia\ud cultural property agreement dan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan United\ud States ??? Cambodia cultural property agreementdalam dalam mengatasi trafficking\ud in cultural property di Kamboja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode\ud ppenelitian yang penulis gunakan adalah tipe deskriptif-analitk.Teknik\ud pengumpulan yang digunakan penulis adalah studi pustaka.Penulis menganalisis\ud data menggunakan teknik analisis kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif,\ud dan untuk pembahasan masalah penulis menggunakan teknik penulisan\ud deduktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Kamboja\ud memiliki kepentingan nasional yang berbeda, setiap negara memiliki tujuan\ud nasional yang sesuai dengan kebutuhan dalam negerinya. Kerjasama yang\ud dilakukan oleh Amerika Serikat dan Kamboja dalam usaha melindungi warisan\ud budaya mencakup aspek Politik dan keamanan, Ekonomi dan pembangunan serta\ud Budaya dan pendidikan dan kerja sama ini telah memberikan hasil dengan\ud dikembailkannya beberapa benda benda budaya yang dengan ilegal diselundupkan\ud keluar dari wilayah kamboja.\ud Kata kunci: Transnational Crime, Cultural Property Agreement, Amerika Serikat,\ud Kamboja

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) untuk Memfasilitasi Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Koordinat Kartesius Kelas VIII MTs

    Full text link
    ABSTRAK Inggil Nur Utami, (2023): Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) untuk Memfasilitasi Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Koordinat Kartesius Kelas VIII MTs Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME) pada materi koordinat kartesius untuk memfasilitasi kemampuan komunikasi matematis siswa yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dilakukan di MTs An Najah Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs An Najah Pekanbaru. Objek penelitian ini adalah LKS berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan tes. Jenis data yang digunakan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh : (1) Instrumen penelitian dinyatakan dalam kategori sangat valid dengan rata-rata kevalidan sebesar 90,90%. (2) LKS berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME) dinyatakan dalam kategori sangat valid dengan rata-rata kevalidan sebesar 0,90. (3) LKS berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME) dinyatakan dalam kategori sangat praktis pada kelompok kecil dengan rata-rata kepraktisan sebesar 89,14%, sedangkan untuk kelompok besar dengan rata-rata kepraktisan sebesar 85,79%. (4) LKS berbasis pendekatan realistic mathematics education (RME) dinyatakan dalam kategori efektif berdasarkan Uji Mann Whitney U . Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan valid, praktis dan efektif. Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), Koordinat Kartesius, Kemampuan Komunikasi Matematis Sisw

    KAJIAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PENYELESAIAN PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SECARA DAMAI (Studi Kasus Di Kota Tarakan Tahun 2011-2013)

    Full text link
    2014ABSTRAK\ud Nur Utami Hadi Putri Rezkia (B 111 10494) Kajian Sosiologi Hukum Terhadap Penyelesaian Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga Secara Damai (Studi Kasus Di Kota Tarakan Tahun 2011-2013), dibimbing Oleh Hasbir Paserangi dan Wiwie Heryani.\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelesaian perkara KDRT secara damai di Kota Tarakan dan efektivitas penyelesaian perkara secara damai terhadap tingkat KDRT di Kota Tarakan.\ud Penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian perkara KDRT secara damai di Kota Tarakan dilakukan melalui proses Victim Ofender Mediation, yakni mediasi yang dilakukan dengan mempertemukan korban dan pelaku dengan melibatkan beberapa pihak lain seperti mediator. Untuk memberikan kebebasan dalam berkomunikasi, pihak ketiga dalam hal ini mediator tidak boleh ikut campur dan memaksa para pihak untuk memilih berjalan keluar permasalahan, hal ini dimaksudkan agar tujuan win win solution diharapkan akan benar-benar tercapai, namun mediator harus tetap memberikan perlindungan kepada korban dengan memastikan bahwa kepentingan korban terakomodir dalam mediasi yang dilakukan.Penyelesaian perkara melalui proses mediasi yang dilakukan pihak kepolisian resort kota Tarakan dalam menangani perkara KDRT dapat dikatakan berjalan efektif. Hal ini dapat dilihat terdapat 29 dari 40 kasus KDRT yang dilaporkan ke pihak kepolisian resort kota Tarakan yang diselesaikan melalui jalur mediasi, dan hampir keseluruhannya hingga kini telah menjalani hidup berumah tangga dengan rukun.\ud Penulis merekomendasikan agar pihak yang ditunjuk sebagai mediator juga melibatkan salah satu pihak dari korban dan pelaku yang dalam hal ini diwakili oleh keluarganya. Hal ini dimaksdukan agar aparat kepolisian dapat meminta bantuan kepada para pihak yang dilibatkan tersebut, dalam melakukan pengawasan apakah jalan keluar yang ditempuh telah dilaksanakan oleh para pihak atau belum ada baiknya pihak kepolisian tidak hanya memberikan kewajiban wajib lapor bagi para pihak yang berperkara, namun juga mewajibkan para pihak untuk mengikuti kegiatan konseling pada pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Tarakan, untuk memberikan pemahaman yang baik kepada para pihak perihal cara-cara yang harus mereka tempuh dalam menyelesaikan perkara rumah tangga dengan baik.\ud Kata Kunci: Penyelesaian Perkara, KDR

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    FENOMENA SABAR PADA MAHASISWA RANTAU DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Fenomena Sabar Pada Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Dari Luar Pulau Jawa Yang Tidak Bisa Pulang Saat Libur Semester” ini ditulis oleh Fadilah Putri Nur Utami, NIM. 126303211005, dengan pembimbing Dr. Bani, M Pd.I. Kata Kunci: Kesabaran, Mahasiswa Perantau, Konsep Al-Ghazali, Ketahanan Emosional, Pendidikan Tinggi Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika kesabaran pada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang berasal dari luar Pulau Jawa dan tidak dapat kembali ke kampung halaman selama libur semester. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terhadap lima mahasiswa perantauan anggota Forum Mahasiswa Sumatra (ForMasTa). Kerangka analisis mengacu pada konsep sabar Imam Al-Ghazali, mencakup tiga aspek: ketaatan pada ibadah, penghindaran larangan agama, dan ketahanan menghadapi ujian hidup. Temuan penelitian mengungkap bahwa mahasiswa memaknai sabar sebagai bentuk ketangguhan spiritual dan emosional untuk tetap berprestasi akademik meski dihadapkan pada kesulitan seperti keterbatasan finansial, tekanan studi, kerinduan keluarga, dan adaptasi budaya. Strategi utama yang diterapkan meliputi: Pendekatan spiritual melalui ibadah rutin, refleksi keagamaan, dan doa, Interaksi sosial menjaga komunikasi intensif dengan keluarga melalui video call dan membangun jaringan pertemanan, Aktivitas produktif seperti mengisi waktu dengan kerja paruh waktu, menyelesaikan tugas kuliah, atau mengembangkan hobi. Faktor seperti latar belakang keluarga, dukungan komunitas, dan pengalaman hidup sebelumnya turut memperkuat kapasitas kesabaran mereka. Kesabaran tidak hanya dipandang sebagai upaya menahan emosi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri untuk membangun kemandirian, keteguhan mental, dan tanggung jawab. Penelitian ini menegaskan signifikansi nilai sabar dalam konteks akademik, terutama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari lingkungan keluarga. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi penguatan program pendampingan berbasis nilai spiritual dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa perantauan
    corecore