1,720,964 research outputs found
SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR SWASTA ISLAM TERPADUAL-FAUZI MEDAN
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan kegiatan supervisi
akademik pengawas sekolah di Sekolah Dasar Swasta Islam Terpadu Al Fauzi Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik
pengawas sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di Sekolah Dasar Swasta
Islam Terpadu Al-Fauzi. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif deskriptif. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah peneliti
sendiri. Sementara yang menjadi objek penelitian adalah Pengawas Sekolah Dasar di
Kecamatan Medan Amplas yang bertugas pada sekolah binaan wilayah II serta kegiatan
perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut supervisi akademik pengawas sekolah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik pengawas
sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru Sekolah Dasar Swasta Islam
Terpadu Al-Fauzi Medan adalah sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan supervisi
akademik pengawas sekolah pada SDS IT Al Fauzi Medan belum maksimal. Hal
tersebut terlihat dari sikap dan perilaku pengawas sekolah ketika datang ke sekolah
melakukan kegiatan supervisi akademik, durasi waktunya hanya sebentar sehingga
untuk membimbing guru secara maksimal sangat sulit. Kedua, profesionalisme guru
SDS IT Al Fauzi Medan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Ada yang sudah
baik dan ada yang sudah cukup baik. Ketiga, supervisi akademik pengawas sekolah di
SDS IT Al-Fauzi belum dapat meningkatkan profesionalisme guru, guru lebih banyak
mendapatkan pengetahuan tentang administrasi kelas, cara mengelola kelas dan cara
mengatasi kendala-kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran dari kegiatan
MGMP ataupun arahan dari kepala sekolah. Untuk itu diharapkan pelaksanaan
supervisi akademik pengawas sekolah yang meliputi pembinaan, pemantauan dan
penilaian serta bimbingan profesionalitas guru hendaknya dilaksanakan secara
terjadwal, sistematis dan berkesinambungan, profesionalisme guru dalam bidang
penguasaan bahan ajar, pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber pengajaran
harus lebih ditingkatkan, serta pengawas sekolah dasar dapat melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi untuk
mengoptimalkan kinerjanya yang akan berimbas pada peningkatan profesionalisme
guru di SDS IT Al Fauzi Medan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV POKOK BAHASAN ENERGI PANAS DAN ENERGI BUNYI MELALUI METODE EKSPERIMEN DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN SEMESTER GENAP SDN TAMAN GRUJUGAN BONDOWOSO
Mata pelajaran IPA adalah program untuk menanamkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada
siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan yang dirancang oleh guru harus mengindikasikan suatu proses yang
telah direncanakan secara masak dan mencakup fakta yang terjadi dalam
lingkungan. Sesuai dengan karakternya maka pembelajaran IPA harus memiliki
kecenderungan pada pendidikan kognitif dan psikomotor siswa. Sedangkan tujuan
IPA di SD adalah memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya, memiliki
ketrampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan, gagasan tentang alam
sekitar, serta mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar sehingga
manyadari kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai suatu bentuk
dedikasi yang tinggi untuk memperbaiki tingkat prestasi siswa dan sebagai upaya
untuk mewujudkan suatu model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan
menyenangkan.
Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus secara berkesinambungan. Pada
tiap siklus diterapkan langkah- langkah pelaksanaan instrumen siklus meliputi (1)
Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Dua siklus yang
dilaksanakan sangat berpengaruh terhadap perubahan prestasi siswa kelas IV SDN
Taman pada pelajaran IPA dengan pokok bahasan Energi Panas dan Energi
Bunyi. Penggunaan sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan aktivitas
siswa di dalam kelas karena siswa dapat menemukan langsung kegiatan pelajaran
siswa yang berhubungan langsung dengan kehidupan siswa sehari- hari. Hal ini
berbeda dengan cara sebelumnya yang hanya menggunakan metode ceramah.
Hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Taman dengan menggunakan Sumber
Belajar Lingkungan pada pokok bahasan Energi Panas dan Energi Bunyi ini
mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus.
Aktifitas siswa kelas IV SDN Taman selama pembelajaran di kelas dengan
menggunakan Sumber Belajar Lingkungan dapat meningkat dari pra siklus ke
siklus. Persentase rata-rata aktifitas siswa pada pra siklus adalah 54,81%.
Persentase rata-rata aktifitas siswa pada siklus 1 adalah 70,12%. Persentase
peningkatan aktifitas siswa dari pra siklus ke siklus 1 yaitu 27,93%. Persentase
rata-rata aktifitas siswa pada siklus 2 adalah 78,77%. Sedangkan persentase
peningkatan aktifitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 12,34% dan peningkatan
ini termasuk pada kriteria aktifitas siswa yang aktif.
Hasil belajar pra siklus ditunjukkan pada nilai rata-rata kelas yaitu 56,37
dan meningkat pada siklus 1 dengan nilai rata-rata kelas 62,55. Persentase
peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus 1 adalah 10,96%. Pada
siklus 2 nilai rata-rata kelas yaitu 72,92. Sedangkan persentase peningkatan hasil
belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 16,58%, dan peningkatan ini termasuk
pada kriteria peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, (1) penerapan
pembelajaran menggunakan sumber belajar lingkungan dapat menarik minat
siswa SDN Taman, sehingga mereka mampu mencapai standar ketuntasan
minimal, (2) melalui pembelajaran menggunakan sumber belajar lingkungan
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SDN Taman dalam mata pelajaran IPA
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Sis wa Kelas IV Pokok Bahasan Energi Panas dan Ene rgi Bunyi Melalui Metode Eksperimen dengan Menggunakan Sumbe r Belajar Lingkungan Semester Genap SDN Taman Grujugan Bondowoso
Mata pelajaran IPA adalah program untuk menanamkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada
siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan yang dirancang oleh guru harus mengindikasikan suatu proses yang
telah direncanakan secara masak dan mencakup fakta yang terjadi dalam
lingkungan. Sesuai dengan karakternya maka pembelajaran IPA harus memiliki
kecenderungan pada pendidikan kognitif dan psikomotor siswa. Sedangkan tujuan
IPA di SD adalah memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya, memiliki
ketrampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan, gagasan tentang alam
sekitar, serta mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar sehingga
manyadari kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai suatu bentuk
dedikasi yang tinggi untuk memperbaiki tingkat prestasi siswa dan sebagai upaya
untuk mewujudkan suatu model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan
menyenangkan.
Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus secara berkesinambungan. Pada
tiap siklus diterapkan langkah- langkah pelaksanaan instrumen siklus meliputi (1)
Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Dua siklus yang
dilaksanakan sangat berpengaruh terhadap perubahan prestasi siswa kelas IV SDN
Taman pada pelajaran IPA dengan pokok bahasan Energi Panas dan Energi
Bunyi. Penggunaan sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan aktivitas
siswa di dalam kelas karena siswa dapat menemukan langsung kegiatan pelajaran
siswa yang berhubungan langsung dengan kehidupan siswa sehari- hari. Hal ini
berbeda dengan cara sebelumnya yang hanya menggunakan metode ceramah.
Hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Taman dengan menggunakan Sumber
Belajar Lingkungan pada pokok bahasan Energi Panas dan Energi Bunyi ini
mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus.
Aktifitas siswa kelas IV SDN Taman selama pembelajaran di kelas dengan
menggunakan Sumber Belajar Lingkungan dapat meningkat dari pra siklus ke
siklus. Persentase rata-rata aktifitas siswa pada pra siklus adalah 54,81%.
Persentase rata-rata aktifitas siswa pada siklus 1 adalah 70,12%. Persentase
peningkatan aktifitas siswa dari pra siklus ke siklus 1 yaitu 27,93%. Persentase
rata-rata aktifitas siswa pada siklus 2 adalah 78,77%. Sedangkan persentase
peningkatan aktifitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 12,34% dan peningkatan
ini termasuk pada kriteria aktifitas siswa yang aktif.
Hasil belajar pra siklus ditunjukkan pada nilai rata-rata kelas yaitu 56,37
dan meningkat pada siklus 1 dengan nilai rata-rata kelas 62,55. Persentase
peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus 1 adalah 10,96%. Pada
siklus 2 nilai rata-rata kelas yaitu 72,92. Sedangkan persentase peningkatan hasil
belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu 16,58%, dan peningkatan ini termasuk
pada kriteria peningkatan hasil belajar siswa yang sangat baik.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, (1) penerapan
pembelajaran menggunakan sumber belajar lingkungan dapat menarik minat
siswa SDN Taman, sehingga mereka mampu mencapai standar ketuntasan
minimal, (2) melalui pembelajaran menggunakan sumber belajar lingkungan
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SDN Taman dalam mata pelajaran IP
- …
