117 research outputs found

    PERANCANGAN LAMPU PINTAR DAN PENGUKURAN KEKERUHAN AIR PADA KOLAM IKAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA328 PADA SMART HOME

    Get PDF
    Penggunaan kontrol jarak jauh merupakan sebuah komunikasi yang banyak mengalami perkembangan saat ini. Smart home merupakan sebuah konsep integrasi menggunakan sistem komunikasi yang sama dari beberapa service didalam rumah dan tetap menjamin keamanan dan kenyamanan didalam rumah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatis dengan metode eksperimental. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat prototype perancangan yang dilakukan dengan berbasis mikrokontroller ATmega328 pada Smart Home dan memonitoring kerja menggunakan Internet of Things (IoT) yang di rancang pada lampu pintar menggunakan sensor RTC (Real Time Clock) dan berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis berdasarkan waktu yang telah diatur pada program, kekeruhan air terhadap kolam ikan, suhu dan pH. Analisis data pada pengujian akurasi sensor ultrasonik memiliki kesalahan relatif sebesar 1,80 %, akurasi sensor suhu 1,46 %, dan akurasi sensor Ph 1,09 %, lcd dapat menampilkan pembacaan sensor, dan lampu dapat hidup di pukul 18.00 wib dan mati pukul 06.00 wib oleh sensor RTC. Hal ini di pengaruhi oleh faktor beberapa faktor baik dari luar maupun faktor dalam komponen itu sendiri. Dengan demikian maka prototype perancangan yang dilakukan dengan berbasis mikrokontroller ATmega328 pada Smart Home ini telah bekerja dengan baik

    Kajian Tentang Putusan Mahkamah Konstitusi yang Bersifat Erga Omnes dan Prospektif (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 133/PUU-VII/2009 dan Nomor 026/PUU-Iii/2005 Dalam Kaitannya Dengan Pasal 58 UU MK)

    No full text
    Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman di Indonesia. Sebagai pelaku kekuasaan kehakiman, Mahkamah Konstitusi berwenang untuk menjatuhkan putusan dalam perkara-perkara yang menjadi kewenangan dan kewajibannya. Salah satu kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah melakukan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Dalam melaksanakan kewenangannya ini, UU MK mengatur beberapa hal sebagai pembatasan, yang salah satunya adalah bahwa Mahkamah Konstitusi tidak dapat menunda pelaksanaan berlakunya undang-undang yang diuji selama Mahkamah Konstitusi belum menyatakan dalam putusannya bahwa undang-undang tersebut bertentang dengan Undang-Undang Dasar, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 58 UU MK. Namun ternyata, pasal tersebut tidak selalu dilaksanakan oleh Mahkamah Konstitusi. Untuk memahaminya, dua putusan Mahkamah Konstitusi dijadikan sebagai unit of analysis dalam penelitian ini, yakni Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 133/PUU-VII/2009 dan Nomor 026/PUU-III/2005. Untuk itu, dalam penelitian ini dibahas masalah-masalah yang relevan sebagai berikut: pertama, bagaimana pendirian Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 58 UU MK ditinjau dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 133/PUU-VII/2009 dan Nomor 026/PUU-III/2005?; kedua, bagaimana kaitan antara pendirian Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 58 UU MK ditinjau dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 133/PUU-VII/2009 dan Nomor 026/PUU-III/2005 dengan karakter erga omnes dan karakter prospektif Putusan Mahkamah Konstitusi?; dan ketiga, bagaimana keterkaitan antara paradigma negara hukum Indonesia dengan pendirian Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 58 UU MK ditinjau dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 133/PUU-VII/2009 dan Nomor 026/PUU-III/2005?. Dari permasalahan-permasalahan tersebut, melalui penelitian ini diajukan saran-saran sebagai berikut: pertama, perlu dilakukan perubahan terhadap UU MK khususnya menyangkut Pasal 58, dengan mengatur unsur pembeda yang relevan untuk memperlakukan pengujian undang-undang tertentu secara berbeda; dan kedua, Mahkamah Konstitusi harus tetap mempertahankan kecermatan dalam memeriksa fakta di setiap perkara pengujian undang-undang in konkreto agar putusan Mahkamah Konstitusi dapat secara seimbang mencerminkan prinsip rectsstaat sekaligus rule of law yang tercakup dalam paradigma negara hukum Indonesia.Skripsi Sarjan

    Efek Pemberian Cairan Ringer Laktat Pengganti Puasa terhadap Perubahan Hemodinamik setelah Induksi Propofol 2 mg/kgBB IV pada General Anestesi

    No full text
    Background: Induction of anesthesia using propofol are commonly associated with hemodynamic impairment. This research used single blind, randomized controlled, with the aim to evaluate the effect of fasting fluid replacement with Ringer Lactate on hemodynamic changes after induction using propofol. Patients & Methods: After obtaining approval from the ethics committee, forty-two patients ASA 1 or 2 undergoing elective surgical procedures were randomly allocated to receive maintenance fluids only (Group A) or receive intravenous fasting fluid replacement with Ringer Lactate (Group B). Furthermore, induction of anesthesia using propofol 2mg/kgBB. Systolic blood pressure, diastolic, mean arterial pressure and pulse rate of patients recorded before induction and at intervals of 1 minute for 4 minutes after induction of anesthesia. Results: Systolic blood pressure decreased in group A was significant with p values for paired t test 0.05). Conclusion: Delivery of fasting fluid replacement with crystalloid fluid (Ringer's lactate) failed to reduce the effects of hemodynamic impairment after induction with propofol.Latar Belakang: Induksi anestesi propofol umumnya terkait dengan penurunan hemodinamik. Penelitian ini menggunakan metode tersamar tunggal, acak terkontrol, dengan tujuan untuk mengevaluasi efek pemberian cairan pengganti puasa dengan Ringer Laktat pada perubahan hemodinamik setelah induksi menggunakan propofol. Pasien & Metode: Setelah mendapatkan persetujuan dari komite etika, empat puluh dua pasien ASA 1 atau 2 menjalani prosedur pembedahan elektif secara acak dialokasikan untuk menerima hanya cairan maintenance (Grup A) atau menerima cairan pengganti puasa dengan infus Ringer Laktat (Grup B). Selanjutnya induksi anestesi menggunakan propofol 2mg/kgBB. Tekanan darah sistolik, diastolik, tekanan arteri rerata dan laju nadi pasien dicatat sebelum induksi dan pada interval 1 menit selama 4 menit setelah induksi anestesi. Hasil: Tekanan darah sistolik kelompok A terjadi penurunan yang bermakna dengan nilai p untuk uji t berpasangan 0,05). Kesimpulan: Pemberian cairan pengganti puasa dengan cairan kristaloid (ringer laktat) tidak dapat mengurangi efek penurunan hemodinamik setelah induksi dengan propofol.67 HalamanTesis Magiste

