240 research outputs found
WARALABA SEBAGAI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA
The objective of this research is to look for the justification of a new theory that uses franchise as
an alternative to alleviate poverty in Indonesia, particularly absolute poverty in urban cities. Local
wisdom inspires Indonesia s juridical design g for franchise laws that supports the franchise industry.
This research finds that the theory that franchise can be applied as an instrument to alleviate poverty
can be accepted. However, the application of the franchise industry as an instrument to alleviate poverty
is ineflective because of a several factors, such as the vagueness of statutory regulations, unfavourable
social culture, and the weak government supervision.
Keywords: franchise, poverty alleviation, local wisdo
Memahami Cara Kerja Pragmatisme dalam Pendidikan: Refleksi Kritis atas Film Laskar Pelangi
This paper aims to understand the Pragmatism way of thinking in the practice of education. As a case study, Riri Reza's Laskar Pelangi is used to find out how Pragmatism practices in education in Indonesia. By using descriptive-critical method of interpretation and interpretation, it is revealed that the main characters in the film Laskar Pelangi experience a dilemma situation that leads them to choose a way of life based on internal logic and actual experience. As for the criticisms, as well as the implications of, pragmatism thinking refers its potentiality to the individualistic way of thinking, especially in the axiological sphere, namely by believing that there is no universal value in social life
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERJANJIAN FRANCAIS DI INDONESIA
Tujuan penyelidikan ini ialah untuk mengkaji, menilai dan menentukan faktor-faktor ekonomi mahupun faktor-faktor bukan ekonomi yang merupakan faktor yang memberi sumbangan signifikan kepada perjanjian francais di Indonesia. Untuk mencapai tujuan berkenaan, maka diamalkan penyelidikan kuantitatif dengan menggunakan data primer hasil borang soal selidik dan data sekunder mengenai pertumbuhan francais di Indonesia. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan Regresi Multivariat.
Ujian hiphotesis menggunakan Anova. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor ekonomi, iaitu merangkumi: keiuaran, pengedaran, modal, dan promosi memberi sokongan yang sangat signifikan kepada perjanjian francais dan pertumbuhan francais di Indonesia, dengan faktor keluaran sebagai faktor yang paling menentukan. Faktor-faktor bukan ekonomi, iaitu merangkumi: perundangan, polisi, sosial, politik dan budaya, juga memberi sumbangan yang signifikan kepada perjanjian francais di Indonesia. Selain itu, hasil penemuan menunjukkan bahawa francais di Indonesia juga memberi sumbangan yang signifikan kepada pembangunan ekonomi Indonesia, iaitu dalam hal meningkatkan kesempatan mengamalkan perniagaan, penghasilan peniaga, kesempatan kerja dan meningkatkan penghasilan negara daripada luar negeri. Teori yang boleh dihasilkan daripada penyelidikan ini ialah francais sebagai alat yang berkesan untuk memasarkan Hak Harta Intelek
Mitos Dalam Tari Pitik-Pitikan Panji Laras Pada Kesenian Jaranan Campursari “Tunggal Sidodadi” Banyuwangi
Suku Osing merupakan suku di Kabupaten Banyuwangi yang terkenal
memiliki banyak kebudayaan dan kesenian, salah satunya adalah Kesenian jaranan
Campursari. Terdapat beberapa sanggar kesenian jaranan campursari, sanggar
kesenian jaranan campursari yang tertua adalah sanggar kesenian jaranan
campursari “Tunggal Sidodadi”. Dalam pertunjukannya kesenian jaranan
campursari “Tunggal Sidodadi” menyuguhkan macam-macam tarian, antara lain
tari Pitik-pitikan Panji Laras. Pada tarian tersebut terkandung cerita mitos yang
tidak banyak diketahui masyarakat, tari Pitik-pitikan Panji Laras bukan hanya
sebuah hiburan dan tontonan, melainkan sebuah tarian yang mengajarkan sebuah
tuntunan kehidupan di balik cerita dalam tarian dan gerakan tariannya.
Fokus masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
narasi mitos dalam tari Pitik-pitikan Panji Laras, nilai-nilai budaya dalam tari Pitikpitikan
Panji Laras, fungsi mitos dalam tari Pitik-pitikan Panji Laras, dan
pemanfaatan mitos Tari Pitik-pitikan Panji Laras sebagai alternatif materi
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA kelas X.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan
pendekatan etnografis. Penelitian ini dilakukan di sanggar kesenian jaranan
campursari “Tunggal Sidodadi” dan kesenian Barong Tresno Budoyo Kemiren
Banyuwangi. Sumber data dari penelitian ini adalah informan yang mengetahui
seluk beluk cerita tentang tari Pitik-pitikan Panji Laras. Data dari penelitian ini
yaitu informasi berupa penjelasan, gambar, maupun rekaman dari narasumber. Data
dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya
analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, melakukan
langkah analisis data, dan menarik kesimpulan serta memverivikasi temuan.
Hasil penelitian ini dibagi menjadi empat sub bab. Pertama, mitos dalam tari Pitikpitikan
Panji Laras pada Kesenian jaranan Campursari “Tunggal Sidodadi”
Banyuwangi, yang meliputi tembang, proses ritual, mantra, wujud ayam Panji
Laras, narasi mitos, dan mitologi tari Pitik-pitikan Panji Laras pada Kesenian
jaranan Campursari “Tunggal Sidodadi” Banyuwangi. Kedua, nilai-nilai budaya
dalam mitos tari Pitik-pitikan Panji Laras pada Kesenian jaranan Campursari
“Tunggal Sidodadi” Banyuwangi yang meliputi 1) nilai religiusitas mencakup nilai
ketaatan manusia terhadap sesuatu yang disakralkan(danyang) dan percaya kepada
yang gaib, 2) nilai sosial mencakup nilai gotong royong, musyawarah, dan saling
menghargai, dan 3) nilai kepribadian mencakup nilai tanggung jawab, nilai
keikhlasan, nilai berbudi luhur dan nilai ketulusan.
Ketiga, fungsi mitos dalam tari Pitik-pitikan Panji Laras pada Kesenian
jaranan Campursari “Tunggal Sidodadi” Banyuwangi yang meliputi 1)
menyadarkan manusia tentang sesuatu yang di sakralkan, 2) mitos memberikan
arahan bagi kehidupan, 3) mitos sebagai sumber pengetahuan. 4) sebagai hiburan
untuk masyarakat, dan 5) sebagai sumber rejeki dan mata pencaharian. Keempat,
pemanfaatan mitos dalam tari Pitik-pitikan Panji Laras pada Kesenian jaranan
Campursari “Tunggal Sidodadi” Banyuwangi sebagai alternatif materi
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA kelas X, yang meliputi materi
pembelajaran cerita rakyat, dan langkah-langkah pembelajaran
Memahami Cara Kerja Pragmatisme dalam Pendidikan: Refleksi Kritis atas Film Laskar Pelangi
This paper aims to understand the Pragmatism way of thinking in the practice of education. As a case study, Riri Reza's Laskar Pelangi is used to find out how Pragmatism practices in education in Indonesia. By using descriptive-critical method of interpretation and interpretation, it is revealed that the main characters in the film Laskar Pelangi experience a dilemma situation that leads them to choose a way of life based on internal logic and actual experience. As for the criticisms, as well as the implications of, pragmatism thinking refers its potentiality to the individualistic way of thinking, especially in the axiological sphere, namely by believing that there is no universal value in social life
Menyemai Tradisi Riset Secara Sungguh-Sungguh
"Buku ini berguna bukan saja untuk mahasiswa, dosen atau peneliti, namun juga kepada siapa saja yang ingin memahami cara mempersiapkan suatu penelitian secara sungguh-sungguh. Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami, ditambah tebaran referensi dari sumber-sumber terpercaya, sehingga menjadikan buku ini begitu berharga." -- Pengantar Buku "Teori Praktis Menyusun Proposal Penelitian" karya Iwan Kuswandi (Penerbit Lintas Nalar, 2017
Menyemai Tradisi Riset Secara Sungguh-Sungguh
"Buku ini berguna bukan saja untuk mahasiswa, dosen atau peneliti, namun juga kepada siapa saja yang ingin memahami cara mempersiapkan suatu penelitian secara sungguh-sungguh. Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami, ditambah tebaran referensi dari sumber-sumber terpercaya, sehingga menjadikan buku ini begitu berharga." -- Pengantar Buku "Teori Praktis Menyusun Proposal Penelitian" karya Iwan Kuswandi (Penerbit Lintas Nalar, 2017
PENGARUH BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR42 TAHUN 2007 TENTANG WARALABATERHADAP PERTUMBUHANWARALABA Dl SURAKARTA
The objectives of this research are to determine the growth of franchising in Surakarta after
enactmentof Government Regulation Number40 of2007 concerning Franchising, toknow constraints in
developing franchising, and itssolutions in Surakarta. To achieve these objectives, researcher conducts
the empirical legal research. Primary data collectedbystructured interview, and secondary data collected
bycontent identification. Data analysis is used editing analysis style. The result ofthis research showed
that Government Regulation Number42of2007concerning Franchising hasnotsignificant contribution to
franchise developmentin Surakarta. There isnosignificant franchise agreementregistration in Surakarta.
There is a socialization problem, such as lack of government officer. The solution is the government
creates cooperation with highereducation institution.
Keywords: enactment ofGovernment Regulation ofFranchising, franchises growth
POLITIK HUKUM KETAHANAN PANGAN NASIONAL (KAJIAN SINKRONISASI POLITIK HUKUM UNDANG-UNDANG HAK PVT DAN UNDANG-UNDANG PANGAN)
<p align="center"><strong><em>A</em></strong><strong><em>b</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em>t</em></strong><strong><em>r</em></strong><strong><em>a</em></strong><strong><em>c</em></strong><strong><em>t</em></strong></p><p><em>T</em><em>he aim of this research is to determine the level of legal synchronization horizontally on legal policy of national food security within Act on Plant Variety Protection and Act on Food. In order to achieve this aim, it was conducted normative legal research which using secondary data which is based on primary and secondary legal materials. Data were analyzed by using a legal grammatical interpretation. Its results are there is a synchronization between Act on Plant Variety Protection and Act on Food and by the legal protection of plant varieties will increase enthusiasm plant breeders to produce new quality seeds crop, including the food crops seeds. It will lead to increasing national food security conditions, which will provide guarantee on quality and sufficient of food for families who receive it.</em></p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>l</em><em>egal policy, crop variety, food, national food security.</em></p><p align="center"><strong>A</strong><strong>b</strong><strong>s</strong><strong>t</strong><strong>ra</strong><strong>k</strong></p><p>Penelitian ini bertujan untuk mengetahui taraf sinkronisasi hukum secara horizontal politik hukum ketahanan pangan nasional dalam Undang-undang Perlindungan Varietas Tanaman dan Undang-undang Pangan. Untuk mencapai tujuan ini maka dilakukan penelitian hukum normatif menggunakan data sekunder yang bersumber pada bahan hukum primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan penafsiran hukum gramatikal. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Undang-undang Perlindungan Varietas Tanaman sinkron dengan Undang-undang Pangan, yaitu adanya perlindungan hukum terhadap Hak Perlindungan Varietas Tanaman akan meningkatkan gairah para pemulia tanaman untuk menghasilkan benih-benih tanaman baru yang berkualitas, termasuk benih-benih tanaman bahan pangan. Tersedianya benih-benih tanaman bahan pangan yang cukup, akan meningkatkan produksi bahan pangan, sehingga akan tercapai kondisi meningkatnya ketahanan pangan nasional, yang menjamin sampai pada tingkat keluarga menerima bahan pangan yang cukup dan bermutu.</p><p><strong>Kata kunci : </strong>politik hukum, varietas tanaman, pangan, ketahanan pangan nasional.</p></jats:p
- …
