41 research outputs found

    KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM PADA ABAD KLASIK

    No full text
    This article reviewing the history of islamic civilization has experienced a resurrection in the classical century, especially in the three daulah, namely Daulay Abbasiyah in Baghdad, Daulay Umayyah in Cordova and Daulay Fatimiyah in Mesir. Islamic civilization and science at the time it had been developed and the resurrection very rapidly once. The three daulah vied to advance the Islamic civilization, science and literateur in their respective areas. What efforts which is conducted Daulah Abbasiyah make Baghdad as an intellectual city which is visited by scientists, litterateur to stand Nizamiyah University. Alsowhat is done Daulah Umayyah Spanyol for the resurrection ofIslamic civilization so that in each city there is University, among others, University ofCordova, University ofGranada, University ofSvilla and etc. Similarly what is taken daulah Fatimiyah in Mesir to the rise Islamic civilization to the founding of the University of al-Azhar, all of which are discussed in this article. This studyusesthe methodof analysisdescription There are three daulah mentioned above to discover the cause of their resurrection. Withstudying the development and resurrection of Islamic civilization, science and litterateur three Daulah can be used as guidelines in an effort to resurrection the civilization and science in Indonesia today. Syamruddin Nasutio

    Sejarah peradaban Islam / Syamruddin Nasution

    No full text

    sejarah peradaban islam

    No full text

    Mengkaji Nilai Salam Dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Tematik)

    Get PDF
    Artikel ini mengkaji nilai salam dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik. Dari kajian yang dilakukan terhadap aayat-ayat salam dalam al-Qur’an dapat diketahui bahwa ucapan salam sejahtera disampaikan Allah swt. kepada para nabi-Nya, antara lain, nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Harun dan Il-Yaasin, termasuk nabi Muhammad yang mereka sudah berhasil dalam menjalankan tugas masing-masing. Sebaliknya, nabi Isa menyampaikan salam do’a kepada Allah memohon keselamatan pada tiga pergantian hidup yaitu sewaktu dilahirkan, sewaktu dimatikan dan sewaktu nanti kelak menghadap Allah di padang Mahsyar. Dengan demikian, ternyata nilai salam begitu tinggi dalam pandangan Islam. Juga terdapat salam di kalangan masyarakat Jahiliyah apabila mereka bertemu dengan sesama temannya, yaitu “Hayakallah” artinya semoga umurmu panjang. Selain itu terdapat juga salam di kalangan orang Yahudi munafiq yang didasari permusuhan kepada nabi suatu salam yang tidak diajarkan Nabi kepada mereka yaitu “Assamu’alaikum” artinya semoga engkau celaka”. Seterusnya salam perdamaian diperintahkan Nabi agar disebarluaskan di kalangan masyarakat Islam dari yang muda kepada yang tua dari yang sedikit kepada yang banyak, dari yang berjalan kepada yang duduk, dari yang berkenderaan kepada yang berjalan kaki, dari yang melihat kepada yang tidak melihat, dari murid kepada guru, dari bawahan kepada atasan dan lain sebagainya. Problematika salam saat ini adalah lebih dimasyarakatkan oleh kalangan bawah dibandingkan kalangan atas sehingga hal itu menimbulkan kesan bahwa salam dalam Islam bernilai rendah padahal yang semestinya bernilai tinggi</jats:p

    Implementation of Indonesian Islamic Family Law to Guarantee Children’s Rights

    Get PDF
    This paper aims to discuss and observe the legal practice of child protection, particularly, custody and the legal attitude in Muslim society and of the parents, specifically in Indonesia. Deploying a socio-legal approach, it is clear that theoretically, through a number of laws and regulations, the state has provided legal protection to children in terms of custody, as well as from violence. In practice, the legal rights to custody are hardly obtained by children in either legal decisions or executorial steps. The paper argues that the failure of this legal protection is due to the problem of case settlement in the Islamic (religious) court, which tends to be more administrative than judiciary, and that theoretically to provide justice, the work of judges must not only be certain, but also judicial. This paper also analyses the reasons why judges in Religious Courts tend to be more oriented toward administrative issues than judiciary ones. One reason is that the atmosphere of the Religious Courts (PA) now supports administrative decisions more than judicial ones.[Artikel ini membahas dan mengamati praktik hukum perlindungan anak khususnya penjagaan dan perilaku hukum pada orang tua dan masyarakat muslim di Indonesia. Terlepas dari pendekatan sosiologi hukum, secara teoritis negara memberikan perlindungan hukum pada anak dalam kerangka penjagaan dari kekerasan melalui sejumlah hukum dan peraturan. Dalam praktiknya, hak penjagaan sulit didapatkan oleh anak baik dalam bentuk putusan atau eksekusinya. Artikel ini menjelaskan bahwa kegagalan tersebut terkait dengan penyelesaian kasus di pengadilan agama, yang cenderung administratif  daripada substantif, meski secara teoritis tetap mendorong keadilan, dan kerja hakim bukan hanya memberikan kepastian hukum tetapi juga kemanfaatan. Artikel ini juga membahas alasan putusan hakim pengadilan agama cenderung berorientasi administratif  daripada substantif. Salah satu alasannya adalah atmosfir pengadilan agama yang lebih mendukung putusan administratif..
    corecore