    Strategi Digital Marketing pada UKM Tikko Shoes dengan Metode Sostac

    No full text
    At this time the industrial world is entering a new era known as the era of digitalization. Information technology is transforming increasingly sophisticated which provides many conveniences for people's lives, especially in the economic world. Currently, trade is inseparable from information technology. With the synergy between trade and information technology, the term e-commerce was created. Tikko Shoes is one of the SMEs engaged in the fashion business. On external environmental factors, namely PESTEL analysis. PESTEL Analysis is used to consider the factors of external problems, namely Political, Economic, Social, Technology, Environment and Legal. The SOSTAC method is a planning framework model that allows it to be easy to follow, and is able to identify all the main things that must be done in order to achieve goals. In this SOSTAC analysis there are six stages, namely Situation Analysis using SWOT tools, then proceed to Objective steps using 5S tools ( Sell, Serve, Speak, Save, Sizzle), then go to the next stage, namely Strategy using STP (Segementation, Targeting, Positioning) tools, then proceed to Tactics stage using 4P (Product, Place, Price, Promotion) tools, then proceed to Actions stage, and proceed to the last stage, namely Control. The result of this research is a digital marketing strategy, namely uploading products regularly and providing shop vouchers and free shipping vouchers at Shopee e-commerce. Keywords : SMEs, E-commerce, PESTEL, SOSTAC, SWOT, 5S, STP, 4P.Pada saat ini dunia industri sedang memasuki era baru yang dikenal sebagai era digitalisasi. Teknologi informasi bertransformasi semakin canggih yang memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat terutama didalam dunia ekonomi. Saat ini perdagangan tidak terlepas dari teknologi informasi. Dengan adanya sinergi antara perdagangan dan teknologi informasi maka terciptalah istilah e-commerce. Tikko Shoes merupakan salah satu UKM yang bergerak dibidang bisnis fashion. Pada faktor lingkungan eksternal yaitu dengan analisis PESTEL. PESTEL Analysis digunakan untuk mempertimbangkan faktor–faktor permasalahan eksternal, yaitu Political, Economic, Social, Technology, Environment dan Legal. Metode SOSTAC adalah sebuah model kerangka perencanaan yang memungkinkan dengan mudah untuk diikuti, dan mampu untuk mengidentifikasi seluruh hal utama yang harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan Pada analisis SOSTAC ini ada enam tahapan yaitu Situation Analysis menggunakan tools SWOT, kemudian dilanjutkan kelangkah Objective menggunakan tools 5S (Sell, Serve, Speak, Save, Sizzle), lalu menuju ketahap selanjutnya yaitu Strategy menggunakan tools STP (Segementation, Targeting, Positioning), kemudian dilanjutkan ketahap Tactics menggunakan tools 4P (Product, Place, Price, Promotion), kemudian dilanjutkan ketahap Actions, dan dilanjutkan ketahap terakhir yaitu Control. Hasil dari penelitian ini adalah strategi digital makerting yaitu melakukan upload produk secara rutin dan memberikan voucher toko dan voucher gratis ongkir di e-commerce Shopee. Kata Kunci : UKM, E-commerce, PESTEL, SOSTAC, SWOT, 5S, STP, 4P.155 HalamanSkripsi Sarjan

    Perkembangan taman lalu lintas Ade Irma Suryani Nasution (1958-2006)

    Get PDF
    Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution merupakan suatu tempat, dimana anak-anak akan memperoleh pendidikan tentang segala sesuatu yang ada sangkutpautnya dengan ketertiban dan keamanan lalu lintas. Sehingga dapat diharapkan anak-anak belajar menghormati dan tunduk kepada peraturan-peraturan lalu lintas baik di darat, di laut dan di udara. Taman Lalu Lintas mengalami perkembangan yang pesat dalam penyediaan sarana prasarana, peningkatan jumlah pengunjung, tidak pernah beralih fungsi melainkan tetap sebagai taman pendidikan kelalulintasan, taman pepohonan dan taman rekreasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Taman Lalu Lintas Bandung dan perkembangannya (1958-2006), dari segi sarana prasarana, struktur kepengurusan, jumlah pengunjung serta kegiatan pendidikan di Taman Lalu Lintas dan sentra pariwisata kota. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yaitu melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah melalui telaah pustaka, wawancara dan survey langsung ke lokasi penelitian. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Taman Lalu Lintas berdiri sejak tahun 1958 merupakan salah satu hasil usaha dari Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) cabang Bandung. Adapun pendiriannya dimulai sekitar tahun 1956 yaitu bertepatan dengan peringatan 3 tahun berdirinya Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) cabang Bandung. Pembangunan Taman Lalu Lintas di Taman Nusantara dengan suatu upacara Peletakan Batu Pertama yang dilakukan oleh Ibu. Alm. R. Enoch (Bekas Walikota Bandung). Taman Lalu lintas ini bertujuan mewujudkan cita­-cita kearah keamanan dan ketertiban lalu lintas. Pendirian Taman Lalu Lintas dilatarbelakangi usaha Perkumpulan Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) cabang Bandung membangun suatu taman (Traffic Garden) bulan Agustus 1954, untuk wadah Penyelenggaraan Pendidikan Keamanan Lalu Lintas (Traffic Education) bagi murid-murid sekolah, generasi muda dan umum. BKLL Cabang Bandung diketuai oleh Nazaruddin (Ajun Komisaris Polisi) yang menjabat sebagai Kepala Polisi Lalu Lintas Bandung tahun 1950. pada tanggal 19 Mei 1966, Taman Lalu Lintas diberi nama Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution. Sedangkan perkembangan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution dimulai dengan meningkatnya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun, sehingga meningkatkan pula dalam menyediakan berbagai fasilitas seperti taman kanak-kanak, taman kelompok bermain (Play Group), kereta api mini, sepeda mini, karosel, kolam renang anak-anak, dll. Serta dilaksanakan dengan tetap memelihara kelestarian alam, menjaga agar pepohonan terawat baik sehingga tercipta lingkungan hidup yang terpelihara dengan baik dan berperan sebagai paru-paru kota Bandung

