11 research outputs found
Kajian Korelasi dan Regresi Adapatsi Gandum (Triticumaestivum L) di Dataran Tinggi Alahan Panjang Sumatera Barat
Penelitian tentang Uji Adaptasi Gandum (TriticumaestivumL.)di Dataran Alahan Panjang Solok Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pertumbuhan dan produksi beberapa galur gandum pada lingkungan tropik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan galur dan 3 kelompok. Sembilan galur yang dicobakan di Alahan Panjang semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel respon kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Alahan Panjang galur yang paling adaptif yaitu MUNAL#1
Uji Adaptasi Galur Gandum (Triticum aestivum L.)
Gandum adalah tanaman pangan jenis serelia yang begitu penting di dunia . Pengembangan tanaman gandum di Indonesia memiliki berbagai macam kendala salah satunya faktor ekologis tanaman tersebut yang berasal dari daerah substropis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pertumbuhan dan produksi beberapa galur gandum pada lingkungan tropik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan galur dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan Sukarami adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Sukarami semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Sukarami galur yang paling adaptif yaitu H-20
ANALISIS TANAH REKOMENDASI PEMUPUKAN BUDIDAYA GANDUM (Triticum aestivum L) di KOTA PADANGSIDIMPUAN SUMATERA UTARA
Kota Padangsidimpuan memiliki potensi untuk pengembangan pertanian hampir semua komoditi, tetapi belum ada pangan alternatif untuk dikembangkan masih tergantung terhadap beras dan belum ada status hara tanah yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat status hara tanah di lahan pertanaman gandum. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada Bulan Juni 2019 di Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tanah diambil secara komposit pada areal pertanaman gandum. Analisis kandungan hara dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Analisis karakter kandungan hara antara lain: pH ,Bahan Organik, N-Total, P-Total, K-total, Kdd, C-Organik, KA, KKA. Status hara tanah pada lokasi Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu adalah kategori rendah (miskin hara). Untuk memperbaiki kesuburan tanah diperlukan bahan organik 5-20 ton/ha, modifikasi pupuk organik lainnya seperti pemberian pupuk organik cair, pupuk hayati dan bahan organik lainnya
Efektivitas Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Putih (Zea mays L.)
Jagung putih adalah jagung yang tidak memiliki pigmen karoten pada bagian endosperma. Pertumbuhan dan produksi jagung putih di Tapanuli Bagian Selatan cukup baik, sehingga dibutuhkan optimalisasi pertumbuhan dan produksi jagung putih dengan perlakuan pupuk. Salah satu pupuk yang aman digunakan adalah pupuk hayati seperti Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih (Zea mays L) varietas Pulut URI. CMA diaplikasikan pada saat penanaman jagung dengan dosis 0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Pengumpulan data dimulai sejak tanam hingga panen yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, waktu panen, panjang tongkol, berat tongkol, jumlah baris/tongkol, bobot 100 biji pipilan kering, Bobot biji pipilan kering/tongkol, bobot akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik perlakuan CMA pada jagung putih adalah 10 g
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN TANAMAN KECOMBRANG ( ETLINGERA ELATIOR) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN USAHA PRODUKTIF IBU AISYIYAH RANTING DESA SITARATOIT
Desa Sitaratoit merupakan salah satu desa di provinsi Sumatera Utara yang berjarak kurang lebih 10 km dari Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Penduduk desa Sitaratoit berkisar 350 kepala keluarga. Warga muhammadiyah di desa ini berjumlah 83 KK. Pada umumnya mereka bekerja sebagai petani seperti kebanyakan masyarakat desa Sitaratoit. Tanaman unggulan di desa tersebut adalah salak, akan tetapi juga banyak ditemukan tanaman pertanian lain yang tidak termanfaatkan secara maksimal seperti tanaman kecombrang. Dalam kegiatan pengabdian ini yang dilibatkan adalah ibu-ibu Aisyiyah. Ibu-ibu Aisyiyah di desa ini cukup aktif dalam kegiatan persyarikatan, akan tetapi mereka belum memiliki usaha produktif. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membangkitkan minat ibu Aisyiyah untuk melakukan kegiatan yang bersifat produktif. Kegiatan pada pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan pengolahan tanaman kecombrang menjadi olahan pangan seperti stick kecombrang dan siala jell
Adaptasi Galur dan Varietas Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Tinggi Padang Sidimpuan Sumatera Utara
Wheat adaptation is required in the complex environment especially in the lowland.The purpose of this research is to see growth and the production of different strains and the varieties of wheat in Padang Sidimpuan Angkola Julu with an altitude 700 m above sea level from. The research was being conducted with the course of this experiment quantitative data a shelf on which were (Random Design Group) with 15 treatment wheat and 3 group.Strains and varieties of wheat impact on each variable respons, wheat most adaptive is strain O/HP-92-A1-1-
The Efforts To Increase Vegetative Growth of White Corn (Zea mays L) With Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) and Distance Planting Treatment: Efforts To Increase Vegetative Growth of White Corn (Zea mays L) With Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) and Distance Planting Treatment
The purpose of this study was to see the effect of giving Vesicle Arbuscular Mycorrhizae (VAM) on the vegetative growth of white corn (Zea mays L), distance treatment of plant and interaction both of them on the vegetative growth of white corn. This study used a randomized block design (RBD) on factorial with two-factor and three replications. The first factor is the treatment of giving VAM (A) with various doses consisting of A1 (10 g/plot), A2 (20 g/plot) and A3 (30 g/plot), while the second factor is the treatment of plant spacing (J) with various sizes consisting of J1 (50 cm x 15 cm), J2 (50 cm x 25 cm) and J3 (50 cm x 35 cm). Data collection starts from planting to flowering, namely plant height, number of leaves, flowering time. Data analysis was carried out through analysis of variance and further test of DMRT at 95% confidence level. Based on the results of the study, it was found that the fungal treatment only had a significant effect on plant height and cob length, but did not significantly affect the number of leaves, flowering time. The plant spacing treatment only had a significant effect on plant height but had no significant effect on the number of leaves and flowering time. The interaction of the fungus treatment and plant spacing treatment showed that there was an interaction effect of the two treatments on plant height but did not significantly affect the number of leaves, flowering time. The treatment interaction A3J3 had the highest plant size of 114.55 cm.
 
POTENSI AGRONOMIS GANDUM (TRITICUM AESTIVUM L.) DI DATARAN TINGGI ALAHAN PANJANG SUMATERA BARAT
Tanaman gandum banyak mengandung karbohidrat. Faktor ekologis adalah salah satu kendala pengembangan gandum di Indonesia karena asal dari subtropis. Penelitian ini bertujuan membandingkan pertumbuhan gandum dengan beberapa galur dan produksinya didaerah tropis. Eksperimen adalah metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan galur dan tiga kelompok. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi di Alahan Panjang adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Alahan Panjang semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Alahan Panjang galur yang paling adaptif yaitu MUNAL#1
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) ASAM AMINO SEBAGAI PENGGANTI PUPUK NPK DARI AIR KELAPA DI DESA SIMATOHIR
Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk terbagi atas 2 (dua) macam yaitu pupuk anorganik (kimia) dan pupuk organik (pembusukan bahan organik) bisa berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan kotoran yang umumnya dari proses penguraian (fermentasi). Adapun hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai POC pada kegiatan pengabdian di desa Simatohir ini adalah fermentasi dari bakteri yakult dengan menambahkan air kelapa dan sumber protein dari telur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus produksi tanaman dari pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) asam amino menggantikan pupuk NPK (kimia). .Hasil kegiatan di publikasikan dalam bentuk jurnal di jurnal MARTABE
Pengembangan Potensi Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Melalui Diversifikasi Olahan Pangan di Desa Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
Kecombrang merupakan jenis tanaman semak yang banyak ditemukan di kebun masyarakat
desa Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemanfaatan bunga kecombrang
belum maksimal hanya dijadikan sebagai bumbu masakan. Dari beberapa penelitian
menunjukkan bahwa kecombrang memiliki banyak khasiat khususnya dalam mencegah dan
mengobati beragam penyakit sehingga kecombrang dapat dijadikan sebagai pangan fungsional.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi bunga kecombrang (Etlingera elatior)
dengan pemanfaatannya menjadi olahan pangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu menjalin kerja
sama dengan pemerintah daerah setempat, uji pendahuluan pembuatan olahan kecombrang,
Sosialisasi dan pendampingan pengolahan kecombrang
