1,720,957 research outputs found

    DINAMIKA INTERAKSI KE ARAH KEPENTINGAN INTEGRASI SOSIAL (Studi pada komunitas masyarakat Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara).

    Get PDF
    ABSTRAK NASRIADI. DINAMIKA INTERAKSI KE ARAH KEPENTINGAN INTEGRASI SOSIAL (Studi pada komunitas masyarakat Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara). (Dibimbing oleh Andi Agustang dan Jumadi) Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, dinamika interaksi dalam menciptakan integrasi sosial pada komunitas Bugis dan Toraja; integrasi sosial yang tercipta pada komunitas Bugis dan Toraja dan dinamika interaksi pada komunitas Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi pada komunitas Bugis dan Toraja di Desa Lara, mengarah pada kepentingan integrasi sosial karena kepentingan yang sama melalui komunikasi euphoria dalam teori pertukaran, yang disepakati bersama sehingga adanya empaty akan menjadi perekat atau kohesi sosial (Mitchell) dengan perantara Tryad (Simmel) oleh pemerintah sebagai pihak ketiga untuk jadi penengah. Integrasi sosial yang tercipta yaitu adanya sifat Xenosentrisme masing-masing suku dalam melakukan adaptasi budaya (Ellingsworh) melalui perseptual, kognitif gaya komunikasi, dan perilaku (Gudykunst). Tahap yang dilalui dalam beradaptasi yaitu prepare for change, Honeymoon, Frustasi, dan Cultural Shock pada U-Curve dengan tahap optimis (komunikasi euphoria dan xenosentrisme), cultural (budaya, gaya bahasa menyebabkan frustasi tapi berlangsung cepat), recovery (mulai memahami budaya lain), penyesuaian dengan cara Xenosentrisme. Dinamika interaksi yang terjalin yaitu melalui interaksi simbolik (Mead) gaya berpakaian, bahasa, bentuk rumah yang memungkinkan suku lain akan memaknai dan akan beradaptasi. Implikasi simbolik, masing-masing suku mendefinisikan situasi lingkungannya dengan mind (pikiran), self, and society. Dari teori Interaksi antar budaya, ada teori pertukaran, interaksi yang dilakukan antara Bugis dan Toraja, akan berlanjut atau tidak, tergantung dari hasil pertimbangan, baik melalui prinsip individu, komunikasi coba-coba, komunikasi eksplorasi (menelaah secara mendalam), komunikasi euphoria (kepentingan bersama), komunikasi yang memperbaiki, komunikasi pertalian, komunikasi sebagai pengemudi, dan komunikasi yang membedakan. ABSTRACT NASRIADI, 2013. Interaction Dynamics towards the interest of social integration ( A Study on Buginese and Torajanese Community at Lara Village in Baebunta subdistrict of North Luwu District) (supervised by Andi Agustang and Jumadi) The study aimed at examining the interaction dynamics in creating social interaction on Buginese and Torajanese community, the social integration created on Buginese and Torajanese community, and interaction dynamics on Buginese and Torajanese community at Lara Village in Baebunta Subdistrict of North Luwu District. The results of the study revealed that interaction dynamics on Buginese and torajanese community at Lara Village led to the interest of social integration due to similar interests througt euphoria communication based on exchange theory, which mutually agreed and created the empaty as theglue or social cohesion (Mitchell) with intermediary of tryad (Simmel) by the government as the third party for the mediator. The social integration created was the Xenocentrism of each tribe in having cultural adaptation (Ellingsworh) through perceptual, cognitive of communication style, and behavior (Gudykunst). The stages in adaptation were prepare for change, honeymoon, frustration, and cultural shock in U-curve with the steps of optimist (Euphoria and Xzenocentrism communication), cultural (culture, language style which caused frustration in a short time) recovery (starting to understand other culture), adjustment with Xenocentrism. Dynamic interaction that exists is through symbolic was each tribe defines its own situation with mind, self, and society. Based on the intercultural interaction theory, there was exchange theory, the interaction conducted between the buginese and Torajanese which may or may not continue depends on the result of consideration based on the individual principle, trial communication, exploration communication, (in-depth analysis), Euphoria communnication (common interest), improve communication, communication linkage, and communication that distinguishes. ABSTRAK NASRIADI. DINAMIKA INTERAKSI KE ARAH KEPENTINGAN INTEGRASI SOSIAL (Studi pada komunitas masyarakat Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara). (Dibimbing oleh Andi Agustang dan Jumadi) Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki karakteristik yang beraneka ragam dan dapat berpotensi terjadinya suatu konflik. Hal ini disebabkan karena adanya faktor adat. Namun, masih kentalnya sistem gotong royong sehingga ketika ada suatu permasalahan, bisa diselesaikan. Mereka merasa ada kesamaan dalam hal keberadaan mereka di Desa Lara Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Tujuan Penelitian ini adalah: (i) Untuk mengetahui, dinamika interaksi dalam menciptakan integrasi sosial pada komunitas Bugis dan Toraja; (ii) Untuk mengetahui, integrasi sosial yang tercipta pada komunitas Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara; (iii) Untuk mengetahui, dinamika interaksi pada komunitas Bugis dan Toraja di Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Dinamika interaksi pada komunitas Bugis dan Toraja di Desa Lara, selalu mengarah pada kepentingan integrasi sosial karena kepentingan yang sama melalui komunikasi euphoria dalam teori pertukaran, yang disepakati bersama sehingga adanya empaty akan menjadi perekat atau kohesi sosial (Mitchell) dengan perantara Tryad (Simmel) oleh pemerintah sebagai pihak ketiga untuk jadi penengah, (ii) Integrasi sosial yang tercipta yaitu adanya sifat Xenosentrisme masing-masing suku dalam melakukan adaptasi budaya (Ellingsworh) melalui perseptual, kognitif gaya komunikasi, dan perilaku (Gudykunst). Tahap yang dilalui dalam beradaptasi yaitu prepare for change, Honeymoon, Frustasi, dan Cultural Shock pada U-Curve dengan tahap optimis (komunikasi euphoria dan xenosentrisme), cultural (budaya, gaya bahasa menyebabkan frustasi tapi berlangsung cepat), recovery (mulai memahami budaya lain), penyesuaian dengan cara Xenosentrisme.; (iii) Dinamika interaksi yang terjalin yaitu melalui interaksi simbolik (Mead) gaya berpakaian, bahasa, bentuk rumah yang memungkinkan suku lain akan memaknai dan akan beradaptasi. Implikasi simbolik itu maka masing-masing suku mendefinisikan situasi lingkungannya dengan mind (pikiran), self, and society. Dari teori Interaksi antar budaya, ada teori pertukaran, interaksi yang dilakukan antara Bugis dan Toraja, bisa diprediksi, akan berlanjut atau tidak, tergantung dari hasil pertimbangan, baik melalui prinsip individu, komunikasi coba-coba, komunikasi eksplorasi (menelaah secara mendalam), komunikasi euphoria (kepentingan bersama), komunikasi yang memperbaiki, komunikasi pertalian, komunikasi sebagai pengemudi, dan komunikasi yang membedakan

    Penerapan Metode Diskusi Simposium dalam Pembelajaran Sosiologi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X.B Sma Negeri 2 Baebunta Kab. Luwu Utara

    Get PDF
    Penerapan metode diskusi simposium  dalam pembelajaran sosiologi pokok bahasan sosialisasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X.B SMA Negeri 2 Baebunta Kab. Luwu Utara. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada kelas X SMA Negeri 2 Baebunta, Kab. Luwu Utara dan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar melalui metode diskusi simposium. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.B SMA Negeri 2 Baebunta tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 36 orang.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan survei awal ketuntasan nilai ujian sebelum pelaksanaan tindakan hanya terdapat 23 siswa. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi simposium yaitu pada siklus I dengan nilai  yang mencapai ketuntasan adalah 33 orang, sedangkan pada siklus II nilai evaluasi semuanya tuntas, sebanyak 36 siswa. Dilihat dari observasi siswa bahwa dari siklus 1 persentase rata-rata motivasi belajar siswa yaitu dari 62,9% meningkat pada siklus 2 menjadi  91,6%.                                                                                                         Kata Kunci: Penerapan, Diskusi, Sosiolog

    Pengaruh Belanja Pemerintah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Gowa

    Get PDF
    Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Belanja Modal memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Kabupaten Gowa (2) Dana Alokasi Khusus (DAK) memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Kabupaten Gowa; (3) Ketimpangan Distribusi Pendapatan (Gini Ratio) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Kabupaten Gowa

    Persepsi Masyarakat Mengenai Wabah Pandemi Covid-19 (Studi Fenomenologi Pada Desa Kayuloe Barat Kecematan Turatea Kabupaten Jeneponto )

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai wabah pandemi covid 19 pada desa kayu loe barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Sumber data yang diolah merupakan sumber data primer dan data sekunder. Dan metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah persepsi masyarakat mengenai wabah pandemi covid 19 pada Desa Kayuloe Barat Kecematan Turatea Kabupaten Jeneponto adalah masyarakat sudah paham tentang adanya pandemi virus corona atau covid 19 serta bahaya yang ditimbulkan yang sedang mewabah pada saat ini, dan paham cara pencegahan agar terhindar dari virus corona atau covid 19, yaitu dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh pemerintah, dan dengan adanya pandemi covid 19 di masyarakat menyebabkan beberapa dampak seperti dampak ekonomi dan dampak sosial sehingga masyarakat semakin sulit  karena dampak yang di timbulkan oleh pandemi covid 19 ini

    PENGARUH KONSENTRASI INOKULAN TANAH DENGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Inokulan dengan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor yang diteliti adalah konsentrasi inokulan dengan pupuk anorganik yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0: Tanpa inokulan +100% dosis Urea, SP 36 dan KCl, P1: 5 liter /ha + 50 % Dosis Urea, SP 36 dan KCl, P2: 6 liter / ha + 50 % Dosis Urea, SP 36 dan KCl, dan P3: 7 liter / ha + 50 % Dosis Urea, SP 36 dan KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap rata rata jumlah anakan umur 45 HST, persentase gabah berisi per rumpun, rata rata berat gabah berisi per plot dan rata rata berat gabah berisi per hektar dan berpengaruh sangat nyata terhadap rata rata jumlah malai per rumpun, rata-rata panjang malai per rumpun, rata rata jumlah gabah total per malai, rata rata berat gabah berisi per rumpun dan rata rata berat 1000 butir gabah berisi. Pada berat gabah berisi per rumpun perlakuan P3 memiliki berat tertinggi yaitu30,94 gramdan berat terendah terdapat pada perlakuan P0 yaitu28,84 gram. Untuk peubah berat gabah berisi per plot perlakuan P3 juga memiliki berat tertinggi yaitu 5.72 kg/plot atau setara dengan 11,7 ton/ha dan yang terendah terdapat pada perlakuan P0 yaitu 4.87 kg/plot atau setara dengan 9,9 ton/ha. Pertumbuhan dan komponen hasil yang paling baik dijumpai pada dosis perlakuan P3 dimana semakin tinggi dosis inokulan yang diberikan maka akan semakin baik dalam peningkatan hasil produksi padi.The Effect of Soil Inoculant Concentration with Inorganic Fertilizer on Rice (Oryza sativa L.) Growth and YieldAbstract,This study aims to determine the concentration of inoculant with inorganic fertilizer on growth and yield of rice . This study used a completely randomized design ( CRD ) non- factorial with 4 treatments and 4 replications . Factors studied were the concentration of inoculant with inorganic fertilizers consisting of 4 levels , namely P0 : Without inoculant dose +100 % Urea , SP - 36 and KCl , P1 : 5 liters / ha + 50 % Urea Dosing , SP - 36 and KCl , P2 : 6 liters / ha + 50 % Urea Dosing , SP - 36 and KCl , and P3 : 7 liters / ha + 50 % Urea Dosing , SP - 36 and KCl . The results showed that treatment significantly affect the average - average age 45 HST number of tillers , percentage of grain containing per clump , average - average grain weight per plot and shows the average - average weight of grain per hectare and contain very significant effect on the average - average number of panicles per hill , the average length of panicles per hill , the average - average total number of grains per panicle , average - average grain weight per hill and contains average - average weight of 1000 grains contain . On grain weight per clump treatments containing P3 has the highest weight is the lowest weight of 30.94 grams and contained in the P0 treatment is 28.84 grams . For variable grain weight per plot treatments containing P3 also has the highest weight is 5.72 kg / plot , equivalent to 11.7 tonnes / ha and the lowest was in treatment P0 is 4.87 kg / plot , equivalent to 9.9 tons / ha . Growth and yield components found in most good dose treatment P3 where the higher dose of the inoculant is given , the better the increase of rice productio

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore