1,720,990 research outputs found
PENGANTAR KARYA MUSIK CHAMBER “KACANG DARI”
Puji Syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa
atas segala restu, rahmat dan tuntunan-Nya, sehingga saya dapat
mengerjakan dan menyelesaikan pengantar karya dengan baik
dan tepat pada waktunya. Pengantar karya berjudul “Representasi
Cerita “Kacang Dari” Dalam Chamber Orchestra” merupakan
pertanggungjawaban karya yang berisi tentang ulasan mengenai
Karya Musik “Kacang Dari” sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
Tugas akhir minat Penciptaan Seni, Program Studi Seni Program
Magister Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar.
Pada kesempatan ini pencipta mengucapkan terima kasih kepada
pihak- pihak berikut :
1) Ristekbrin yang telah memberikan dana penelitian Tesis
Magister berdasarkan Surat keputusan Nomor 8/E1/KPT/ 2020
dan perjanjian kontrak Nomor 005/SP2H/ LT/DRPM/2020
mendapat Anggaran Penelitian Transformasi Lagu Pengantar
Tidur Tradisional Bali Ke Dalam Chamber Orkesrtra sebesar Rp.
37.486.000,-.
2) Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya
Sugiartha, S.SKar., M.Hum., yang telah memberikan arahan dan
fasilitas penunjang selama pencipta menempuh pendidikan
di Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar sehingga
terwujud karya cipta dan Pengantar karya ini.Ketua Program Studi Seni Program Magister Pascasarjana
Institut Seni Indonesia Denpasar, Dr. I Ketut Sariada, SST., M.Si.,
atas segala motivasi, dukungan dan ilmu yang diberikan selama
menempuh perkuliahan.
4) Dr. I Ketut Sariada, SST., M.Si selaku Ketua Program Studi Seni
Program Magister, Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia
Denpasar.
5) Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si selaku Pembimbing Utama pada
tugas akhir penciptaan S2 yang telah memberikan masukan
serta semangat dalam penulisan Pengantar karya maupun
perwujudan karya. Serta Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum
selaku Pembimbing II yang telah memberikan masukan dalam
penulisan Pengantar karya maupun perwujudan karya.
6) Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha,S.SKar., M.Hum ; Dr. I Ketut Sariada,
SST., M.Si dan Dr. Ni Wayan Ardini, S.Sn., M.Si selaku penguji
yang telah memberikan masukan dalam proses penyempurnaan
Pengantar karya ini.
7) Seluruh dosen di lingkungan civitas Program Studi Seni Program
Magister, Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Denpasar
yang telah membimbing serta memberikan pengetahuan dan
membagikan pengalamannya kepada pencipta selama masa
perkuliahan.
8) Ni Ketut Wahyuni, SE., I Komang Try Adi Stanaya, S.Kom.,
M.Kom., Luh Gede Suci Artawati, SH., Ni Komang Lili Arikusuma,
SS., M.Hum selaku staff kepegawaian Program Pascasarjana
Institut Seni Indonesia Denpasar yang telah membantu dalam
menyelesaikan karya cipta dan Pengantar karya ini.Kedua orang tua Bapak I Nengah Pageh Ardana dan Ibu Ni Putu
Nuriani, saudara penata I Putu Wirya Adi Laksana, Ni Made
Citrayanthi, Ni Ketut Intan Pratiwi.
10) Ni Putu Tina Ratna Puspadewi sebagai kekasih yang telah
menemani penata dari awal proses berkarya hingga saat ini serta
berperan dalam karya sebagai pendukung vokal.
11) Para sahabat serta semua pihak yang tidak dapat penata
sebutkan satu persatu yang telah membantu khususnya dalam
proses penciptaan dan penulisan Pengantar karya.