    Analisis Kerjasama Kepolisian Negara Republik Indonesia Dengan International Criminal Police Organization Dalam Penangkapan Muhammad Nazaruddin Di Cartagena Kolombia

    Get PDF
    The process of arresting Nazaruddin was the result of the hard work of members of the Indonesian National Police who followed him, in collaboration with Interpol and Colombian police. Before the arrest, National Police Chief General Timur Pradopo had sent a letter requesting assistance for Nazaruddin's arrest to the Head of Interpol in France. After coordinating with Interpol, the National Police team then coordinated with Colombian police to ensure that the person in question was Nazaruddin. The fugitive was finally captured at a cafe in Cartagena, a famous tourist city about an hour away by commercial plane from Bogota. The main problem in this research is how the cooperation of the Republic of Indonesia National Police with the International Criminal Police Organization in the arrest of Muhammad Nazaruddin in Cartagena Colombia and how the authority of the International Criminal Police Organization in the arrest of Muhammad Nazaruddin in Cartagena Colombia. This type of research is research that the author does including in the type of Normative Law research or library research. While the nature of this research is analytical descriptive in the form of a description of the implementation of the mechanism of cooperation between the International Criminal Police Organization with the National Police. Cooperation of the Republic of Indonesia National Police with the International Criminal Police Organization in the Arrest of Muhammad Nazaruddin returning to perpetrators of crimes who fled abroad often faces obstacles because of the weak bargaining power of the Indonesian people against certain countries as a result of the current conditions of Indonesia's Geostrategy and Geopolitics. The weakness of the State Bargaining Power of Indonesia towards certain countries is finally used as a hiding place rather than the perpetrators of criminal acts from Indonesia to secure themselves, save assets including avoiding the entanglement of Indonesian criminal law. The weakness of the bargaining power of the Indonesian people cannot be used to "force" another country to want to make and ratify bilateral or multilateral agreements related to extradition efforts and reciprocal assistance in criminal matters. The main authority of INTERPOL is securing the global police communication network, providing support for police operational data services, providing support for police services and providing police education and training. This collaboration through Interpol makes it easy for the police of each of its member states to eradicate transnational crime. Collaboration with the Indonesian National Police is carried out through. information exchange, issuance of notices, joint investigations, training of police staff and cooperation in the pre-extradition of perpetrators

    Strategi Program Peningkatan Akreditasi Program Studi Teknik Industri STT Dumai

    No full text
    STT is private universities that is there Dumai , Riau , having three course , namely: technique industry , information , and civil engineering .Course having customer very large is a technique industry , every year increased peneriman students .For that STT Dumai , forced to improve the quality of education to produce lulusan-lulusan or scholar competent in global competition Accreditation BAN PT currently provides grade c , this is because there is still a performance seventh the low standards in engineering study program stt dumai industry .Hence writers lifting the title research “strategy of accreditation improvement program engineering study program stt dumai industry”. To improve their performance seventh standard , then done by analysis training and standards pt accreditation the children . The concept of SWOT analysis which is to knows the , weakness , opportunities and the threat so that it can be known what strategy a used to improve their performance variables critical.Then in the standard accreditation pt each variable critical compared with the conditions real in engineering study program industry , so it can be seen target to be achieved The SWOT analysis to know strategy used that is one of them strategy used is strategy WO it means in improving the performance of variable weak or critical the course of study they can make use of opportunities have to improve their performance each variable weak.Dunia pendidikan saat ini memang sangat kompetitif sehingga untuk mengharuskan lembaga pendidikan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan evaluasi diri, untuk itu Program Studi Teknik Industri STT Dumai, dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menghasilkan lulusan-lulusan atau sarjana yang berkompeten dalam persaingan global salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran kinerja sesuai dengan penilaian akreditasi BAN PT. Akreditasi BAN PT saat ini memberikan grade C pada Program Studi Teknik Industri, hal ini dikarenakan masih terdapat rendahnya kinerja ketujuh standar di Program Studi Teknik Industri STT Dumai. Oleh karena itu penulis mengangkat judul penelitian “Strategi Program Peningkatan Akreditasi Program Studi Teknik Industri STT Dumai” Untuk meningkatkan kinerja ketujuh standar, maka dilakukan identifikasi indikator-indikator apa saja yang masih rendah kinerjanya dengan menggunakan pendekatan standar akreditasi BAN PT dan analisis SWOT. Didalam standar akreditasi BAN PT digunakan untuk mengidentifikasi indiator-indikator yang kinerjanya masih rendah. Setelah diketahui, dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga dapat diketahui strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kinerja variabel-variabel yang kritis atau kinerjanya masih rendah. Setelah strategi masing-masing indikator yang kritis diketahui kemudian dibuat program-program dengan ditindaklanjuti mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan beberapa stakeholder, diantaranya untuk standar satu terdapat 3 program, standar dua terdapat 2 program, standar tiga terdapat 16 program, standar empat terdapat 10 program, standar lima 6 program, standar enam 12 program dan standar tujuh 11 program. Dengan diperoleh program-program ketujuh standar tersebut, tentunya dapat meningkatkan nilai akreditasi Program Studi Teknik Industri STT Dumai.161 HalamanTesis Magiste

    Rancangan Sistem Pelatihan Untuk Peningkatan Kerja SDM Di PT. XYZ Deli Serdang

    No full text
    Human resources performance can be increased through the activities of counseling; that is, a process which teaches knowledge, skills, and attitude in order that employees are increasingly skillful and able to take responsibility properly, according to the work standard. The increase of human resources performance is very important for PT XYZ which produces mineral water and soft drink in containers to be marketed in the North part of Sumatera. PT XYZ had some problems with human resources performance which tended to decrease so that this study was conducted in order to know the variables which influenced the human resources performance The result of the correlation analysis showed that, simultaneously and partially, the variable of knowledge (r = 0.428), skills (r = 0.760), and attitude (r = 0.451) had significant correlation with human resources performance. The result of the descriptive analysis was used as the input in determining the need for training. Based on the result of the correlation and descriptive analyses, it was found that the design of training system could be used to increase the variables of knowledge, skills, and attitude. The training designs of maintenance, individual and team achieve goals, analytical and creative thinking for problem solving, coaching, leadership, and continuous improvement were expected to be able to cope with the factors which influenced the decrease in the human resources performance.Kinerja SDM dapat ditingkatkan melalui kegiatan pelatihan yaitu sebuah proses yang mengajarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawab dengan baik sesuai standar kerja. Peningkatan kinerja SDM juga dirasakan penting oleh PT. XYZ yang memproduksi air mineral dan minuman ringan dalam kemasan untuk dipasarkan di wilayah Sumatera Bagian Utara. PT. XYZ memiliki permasalahan kinerja SDM yang cenderung mengalami penurunan sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja SDM. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (r = 0,428), keterampilan (r = 0,760) dan sikap (r = 0,451) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja SDM baik secara parsial maupun simultan. Hasil analisis deskriptif yang diperoleh digunakan sebagai input dalam penetapan kebutuhan pelatihan. Berdasarkan hasil analisis korelasi dan deskriptif rancangan sistem pelatihan dapat digunakan dalam upaya peningkatan variabel pengetahuan, keterampilan dan sikap. Rancangan pelatihan maintenance, individual and team achieve goals, analitical and creative thinking for problem solving, coaching, leadership dan continous improvement diharapkan mampu mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja SDM.153 HalamanTesis Magiste

    Implementasi Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1990 Terhadap Koleksi Deposit Sumatera Utara pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Implementasi Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1990 terhadap koleksi deposit Sumatera Utara pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Penelitian yang dilakukan di Dinas Perpustakaan, Arsip Provinsi Sumatera Utara yang beralamat di jalan Brigjend. Katamso No.45 - K Medan, Sumatera Utara. Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan metode wawancara. Analisa deskriptif yang disajikan dalam penelitian ini yaitu dalam rangkuman hasil penelitian dari wawancara yang dilakukan kepada informan - informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara telah melakukan berbagai prosedur dalam melaksanakan Undang – Undang No. 4 Tahun 1990, berbagai prosedur mulai dari sosialisasi, pemberian format dan tindakan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara apabila penerbit tidak melaksanakan Undang – Undang No. 4 Tahun 1990. Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan Undang – Undang No. 4 Tahun 1990 belum dilakukan secara maksimal. Penerbit juga kurang memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan Undang – Undang Serah Simpan Karya Cetak.Skripsi Sarjan

    Analisis Pengaruh Antara Quality Of Work Life (QWL) terhadap Semangat Kerja di PT Bank XXXX Medan

    No full text
    PT Bank XXXX Medan adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang salah satu tugasnya adalah melayani masyarakat umum yang ingin menabung, atau menginvestasikan uang di Bank tersebut. Dalam hal melayani masyarakat umum, setiap karyawan dituntut untuk selalu ramah tamah kepada setiap pengunjung yang datang ke Bank tersebut. Hal ini dapat terlaksana apabila terdapat suatu sistem iklim kerja atau Quality of Work Life yang baik. Mengingat faktor restrukturisasi kerja, partisipasi, sistem imbalan, dan lingkungan kerja merupakan variabel bebas dari Quality of Work Life dan semangat kerja sebagai variabel terikat, maka dalam penelitian ini dilihat apakah ada pengaruh signifikan faktor Quality of Work Life yang terdiri dari restrukturisasi kerja, partisipasi, sistem imbalan, dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap semangat kerja di PT Bank XXXX Medan. Analisis regresi berganda dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan antara variabel restrukturisasi kerja, partisipasi, sistem imbalan, lingkungan kerja dan semangat kerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh faktor Quality of Work Life yang terdiri dari restrukturisasi kerja, partisipasi, sistem imbalan dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja di PT Bank XXXX Medan. Dalam penelitian ini diperoleh pengaruh partisipasi terhadap semangat kerja karyawan di PT Bank XXXX Medan dalam bentuk persamaan regresi linier berganda, yaitu: Y = 50,728 -1,155X2,1 + 2,846X2,2 -0,558X2,3 -2,601X2,4 -0,403X2,5 dan diperoleh pengaruh sistem imbalan terhadap semangat kerja karyawan di PT Bank XXXX Medan dalam bentuk persamaan regresi linier berganda, yaitu: Y = 39,470 + 1,525X3,1 + 0,304X3,2 - 2,339X3,3 - 0,376X3,4 + 1,347X3,5196 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore