1,720,979 research outputs found

    Perbedaan Hasil Jadi Jumputan Pada Kain Tricot Poliester 20s, 24s dan 30s Dengan Zat Warna Dispersi

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu proses pembuatan jumputan pada kain tricot poliester yaitu 20s, 24s dan 30s dengan zat warna dispersi. Zat warna dispersi yang merupakan zat warna polyester. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil jadi jumputan pada kain tricot poliester 20s, 24s dan 30s dengan zat warna dispersi. Variabel bebas: kain tricot poliester 20s, 24s dan 30s. Variabel terikat: hasil jadi jumputan kain tricot poliester ditinjau dari aspek daya serap, ketajaman warna kain tricot poliester, hasil jadi motif jumputan dan tingkat kesukaan. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava tunggal. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil pada jumputan pada kain tricot poliester 20s, 24s dan 30s dengan zat warna dispersi pada aspek daya serap warna, ketajaman warna hasil jadi motif. Berdasarkan taraf siknifikan 0.05 pada aspek daya serap warna kain tricot poliester Ha signifikan dengan taraf 0.01 (P < 0.05). Pada aspek ketajaman warna kain tricot poliester Ha signifikan dengan taraf 0.00 (P < 0.05). Pada aspek daya serap dan ketajaman warna, tricot poliester 20s paling tinggi, hal ini dipengaruhi oleh karateristik tricot poliester 20s lebih tebal dan banyak jumlah serat poliesternya. Pada aspek hasil jadi motif jumputan, ketiga kain tricot tersebut memiliki hasil jadi yang sama, dipengaruhi oleh proses pembuatan jumputan setelah pencelupan, pada saat pembilasan warna meresap kembali pada motif jumputan. Sedangkan pada aspek tingkat kesukaan persentase tertinggi adalah tricot poliester 30s,dipengaruhi oleh karateristik tricot poliester 30s lebih tipis dan halus bahannya. Kata kunci: jumputan, tricot poliester, zat warna dispersi

    Pengembangan Video Pembelajaran Pewarnaan Teknik Kering di Kelas X Tata Busana SMK Negeri 3 Kediri

    Full text link
    Video pembelajaran pewarnaan teknik kering dapat mempermudah siswa dalam memahami materi karena dapat diualang berkali-kali. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat validitas video pembelajaran pewarnaan teknik kering (2) mengetahui hasil belajar dari siswa dalam menggunakan video pembelajaran tersebut. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan oktober 2021 di SMK Negeri 3 Kediri. Proses pengembangan video menggunakan metode ADDIE yang memiliki tahapan diantaranya Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Penilaian media terdari dari dua orang ahli, yang pertama ahli media dan yang kedua ahli materi. Alat bantu penelitian adalah dokumen validasi dan tes psikomotor siswa. Metode analisis deskriptif digunakan sebagai metode pengolahan data pada penelitian ini dengan menghitung rata-rata hasil validasi media video pembelajaran dan menghitung nilai ketuntasan hasil belajar. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Tingkat validitas video pembelajaran pewarnaan teknik kering layak untuk diuji cobakan kepada siswa berdasarkan penilaian para ahli dengan rata-rata sebesar 3,85. (2) Hasil belajar siswa dari penerapan pewarnaan teknik kering di kelas X Tata Busana SMK Negeri 3 Kediri melalui penggunaan video pembelajaran mencapai 93,75%

    Penerapan Media Video Pembuatan Batik Cap Pada Mata Pelajaran Desain Kreatif Tekstil Di SMKN 12 Surabaya

    Full text link
    Media Video. adalah media bahan ajar yang berisi prinsip, konsep, informasi, teori aplikasi, dan prosedur pengetahuan berserta gambar dengan suara untuk disampaikan ke siswa dengan tujuan membantu pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran pembuatan batik cap dengan media video serta mengetahui hasil belajar tes kognitif dan tes psikomotor siswa menggunakan media video pembuatan batik cap kelas XII desain kreatif tekstil di SMK Negeri 12 Surabaya setelah diterapkan media video. Jenis penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan jenis One-Shot Case Study. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes hasil belajar. Instrument pengumpulan data menggunakan tes kinerja dan lembar observasi. Teknis analisis data menggunakan deskriptif untuk mengetahui proses pembelajaran dikelas memakai media video, beserta analisis data hasil belajar untuk mengetahui hasil belajar siswa memakai media video pembuatan batik cap. Hasil penelitian menunjukkan: 1) proses pembelajaran dengan menerapkan media video pembuatan batik cap pada mata pelajaran desain kreatif tekstil berhasil dilaksanakan sangat baik serta skor yang didapatkan memperoleh 93% untuk aktivitas guru dan skor sebesar 94% aktivitas siswa dan 2) hasil belajar tes kognitif dan tes psikomor siswa pada mata pelajaran desain kreatif tekstil pada materi pembuatan batik cap mencapai ketuntasan hasil belajar sebesar 94%

    PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL DENGAN MANIPULATING FABRIC "QUILTAGAMI" PADA TAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI EKONOMIKREATIF PRODUK FESYEN

    Full text link
    Limbah tekstil merupakan sisa produksi dalam pembutan pakaian atau sisa tekstil.Limbah tekstil biasanya disebut dengan kain perca atau potongan kain.Potongan kain atau kain perca yang diolah menjadi tekstil olahan baru disebut dengan manipulating fabric.Salah satu teknik manipulating fabric yang dapat diterapkan dalam pengolahan limbah kain perca adalah quiltagami.Quiltagami merupakan gabungan dari teknik quilting dan origami.Quilting adalah teknik menggabungkan 2 atau lebih kain.Sedangkan origami adalah seni melipat kertas.Dua teknik ini apabila digabungkan menjadi satu, yaitu melipat 2 atau lebih kain dan menggabungkan menjadi satu menghasilkan teknik baru dari quilting dan origami yang disebut dengan quiltagami.Quiltagami yang dibentuk dari beberapa warna dan tekstur limbah tekstil dapat diterapkan pada beberapa produk fesyen, salah satunya adalah tas wanita. Tas wanita yang dibuat dari pengolahan limbah tekstil dengan teknik quiltagami dapat dihasilkan bentuk tas yang unik,dan mempunyai nilai jual tinggi sehingga dapat menyokong peningkatan nilai ekonomi kreatif yang ecofesyen.Kata Kunci: Limbah tekstil, manipulating fabric, quiltagami, ta

    PENERAPAN MANIPULATING FABRIC STUFFING HALF-ROUND PADA HASIL JADI TOTE BAG BERDASARKAN GARIS DAN ARAH DESAIN

    Full text link
    Manipulatinggfabric stuffing half-round merupakan manipulating fabric stuffing dengan ciri khas berbentuk panjang dan bergaris lurus yang dijahit berjejer pada lapisan yang didalamnya terdapat isian. Manipulating ini dapat diterapkan pada berbagai pelengkap busana, salah satunya yaitu tas. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil dari suatu produk yang menerapkan manipulating fabric stuffing half-round pada tote bag berdasarkan garis dan arah desain (vertikal, horizontal, dan diagonal) yang sangat sesuai. Teknik manipulating fabric stuffing half-round dalam penilitian ini menerapkan garis dan arah desain (vertikal, horizontal, dan diagonal. Jenis bahan yang digunakan adalah kain denim dan isian berupa dakron. Riset yang dilakukan merupakan deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh menggunakan angket yang dibagikan secara online melalui website googleform dengan 43 observer. Hasil penelitian ketiga desain dilihat dari aspek : 1. Aspek kesesuaian desain dengan hasil jadi yang sangat sesuai, yaitu pada desain 3 mendapatkan nilai persentase 87.91%, dengan kriteria sangat sesuai. 2. Aspek kesesuaian perbandingan ukuran desain dengan hasil jadi yang sangat sesuai, yaitu desain 3 mendapatkan nilai persentase  82.79%, dengan kriteria sangat sesuai. 3. Aspek kesesuaian garis dan arah desain dengan hasil jadi yang sangat sesuai, yaitu desain 1 dan 3 mendapatkan nilai persentase 86.98%, dengan kriteria sangat sesuai. 4. Aspek kesesuaian rata isian yang sangat sesuai, adalah desain 1 mendapatkan nilai persentase 86.05%, dengan kriteria sangat sesuai. Berdasarkan penjabaran tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan manipulating fabric stuffing half-round pada tote bag berdasarkan garis dan arah desain yang sangat sesuai dilihat dari keempat aspek tersebut yaitu pada desain 3,  dengan kriteria sangat sesuai.   Kata Kunci: Manipulating fabric, stuffing half-round, tote ba

    Penerapan Media Pembelajaran Prototipe Bound Buttonhole pada Kompetensi Dasar Membuat Jas di SMK Negeri 1 Buduran

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) hasil belajar siswa dalam penerapan media pembelajaran prototipe bound buttonhole pada kompetensi dasar membuat jas. 2) respon siswa dalam penerapan media pembelajaran prototipe bound buttonhole pada kompetensi dasar membuat jas. Penelitian ini termasuk penelitian desktiptif kuantitatif dengan metode penelitian Pre Experimental Design. Desain penelitian yang digunakan adalah One-shot case study. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Busana di SMK Negeri 1 Buduran. Metode pengumpulan data menggunakan tes psikomotor dan angket respon siswa. Hasil penelitian penerapan media pembelajaran prototipe ini memperoleh nilai hasil belajar siswa untuk penilaian psikomotor dari praktik membuat bound buttonhole pada kompetensi dasar membuat jas diperoleh ketuntasan sebesar 91.4% dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil angket respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran prototipe memperoleh persentase 96.54% termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Media pembelajaran prototipe dapat digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran dalam praktik tata busana selain media prototipe dibuat perlangkah, media prototipe juga dapat dilihat dan disentuh secara langsung

    PENERAPAN PAYET DAN MANIK-MANIK MOTIF BUNGA 3D PADA GAUN BERBAHAN LACE

    No full text
    Payet dan manik-manik motif bunga 3D merupakan hiasan yang biasanya di terapkan pada sebuah busana, salah satunya adalah gaun. Penelitian ini memiliki tujuan adalah untuk mendeskripsikan penerapan payet dan manik-manik motif bunga 3D pada gaun berbahan lace dan mendeskripsika hasil jadi penerapan payet dan manik-manik motif bunga 3d pada gaun berbahan lace. Penelitian ini menggunakan metode dengan empat tahap, yaitu tahap pra-perancangan, tahap perancangan, tahap perwujudan, dan tahap penyajian. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan payet dan manik-manik motif bunga 3D pada gaun berbahan lace jika dilihat dari perbandingan desain busana dan desain motif dengan hasil jadinya, sudah cukup sesuai dan sama, detail bunga nya pada beberapa bunga masih kurang rapi dan longgar, ada beberapa detail bunga 3Dnya yang kurang simetris pada tiap kelopaknya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore