1,720,972 research outputs found

    Kajian Tata Ruang Pasar Tradisional (Studi Kasus : Pasar Sukaramai, Medan)

    No full text
    Maximizing space function in Sukaramai Market, Medan can be said to be not optimal. There is still an abandoned selling space where this happens because traders often open stalls selling haphazardly on the shoulder of the road, which disturbs the comfort of road users. Traders revealed that the quiet buyers did not want to enter the market building, which resulted in the stalls and stalls at Sukaramai Market being unused. Stalls and stalls that are unoccupied have the potential to become marginalized areas. Meanwhile, spatial planning is one of the determining factors for market success. This study aims to determine the spatial layout of Sukaramai Market and the factors that cause traders to sell outside the Sukaramai Market building. The research in this writing uses data taken directly from the field as primary data, namely observations, photographs, and questionnaires distributed to 100 respondents. This study shows the zoning position of goods that uneven distribution well, inadequate corridors, stairs that are too high, and a series of trade stalls that have not been well-defined.Pemaksimalan fungsi ruang di Pasar Sukaramai, Medan dapat dikatakan belum maksimal dikarenakan masih terdapat ruang jual yang ditinggalkan. Dimana hal itu terjadi karena pedagang kerap kali membuka lapak jualan sembarangan di bahu jalan sehingga menganggu kenyamanan pengguna jalan. Pedagang mengungkapkan pembeli sepi tidak mau masuk ke dalam bangunan pasar yang mengakibatkan kios dan los di Pasar Sukaramai menjadi tidak terpakai. Kios dan los yang tidak ditempati berpotensi menjadi area terpinggirkan. Sementara itu, Tata Ruang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata ruang di Pasar Sukaramai dan faktor penyebab pedagang berjualan di luar bangunan Pasar Sukaramai. Penelitian yang dilakukan pada penulisan ini menggunakan data-data yang diambil secara langsung dari lapangan sebagai data primer yaitu observasi, foto-foto dan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden. Kajian ini menunjukkan posisi zonasi barang yang tidak tersebar merata, koridor yang kurang memadai, anak tangga yang terlalu tinggi, dan rangkaian ruang dagang yang belum tertata dengan baik.94 HalamanSkripsi Sarjan

    Kajian Tata Ruang Pasar Tradisional (Studi Kasus : Pasar Sukaramai, Medan)

    No full text
    Maximizing space function in Sukaramai Market, Medan can be said to be not optimal. There is still an abandoned selling space where this happens because traders often open stalls selling haphazardly on the shoulder of the road, which disturbs the comfort of road users. Traders revealed that the quiet buyers did not want to enter the market building, which resulted in the stalls and stalls at Sukaramai Market being unused. Stalls and stalls that are unoccupied have the potential to become marginalized areas. Meanwhile, spatial planning is one of the determining factors for market success. This study aims to determine the spatial layout of Sukaramai Market and the factors that cause traders to sell outside the Sukaramai Market building. The research in this writing uses data taken directly from the field as primary data, namely observations, photographs, and questionnaires distributed to 100 respondents. This study shows the zoning position of goods that uneven distribution well, inadequate corridors, stairs that are too high, and a series of trade stalls that have not been well-defined.Pemaksimalan fungsi ruang di Pasar Sukaramai, Medan dapat dikatakan belum maksimal dikarenakan masih terdapat ruang jual yang ditinggalkan. Dimana hal itu terjadi karena pedagang kerap kali membuka lapak jualan sembarangan di bahu jalan sehingga menganggu kenyamanan pengguna jalan. Pedagang mengungkapkan pembeli sepi tidak mau masuk ke dalam bangunan pasar yang mengakibatkan kios dan los di Pasar Sukaramai menjadi tidak terpakai. Kios dan los yang tidak ditempati berpotensi menjadi area terpinggirkan. Sementara itu, Tata Ruang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata ruang di Pasar Sukaramai dan faktor penyebab pedagang berjualan di luar bangunan Pasar Sukaramai. Penelitian yang dilakukan pada penulisan ini menggunakan data-data yang diambil secara langsung dari lapangan sebagai data primer yaitu observasi, foto-foto dan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden. Kajian ini menunjukkan posisi zonasi barang yang tidak tersebar merata, koridor yang kurang memadai, anak tangga yang terlalu tinggi, dan rangkaian ruang dagang yang belum tertata dengan baik.94 HalamanSkripsi Sarjan

