5 research outputs found
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN TEKNIK “CERCA TEMAN” PADA SISWA KELAS VIII-B SMP NEGERI 1 TRENGGALEK TAHUN PELAJARAN 2017-2018
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis puisi bebas dengan teknik “cerca teman” pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Trenggalek tahun pelajaran 2017-2018. Perencanaan pembelajaran membahas tentang identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media, alat, dan sumber belajar, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serta penilaian. Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pelaksanaan pembelajaran menumbuhkan KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4, implementasi pendekatan saintifik, dan teknik “cerca teman”. Penilaian pembelajaran menggunakan penilaian autentik untuk penilaian sikap dan penilaian keterampilan
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis, Metakognitif, dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X di SMA Negeri 2 Trenggalek
Kemampuan berpikir kritis menuntut siswa untuk berpikir lebih spesifik terhadap permasalahan atau pelajaran. Kemampuan tersebut bila dapat diimplementasikan dengan baik, maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang dipelajari berdasarkan konsep berpikir kritisnya. Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan yang berpijak dan lanjutan dari kemampuan berpikir kritis. Keterampilan metakognitif berfungsi untuk mengarahkan siswa mengetahui bagaimana untuk belajar, mengetahui kemampuan dan modal belajar yang dimiliki, dan mengetahui strategi belajar terbaik. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.
Penerapan kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional dalam diselaraskan dengan materi pembelajaran. Salah satu materi yang dapat digunakan untuk menerapkan ketiga aspek tersebut adalah teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil obervasi adalah laporan yang dilakukan oleh siswa terhadap pengamatan suatu objek yang dapat dilihat oleh mereka sehingga dapat didata dan kevalidan datanya bisa dibuktikan secara nyata di muka umum serta ruang lingkup yang diteliti atau diamati pun harus benar-benar pasti tidak boleh berubah-ubah untuk menentukan keberhasilan dari observasi tersebut. Adanya pengaruh pada kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar teks laporan hasil observasi merupakan sebuah fenomena yang layak untuk dikaji. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Trenggalek untuk mengungkap ada atau tidaknya pengaruh yang ketiga aspek tersebut terhadap hasil belajar siswa.
Tujuan penelitian ini mengetahui (1) pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa materi teks laporan hasil observasi; (2) pengaruh kemampuan metakongitif terhadap hasil belajar siswa materi teks laporan hasil observasi; (3) pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa materi teks laporan hasil observasi; dan (4) pengaruh kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa pada materi teks laporan hasil observasi. Sejalan dengan itu, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto.
Pendekatan kuantitatif jenis ex post facto digunakan untuk meneliti dan
mengetahui hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa nominal atau angka yang dihitung dengan perhitungan statistika atau menggunakan SPSS 22.0. Adapun cara untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket atau kuisioner yang diberikan kepada siswa dan studi dokumentasi terhadap hasil belajar siswa. Angket dan kuisioner digunakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir kritis (X1), metakognitif (X2), dan kecerdasan emosional (X3). Setelah data diperoleh, peneliti melakukan tiga kali pengujian untuk menganalisis data, yaitu (1) uji instrumen berupa uji validitas dan reliabilitas, (2) uji normalitas dan uji homogenitas data, dan (3) uji hipotesis dilanjutkan uji Tes Post Hoc Tukey HSD dan Bonferonni.
Hasil uji validitas instrumen diperoleh nilai seluruh butir soal instrumen > F hitung (0,266) yang artinya seluruh butir soal valid. Hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh nilai seluruh butir soal instrumen > Cronbach’s Alpha (0,06) yang artinya seluruh butir soal reliabel. Hasil uji normalitas nilai seluruh aspek kemampuan atau variabel bebas diperoleh n sig > 0,05 yang artinya ketiga variabel bebas berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas tiga variabel bebas diperoleh n sig > 0,05 yang artinya ketiga variabel bebas homogen atau sejenis.
Setelah uji instrumen dan uji prasyarat data, pengujian dilanjutkan ke uji hipotesis yang diperoleh hasil (1) nilai sig = 0,097 > 0,05 dan f hasil = 5,556 > f tabel = 0,12 yang artinya terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa; (2) nilai sig = 0,233 > 0,05 dan f hasil = 1,543 > f tabel = 0,12 yang artinya terdapat pengaruh kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa; (3) nilai sig = 0,145 > 0,05 dan f hasil = 0,604 > f tabel = 0,12 yang artinya terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa; dan (4) nilai sig = 0,482 > 0,05 dan f hasil = 0,503 > f tabel = 0,12, yang artinya terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa. Setelah uji hipotesis, dilanjutkan ke uji Tes Post Hoc Tukey HSD dan Bonferonni dengan hasil n sig kemampuan berpikir kritis 0,00 0,05 sehingga pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar lebih dominan daripada kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Metakognitif, Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Siswa.
Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information), Vol 7, No 2 June 2014
MACULAR EDEMA CLASSIFICATION USING SELF-ORGANIZING MAP AND GENERALIZED LEARNING VECTOR QUANTIZATION
Rizal Adi Saputra, Yuwanda Purnamasari Pasrun, Amaliya Nurani Basyarah
DIVERSITY-BASED ATTRIBUTE WEIGHTING FOR K-MODES CLUSTERING
Muhammad Misbachul Huda, Dian Rahma Hayun, Annisaa Sri Indarwanti
THE PAR (PEER ASSESSMENT RATING) CALCULATION ON 2 DIMENSIONAL TEETH MODEL IMAGE FOR THE CENTERLINE COMPONENT AND TEETH SEGMENTATION ON THE OCCLUSAL SURFACE TEETH MODEL IMAGE
Hanif Arief Wisesa, Ratna Rustamadji, Miesje Karmiati Purwanegara, Benny Hardjono
ADAPTIVE ANT COLONY OPTIMIZATION BASED GRADIENT FOR EDGE DETECTION
Febri Liantoni, Kartika Candra Kirana, Tri Hadiah Muliawati
MULTITHRESHOLDING IN GRAYSCALE IMAGE USING PEA FINDING APPROACH AND HIERARCHICAL CLUSTER ANALYSIS
Cahyono Cahyono, Gigih Prasetyo, Adrianus Yoza, Ramadhan Hani
AUTOMATIC ARRHYTHMIAS DETECTION USING VARIOUS TYPES OF ARTIFICIAL NEURAL NETWORK BASED LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)
Diane Fitria, Muhammad Anwar Ma\u27sum, Elly Matul Imah, Alexander Agung Gunawan
SIMILARITY BASED ENTROPY ON FEATURE SELECTION FOR HIGH DIMENSIONAL DATA CLASSIFICATION
Jayanti Yusmah Sari, Mutmainnah Muchtar, Mohammad Zarkasi, Agus Zainal Arifin
IMPLEMENTATION OF IMAGE PROCESSING ALGORITHMS AND GLVQ TO TRACK AN OBJECT USING AR.DRONE CAMERA
Muhammad Nanda Kurniawan, Didit Widiyant
Upaya dalam Menumbuhkan Karakter Agamis Siswa pada Bulan Suci Ramadhan di Madrasah Tsanawiyyah Negeri Binjai
Many students at this time are starting to leave the cultural traditions of the Indonesian nation and leave moral norms that cannot be separated from the importance of growing the religious character of students in schools in the teaching and learning process in the classroom. Therefore, so that students have characters that are in accordance with norms and religion, it is hoped that schools can foster a culture, one of which is by carrying out positive activities during the holy month of Ramadan. The researcher formulated the objectives of this study to: (1) The activities carried out during the holy month of Ramadan to cultivate the religious character of students at MTsN Binjai, (2) How did the activities carried out during the holy month of Ramadan at MTsN Binjai, (3) Inhibitory factors and supporters of carrying out activities during the holy month of Ramadan at MTsN Binjai. This type of research is qualitative, with the principal research subject. And data collection was done by interview and field observation with relevant themes. The results of this study indicate that: (1) The forms of activities carried out to cultivate the religious character of students in the month of Ramadan are dhuha prayer in congregation, almsgiving, tausiyah, and tadarus (2) There is an influence from these activities which makes students' awareness higher to carry out worship and have a noble character (3) Supporting factors come from facilities and cooperation carried out by the school (4) Inhibiting factors originating from students are overcome by reminding them to always be disciplined
Manufacturing Animal Infusion Fluid Control And Monitoring Tools As Health Facilities At The Animal Polyclinic Of IPB Vocational School
Making a device for monitoring infusion fluids in animals serves to create a drip-based infusion control deviceNodeMCU ESP32 on infusion equipment. This tool is equipped withsensorsphotodiode which functions to detect droplets of infusion fluid. The results of monitoring and reading infusion drops will later be entered on the website which can be accessed via desktop or mobile. If the infusion drops are in accordance with the predetermined amount, then buzzerwill besound as a reminder. The tool that will be created is IoT based which canconnectedwith the website. The function of the website is to regulate the number of infusion drops and record the data laterconvertedin the form of an excel file. The automation tools that will be created can be accessed remotely via desktop or mobile computers. This IV fluid automation tool can be applied to pets such as cats and dogs. The dose of intravenous fluid given to animals is adjusted to the animal's needs based on recommendations from the veterinarian. There are two important components in this tool, namely the upper part to regulate the transfer of the infusion based on load and the lower part to regulate the number of infusion drops given
