102 research outputs found

    Technical and Thematic Analysis of the Novel Tuyuru'l Eylūl by İmīlī Nasrullah

    No full text
    İmili Nasrullah 6 Temmuz 1931 tarihinde Güney Lübnan'ın Hasbaya bölgesinde bulunan Kevkeba köyünde dünyaya gelmiştir. Döneminin önemli edebiyatçılarındandır. Nasrullah, birden fazla roman kaleme almış, alanına katkıda bulunmuştur. Modern Lübnan edebiyatı yazarları arasında önemli bir yere sahip olan yazar, edebî çalışmalarını modern bir tarzda pek çok yeni metod kullanarak kaleme almıştır.İmili Nasrullah feminist biri olarak İmili Nasrullah 6 Temmuz 1931 tarihinde Güney Lübnan'ın Hasbaya bölgesinde bulunan Kevkeba köyünde dünyaya gelmiştir. Döneminin önemli edebiyatçılarındandır. Nasrullah, birden fazla roman kaleme almış, alanına katkıda bulunmuştur. Modern Lübnan edebiyatı yazarları arasında önemli bir yere sahip olan yazar, edebî çalışmalarını modern bir tarzda pek çok yeni metod kullanarak kaleme almıştır.İmili Nasrullah feminist biri olarak değerlendirilmesine rağmen eserlerinde çeşitli alanlarda birçok konuyu ele almıştır. Romanlarında ve hikayelerinde genel olarak ele aldığı konular: Lübnan'ın köy hayatı, aile kökleri, özgürlük, göç, gurbet, kadın- erkek eşitliği, ifade hürriyeti için verdiği mücadele, savaş ve savaşta çektikleri acılar gibi konulardan oluşmaktadır.Biz de bu çalışmada İmili Nasrullah'ın hayatını, edebi kişiliğini, romanlarını ve romanlarında ele aldığı konularını son olarak Tuyur'ul Eylül romanını teknik ve tematik bakımdan incelemeyi hedeflemekteyizImili Nasrullah was born on July 6, 1931 in the village of Kevkeba in the Hasbaya region of South Lebanon. He was an important literary figure of his time. Nasrullah wrote more than one novel and contributed to his field. The author, who has an important place among the writers of Modern Lebanese Literature, wrote his literary works in a modern style using many new methods.Although Imili Nasrullah is considered a feminist, she has dealt with many issues in various fields in her works. Her novels and stories generally deal with: Lebanese village life, family roots, freedom, migration, expatriation, equality between men and women, the struggle for freedom of expression, war and the sufferings of war.In this study, we aim to analyze Imīlī Nasrullah's life, his literary personality, his novels and the subjects he dealt with in his novels, and finally his novel Tuyur'ul Eylül from a technical and thematic point of view

    Analisis Pengaruh Bentuk Tajuk Pohon dan Jenis Lantai di bawah Tajuk Pohon terhadap Kenyamanan Termal

    No full text
    Perkembangan kota belakangan ini sudah semakin pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk baik penduduk asli maupun penduduk hasil urbanisasi. Hal ini menyebabkan timbul masalah lingkungan, seperti masalah iklim mikro yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal saat manusia beraktifitas. Dampak permasalahan iklim mikro dapat dikurangi dengan adanya vegetasi terutama pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk tajuk pohon yang berbeda dan jenis lantai di bawah pohon terhadap kenyamanan termal di taman. Terdapat lima spesies pohon yang mewakili bentuk tajuk yang berbeda, yaitu Maniltoa grandiflora (bulat), Ficus benjamina L (kubah), Agathis Dammara Foxw. (kolumnar), Pinus merkusii Jungh (piramidal), Samanea saman (Menyebar). Pengukuran faktor iklim mikro suhu dan kelembaban dilakukan di bawah naungan pohon dan di area terbuka pada ketinggian 1.5 meter di atas permukaan tanah. Data pendukung seperti letak, tinggi, diameter dan kerapatan tajuk pohon diperlukan untuk mengetahui kondisi eksisting. Kenyamanan termal diketahui melalui indeks THI (Temperature Humidity Index). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara bentuk tajuk pohon yang direpresentasi oleh Leaf Area Index (LAI) dengan suhu dan kelembaban. Suhu udara di bawah pohon dengan tajuk bulat lebih rendah, sedangkan kelembaban tinggi dibandingkan pohon dengan bentuk tajuk yang lainnya. Tutupan permukaan berupa rumput di bawah tajuk pohon memiliki suhu udara yang lebih rendah, sedangkan kelembaban lebih tinggi dibandingkan dengan tutupan perkerasan. Semua jenis pohon yang diteliti termasuk dalam kategori tidak nyaman berdasarkan metode THI, namun Maniltoa grandiflora dengan tajuk bulat memiliki nilai THI terendah yaitu 27.9

    Kajian Kualitas Fungsional Dan Visual Hamparan Rumput Di Empat Stadion Sepakbola Peserta Liga Indonesia.

    No full text
    Rumput Adalah Penutup Tanah Yang Sangat Baik Untuk Lapangan Olahraga Dan Tempat Rekreasi. Kualitas Rumput Stadion Sepak Bola Di Indonesia Hanya Sedikit Yang Sudah Memenuhi Standar Fifa Secara Kualitas Fungsional Dan Visual. Melihat Pentingnya Fungsi Rumput Di Stadion Sepak Bola, Sehingga Penelitian Perlu Dilakukan Untuk Mengidentifikasi Kualitas Dan Memberikan Rekomendasi Terkait Dengan Pemeliharaan Rumput Di Lapangan Sepak Bola. Kajian Dilakukan Di Empat Stadion Sepakbola Di Indonesia Yang Dibedakan Dari Dua Jenis Rumput Yakni Zoysia Matrella Dan Axonopus Compressus. Pemilihan Stadion Didasarkan Pada Ketinggian Dataran Rendah Dan Dataran Menengah. Metode Yang Dilakukan Dengan Tahapan Yang Terdiri Atas Persiapan, Pengumpulan Data, Identifikasi Tapak, Analisis Data, Hingga Analisis Secara Kualitatif Dan Kuantitatif Mengenai Hasil Data Yang Di Peroleh. Stadion Si Jalak Harupat Menjadi Stadion Yang Memiliki Kualitas Fungsional Dan Visual Terbaik Dengan Memiliki 4 Indikator Yang Memenuhi Dari 12 Indikator Penilaian Kualitas Fungsional Dan Visual Yakni Kepadatan Rumput, Keberadaan Partikel Di Permukaan, Elastisitas, Dan Panjang Akar, Dibandingkan Dengan Stadion Patriot Yang Menggunakan Rumput Yang Sama Yaitu Zoysia Matrella. Stadion Yang Menggunakan Rumput Axonopus Compressus, Stadion Siliwangi Memiliki 6 Indikator Yang Memenuhi Dari 12 Indikator Penilaian Kualitas Fungsional Dan Visual Yakni Kepadatan Rumput, Tekstur Rumput, Keberadaan Partikel Di Permukaan, Elastisitas, Ketinggian Pangkas, Dan Panjang Akar. Stadion Persikabo Memiliki 5 Indikator Yang Memenuhi Dari 12 Indikator Penilaian Kualitas Fungsional Dan Visual Yakni Kepadatan Rumput, Tekstur Rumput, Keberadaan Partikel Di Permukaan, Keinggian Pangkas, Dan Panjang Akar. Setelah Dilakukan Kajian Terhadap Empat Stadion Dengan Ketinggian Lokasi Yang Berbeda, Didapatkan Bahwa Stadion Yang Berada Pada Zona Dataran Rendah Memiliki Pertumbuhan Yang Lebih Lambat Dibandingkan Dengan Stadion Pada Dataran Menengah, Karena Intensitas Pemeliharaan Yang Tidak Sebaik Stadion Pada Dataran Menengah

    “Polypera” (monopoly petualangan remaja): permainan edumoral antikenakalan remaja yang aplikatif dan menyenangkan di smp yapis, bogor

    No full text
    Remaja merupakan populasi terbesar di Indonesia. Dengan jumlah yang besar ini, remaja dapat menjadi bagian dari tantangan negara. Maraknya kenakalan remaja di Indonesia sangat meresahkan masyarakat. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, namun belum ada perubahan signifikan terhadap angka kenakalan remaja. Perlu adanya metode yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. POLYPERA (Monopoly Petualangan Remaja) merupakan permainan pencegahan kenakalan remaja berbentuk permainan edukasi yang aplikatif dan menyenangkan. POLYPERA dimainkan oleh remaja SMP seperti permainan monopoli pada umumnya, namun terdapat perbedaan dalam setiap pos yang ada. Program ini bertujuan untuk mencegah perilaku remaja yang mengindikasikan menyimpang, memberikan edukasi tentang pentingnya kesadaran hukum dan melatih sikap kepedulian sosial. Sasaran dalam program ini adalah siswa SMP Yapis Bogor yang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Kota Bogor yang terdiri atas SD, SMP, dan SMK. SMP Yapis berada di Jalan Ahmad Yani I No. 4 Bogor. SMP Yapis Bogor dipilih karena satu yayasan dengan SMK Yapis Bogor, dimana SMK Yapis Bogor beberapa kali terlibat tawuran dan melakukan praktik premanisme. Sehingga siswa SMP Yapis rawan tertular oleh perilaku negatif tersebut. Beberapa dari siswa SMP ini memiliki latar belakang broken home dan masih terbentuknya diferensiasi sosial yang membentuk geng-geng. Selain itu masa-masa SMP merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja dengan berbagai perubahan yang dipengaruhi oleh berbagai aspek termasuk pergaulan. Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan pencegahan hal tersebut. Metode yang digunakan dalam menjalankan program ini adalah DEMO AHA! (Demonstrasi, Amati, Hayati, dan Amalkan !). Metode ini digunakan agar siswa SMP Yapis sebagai sasaran program tidak hanya mengerti dan memahami, namun juga berperan aktif dengan cara mengamalkan apa yang sudah diketahui pada permainan ini. Selain itu, metode sosialisasi dan survey pun dilakukan dalam rangkaian sebelum permainan. Metode sosialisasi dilakukan dengan cara persuatif agar sasaran antusias terhadap program. Sedangkan metode survey dilakukan dengan pengisian kuesioner mengenai tindakan kenakalan remaja. Hasil yang diperoleh setelah menjalankan program adalah adanya perubahan secara kualitatif pada sasaran. Hal ini diperoleh melalui wawancara kepada Pembina OSIS SMP Yapis. Selain itu, adanya keberlanjutan program dengan dijadikannya Polypera sebagai salah satu bahan ajar konseling di SMP Yapis Bogor. Tidak hanya berguna bagi sasaran program, sekolah lain pun dapat merasakan kegunaan program ini, yaitu dengan akan dilakukannya produksi dan distribusi Polypera Mini ke beberapa sekolah di Bogor.Dikt

    Pembungaan Bugenvil Bunga Putih Dengan Rekayasa Zat Penghambat Tumbuh Dan Media Tanam Pada Lingkungan Berpolusi Udara

    No full text
    Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd) atau yang lebih dikenal dengan sebutan bunga kertas merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah sangat popular di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketebalan lapisan media penghambat pertumbuhan akar dan konsentrasi zat penghambat tumbuh yang paling efektif untuk menstimulasi pembungaan pada tanaman bugenvil. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari dua faktor yaitu ketebalan kerikil sebagai media penghambat pertumbuhan akar 0 cm, 5 cm dan 10 cm , serta konsentrasi paclobutrazol 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman bugenvil di tepi jalan ataupun median jalan yang paling cepat dan banyak menghasilkan bunga menggunakan media penghambat setebal 10 cm dan diberi zat penghambat tumbuh (paclobutrazol) dengan konsentrasi 200 ppm, walaupun demikian pengaruh 200 ppm tidak berbeda nyata dengan perlakuan 100 ppm, sehingga disarankan penggunaan media 10 cm dan 100 ppm paclobutrazol untuk menstimulasi pembungaan

    Kajian Efektifitas Vegetasi sebagai Wind barrier dalam Mengontrol Kecepatan Angin pada Area Wisata, di Ancol, Jakarta Utara

    No full text
    Daerah pesisir adalah ekosistem transisi yang dipengaruhi oleh aktivitas di daratan maupun lautan. Salah satu faktor mikroklimat yang paling mempengaruhi adalah angin. Angin laut mempengaruhi kenyamanan pada area pesisir yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas manusia. Wind barrier adalah salah satu sistim modifikasi aspek mikroklimat dengan mengurangi, membelokkan atau mengarahkan angin. Barrier ini terdiri dari susunan pohon dan semak, tetapi bisa juga dalam bentuk tanaman tahunan atau tanaman musiman bersama rumput, pagar, dinding, atau material lainnya. Ancol adalah salah satu ruang terbuka terbesar di Jabodetabek yang terintegrasi langsung dengan Pantai Utara Pulau Jawa. Penelitian ini menghitung seberapa efektif sabuk hijau yang dimiliki oleh Pantai Ancol sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kenyaman bagi pengunjungnya. Vegetasi sebagai aspek utama dari penelitian ini akan dinilai struktur dan kemampuannya dalam mengontrol kecepatan angin. Kecepatan angin diukur pada ketinggian sekitar 1,5-2 meter yang merepresentasikan ketinggian standar dimana manusia beraktivitas. Penelitian ini dilakukan di empat plot penelitian yang terdiri dari satu plot kontrol, dan tiga plot wind barrier bervegetasi. Tiga tipe wind barrier yang diamati pada penelitian ini adalah wind barrier bervegetasi homogen, dan dua wind barrier heterogen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kecepatan angin yang berada di plot wind barrier lebih rendah dari plot kontrol. Wind barrier tipe heterogen 1 paling efektif mengontrol kecepatan angin karena mempunyai nilai keanekaragaman yang paling tinggi dengan jumlah individu penyusun vegetasi paling banyak, yakni sejumlah 127 individu yang terdiri dari 10 spesies. Wind barrier tipe heterogen 1 mampu mengurangi kecepatan angin sebesar 81,77%, dimana wind barrier dengan vegetasi tipe homogen mampu mengurangi kecepatan angin sebesar 35,43%. Wind barrier tipe vegetasi heterogen 2 yang terdiri dari 60 individu dari 4 spesies mampu mengurangi kecepatan angin sebesar 45,09% dari kecepatan angin semula

    Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Campuran Media Tanam terhadap Peningkatan Kualitas Visual dan Fungsional Rumput Lapangan Sepak Bola (Zoysia matrella [L.] Merr.).

    No full text
    Sepak bola telah berkembang pesat di seluruh dunia mulai dari segi permainan hingga kualitas rumput dari segi visual maupun fungsional. Induk Sepak Bola dunia atau FIFA merekomendasikan kriteria yang sesuai dalam penggunaan rumput sepak bola menggunakan rumput manila (Zoysia matrella [L.] Merr.) Frekuensi yang tepat dalam pemeliharaan rumput sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas visual dan fungsional, salah satunya adalah frekuensi penyiraman. Penelitian ini mempelajari kualitas visual dan fungsional rumput manila (Zoysia matrella) yang ditanam pada campuran media pasir dan bentonit dengan perbedaan frekuensi penyiraman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah media dengan penambahan bentonit pada media pasir yang terdiri dari 3 taraf yaitu B1 (100% pasir), B2 (87.5% pasir + 12.5% bentonit), B3 (75% pasir + 25 % bentonit). Faktor yang kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga taraf yaitu setiap hari, dua hari sekali, dan tiga hari sekali, dengan setiap penyiraman diberikan 400 ml/pot. Percobaan ini menggunakan tiga ulangan blok sehingga total keseluruhan satuan percobaan berjumlah 27 satuan percobaan. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Mei sampai September 2018 berlokasi di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan, Kampus IPB Dramaga. Perlakuan campuran media tanam dengan frekuensi penyiraman memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap seluruh peubah pengamatan. Terdapat dua perlakuan yang terbaik yaitu media pasir 87.5% + bentonit 12.5% dengan frekuensi penyiraman setiap hari (B1A1) dan media tanam pasir 75% + bentonit 25% dengan frekuensi penyiraman dua hari sekali (B2A2). Pada kombinasi campuran media tanam pasir 87.5% + bentonit 12.5% dengan frekuensi penyiraman setiap hari (B1A1), menghasilkan kualitas visual dan fungsional yang secara nyata terbaik pada persentase pentupan tajuk, kepadatan pucuk, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Sementara pada kombinasi campuran media tanam pasir 75% + bentonit 25% dengan frekuensi penyiraman dua hari sekali (B2A2) menghasilkan kualitas visual dan fungsional yang secara nyata terbaik pada tinggi rumput, warna daun, bobot kering pangkasan, panjang akar dan efisiensi penggunaan air penyiraman (EPAI). Oleh karena itu perlakuan 75% + bentonit 25% dengan frekuensi penyiraman dua hari sekali (B2A2) direkomendasikan untuk digunakan di lapangan sepak bola, agar lebih efisien dalam penggunaan air penyiraman

    Periode Pembungaan dan Aplikasinya dalam Taman

    No full text
    Trees is one of the vegetation that can be an attraction in landscape. Some trees show a strong character in color which is presented by flower. Nowadays, information and studies about the types of trees and flowering period is still limited. One of the studies that can be conducted to determine the time of flowering periode is phenology. This study aims to determine the flowering period of trees and the application in site design. The study was conducted for 6 months using 10 species of trees from the different types of families. This study used a grid method to count percentage of coverage flowers in the canopy and linear regression method to determine the relation between flowering periode and climatic factors. Based on the results, Samanea saman and Tabebuia caraiba showed there is a significant influence of climate factors to flowering percentage. The result of this study showed the flowering of S. saman is significantly influenced by climatic factors, such as maximum-minimum temperature difference, daylight, and frequency of rain. The increasing of the temperature difference between minimum and maximum and daylight tends to increase flowers percentage of S. Saman, whereas the increasing of percentage frequency of rain tend to decrease it. Flowers percentage of T. caraiba also significantly influenced by daylight. The increasing of daylight tend to increase it flowers percentage. The final product of this study is a recommendation of application of flowering trees in a site design

    Evaluasi Kualitas Fungsional dan Visual Lapangan Bola yang Dipakai Untuk Kompetisi Liga Super

    No full text
    Liga Super merupakan salah satu kompetisi olahraga sepakbola di Indonesia. Kompetisi ini dilakukan di berbagai lapangan yang terletak di daerah Indonesia seperti dilakukan pada Stadion Singaperbangsa Karawang, Stadion Siliwangi Bandung, dan Stadion Haji Agus Salim Padang. Lapangan sepakbola yang ada, harus sesuai dengan standar FIFA dan mampu digunakan dalam berbagai kondisi. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah kualitas rumput. Kualitas rumput ditentukan oleh media, drainase, dan pemeliharaan yang baik terhadap lapangan. Buruknya kualitas lapangan yang digunakan saat pertandingan sangat merugikan pemain. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi mengenai kualitas fungsional dan visual lapangan bola sebagai rujukan bagi perbaikan kualitas rumput yang baik, estetik, dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas fungsional dan visual lapangan, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, dan memberikan usulan pemeliharaan lapangan bola yang digunakan pada ketiga lapangan yang digunakan dalam Kompetisi Liga Super dan dalam hal ini yang menjadi studi kasus yaitu Stadion Singaperbangsa, Siliwangi, dan Haji Agus Salim

    Manajemen Pemelibaraan lanskap Pemukiman Kota Wisata Cibubur-Jawa Barat

    No full text
    Kegiatan magang yang dilaksanakan di kawasan pemukiman Kota Wisata Cibubur Jawa Barat bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan atau penyelenggaraan aktivitas pemeliharaan lanskap pemukiman Kola Wisata Cibubur secara menyeluruh dan pengalaman kerja serta memperluas wawasan dan keahlian untuk mencapai profesionalisme di bidang arsitektur lanskap
    corecore