12 research outputs found
Pengaruh Metode Pembelajaran Peer Learning terhadap Peningkatan Nilai Try Out Uji Kompetensi Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Palu: The Influence of Peer Learning Learning Methods on Increasing the Try Out Value of Student Competency Test for Nursing DIII Nursing Study Program in Palu
Latar Belakang: Prodi Keperawatan Palu prosentase kelulusan uji kompetensi masih dibawah standar nasional, dimana tahun 2016 = 27%, tahun 2017 = 77,78%, tahun 2018 = 80,82%. Rendahnya pencapaian ini bisa karena ada masalah dalam proses pembelajaran, yaitu factor internal (keadaan fisik siswa, intelegensia, keadaan psikologi misalnya minat dan motivasi), maupun faktor eksternal (kemampuan mengajar dosen, media pembelajaran, model pembelajaran, sumber atau bahan pelajaran). Masalah ini dapat diatasi dengan mengganti model pembelajaran yaitu peer learning yang dianggap lebih efektif. Model ini menitik beratkan pada sharing knowledge, sharing ideas, sharing experience. Model pembelajaran ini memiliki efektifitas tinggi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran peer learning terhadap peningkatan kilai try out uji kompetensi mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Palu.
Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest one grup. Hasil try out I sebagai data pretest, dan hasil try out II sebagai data posttest. Populasi adalah mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Palu semester VI berjumlah 99 orang. Sampel adalah 72 orang. Penelitian dilakukan di kampus Prodi DIII Keperawatan Palu. Mahasiswa dibagi dalam 8 kelompok dan didampingi oleh 10 orang dosen sebagai fasilitator. Instrumen yang digunakan adalah 180 soal yang disusun berdasarkan blue print soal uji kompetensi. Pelaksanaan penelitian 1 bulan yaitu bulan September 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis uji Paired T Test. Untuk melihat besarnya pengaruh dengan menggunakan uji pearson korelasi.
Hasil: Penelitian diperoleh skor minimal pretest adalah 34, skor maksimal 78, mean 54,51. Nilai post test terjadi peningkatan yaitu skor minimal menjadi 38, skor maksimal 101, mean 62,72. Hasil uji paired t test diperoleh nilai selisih mean adalah 8,208, nilai p = 0,000 berarti secara statistic ada pengaruh bermakna metode pembelajaran peer learning terhadap peningkatan nilai try out uji kompetensi (Ho ditolak). Nilai pearson korelasi adalah 0,723 berarti metode pembelajaran peer learning mempunyai korelasi cukup kuat dalam meningkatkan nilai try out uji kompetensi.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh cukup kuat metode pembelajaran peer learning dalam meningkatkan nilai try out uji kompetensi, disarankan kepada Prodi DIII Keperawatan Palu untuk meningkatkan kelulusan uji kompetensi mahasiswa harus dilaksanakan try out dan diberikan bimbingan dengan metode pembelajaran peer learning
Family Support as a Determining Factor for Medication Compliance in Schizophrenia Patients at the Psychiatric Clinic of Madani Palu Hospital: Dukungan Keluarga sebagai Faktor Penentu Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia di Klinik Jiwa RSUD Madani Palu
Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by cognitive, affective, and behavioral impairments. Patients require long-term antipsychotic treatment, but noncompliance rates remain high and are a major cause of relapse. Family support plays an important role in maintaining patient motivation and adherence to therapy. Research Objective: To analyze the relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients at the Madani Palu Regional General Hospital Psychiatric Clinic. Research Methods: A quantitative approach with a cross-sectional design was used. The sample consisted of 32 respondents who were family members of schizophrenia patients, selected using accidental sampling. The research instruments included a family support questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Results: The study showed that most respondents had good family support (96.9%) and high medication adherence (84.4%). Statistical tests showed a significant relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients (p = 0.002). Conclusion: Family support is an important factor in improving medication adherence in schizophrenia patients. Nursing interventions involving families need to be developed to strengthen the role of families in supporting the success of patient therapy
BLS Training on The Application of BLS and The Standard Operational Procedures First AID on Emergeny Tourism at Tanjung Karang Beach Donggala District
Indonesia is an archipelago consisting of around 17,508 islands, 70% of which are oceans. Indonesia\u27s seas are rich in natural resources, including coral reefs and marine animals. However, this natural wealth can cause problems and is fatal to humans due to stings from animals in the sea. In other emergency conditions, people can drown, causing suffocation and heart attacks. First aid in emergencies is basic life support (BLS), which can be done by people who have received training. Tanjung Karang Beach is a domestic and international tourist destination; however, health services and experts in providing BLS are not yet available. The data from 2015 to 2022 reported the occurrences of tourist vehicle accidents, tourists were stung by Marlyn fish stabs, and the incident of people drowning resulted in death without emergency action. This study aimed to determine the effect of BLS training on applying BLS and standard operational procedures in emergency first aid. The research method was a quasi-experimental pretest and posttest group design. The population was lifeguards and tourist vehicle drivers, with samples taken purposively. The measurement of the application of BLS was carried out twice: before and after training. Data analysis used univariate and bivariate analyses. The results showed a mean value before training was 1.37, with a standard deviation was 0.684. The mean value after training was 14.63, and the standard deviation was 1.383. The dependent T-test results were 13.263, and the standard deviation was 1.327, with a p-value of 0.000 (p<0,005). The conclusion is that BLS training affects the application and operational standards of BLS training. Training members are recommended to apply for BLS in caring for the victims, and the Donggala Regency Government is to organize a tourist clinic in Tanjung Karang Beach and empower training personnel as rescuers
Family Assistance Program With Interprofessional Education Approach In Labuan Panimba: Program Pendampingan Keluarga Dengan Pendekatan Interprofesional Edukasi Di Labuan Panimba
Stunting is caused by multidimensional factors so that the handling needs to be done by multisectoral or interprofessional collaborations. Central Sulawesi is an area that still has many health problems regarding nutrition, in preventing various problems related to stunting, the role of the family and community plays a very important role in the recovery phase. The roles and functions of families and communities greatly affect the health conditions of individuals, families, groups, and communities.
The results of the mentoring and assessment that became a problem were the provision of complementary feeding. The provision of appropriate complementary feeding according to recommendations and utilizing local wisdom can help prevent stunting, and can introduce healthy eating habits for mothers and children under two by utilizing nutritious food found in their environment. In addition, as an effort to make significant progress in improving the health and quality of children, especially in Indonesia.
Conclusions in the handling of stunting, each team shall have the duty and authority so that there is no overlap. Teams of health workers who work for the handling of stunting are nutritionists, midwives, nurses and Promkes, village head. Each has their own duties and powers. The achievement targets for this community service are Modules and Intellectual Property Rights
Public Knowledge and Attitudes in Preparedness for Earthquake and Tsunami Disasters in Temporary Shelters in Palu and Sigi Cities : Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Huntara Kota Palu dan Sigi
Seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana termasuk Palu, Sigi dan Donggala. Tanggal 28 September 2018 telah terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menelan banyak korban jiwa serta membuat sebagian dari masyarakat harus menjadi pengungsi dan tinggal di huntara. Banyaknya korban jiwa pada peristiwa tersebut karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana termasuk persiapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada pengungsi di Huntara Palu dan Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat menghadapi bencana bumi yang baik 28 orang (58,3%), kurang baik 20 orang (41,7%). Pengetahuan pada pasca bencana 100% kurang baik. Pengetahuan menghadapi bencana tsunami yang baik 34 orang (70,8%), kurang baik 14 orang (29,2%). Sikap masyarakat menghadapi bencana gempa bumi yang baik dan kurang baik sama yaitu 24 orang (50%), sikap mengahadapi bencana tsunami yang baik 26 orang (54,2%), kurang baik 22 orang (45,8%). Kesimpulan penelitian ini pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami lebih banyak yang baik. Jika dilihat pengetahuan tentang pasca bencana gempa bumi semuanya kurang baik. Disarankan kepada Pemda Kota Palu dan Pemda Kabupaten Sigi untuk secara rutin memberikan penyuluhan dan simulasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami
Penerapan Senam Lansia Terhadap Kebugaran Jasmani di Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete
Aging is a natural process that occurs in every individual throughout his life. One aspect that is closely related to aging is a change in physical fitness. Physical fitness is an important factor that affects the quality of life and well-being of the elderly. The growth rate of the elderly population by the year 2030 is estimated to be greater than the age of adolescents and young people by about 2.1 billion, compared to 2 billion worldwide. The goal of the community dedication is to improve the quality of life of the elderly by improving their physical fitness through the exercise of the elders, because exercising can increase muscle strength and flexibility and thus help them to live a healthier and more fit life in their communities. The activity was carried out in the village of Tete B. Ampana Tete was followed by 15 people, along with 5 people. The results of the activity can be described as follows: all the seniors who attended the gym can follow well and walk smoothly, with no obstacles or injuries. There are three elderly people who have arthritis and hearing loss and are so slow to follow instructions, but they can finish the activity well. The conclusion that can be drawn is that the more frequently doing gymnastics with the elderly, the better the older\u27s health
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II : Literature Review: Relationship of Family Support with Diet Compliance in Type II Diabetes Mellitus Patients : Literature Review
Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dengan jumlah penyandang tertimbang untuk penduduk semua umur di Indonesia sebanyak 1.017.290 penduduk. Kendala utama pada penanganan diet diabetes mellitus adalah kejenuhan dalam mengikuti terapi diet oleh karena itu sangat diperlukan adanya dukungan keluarga guna meningkatkan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus tipe II .
Tujuan: Penelitian ini bertujuan secara umum adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan mereview sebanyak 6 jurnal yang telah ditetapkan oleh peneliti dari 42 jurnal yang mendekati kriteria inklusi dan diperoleh dari hasil pencarian dalam situs web Google Scholar dan PubMed serta terpublikasi tahun 2017-2021.
Hasil: Hasil dari analisis penelitian ini diketahui bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe II. Adapun dukungan keluarga yang dapat diberikan diantaranya dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumentral, dan dukungan penghargaan atau penilaian.
Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil tersebut ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province
Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya
The Effects Of Education On The Management Of Drowning Victims On Increasing Knowledge Of Coastal Communities In Tompotana Village Takalar Regency
Masalah tenggelam dapat ditanggulangi dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir tentang penanganan awal korban tenggelam dari sumber yang terpercaya seperti tenaga kesehatan tentang tekhnik pertolongan pertama pada korban tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan penanganan korban tenggelam terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat pesisir. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pra Eksperimen dengan Desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Besar sampel sebanyak 52 orang yang berada dan tinggal di Dusun Tompotana yang memenuhi kriteria sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan analisa bivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan penanganan korban tenggelam dapat diketahui dari nilai Pvalue = 0,001. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh pendidikan penanganan korban tenggelam terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat pesisir. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan penanganan korban tenggelam tehadap peningkatan pengetahuan masyarakat pesisir di Dusun Tompotana Desa Tompotana
Pelayanan Kesehatan pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Madago Tentena
Elderly individuals generally undergo various physical and health changes. They tend to be more susceptible to various chronic diseases, such as diabetes, hypertension, arthritis, and neurological disorders like dementia. Therefore, they require specialized care and ongoing monitoring. These efforts can help prevent diseases and enhance the quality of life for the elderly. Some of the main issues frequently faced by elderly individuals living in nursing homes are related to their health, including chronic diseases, mental disorders, and physical decline. The goal of this community service is to make a tangible contribution to improving elderly healthcare services through collaboration between the community service team and the staff of the independent living facility.The target of this community service team is 63 elderly individuals residing at PTSW Madago Tentena. The results of the community service activities indicate that most of the elderly residents at PTSW suffer from chronic diseases, including 13 individuals (20.64%) with diabetes mellitus, 41 (65.1%) with hypertension, 2 (3.2%) with severe cognitive impairment, and 5 (7.9%) with mild cognitive impairment. The health status is categorized as severe for 8 (12%), moderate for 30 (48%), and mild for 25 (40%). Therefore, the outcomes of this community service can serve as a reference for the nursing home staff to strive for improved health among the elderly and collaborate with other institutions to provide healthcare services in the facility
