73 research outputs found

    PERLAKUAN BENIH MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)

    No full text
    RINGKASANNANDA FADILA. Perlakuan Benih Menggunakan Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman dan Pengaruhnya Terhadap Viabilitas dan Vigor serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) dibawah bimbingan Syamsuddin sebagai pembimbing ketua dan Rita Hayati sebagai pembimbing angggota.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih menggunakan rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT) terhadap viabilitas dan vigor benih, pertumbuhan serta hasil tanaman tomat di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala serta Laboratorium lainnya sesuai dengan kebutuhan dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian berlangsung dari bulan Februari 2018 sampai dengan Juni 2018. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 9 dengan 3 ulangan. Faktor pertama varietas tomat (V) terdiri dari 2 taraf, yaitu: V1 (Varietas Karina) dan V2 (Varietas Grand Sakina F1). Faktor kedua yaitu isolat rizobakteri (R) terdiri dari 8 taraf yaitu: R0 (Kontrol), R1 (Azotobacter sp), R2 (Necercia sp), R3 (Pseudomonas capacia), R4 (Bacillus megaterium), R5 (Pseudomonas dimuta), R6 (Flavobacterium sp), R7 (Bacillus polymixa) dan R8 (Bacillus stearothermophillus). Penelitian terdiri dari 18 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan sehingga terdapat 54 satuan percobaan. Adapun peubah viabilitas dan vigor yang diamati antara lain potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh relatif. Peubah pertumbuhan dan hasil yang diamati diantaranya adalah tinggi tanaman 30 HST dan 45 HST, diameter batang 30 HST dan 45 HST, jumlah daun 30 HST dan 45 HST, jumlah bunga, jumlah cabang produktif, jumlah buah konsumsi dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan benih menggunakan rizobakteri berpengaruh terhadap viabilitas dan vigor kekuatan tumbuh benih dua varietas tomat dan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat di lapangan. Perlakuan benih pra tanam dengan menggunakan isolat rizobakteri Necercia sp. menunjukkan nilai viabilitas dan vigor kekuatan tumbuh benih lebih baik. Sedangkan perlakuan benih pra tanam dengan menggunakan isolat rizobakteri Pseudomonas dimuta, Azotobacter sp., Necercia sp. dan Pseudomonas cepacia menunjukkan nilai pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik. Terdapat interaksi antara varietas dan jenis rizobakteri terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Varietas Karina menunjukkan nilai pertambahan tinggi yang lebih baik pada isolat rizobakteri Flavobacterium sp. dan nilai berat buah per tanaman yang lebih baik pada isolat rizobakteri Bacillus stearothermophillus. Varietas Grand Karina F1, menunjukkan nilai diameter batang yang lebih lebar pada isolat rizobakteri Pseuodomonas cepacia dan Flavobacterium sp., jumlah daun yang lebih banyak pada isolat rizobakteri Bacillus megaterium dan jumlah buah konsumsi yang lebih banyak pada isolat rizobakteri Necercia sp.Kata Kunci : rizobakteri, varietas, perlakuan benih, benih tomat\SUMMARYNANDA FADILA. Seed Treatment Using Plant Growth Promoting Rhizobacteria and Its Effect on Viability, Vigour, Growth and Yield of Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) Plants under the supervision of Syamsuddin and Rita Hayati as promotor and co-promotor respectively.This study aims to determine the effect of seed treatment using plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) on seed viability and vigor, growth and yield of tomato plants in the field. Experiments were conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology of the Agrotechnology Study Program and Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, and other laboratories in accordance with the needs in carrying out this experiments. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) 2 x 9 factorial pattern with 3 replications. The first factor of tomato varieties (V) consists of 2 levels, namely: V1 (Karina Varieties) and V2 (Grand Sakina F1 Varieties). The second factor is rhizobacterial isolate (R) consisting of 8 levels, namely: R0 (Control), R1 (Azotobacter sp), R2 (Necercia sp), R3 (Pseudomonas cepacia), R4 (Bacillus megaterium), R5 (Pseudomonas dimuta), R6 (Flavobacterium sp), R7 (Bacillus polymixa) and R8 (Bacillus stearothermophillus). The study consisted of 18 combinations of treatments with three replications so that there were 54 experimental units. The variables of viability and vigor observed included maximum growth potentcy, germination capacity, vigor index, simultaneity growing and relative growth speed. The variables of growth and yield observed were plant height (30 and 45 days after planting), stem diameter (30 and 45 days after planting), number of leaves (30 and 45 days after planting, number of flowers, number of productive branches, number of fruit consumption and weight of fruit per plant. The results showed the treatment of seeds using rhizobacteria had an effect on viability and vigor and also on the growth and yield of two tomato varieties in the field. Pre-planting seed treatment using Necercia sp. isolates show a better value of viability and vigor. Pre-planting seed treatment using Pseudomonas dimuta, Azotobacter sp., Necercia sp. and Pseudomonas cepacia shows better growth and yield values. Karina variety shows better plant height value in Flavobacterium sp. and better fruit weight per plant in Bacillus stearothermophillus. While the Grand Karina F1 variety, showed a wider stem diameter value in Pseuodomonas cepacia and Flavobacterium sp., more leaves in Bacillus megaterium and more fruit consumption in Necercia sp.Keywords : rhizobacteria, variety, seed treatment, tomato seed

