17 research outputs found
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Mi Panyabungan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa MI Panyabungan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Panyabungan yang berjumlah 60 orang. Sampel penelitian ini adalah dua kelas yang terdiri atas satu kelas eksperimen (VA) dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang dan satu kelas kontrol (VB) dengan jumlah siswa 30 orang. Instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa adalah tes essay yang berjumlah 5 soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji t-test.
Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa MI Panyabungan. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 85,83 dan 73,33. Hal ini juga dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana Thitung >Ttabel yaitu 6,044 >2,00
Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Pembelajaran Dalam Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran daring di Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar dan permasalah dalam proses pembelajaran daring di kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian angket secara daring dengan populasi pada 100 tenaga pendidik yang terdapat pada sekolah negeri dan swasta yang ada di kecamatan Panyabungan, kemudian dianalisis menggunakan konsep Miles dan Huberman. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang sering digunakan oleh pendidik adalah media aplikasi WhatsApp dari media pembelajaran berbasis teknologi atau aplikasi lain seperti Zoom, Googlemeet, Google Classroom, dan lainya. Karena beberapa alasan yang ditemui oleh tenaga pendidik sering menggunakan aplikasi WhatsApp diantaranya karena terkendala dengan jaringan, pengelolaan pembelajaran dan penggunaan gawai pada peserta didik
Peran Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Dalam Pembelajaran IPA Kelas IV
Guru sebagai fasilitator hal ini di tanamkan guru dalam proses belajaran mengajar diMIS Bina Keluarga. Guru sangat memberikan pengaruh dalam mengembangkankemmapuan yang dimiliki setiap siswanya. Hal ini terlihat ketika guru menyampaikanpembelajaran kepada siswa. Guru menyampaikan pembelajaran mulai dari siswa dasarhingga siswa lebih memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peranguru dalam pembelajaran berdasarkan teori Abraham Maslow dalam pembelajaran IPA, 2)faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran terhadap teori yangditerapkan dan 3) cara guru dalam melaksanakan teori atau pelaksanaannya dalampembelajaran. Dalam penelitian subjek penelitian guru, staf sekolah dan siswa. Adapunhasil dari penelitian itu adalah 1) guru sangat berperan dalam menerapkan teori AbrahamMaslow, dengan menggunakan teori tersebut siswa motivasi siswa semakin meningkat dansiswa lebih memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru, 2) faktor yang menjadipendukung berdasarkan penerapan teori tersebut adalah guru, teman dan lingkungansekolah, selain itu siswa juga faktor pendukung adalah fasilitas yang telah disediakan darisekolah dan faktor penghambat adalah masih minim fasilitas atau media pembelajaran, dan3) guru menjelaskan dengan penyampaian yang baik dan dipaparkan berdasarkan hirarkikebutuhan dari teori Abraham Maslow
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA SISWA KELAS VI DI MI MODEL PANYABUNGAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian penelitian quasi-experimental dengan desain penelitian non equevalent control group. Instrumen pengumpulan data yang digunakan tes, dan angket . Instrumen angket untuk mengukur kreativitas siswa dan instrumen tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji MANOVA terdapat perbedaan secara simultan model pembelajaran Project based learning terhadap kreativitas dan hasil belajar siswa, dengan menunujukkan nilai Sig. 0,00 ˂ 0.05 pada kreativitas dan 0, 00 ˂ 0.05 pada hasil belajar. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa nilai rata-rata sebelum diterapkan model Langsung pada kelas kontrol sebesar 58,83 dan nilai rata-rata sesudah diterapkan model Langsung sebesar 73,33. Sedangkan nilai rata-rata sebelum diterapkan model Project based learning pada kelas eksperimen sebesar 65,83 dan nilai rata-rata sesudah di terapkan model Project based learning sebesar 85,83. Dengan hasil kreativitas siswa pada kelas kontrol sebesar 29,43 dan nilai rata-rata sesudah diterapkan langsung 57,33. Sedangkan nilai rata-rata sebelum diterapkan model Project based learning pada kelas eksperimen sebesar 39,87 dan nilai rata-rata sesudah di terapkan model Project based learning sebesar 73,60
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI KELAS XI MIPA 6 SMA NEGERI 5 MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam materi limit fungsi terhadap kelas XI Mipa 6 dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, dalam 1 siklus memiliki 2 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Mipa 6 SMA Negeri 5 Medan dengan jumlah 35 siswa. Objek dari penelitian ini merupakan hasil kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada kelas XI Mipa 6 SMA Negeri 5 Medan. Penelitian ini diperoleh hasil analisis dari kelas tersebut kemampuan berpikir kreatifnya meningkat. Hal ini ditandai dengan rata-rata nilainya 61,40 (Siklus-I) menjadi 79,97 (Siklus-II). Untuk persentase klasikal dalam siklus-I sebanyak 28,57% menjadi 88,57% dalam siklus-II, maka analisis yang didapat sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditentukan. Maka dapat disimpulkan bahwa 1) Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI Mipa 6 SMA Negeri 5 Medan dapat meningkat setelah diterapkan suatu upaya-upaya yang guru lakukan melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw yaitu menyajikan materi limit fungsi dengan powerpoint, mengajukan pertanyaan kepada siswa dan member Reward, 2) Setelah diterapkannya model pembelajaran Jigsaw, kemampuan berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan dalam materi limit fungsi
How Do Higher-Education Students Use Their Initial Understanding to Deal with Contextual Logic-Based Problems in Discrete Mathematics?
Mathematical reasoning in logical context has now received much attention in the mathematics curriculum documents of many countries, including Indonesia. In Indonesia, students start formally learning about logic when they pursue to senior-high school. Before, they previously have many experiences to deal with logic, but the earlier assignments do not label them as logic. Although the students have already experienced much about logic, it does not assure that they have a better understand about it even they purpose to university. Thus, this paper presents several findings of our small-scale study which was conducted to investigate the issues on how higher-education students overcome contextual logic-based problems. Data were collected through pretest, students’ written work, video recording and interview. A fifteen-minute test which consisted of four questions was given to 53 student participants in the third semester who proposed mathematics discrete course. The information towards the main issues was required through the analysis of students’ written work in the pretest and video recording during the students’ interview. The findings indicate that the students’ initial understanding, in general, do not help them much to solve logical problems based on context. In our findings, they apply several strategies, such as random proportions, word descriptions, permutation-combination calculations and deriving conclusion through logical premises.</jats:p
ANALISIS PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI MODEL DRILL AND PRACTICE UNTUK MI/SD
Guru merupakan salah satu komponen mikrosistem pendidikan yang sangat strategis dan mempunyai peran yang besar pada proses pendidikan di sekolah. Dalam penyampaian materi pembelajaran guru yang kreatif harus mampu menejelaskan materi dengan berbagai media yang ada. Media pembelajaran dalam dunia pendidikan bermacam-macam seperti multimedia interaktif, presentasi, hypermedia, tutorial dan drill and practice. Drill and practice bisa disebut metode mengajar yang dilaksanakan oleh siswa dalam bentuk kegiatan latihan yang nantinya keterampilan tersebut menjadi sebuah kebiasaan dan peserta didik nyaman mempelajari materi tersebut dengan diasah terus menerus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research) ialah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan data pustaka penelitian yang memanfaatkan sumber pustaka untuk mendapatkan data penelitian, Dengan Melaksanakan Metode Drill and Practice dalam masa pandemi sangat dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru
Dinamika Kebijakan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam di Bumi Indonesia
Setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda demi mencerdaskan kehidupan bangsanya. Banyak kebijakan yang bervariasi digunakan dalam rangka mensukseskan sistem pendidikan, dan juga pola kepemimpinannya. Dalam pendidikan Islam pun membutuhkan tatanan serupa agar tercipta masyarakat yang tidak hanya mempelajari nilai-nilai Islam saja, akan tetapi dapat menerapkan nilai tersebut dan dapat menyampaikannya kepada yang lain. Kebijakan dan kepemimpinan dibutuhkan dalam segala ranah, termasuk pendidikan Islam. Pola kebijakan dan kepemimpinan mengalami perubahan dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan zaman. Bukan berarti merubah sistem sebelumnya, melainkan mengevaluasi pola sebelumnya agar dapat dijadikan pijakan untuk ketercapaian tujuan pendidikan Islam di masa yang akan datang agar lebih baik lagi
Analysis of Students' Mathematical Problem-Solving Ability and Self-Efficacy Through Application of The Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Learning Model for Al Manar Private Junior High School Students
This study aims to: 1) determine students' mathematical problem solving abilities and self efficacy after being taught by applying the think aloud pair problem solving (tapps) learning model to students of Al Manar Private Junior High School; 2) Knowing the students' mathematical problem solving ability is assessed from students' self efficacy after being taught by applying the think aloud pair problem solving (tapps) learning model to Al Manar Private Junior High School students; 3) Knowing the difficulties experienced by Al Manar Private Junior High School students in completing the mathematical problem solving ability test which is taught by applying the think aloud pair problem solving learning model (tapps). The type of research used in this research is descriptive qualitative research. This research was carried out in March 2022 in the even semester of the 2021/2022 academic year class VII Al Manar Private Junior High School. The results showed that: 1) The level of mathematical problem solving ability of students with medium and high abilities had the highest proportion, followed by students with low abilities; 2) Students who have high mathematical self-efficacy have high category problem solving abilities as well. Students who have moderate self-efficacy have moderate category problem solving abilities as well. And students who have low self-efficacy have low category problem solving abilities; 3) Difficulty In the high category, students do not experience significant difficulties. In the medium category, students have difficulty understanding concepts so that students experience confusion when solving problems. And in the low category, students have difficulty in all indicators of problem solving ability. Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, Self-Efficacy, Think Aloud Pair Problem Solving. DOI: 10.7176/JEP/13-16-03 Publication date:June 30th 202
Gerakan Literasi Berbasis Local Wisdom Melalui Buku Budaya Mandailing untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran literasi dalam meningkatkan minat baca siswa MI Panyabungan, dan implementasi gerakan literasi berbasis local wisdom di MI Panyabungan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Panyabungan. Teknik yang digunakan dalam kepentingan pengambilan data, yaitu: observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yakni: pengumpulan data, reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan literasi memberikan peran dalam meningkatkan minat baca siswa MI Panyabungan. Penerapan gerakan literasi yang memperhatikan perhatian, motivasi dan perasaan siswa mendukung peningkatkan minat baca siswa; dan (2) implementasi gerakan literasi berbasis local wisdom di MI Panyabungan dilakukan melalui tiga model pengembangan gerakan literasi (pengajaran, pengembangan, dan pembiasaan), memanfaatkan mata pelajaran kebudayaan daerah untuk memotivasi siswa membaca, menerapkan strategi pembelajaran sosial kultural, dan menyediakan buku budaya Mandailing di pojok literasi maupun perpustakaan sekolah
