1,720,955 research outputs found

    Optimalisasi ketersediaan data dukung penyusunan Kebijakan Distribusi Pangan melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) : Laporan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi

    No full text
    Bidang Distribusi Pangan mempunyai tugas dan fungsi yaitu memberikan kontribusi yang cukup besar kepada pelaksanaan kegiatan di Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan maupun Badan Ketahanan Pangan. Kegiatan Prioritas Badan Ketahanan Pangan adalah pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui Toko Tani Indonesia (PUPM-TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC). Fokus aksi perubahan pada tata laksana dengan menerapkan sistem, proses dan prosedur kerja yang lebih jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip good governance dan peningkatan pelayanan publik dengan memberikan pelayanan yang prima sesuai kebutuhan dan harapan. Tujuan aksi perubahan adalah menghasilkan dan memanfaatkan sistem pelaporan data kinerja Toko Tani Indonesia Center (TTIC) menggunakan aplikasi berbasis android dan web untuk menyediakan data dukung penyusunan kebijakan distribusi pangan. Kegiatan aksi perubahan dilakukan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Aksi perubahan melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Toko Tani Indonesia (SITANI) dapat menjadi solusi dalam pelaporan data dengan memberikan kemudahan bagi petugas provinsi maupun petugas pusat dalam pengumpulan dan analisis data sehingga dapat mengoptimalkan ketersediaan data dukung penyusunan kebijakan distribusi pangan dalam upaya peningkatan kinerja Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan.v,84p.:ills.; 29 cm(+lampiran

    Analisis Kemiskinan Petani Tanaman Pangan Di Provinsi Jambi Dan Jawa Barat Menggunakan Geographically Weighted Regression

    No full text
    Subsektor tanaman pangan mendominasi usaha pertanian di Indonesia, dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian sebanyak 17,73 juta rumah tangga dan merupakan salah satu penyumbang angka kemiskinan. Kemiskinan petani tanaman pangan diduga disebabkan oleh fluktuasi harga gabah, land tenure, akses petani terhadap pusat ekonomi, infrastruktur yang rendah, tidak banyaknya sektor nonpertanian sebagai alternatif usaha, kurangnya akses terhadap kelembagaan, dan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kekeringan dan banjir. Kemiskinan yang dialami oleh petani tanaman pangan dapat menyebabkan penurunan minat petani untuk bertani tanaman pangan karena tidak adanya insentif petani dalam berusahatani. Kondisi ini pada akhirnya akan menghambat produksi tanaman pangan nasional sehingga mengancam ketahanan pangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan pada masyarakat perdesaan dan petani sudah cukup diketahui melalui hasil-hasil penelitian sebelumnya. Namun keragaman pengaruh faktor-faktor tersebut secara spasial/lokasional belum cukup diketahui. Pengambilan kebijakan hanya berdasarkan pertimbangan permasalahan agregat (non spasial) dapat menyebabkan tidak efektifnya kebijakan-kebijakan yang diterapkan di lapangan. Pendekatan penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya dengan kebijakan-kebijakan melalui pendekatan sektoral melainkan memerlukan juga pendekatan-pendekatan spasial atau lokalitas. Penggunaan teknik disagregasi geografis atau pendekatan spasial dibutuhkan untuk memberikan gambaran mengenai variasi kemiskinan secara geografis, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih baik agar upaya variasi pendekatan penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan pada tingkat yang terendah. Sesuai dengan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menguraikan sebaran spasial kemiskinan petani tanaman pangan di Provinsi Jambi dan Jawa Barat secara spesifik lokasi; (2) menguraikan karakteristik setiap variabel yang berpengaruh terhadap pengurangan kemiskinan petani tanaman pangan di Provinsi Jambi dan Jawa Barat spesifik lokasi; dan (3) menjelaskan alternatif kebijakan yang dapat dipertimbangkan dalam upaya pengurangan kemiskinan petani tanaman pangan di Provinsi Jambi dan Jawa Barat. Metode spasial dengan pendekatan titik yang dipilih adalah Geographically Weighted Regression (GWR) yang dapat menghasilkan analisis yang lebih fokus dan terarah dalam menemukan keragaman faktor-faktor penyebab kemiskinan petani tanaman pangan secara spesifik lokasi. Penelitian ini menggunakan data 131 kecamatan di Provinsi Jambi dan 626 kecamatan di Jawa Barat. Aspek spasial/lokasional memberikan pengaruh terhadap penyebaran kemiskinan petani tanaman pangan di Jambi dan Jawa Barat. Petani tanaman pangan miskin lebih banyak berada di wilayah Barat Jambi dan wilayah Utara-Selatan Jawa Barat. Pengaruh konteks spasial ditentukan oleh kondisi fisik ii wilayah pegunungan dataran tinggi di Barat Jambi dan pesisir di wilayah Selatan dan Utara Jawa Barat dengan infrastruktur yang relatif kurang baik dan akses yang kurang terjangkau kepada pusat ekonomi. Pengaruh keragaman wilayah ditemukan dalam kemiskinan petani tanaman pangan. Wilayah penghasil pangan mempunyai variabel yang lebih berpengaruh terhadap kemiskinan petani tanaman pangan dibandingkan wilayah bukan penghasil pangan. Kemiskinan petani tanaman pangan lebih sensitif terhadap perubahan luas tanam padi di wilayah penghasil pangan (Jawa Barat) dibandingkan dengan wilayah bukan penghasil pangan (Jambi). Alternatif penghasilan nonpertanian berpengaruh nyata terhadap kemiskinan di kedua wilayah, di wilayah dataran tinggi Jambi bagian Barat dan di Jawa Barat sepanjang pantai Selatan, bagian Timur dan Utara. Kegiatan pemberdayaan masyarakat, keberadaan koperasi dan usaha produktif yang lebih fokus kepada pertanian tanaman pangan lebih berpengaruh di wilayah penghasil pangan (Jawa Barat) dibandingkan di Jambi. Sedangkan irigasi dapat meningkatkan produktivitas namun belum mampu mengurangi kemiskinan petani tanaman pangan di Jambi maupun Jawa Barat. Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Kabupaten di Jambi bagian Barat dan Jawa Barat bagian Selatan dan Utara perlu melakukan pengembangan sarana dan prasarana untuk menunjang perekonomian di wilayah pedesaan untuk mendukung diversifikasi usaha dan pendapatan rumah tangga yang diharapkan dapat memacu peningkatan pendapatan petani tanaman pangan. Pemerintah Pusat perlu segera memberlakukan land reform instrument dan menahan laju konversi lahan pertanian di wilayah Utara, Selatan dan Timur Jawa Barat

    Geographical Weighted Regression Model for Poverty Analysis in Jambi Province

    Full text link
    Agriculture sector has an important contribution to food security in Indonesia, but it also huge contribution to the number of poverty, especially in rural area. Studies using a global model might not be sufficient to pinpoint the factors having most impact on poverty due to spatial differences. Therefore, a Geographically Weighted Regression (GWR) was used to analyze the factors influencing the poverty among food crops famers. Jambi Province is selected because have high number of poverty in rural area and the lowest farmer exchange term in Indonesia. The GWR was better than the global model, based on high value of R2, lowers AIC and MSE and Leung test. Location in upland area and road system had more influence to the poverty in the western-southern. Rainfall was significantly influence in eastern. The effect of each factor, however, was not generic, since the parameter estimate might have a positive or negative value

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore