8 research outputs found

    PROMOSI KESEHATAN MEDIA VIDEO LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN BOOKLET TERHADAP PENINGAKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTEK PREVENTIF STUNTING

    No full text
    Abstrak: Pemanfaatan media sebagai sarana promosi kesehatan harus mengikuti perkembangan zaman. Inovasi promosi kesehatan yang menarik salah satunya dengan memanfaatkan video sebagai media edukasi sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa promosi kesehatan menggunakan media video lebih baik dibandingkan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktek pemberian nutrisi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah two experimental pre and post-test design yang melibatkan sebanyak 550 ibu yang memiliki anak balita. Studi ini membagi mereka menjadi dua kelompok, dengan 225 ibu menerima intervensi media video dan 225 ibu menerima intervensi media booklet. Data yang dikumpulkan termasuk kuesioner tentang tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemberian gizi. Uji validitas menunjukkan angka antara 0,469 hingga 0,953 untuk pengetahuan dengan reliabilitas sebesar 0,982, sedangkan uji validitas untuk sikap adalah antara 0,448 hingga 0,931 dengan reliabilitas sebesar 0,973. Penilaian praktek pemberian makan dilakukan dengan menggunakan indeks massa tubuh balita. Penelitian ini menggunakan analisis data uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda (independent samples t-test). Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat perbedaan antara media video dan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktek pemberian nutrisi (p<0,000). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan praktek pemberian nutrisi pada kelompok media video lebih baik dibandingkan media booklet.Abstract: The use of media as a means of health promotion must keep up with the times. One of the interesting health promotion innovations is by utilizing videos as an educational medium as an effort to prevent stunting. This study aims to prove that health promotion using video media is better than booklet media for improving knowledge, attitudes, and practices of nutrition as an effort to prevent stunting. The method used was two experimental pre and post-test designs involving as many as 550 mothers who had children under five. The study divided them into two groups, with 225 mothers receiving a video media intervention and 225 mothers receiving a booklet media intervention. The data collected included questionnaires on the level of knowledge, attitudes, and practices of nutrition. The validity test showed a number between 0.469 to 0.953 for knowledge with a reliability of 0.982, while the validity test for attitude was between 0.448 to 0.931 with a reliability of 0.973. The assessment of feeding practices was carried out using the body mass index of toddlers. This study uses data analysis of normality test, homogeneity test, and differential test (independent samples t-test). The results of the study stated that there was a difference between video media and booklet media on the improvement of knowledge, attitudes, and practices of nutrition (p<0.000). It was concluded that the knowledge, attitude, and practice of providing nutrition in the video media group were better than that of booklet media

    MEDIA EDUKASI VIDEO LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN MEDIA BOOKLET SEBAGAI PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN OBESITAS PADA REMAJA

    No full text
    The development of health promotion through the media must reflect the latest advances. One of the interesting innovations in health promotion is the use of visual video media in health promotion to improve health. The aim of this research is to show that the use of video media is more effective than brochures in increasing knowledge, attitudes and practices regarding nutrition and obesity prevention in a group of adolescents. The research method used was a two-group experimental design with a total of 750 high school students. Data collected includes nutritional knowledge, nutritional attitudes and eating habits.The data analysis technique uses an independent sample t-test. Data analysis shows that health promotion using video media is superior to pamphlet media because it significantly increases nutritional knowledge, attitudes and practices (p&lt;0,000). The research findings revealed that the participants who received video intervention demonstrated greater improvement in their understanding, attitudes, and behaviors towards nutrition when compared to those who relied on booklets

    EDUKASI DAN PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN TEH HERBAL BERBASIS E-COMMERCE DI ERA DIGITAL DI DESA SUMBER GEDE,KEC.WRINGINANOM

    No full text
    Artikel ini membahas edukasi dan pelatihan strategi pemasaran teh herbal berbasis e-commercedi era digital di Desa Sumber Gede, Kecamatan Wringinanom. Fokus utama adalah mengatasi tigapermasalahan utama yang dihadapi mitra, yaitu kurangnya pengetahuan tentang digital marketingdan e-commerce, belum tersedianya identitas produk dan branding yang kuat, serta kurangnyapemahaman dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Metodologi yang diterapkan berupapelatihan langsung dan pendampingan kepada para pelaku usaha di desa tersebut. Hasilnyamenunjukkan peningkatan pemahaman digital marketing, penguatan branding, dan kemampuanmenghitung HPP secara tepat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan penjualanproduk teh herbal secara online.Kata kunci: UMKM,teh herbal, e-commerce , pemasaran digital, marketplac

    Edukasi Gizi dan Peran Herbal dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Desa Sumbergede Wringinanom Gresik

    No full text
    Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, kanker, penyakit jantung, dan strokemenjadi masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Edukasi gizi dan pemanfaatanherbal sebagai bagian dari pengobatan dan pencegahan berperan penting dalam mengurangi risikodan komplikasi PTM. Studi ini mengkaji peran edukasi gizi dan herbal dalam kontekspemberdayaan perempuan melalui Sekolah Perempuan di Desa Sumbergede, Wringinanomsebagai model komunitas yang aktif meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakatterhadap pencegahan PTM. Metodologi yang digunakan meliputi studi literatur, wawancara, danobservasi partisipatif dengan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman gizi seimbang dan penggunaan tanamanherbal lokal yang efektif sebagai imunomodulator. Sinergi edukasi gizi dan pemanfaatan herballokal mendukung strategi berkelanjutan dalam pencegahan PTM di masyarakat pedesaan.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Edukasi Gizi, Tanaman Herbal, SekolahPerempuan, Pencegahan PT

    Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Teh Herbal sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Desa Sumbergede

    No full text
    Teh merupakan salah satu jenis minuman yang sangat digemari oleh orang-orang di Indonesiakarena memiliki bau dan rasa yang unik. Namun masyarakat Desa Sumbergede masih memilikiketerbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi produksiap konsumsi. Kegiatan edukasi dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal serta keterampilan teknis dalam pembuatan simplisia,pengemasan, dan pelabelan produk. Metode pelaksanaannya meliputi pretest, penyampaianmateri, praktik langsung pembuatan simplisia, pengemasan pelatihan dan pelabelan, serta posttestsebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal meningkat hingga 93,75% pada kategori tinggi,dan keterampilan pembuatan simplisia mencapai 100% pada kategori tinggi setelah pelatihan.Kesimpulan menegaskan bahwa metode berbasis praktik mampu memperkuat pengetahuansekaligus keterampilan teknis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong budidayatanaman herbal lokal menjadi produk teh herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapijuga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi.Kata kunci : Edukasi, Herbal, Pelatihan, Pisang, Teh

    Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Teh Herbal sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Desa Sumbergede

    No full text
    Teh merupakan salah satu jenis minuman yang sangat digemari oleh orang-orang di Indonesiakarena memiliki bau dan rasa yang unik. Namun masyarakat Desa Sumbergede masih memilikiketerbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi produksiap konsumsi. Kegiatan edukasi dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal serta keterampilan teknis dalam pembuatan simplisia,pengemasan, dan pelabelan produk. Metode pelaksanaannya meliputi pretest, penyampaianmateri, praktik langsung pembuatan simplisia, pengemasan pelatihan dan pelabelan, serta posttestsebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal meningkat hingga 93,75% pada kategori tinggi,dan keterampilan pembuatan simplisia mencapai 100% pada kategori tinggi setelah pelatihan.Kesimpulan menegaskan bahwa metode berbasis praktik mampu memperkuat pengetahuansekaligus keterampilan teknis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong budidayatanaman herbal lokal menjadi produk teh herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapijuga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi.Kata kunci : Edukasi, Herbal, Pelatihan, Pisang, Teh

    Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga melalui Sekolah Perempuan Desa Sumbergede Wringinanom Gresik

    No full text
    Promosi kesehatan berbasis keluarga melalui Sekolah Perempuan merupakan pendekatan strategisdalam pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesehatan keluarga secara menyeluruh.Keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki peran sentral dalam mengelola kesehatananggotanya melalui dukungan emosional, edukasi, dan pengawasan pola hidup sehat. SekolahPerempuan berfungsi sebagai wahana edukasi yang memperkuat kapasitas perempuan dalammenerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) serta menjaga kesehatan reproduksi.Artikel ini menggali peran keluarga dan perempuan, permasalahan kesehatan masyarakat,metodologi pelaksanaan, hasil analisis, serta kesimpulan dari implementasi promosi kesehatanberbasis keluarga melalui Sekolah Perempuan.Kata kunci : Promosi kesehatan, keluarga, pemberdayaan perempuan, SekolahPerempuan, Perilaku Hidup Bersih Dan SehatABSTRACTFamily-based health promotion through Women's Schools is a strategic approach in empoweringwomen to improve family health comprehensively. The family, as the smallest social unit, plays acentral role in managing the health of its members through emotional support, education, andsupervision of healthy lifestyle patterns. Women's Schools serve as educational platforms thatstrengthen women's capacity to implement clean and healthy living behaviors (PHBS) andmaintain reproductive health. This article explores the role of family and women, communityhealth issues, methodology, analytical results, and conclusions from the implementation of familybasedhealth promotion through Women's Schools.Keyword : health promotion, family, women's empowerment, Women's School, cleanand healthy living behavio

    Edukasi dan pelatihan pengemesan, pembuatan kemasan produk teh herbal di desa sumber gede kec wringinanom, kab gresik

    No full text
    Latihan pembuatan kemasan teh herbal di Desa Sumber Gede, Kecamatan Wringinanom, Gresikbertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam merancang kemasan yang higienis,menarik, dan sesuai standar. Sebelum program, sebagian besar UMKM masih menggunakankemasan sederhana sehingga daya saing produk rendah. Kegiatan diikuti 37 peserta melaluitahapan observasi, penyusunan materi, teori, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pretestdan posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dari pemahaman dasar menjadi mampumembuat desain profesional dengan aplikasi Canva. Dengan metode Training of Trainers (TOT),peserta juga berperan menyebarkan pengetahuan kepada UMKM lain. Program ini menekankankemasan sebagai identitas produk sekaligus strategi pemasaran, sehingga memperkuat daya saingdan keberlanjutan usaha lokal.Kata Kunci :Edukasi pengemasan, Pembuatan Teh herbal, Sumber Gede
    corecore