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Anggota Dalam Memanfaatkan Produk Pembiayaan Murabahah di KSPPS BMT Berkah Kabupaten Ciamis: Fadila Mardiani

    No full text
    Cooperatives based on the sharia system developed amidst the rise of thousands of conventional cooperatives, especially on the financing provided to members. Financing is often used for cooperative activities because it is always related to plans to obtain income. The increase in financing products has a positive impact on economic progress. Therefore, with the phenomenon of increasing financing at one of the BMTs in Ciamis district, namely KSPPS BMT BERKAH, there has been an increase in murabahah financing products. The aim of conducting this research is to find out what factors influence members\u27 interest in murabahah financing products at KSPPS BMT BERKAH. This research is qualitative research, namely using primary data, namely data that has been obtained from the object under study. Primary data from this research is the main source obtained from interviews. Meanwhile, secondary data is data obtained through intermediaries and parties who already have the data. Secondary data from this research is from books and documents and other things related to the author\u27s title. The results of this research state that the factors for the increase in murabahah financing products are because most members easily understand this murabahah financing product compared to other financing products and BMT makes it easy for customer members to apply, namely easy terms and relatively small margins

    Pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS untuk membentuk sikap sosial peserta didik di MTs Babussalam, Pagelaran, Kabupaten Malang

    No full text
    INDONESIA: Kita tahu bahwa zaman semakin bergeser kearah moderenis, berbagai temuan dan teknologi telah masuk dalam ruang kehidupan kita, gaya hidup pun juga ikut bergeser dari tradisionalis menuju modern. Perkembangan zaman sangat berpengaruh besar dalam proses perkembangan anak, karena berkaitan dengan kegiatan dan perilaku anak. Melihat kenyataan semacam ini masyarakat terlihat gusar dengan maraknya penyimpangan dan kenakalan anak remaja akibat berkembangnya zaman, hal tersebut dikarenakan penyalahgunaan dan penerimaan era modern yang tidak maksimal. Lantas sering sekali kita mendengar tentang berbagai tindakan tak bermoral dilakukan oleh remaja, atau pun pelajar. Pendidikan seharusnya menjadi alternative utama dalam meminimalisir kejadian-kejadian yang dewasa ini santer terjadi, maka dengan konsep pendidikan karakter yang menitik beratkan pada setiap karakter pelajar, diharapkan mampu membekali pelajar dalam menghadapi kemajuan zaman, serta mampu menuai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian ini: 1) Memahami Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS di MTs Babussalam, 2) memahami Faktor pendukung dan penghambat dalam pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di MTs Babussalam.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedua hal tersebut. Metode Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripikan dan menginterpretasikan data-data yang di hasilkan untuk menggambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut : Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS di MTs Babussalam dilakukan dengan mengintegrasikan antara pendidikan karakter dengan mata pelajaran IPS Terpadu baik didalam kelas maupun diluar kelas, adapun factor pendukung dalam rangka pengimplementasian pendidikan karakter tersebut, selain itu ada beberapa hal yang menjadi penghambat dalam prosesnya, seperti mayoritas siswa yang jauh dari orang tuanya, sampai tata tertib sekolah yang kurang massif untuk dijalankan. ENGLISH: We know that the times are shifting towards modernism, various findings and technology have entered our space of life, even life style has also shifted from traditionalist to modern. Age development is very influential in the child's development process, because it is related to the activities and behavior of children. Seeing this kind of reality the community looks upset by the rampant deviations and delinquency of teenagers due to the development of the times, this is due to the abuse and acceptance of the modern era which is not optimal. So often we hear about various immoral acts carried out by teenagers, or even students. Education should be the main alternative in minimizing the events that occur today, so the concept of character education that focuses on each character of the student is expected to be able to equip students in facing the progress of the times, and be able to reap the benefits in everyday life. The focus of this study: 1) Understanding Character Education in Social Studies Learning at MTs Babussalam, 2) understanding the supporting and inhibiting factors in implementing character education in social studies learning at Babussalam MTs. This study aims to describe these two things. The method of data collection is done through observation, interviews, and documentation. To analyze data, the author uses descriptive qualitative analysis techniques, which describe and interpret the data produced to describe reality in accordance with the actual phenomenon. The results of the research conducted by the researchers are as follows: Character Education in Social Studies Learning in MTs Babussalam is done by integrating character education with Integrated Social Studies subjects both in the classroom and outside the classroom, as for supporting factors in the implementation of character education. some things that become obstacles in the process, such as the majority of students who are far from their parents, until the school rules are less massive to run.

    EKSPLORASI FATHER INVOLVEMENT PADA DEWASA AWAL YANG ORANG TUANYA BERCERA

    No full text
    ABSTRAK Ekplorasi Father Involvement pada Dewasa Awal yang Orang tuanya Bercerai Oleh: Fadila Fasya Febriyana Perceraian orang tua dapat menyebabkan perubahan dalam pola pengasuhan dan mengurangi keterlibatan ayah dalam keluarga. Keterlibatan ayah (father involvement) bukan hanya sekedar ada secara fisik, tetapi juga aktif terlibat dalam berinteraksi, ketersediaan, maupun tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran father involvement pada dewasa awal yang orang tuanya bercerai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang melibatkan empat subjek berstatus mahasiswa di Bandar Lampung dengan latar belakang orang tua bercerai. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa keterlibatan ayah pasca perceraian masih kurang optimal. Pada aspek engagement, keempat subjek, yaitu PS, AP, AF, dan AA, sebagian besar dari mereka jarang menghabiskan waktu bersama ayahnya, sehingga interaksi mereka pun terbatas. Mereka juga merasa tidak nyaman dan tidak memiliki hubungan yang dekat dengan ayahnya. Pada aspek accessibility, ayah subjek AP dan AA jarang hadir atau sulit dijangkau saat dibutuhkan, sementara subjek PS dan AF masih bisa menghubungi ayahnya meski frekuensinya tidak sering. Pada aspek responsibility, ayah PS dan AF tetap memberikan dukungan finansial, sedangkan ayah AP dan AA kurang peduli dan jarang memenuhi kebutuhan dasar mereka. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan dewasa awal setelah orang tua bercerai masih rendah. Kata Kunci: Father Involvement, Dewasa Awal, Orang Tua Bercerai. ABSTRACT Exploration of Father Involvement in Early Adults with Divorced Parents Author: Fadila Fasya Febriyana Parental divorce can cause changes in parenting patterns and reduce father involvement in the family. Father involvement is not only physically present, but also actively involved in interaction, availability, and responsibility in meeting needs. This study aims to determine the description of father involvement in early adults whose parents are divorced. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach, involving four subjects who are students in Bandar Lampung with divorced parents. Data were collected through semi structured interviews and analyzed using NVivo software. The results showed that the father's involvement after divorce was still less than optimal. In the engagement aspect, the four subjects, namely PS, AP, AF, and AA, most of them rarely spent time with their father, so their interactions were limited. They also feel uncomfortable and do not have a close relationship with their father. In the aspect of accessibility, the father of subjects AP and AA is rarely present or difficult to reach when needed, while subjects PS and AF can still contact their father even though the frequency is not frequent. In the aspect of responsibility, PS and AF's father still provides financial support, while AP and AA's father does not. This study concludes that father involvement in early adult life after parental divorce is still low. Keywords: Father Involvement, Early Adulthood, Divorced Parents

    PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK

    No full text
    Media sosial membuat para penggunanya tidak hanya mengalami dampak yang positif tetapi juga dampak negatif, salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial adalah terhadap kecemasan sosial yang mana terdapat pengaruh yang signifikan dengan perbandingan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh perbandingan sosial terhadap kecemasan sosial pada remaja pengguna media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komparatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan penyebaran secara online melalui google form dan secara offline dengan bertemu langsung. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu The lowa-Netherland Comparison Orientation Scale (INCOM) yang dikembangkan oleh Gibbons & Buunk (1999); dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang dikembangkan La Greca dan Lopez (1998). Penelitian ini menggunakan 399 sample dengan menggunakan incidental sampling sebagai teknik pengambilan sample. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perbandingan sosial dengan mayoritas sedang sebesar 83,7% (334 subjek). Tingkat kecemasan sosial dengan mayoritas sedang sebesar 78,7% (314 subjek). Pada uji koefisien persamaan regresi linier sederhana, diketahui sebesar 10,349 menunjukkan bahwa, jika variabel perbandingan sosial bernilai nol atau tetap maka akan meningkatkan kecemasan sosial sebesar 10,349%. Jika variabel perbandingan sosial 10,349 meningkat 1 satuan, maka akan meningkat kecemasan sosial sebesar 2,150%. Berdasarkan nilai sig. perbandingan sosial sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terbukti terdapat pengaruh perbandingan sosial terhadap kecemasan sosial pada remaja Dan terdapat kontribusi perbandingan sosial terhadap kecemasan sosial dengan nilai R Square sebesar 40,4%. Kata Kunci: Media Sosial, Perbandingan Sosial, Kecemasan Sosial

    FENOMENA MENONTON DRAMA KOREA TERHADAP PERUBAHAN GAYA HIDUP REMAJA DI DESA TRIMULYO KEC. TEGINENENG

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan teknologi dan informasi terutama media massa memiliki dampak besar dalam kemajuan komunikasi. Selain menyebarkan informasi dengan cepat, teknologi juga mempermudah akses informasi dan penyebaran budaya asing ke Indonesia. Salah satunya adalah tayangan drama Korea yang sedang populer dikalangan remaja. Pemain dan alur cerita yang ditampilkan dalam drama Korea mencerminkan gaya hidup Korea yang kemudian diadopsi oleh penonton sebagai gaya hidup baru. Melalui drama drama tersebut, masyarakat secara tidak sadar menyerap dan mengadopsi kebudayaan Korea kedalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, banyak dari mereka mulai mengadopsi gaya hidup dan berpakaian pemeran drama Korea, penggunaan produk-produk kecantikan Korea, konsumsi makanan Korea, pengaplikasian bahasa Korea dalam keseharian mereka, bahkan menjadikan budaya Korea yang mereka dapat untuk menjadi acuan inovasi dalam hal apapun. Fenomena ini dapat dianggap sebagai awal dari munculnya budaya populer yang dapat merubah gaya hidup masyarakat. Penelitian ini akan mengevaluasi bagaimana fenomena menonton drama Korea memengaruhi perubahan gaya hidup remaja Desa Trimulyo, Kec. Tegineneng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menguraikan hasil dan pembahasan secara deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan teori sosial kognitif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan gaya hidup pada remaja. Terdapat beberapa perubahan yang dialami oleh remaja yaitu perubahan dalam gaya berpakaian yang membuat remaja lebih stylish dan percaya diri, perubahan dalam penampilan wajah ala Korea yang lebih natural dan elegan, perubahan dalam preferensi makanan ala Korea seperti yang ada dalam tayangan drama Korea, dan perubahan dalam gaya berbicara dengan penggunaan kosakata bahasa Korea dalam interaksi sehari-hari remaja. Kata kunci: Fenomena Drama Korea, Konsep Gaya Hidup, Teori Sosial Kognitif. ABSTRACT The development of technology and information, especially mass media, has had a major impact on the progress of communication. Apart from spreading information quickly, technology also makes it easier to access information and spread foreign culture to Indonesia. One of them is Korean drama shows which are currently popular among teenagers. The actors and storylines shown in Korean dramas reflect the Korean lifestyle which is then adopted by the audience as a new lifestyle. Through these dramas, people unconsciously absorb and adopt Korean culture into their daily lives. Apart from that, many of them are starting to adopt the lifestyle and clothing of Korean drama actors, use Korean beauty products, Korean food consumption, apply the Korean language in their daily lives, and even use the Korean culture they can use as a reference for innovation in any case. This phenomenon can be considered as the beginning of the emergence of popular culture which can change people's lifestyles. This research will evaluate how the phenomenon of watching Korean dramas influences changes in the lifestyle of teenagers in Trimulyo Village, District. Tegineneng.This research uses a qualitative approach that describes the results and discussion descriptively. This type of research uses field research with social cognitive theory. Data collection techniques use interview, observation and documentation methods. The results of this study indicate changes in lifestyle in adolescents. There are several changes experienced by teenagers, namely changes in clothing styles which make teenagers more stylish and confident, changes in Korean-style facial appearance which is more natural and elegant, changes in Korean-style food preferences such as those in Korean drama shows, and changes in speaking style with the use of Korean vocabulary in teenagers' daily interactions. Keywords: Korean Drama Phenomenon, Lifestyle Concept, Social Cognitive Theory

    Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan mutu lulusan di MBI Amantul Ummah, Pacet Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungan. Sebagai lembaga pendidikan yang harus mempertahankan dua mutu yaitu mutu bidang agama dan harus sejajar dengan sekolah umum, madrasah harus bekerja keras untuk memenuhi semua, faktanya kerja keras madrasah masih belum sepenuhnya tercapai saat ini, terkadang mutu lulusan madrasah ada yang lebih rendah dari sekolah umum. Keberhasilan madrasah sebenarnya dipengaruhi oleh kekuatan hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru, terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Tujuan penelitian ini untuk menyajikan dan menganalisis mengenai (1) Standar Mutu yang ditetapkan oleh Madrasah. (2) Implementasi TQM dalam meningkatkan mutu lulusan. (3) Dampak implementasi TQM dalam meningkatkan mutu lulusan, yang dilaksanakan di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data yang ditentukan yakni Koordinator lembaga, wakil koordinator kurikulum dan kesiswaan, keguruan, muadalah, kepesantrenan. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data melalui triangulasi data dan diskusi dengan rekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat 12 standar mutu yang telah ditetapkan di MBI Amanatul Ummah yaitu: 1) standar perencanaan kurikulum , 2) standar calon peserta didik, 3) standar kualifikasi guru, 4) standar sumber belajar, 5) standar lingkungan belajar, 6) organisasi pembelajaran, 7) standar jabatan fungsional, 8) standar proses pembelajaran, 9) standar evaluasi pembelajaran, 10) standar keterlibatan guru dalam prestasi, 11) standar keluaran outcomes, 12) standar organisasi pengelolaan madrasah. (2) Implementasi TQM dalam meningkatkan mutu lulusan mengacu kepada: perencanaan, pengorganisasin, pelaksanaan program mutu, pengendalian program mutu, pengembangan kultur madrasan. (3) Dampak pengimplementasian TQM dalam meningkatkan lulusan menunjukkan: a) Peningkatan prestasi siswa. b) peningkatan semangat belajar siswa, c) peningkatan prestasi siswa d) semnagat dan komitmen seluruh pihak madrasah e) seluruh lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri favoritdan f) peningkatan mutu sdm g) mengangkat citra positif madrasah h) membatu perekonomian masyarakat sekitar. ABSTRACT Total Quality Management (TQM) is an approach to running a business that tries to maximize an organization's competitiveness through continuous improvement of products, services, workforce, processes and the environment. As an educational institution that must maintain two qualities, namely the quality of the religious sector and must be on par with public schools, madrasas must work hard to meet all, in fact the hard work of madrasas is still not fully achieved at this time, sometimes the quality of madrasa graduates is lower than that of public schools. The success of madrasas is actually influenced by the strength of the relationship between the principal's managerial competence and teacher performance. There is a positive and significant influence of the principal's managerial competence on teacher performance. There is a positive and significant influence of the principal's managerial competence and organizational culture together on teacher performance. The aim of this research is to present and analyze (1) Quality Standards set by the Madrasah. (2) Implementation of TQM in improving the quality of graduates. (3) The impact of implementing TQM in improving the quality of graduates, which was implemented at MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. This research uses a qualitative research approach with a case study type. The data sources determined are the institutional coordinator, deputy coordinator for curriculum and student affairs, teacher training, Islamic boarding school, Islamic boarding school. Collection techniques use interviews, documentation and observation. Data analysis goes through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity through data triangulation and discussion with colleagues. The results of the research show that (1) There are 12 quality standards that have been set at MBI Amanatul Ummah, namely: 1) curriculum planning standards, 2) prospective student standards, 3) teacher qualification standards, 4) learning resource standards, 5) learning environment standards , 6) learning organization, 7) functional position standards, 8) learning process standards, 9) learning evaluation standards, 10) teacher involvement standards in achievement, 11) outcomes output standards, 12) madrasa management organization standards. (2) Implementation of TQM in improving the quality of graduates refers to: planning, organizing, implementing quality programs, controlling quality programs, developing madrassan culture. (3) The impact of implementing TQM in improving graduates shows: a) Increased student achievement. b) increasing student enthusiasm for learning, c) increasing student achievement d) enthusiasm and commitment of all madrasahs e) all graduates are accepted at favorite state universities and f) improving the quality of human resources g) raising the positive image of the madrasah h) helping the economy of the surrounding community. مستخلص البحث إدارة الجودة الشاملة (TQM) هي نهج في إدارة الأعمال الذي يهدف إلى تحسين تنافسية المؤسسة من خلال التحسين المستمر للمنتجات والخدمات وقوة العمل والعمليات والبيئة. كمؤسسة تعليمية التي يجب عليها الحفاظ على جودتين، وهي جودة المجال الديني وتحقيق التوازن مع المدرسة العامة، يجب على المدرسة الدينية العمل بجد لتحقيق كل هذه الجوانب. وفي الواقع، لم يتم تحقيق كل الجهود للمدرسة الدينية بشكل كامل حتى الآن، وأحياناً تكون جودة خريجي المدرسة الدينية أدنى من المدرسة العامة. إن نجاح المدرسة الدينية في الواقع يعتمد على قوة العلاقة بين كفاءة إدارية رئيس المدرسة وأداء المعلمين. توفر تأثير إيجابي ومهم لكفاءة إدارة رئيس المدرسة على أداء المعلمين، وهناك تأثير إيجابي ومهم لكفاءة إدارة رئيس المدرسة وثقافة المؤسسة معًا على أداء المعلمين. تهدف هذا البحث إلى تقديم وتحليل (1) معايير الجودة التي حددها المدرسة. (2) تنفيذ إدارة الجودة الشاملة (TQM) في تحسين جودة الخريجين. (3) تأثير تنفيذ إدارة الجودة الشاملة (TQM) في تحسين جودة الخريجين، والتي تُنفذ في المدرسة بمعايير الدولية أمانة الأمة باجيت موجوكيرتو. تستخدم هذا البحث منهج البحث الكيفي بنوع دراسة الحالة. تم تحديد مصادر البيانات وتضمنت من منسق المؤسسة ونائب منسق مجال المنهاجي والشؤون الطلابية والتدريسية والمعادلة والمعهدية. الطريقة المستخدمة لجمع البيانات تتكون من المقابلة والتوثيق والملاحظة. الطريقة المستخدمة لتحليل البيانات من خلال مراحل تقليل البيانات، وتقديم البيانات، واستخلاص الاستنتاجات. الطريقة المستخدمة لصحة البيانات من خلال التثليث بين البيانات والمناقشة مع الزملاء. نتائج البحث تشير إلى أن (1) هناك 12 معيار الجودة التي حددها المدرسة بمعايير الدولية أمانة الأمة باجيت موجوكيرتو، وهي: 1) معيار تخطيط المنهاج، 2) معيار الطلاب المحتملين، 3) معيار مؤهلات المعلمين، 4) معيار مصادر التعلم، 5) معيار بيئة التعلم، 6) منظمة التعلم، 7) معيار موضع الوظيفي، 8) معيار عملية التعلم، 9) معيار تقييم التعلم، 10) معيار مشاركة المعلمين في الإنجاز، 11) معيار النواتج، 12) معيار منظمة إدارة المدرسة. (2) تنفيذ إدارة الجودة الشاملة (TQM) في تحسين جودة الخريجين يشير إلى: التخطيط، التنظيم، تنفيذ برنامج الجودة، مراقبة برنامج الجودة، وتطوير الثقافة المدرسية. (3) تأثير تنفيذ إدارة الجودة الشاملة (TQM) في تحسين أداء الخريجين يظهر: أ) تحسين إنجاز الطلاب، ب) تحسين روح التعلم للطلاب، ج) تحسين إنجاز الطلاب، د) روح والتزام جميع أطراف المدرسة، هـ) قبول جميع الخريجين في الجامعات الحكومية المفضلة، ف) تحسين جودة الموارد البشرية، ج) تعزيز صورة إيجابية للمدرسة، ح) مساعدة الاقتصاد للمجتمع المحلي.

    PERAN REGULASI EMOSI PADA HUBUNGAN ANTARA GAYA KELEKATAN DEWASA DAN PERILAKU KEKERASAN DALAM PACARAN PADA REMAJA

    No full text
    Fenomena kekerasan dalam pacaran yang masih terus meningkat menjadi masalah yang penting untuk diteliti pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi pada hubungan antara gaya kelekatan dewasa dan kecenderungan perilaku kekerasan dalam pacaran pada remaja. Definisi Kekerasan dalam pacaran menurut Wekerle & Wolfe (1999) yaitu usaha untuk mengendalikan atau mendominasi orang lain secara fisik, seksual, atau psikologis yang menyebabkan bahaya pada orang lain atau dalam konteks ini merupakan pasangannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada sampel yang terdiri atas 491 mahasiswa Universitas X yang sedang berada dalam masa pacaran minimal 6 bulan. Terdapat empat skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Conflict Tactics Scale Revised (CTS2) yang dikembangkan oleh Strauss, dan kolega., (1996) yang digunakan untuk mengukur kekerasan dalam pacaran, skala State of Adult Attachment Measures (SAAM) yang dikembangkan oleh Gillath, dan kolega., (2009) dan Adult Disorganized Attachment Scale (ADA) yang dikembangkan oleh Paetzold, dan kolega., (2015) dalam mengukur gaya kelekatan dewasa, skala Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-SF) yang dikembangkan oleh Gratz & Roemer (2004) dalam mengukur kesulitan regulasi emosi. Analisis data diuji melalui uji statistik korelasi, regresi linear multivariat hierarki, serta analisis jalur. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan bahwa kelekatan aman, cemas dan menghindar tidak mempengaruhi kekerasan dalam pacaran pada pelaku. Sedangkan kelekatan disorganisasi dan kesulitan regulasi emosi berpengaruh signifikan pada kekerasan dalam pacaran pada pelaku, korban dan keterlibatan total. Selanjutnya, ditemukan bahwa kelekatan aman, kelekatan disorganisasi dan kesulitan regulasi emosi berpengaruh secara signifikan pada korban. Selain itu, ditemukan bahwa kesulitan regulasi emosi memediasi secara parsial hubungan antara kelekatan disorganisasi dengan perilaku kekerasan dalam pacaran baik pada pelaku, korban, maupun keterlibatan keduanya
    corecore