Penata menyadari bahwa dalam tulisan ini masih banyak
kekurangan yang harus diperbaiki. Hal ini semata-mata disebabkan
karena keterbatasan penata Oleh karena itu, kritik dan saran Bapak
dan Ibu dosen sangat diperlukan untuk menunjang tulisan ini
menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk penata dan lainny
Teknik Penyajian Pembawaan Lagu
Di samping penguasaan teknik suara sebagai aspek utama dalam bernyanyi, ada satu hal yang tidak kalah penting, yaitu penguasaan unsur-unsur yang berkenaan dengan penyajian serta pembawaan sebuah lag
Keberagaman Irama dan Nuansa Musikal dalam Industrialisasi Musik Pop Bali
Musik pop Bali adalah jenis musik pop dengan peralatan musik modern tetapi dengan unsur pokok kedaerahan terutama berupa bahasa Bali. Dalam 25 tahun terakhir, musik pop Bali berkembang dengan irama (genre) dan nuansa musikalnya yang menunjukkan berkembangnya industrialisasi musik pop Bali tersebut secara nyata dalam masyarakat Bali. Tujuan studi ini adalah menelisik sejauh mana terdapat keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada selama era industrialisasi musik pop Bali tersebut. Studi ini merupakan sebuah kajian kepustakaan (literature review) dari hasil penelusuran terhadap berbagai kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam analisisnya, digunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa musik pop Bali tidak saja berkembang sebagai genre musik pop tetapi juga iramanya melewati musik pop tersebut hingga ke berbagai irama lainnya, seperti rock, rap, dangdut, balada, dan sebagainya. Di dalamnya terdapat nuansa-nuansa Banyuwangi, Jawa Tengah, Sunda, dan sebagainya. Bahkan nuansa Mandarin tampak dominan seiring popularitas penyanyi Widi Widiana yang sejak dasawarsa 1990-an dianggap ikon musik pop Bali. Di atas semua keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada, produk-produk musik pop Bali merupakan kecanggihan produsen terkait, baik rumah produksi, studio rekam, dan kecanggihan musisinya, melakukan standarisasi dan individualisasi semu
Cara Bernafas Dalam Bernyanyi
oai:repo.isi-dps.ac.id:4Salah satu unsur penting dalam bernyanyi adalah pernafasan. Pernafasan perlu mendapat perhatian khusus, karena untuk memperoleh kemampuan pernafasan yang baik dalam bernyanyi memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Pada waktu bernyanyi pernafasan harus di atur sedemikian rupa dengan cara mengambil udara sebanyak banyaknya dengan cepat, menahannya sejenak, kemudian mengeluarkannya dengan sangat hemat dan penuh kesadaran. Sebagaimana diketahui bahwa suara sebetulnya adalah nafas yang disuarakan. Oleh karena itu, penguasaan nafas merupakan syarat mutlak bagi seorang penyanyi.
Sesungguhnya tidak ada satupun yang misterius tentang cara-cara pernafasan dalam bernyanyi, karena tidak satupun cara yang libih baik daripada cara yang telah dikodratkan oleh Tuhan kepada manusia. Perhatikan proses pernafasan pada seorang bayi yang sedang tidur, tampak gerak naik turun pada bagian perut sebagai akibat dari kontraksi yang terjadi pada paru-paru.
Selain paru-paru, unsur lain yang sangat penting dalam penguasaan, baik dalam gerak-gerik waktu normal, maupun dalam keadaan menyanyi adalah: sekat rongga badan (diaphragma), yang letaknya di atas perut seperti piring terbalik. Sekat rongga badan merupakan alat penolak yang geraknya maju mundur dalam kontraksi pernafasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Hindarilah cara bernafas yang dengan sengaja mengangkat kedua bahu ke atas waktu mengambil nafas seperti seringkali dilakukan oleh orang yang sedang berolah raga.
b. Letakkan kedua tangan di atas perut. Hembuskan nafas dalam gaya mematikan menyalakan lilin. Akan terasa adanya tekanan kedalam pada tempat kita meletakkan tangan.
c. Ambillah beberapa nafas pendek dengan menirukan cara berbafas seekor anjing yang sedang lari, pasti akan terasa adanya gerakan-gerakan menonjol pada sekat rongga badan.
d. Ambilah beberapa nafas pendek dengan menggosokkan sekat rongga badan ke arah muka (depan), lalu hembuskan udara yang ditiup (dihisap) tadi dengan tekanan pendek dan cepat kearah belakang sambil membunyikan huruf S
e. Lakukan latihan dengan menggunakan huruf S ini berulang kali ssecara ritmis, sambil memperpanjang serta memperluas tarikan maupun pengeluaran nafas.
f. Letakkan kedua tangan pada pinggang pada sisi sebelah kiri dan kanan. Angkat dada tegak ke atas. Isilah paru-paru dengan mengirup udara pelan-pelan, dengan menggunakan sekat rongga badan sebagai titik tolak. Setelah terasa penuh, keluarkan udara (nafas) dengan mengendorkan rongga badan secara tiba-tiba. Diupayakan agar dada tidak ikut mengendor.
g. Ambil nafas seperti latihan 1, bunyikan suara a. Pertahankan suara ini sepanjang mungkin, sambil mengontrol agar sekat rongga badan tetap tegar dan tidak boleh kendor.
h. Ambillah nafas seperti latihan 1, kemudian denga suara lirih pada nada g mulai menghitung dengan cepat dari satu sampai lima puluh. Dengan suara lirih dapat berlatih mengontrol pernafasan. Sedangkan menghitung dengan cepat dapat membuat alat-alat artikulasi berferak dengan leluasa sekaligus menghilangkan ketegangan.
i. Dalam bernyanyi tidak perlu mengisi paru-paru terlalu penuh, karena melalui latihan-latihan satu tarikan nafas yang santai sudah cukup.
j. Kemampuan untuk menyanyikan satu kalimat lagu yang panjang tidak semata-mata tergantung pada kapasitas udara yang ada dalam paru-paru, tetapi banyak bergantung pada cara kita mengontrol arus udara yang keluar.
k. Dengan cara mengontrol sekat rongga badan (diaphragma) denga baik, kita dapat melalukan kontrol pernafasan.
l. Selain latihan-latihan di atas, baik juga diadakan latihan dengan membagi satu tarikan nafas yang dalam ke dalam sentakan-sentakan pendek sebanyak mungki
Produksi, Distribusi, dan Konsumsi dalam Industrialisasi Musik Pop Bali
Musik pop Bali mengalami industrialisasi sejak dasawarsa 1990-an ketika perkembangan teknologi, sistem ekonomi, dan budaya musik baru mendorong secara masif kelahiran studio-studio rekam, musisi-musisi, dan produk-produknya. Di tangan pemilik modal, muncul kapitalisme musik pop Bali. Di balik disknrsus pelestarian budaya Bali melalui musik pop Bali, ideologi dan kepentingan bekerja untuk tujuan kapitalisas inya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang dua setengah dasawarsa ini, industrialisasi musik pop Bali berlangsung dalam bentuk produksi, distribusi, dan konsumsinya di wilayah Provinsi Bali akibat adanya jalinan kekuasaan budaya, kekuasaan kapital, dan kekuasaan media. lndustrialisasi tersebut dipen garuhi oleh sejumlah ideologi, yaitu kapitalisme, popisme, politik budaya lokal, dan kulturalisme, di mana kapitalisme menjadi ideologi dominan. Industrialisasi musik pop Bali menyebabkan terjadinya dampak tertentu. Dampak ekonomi terkait dengan nilai tukar; dampak sosial (nilai guna) terkait dengan nilai gunalmanfaat; dampak budaya terkait dengan nilai identitaslotentisitas; dan dampak politik terkait dengan nilai pembangunanismel developmentalisme.
Pembentukan Huruf Vokal Dan Konsonan Dalam Bernyanyi
Dalam bernyanyi digunakan kata-kata yang terdiri dari 2 unsur, yaitu: unsur vokal (huruf hidup) dan unsur konsonan ( huruf mati ). Adapun proses terjadinya unsur vokal dan konsonan adalah :
1) Jika pita suara bergetar, lalu menimbulkan suara yang menyebabkan saluran vokalnya terbuka untuk udara dari luar, maka hasilnya adalah suara-suara vokal.
2) Jika saluran vokalnya tertutup atau terhalang untuk udara dari luar, maka hasilnya adalah suara-suara konsonan. Terbentuknya konsonan dengan sendirinya melibatkan unsur lidah, bibir, gigi dan langit-langit.Latihan untuk membentuk dan membunyikan huruf-huruf vokal harus dimulai sejak dini dengan menggunakan cermin sebagai alat kontrol hingga tercipta suatu kebiasaan yang mantap. Latihan dapat dimulai dengan mengucapkan huruf-huruf A, E, I, O, dan U. Posisi rongga mulut dalam pembentukan huruf hidup nampak pada gambar berikut
Pembuatan Musik Bumper Dan Ilustrasi Program Acara Grand Final BRTV Bali TV 2021
This paper aims to discuss the process of making bumper music, MC opening
illustration music, teaser illustration music for the finalists, and illustration music for the
announcement of winners from the BRTV Bali TV 2021 Grand Final program. In
accordance with the MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) curriculum, the author
gets the opportunity to carry out internships/ field work practices, which are carried out on
Bali TV. In this implementation, the author had the opportunity to make several pieces of
music to be used in the Grand Final event of BRTV Bali TV 2021. The implementation of
making this music went through several stages, namely the preliminary stage, the spotting
stage, the music making stage, the mastering and review stage, and the execution stage
at the event. Preliminary stage discusses plans for making the new music for the program.
The spotting stage is carried out to determine the musical elements that match the visuals.
The music making stage begins the creative process of making the music. The mastering
and review stage is the process of rendering to audio format and then reviewed by the
partner. The execution stage during the event is the writer's activity as a music operator
when the program is running. The music that has been created has also been directly
applied to the 2021 BRTV Bali TV Grand Final program.
Keywords : Grand Final BRTV Bali TV 2021, Bumper Music, Illustration Musi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