    The Regulation of Pedestrian Path on Corridor Jamin Ginting Street Berastagi District

    Get PDF
    Generally, the target of road corridor construction is to provide a quality pedestrian, give comfort to pedestrian as user of road corridor. In create a good regulation of pedestrian path, it is necessary full of rules and requirements as to improve comfort for user of road. The factors influence to physical comfort of pedestrian path are circulation, smell, bench, security and beauty.  The location of this research is Jamin Ginting street between Monument Pahlawan with Monument Kol, Berastagi which it is often pass by tourist. However, the condition on pedestrian path at this region, there have not some requirements to create a good pedestrian path.  The objective of research is to plan regulation of pedestrian path on JaminGintingstreetBerastagi, according to requirement to Iswanto and the Rule of Minister PU No. 03/PRT/M/2014 on pedestrian path. The method of research is descriptive research, and then it compares with requirements and rules after that the conclusion is Comfortable is included circulation, smell, bench, security and beauty on pedestrian path at Jamin Ginting street Berastagi do not have qualified according to Iswanto and rules Minister PU No.  03/PRT/M/2014 on a good pedestrian path. This research proposed a recommendation of design pedestrian path according to Iswanto and Rule Minister No 03/PRT/M/2014 on pedestrian path at Jamin Ginting street Berastagi

    Medan Traditional Handicraft Center (Arsitektur Metafora)

    No full text
    Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki berbagai ragam budaya yang dilatarbelakangi suku-suku dari daerah setempat. Ragam budaya tersebut memiliki ciri khas masing-masing daerah sesuai dengan kondisi masyarakat yang mendiaminya. Yang mana masih bercirikan tradisional dan bahkan masih ada yang bersifat premitif. Yang artinya seni itu masih berakar dari masyarakat seni yang berkembang dari masa lalu. Kekayaan ragam budaya Indonesia yang tersebar luas di beberapa daerah kepulauan Nusantara ini memiliki nilai-nilai estesis yang tinggi, terutama dilihat dan diukur dari nilai seninya. Seni bangunan, seni tari, seni kerajinan, seni pahat, seni ukir, dan seni hias atau seni ornamen, merupakan jenis-jenis ragam budaya yang dimiliki daerah-daerah setempat yang bercirikan tradisional. Bahkan seni sastra daerah terus menerus dipelihara dan dijaga kelestariannya.112 HalamanSkripsi Sarjan

    PEMANFAATAN TANAH ULAYAT UNTUK PERKEBUNAN DI NAGARI TAPAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

    No full text
    Tanah memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena tanah sebagai tempat manusia untuk melanjutkan dan menjalankan kehidupannya. Dalam UU Nomor 50 tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria dan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2004 dinyatakan untuk mempercepat lajunya pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, pemerintah memberi kesempatan kepada pengusaha untuk memanfaatkan tanah dengan memperoleh hak atas tanah berupa Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. Sementara pemanfaatan tanah menurut adat Minangkabau adalah "jua indak dimakan bali, gadai indak dimakan sando, kabau tagak kubangan tingga, pusako pulang ka nan punyo, nan tabao sado luluak nan lakek di badan" (jual tidak dimakan beli, gadai lidak dimakan sandera, kerbau pergi kubangan tinggal, pusaka kembali kepada yang punya, yang dibawa seluruh lumpur yang melekat di badan). Tanah ulayat merupakan hak kolektif anggota persekutuan hukum adat yang bersangkutan. Hak ulayat tidak dibenarkan untuk dipindahtangankan secara permanen. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan masalah adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan mengambil lokasi di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balal, Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian penelitian ini bersifat deskriptif analitif yaitu memaparkan, menggarabarkan atau mengungkapkan sistem hukum adat di Nagari Tapan ataupun perundangan lain, eksistensi kehidupan masyarakat serta relevansinya, khususnya dalam pengaturan tanah adat. Dalam pemanfaatan tanah ulayat untuk perkebunan di nagari Tapan, tanah ulayat diserahkan kepada perusahaan perkebunan seperti PT. Citalaras Cipta Indonesia dalam bentuk Hak Guna Usaha dan kepada Kelompok Tani dalam bentuk Hak Milik. Penyerahan tanah ulayat untuk usaha perkebunan ini membuat eksistensi tanah ulayat semakin hilang. Maka pola yang terbaik dalam pemanfaatan tanah ulayat untuk usaha perkebunan adalah pola kemitraan. Nagari membentuk Badan Usaha Nagari berbentuk Perseroan Terbatas. Dalam pemanfaatan tanah ulayat untuk perkebunan, Hak Guna Usaha diberikan kepada Badan Usaha Nagari dan dalam pelaksanaan pembangunan perkebunan dapat bekerjasama dengan pihak luar dari perusahaan perkebunan

    Medan Convention & Exhibition Center (Arsitektur Ekspresionisme)

    No full text
    Pada masa sekarang ini penyebaran dan pertukaran informasi maupun hal-hal baru beserta masalah-masalah yang sifatnya universal terhadap kepentingan manusia selain melalui media massa, dapat juga dilaksanakan melalui pertemuan dan konvensi baik bersifat internasional, nasional, maupun regional. Dalam lingkup yang lebih kecil dapat juga dilaksanakan seperti pada perusahaan, kantor pemerintah, dan lain sebagainya. Penyelenggaraan pertemuan atau konvensi diharapkan dapat menjadi dinamisator bagi perkembangan industri ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan seperti pariwisata, hiburan, transportasi, dan sebagainya. Dari konteks hubungan diatas, dapat dilihat bahwa kegiatan konvensi merupakan perpaduan antara kegiatan bisnis (Meeting, Congresses) dan rekreasi.139 HalamanSkripsi Sarjan

    Stadion Sepakbola Medan ( Arsitektur High Tech )

    No full text
    STADION SEPAKBOLA MEDAN Arsitektur High Tech ARIA LEO BIMANTARA 070406027 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Olahraga merupakan salah satu aspek kebudayaan manusia, begitu juga arsitektur. Olahraga tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manusia karena merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mengembangkan kondisi baik fisik maupun mental, memberikan kesenangan (rekreatif), dan juga memiliki aspek sosial karena dapat membuat interaksi antar pemainnya. Arsitektur sendiri menjadi tempat/produk untuk mewadahi semua kebutuhan/budaya manusia tersebut. Sepak bola adalah salah satunya yang disukai oleh masyarakat sebagai olahraga sekaligus rekreasi, bahkan perkembangannya sangat pesat sekarang ini123 HalamanSkripsi Sarjan

    Pusat Transportasi Belawan (Arsitektur High-Tech)

    No full text
    Kecamatan Medan Belawan adalah salah satu dari 21 kecamatan di kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Medan Belawan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang di sebelah barat dan timur, Medan Marelan dan Medan Labuhan di selatan, dan Selat Malaka di utara. Sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka Kecamatan Medan Belawan memiliki posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor) dari jalur laut. Selain sebagai pintu masuk barang dan jasa, Kecamatan Medan Belawan juga merupakan pintu masuk bagi pengunjung domestik maupun mancanegara menuju Kota Medan melalui jalur laut. Jumlah pengunjung yang keluar masuk kota Medan tiap tahun semakin meningkat, baik pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri, pengunjung ini masuk ke kota Medan dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda, diantaranya dengan tujuan wisata, bisnis, pendidikan, dll. Para pengunjung ini memasuki Kota Medan melalui Bandara Udara Polonia dan Pelabuhan Belawan.109 HalamanSkripsi Sarjan

    Johor Parkview Mall (Arsitektur Hijau)

    No full text
    Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia dan menjadi pusat perekonomian di Sumatera utara. Pertambahan jumlah penduduk serta pertumbuhan ekonomi ( industri dan perdagangan ) merupakan unsur utama perkembangan suatu kota. Kota Medan merupakan pusat pemerintahan, perekonomian, kebudayaan dan perhubungan di Sumatera Utara. Menurut data BPS Kota Medan, ekonomi kota Medan telah mengalami pertumbuhan rata-rata 5,2 persen per tahun. sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi nasional jauh lebih rendah yakni hanya tumbuh 4,26 persen per tahun dan ekonomi Sumut 4,3 persen per setahun. Menurut laporan terkini Pemko Medan, jumlah cummuter (penduduk yang pulang pergi setiap hari karena bekerja) diperhitungkan sekira 500.000 setiap hari. Jumlah ini sekira 25 persen dari penduduk resmi. Sedangkan dari sisi permintaan, kenaikan pendapatan telah mendorong konsumsi. Pendapatan perkapita meningkat rata-rata 12 persen per tahun,. Pertumbuhan ini dipastikan mendorong konsumsi atau menambah daya beli masyarakat.151 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore