60 research outputs found
PENGARUH PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM PESERTA DIDIK DI MAN 1 BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh penggunaan metode ceramah dan diskusi terhadap hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam Peserta didik di MAN 1 Blitar” ini ditulis oleh Roudlotussa’adah, NIM. 126201212150, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Skripsi: Hawwin Muzakki M.Pd.I.
Kata Kunci: Metode Ceramah, Metode Diskusi, Perbedaan Signifikan, Hasil Belajar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh antusias peserta didik dalam menerima metode pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang terkadang naik, kadang turun. Penyampaian metode yang kurang menyenangkan dan interaksi yang kurang intensif antara guru serta peserta didik cenderung membuat kurang semangat dan pasif. Hal ini tentunya berdampak terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Dalam hal ini peneliti menghubungkan masalah antara penggunaan metode ceramah dan diskusi terhadap hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam peserta didik di MAN 1 Blitar, serta ingin melihat keefektifan kedua metode tersebut pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan islam di MAN 1 Blitar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada pengaruh penggunaan metode ceramah terhadap hasil belajar SKI peserta didik di MAN 1 Blitar? (2) Apakah ada pengaruh antara penggunaan metode diskusi terhadap hasil belajar SKI peserta didik di MAN 1 Blitar? (3) Apakah ada perbedaan signifikan antara hasil belajar SKI peserta didik yang menggunakan metode ceramah dan diskusi di MAN 1 Blitar? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode ceramah dan diskusi terhadap hasil belajar SKI, serta untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil belajar SKI peserta didik yang menggunakan metode ceramah dan diskusi di MAN 1 Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Quasy Experimental Design dan menggunakan Desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X di MAN 1 Blitar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah 34 siswa kelas perlakuan metode ceramah dan 35 siswa kelas perlakuan metode diskusi. Untuk Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan uji sampel paired t test dan independent t test dengan bantuan aplikasi SPSS for windows versi 25.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh positif penggunaan metode ceramah terhadap hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam peserta didik di MAN 1 Blitar. Dengan hasil nilai signifikansi 0,000 t tabel 2,035. (2) Ada pengaruh positif penggunaan metode diskusi terhadap hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam peserta didik di MAN 1 Blitar. Dengan hasil nilai sig. 0,000 t tabel 2,035 (3) Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar sejarah kebudayaan islam peserta didik yang menggunakan metode ceramah dan disksusi di MAN 1 Blitar. Dengan hasil nilai t hitung (1,075) 0,05
PENGARUH KEDISIPLINAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Kedisiplinan dan Kemandirian Belajar terhadap
Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII di SMPN 2 Tulungagung”
yang ditulis oleh Muhammad Rafi Imaduddin, NIM. 126201212137. Pembimbing:
Hawwin Muzakki, M.Pd.I.
Kata Kunci : Kedisiplin, Kemandirian, Hasil Belajar PAI
Dalam konteks lembaga pendidikan, tingkat keberhasilan dapat dilihat dari
hasil belajar siswa. Salah satu mata pelajaran yang menjadi indikator pencapaian
hasil belajar adalah pendidikan agama Islam. Rumusan masalah dalam penelitian
skripsi ini adalah (1) Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PAI Siswa Kelas VIII SMPN 2
Tulungagung? (2) Apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
kemandirian belajar terhadap hasil belajar PAI Siswa Kelas VIII SMPN 2
Tulungagung? (3) Apakah terdapat pengaruh kedisiplinan belajar dan kemandirian
belajar secara simultan terhadap hasil belajar PAI Siswa Kelas VIII SMPN 2
Tulungagung?
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun yang
menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan pengaruh antara
kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam kelas VIII SMPN 2 Tulungagung. (2) Untuk menjelaskan pengaruh
antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMPN 2 Tulungagung. (3) Untuk menjelaskan
pengaruh antara kedisiplinan dan kemandirian belajar secara simultan terhadap
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMPN
2 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif
dengan ex post facto. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII I dan VIII J.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat
meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Sedangkan uji hipotesis
menggunakan uji independent sampel tes (T-test), uji F dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh antara kedisiplinan
belajar terhadap hasil belajar PAI siswa kelas VIII di SMPN 2 Tulungagung.
Berdasarkan pengujian data diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001< 0,05. 2)
terdapat pengaruh antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar PAI siswa kelas
VIII di SMPN 2 Tulungagung. Berdasarkan pengujian data diketahui nilai
signifikansi sebesar 0,038< 0,05. 3) terdapat pengaruh antara kedisiplinan dan
kemandirian belajar secara simultan terhadap hasil belajar PAI siswa kelas VIII di
SMPN 2 Tulungagung. Berdasarkan pengujian data diketahui nilai signifikansi
sebesar 0,000< 0,05
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs NEGERI 2 TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek” ini ditulis oleh Berliana Qoni’atul Mu’arrifah, NIM. 126201212139. Pembimbing: Hawwin Muzakki, M.Pd.I.
Kata Kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif, Teams Games Tournament, Motivasi, Hasil Belajar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mengenai model pembelajaran yang digunakan guru tidak semuanya variatif dan menarik. Hal ini menyebabkan peserta didik terkadang sulit berkonsentrasi dan kurang termotivasi untuk aktif dalam proses belajar. Suasana belajar yang tidak selalu menyenangkan juga membuat motivasi peserta didik yang tidak selalu tinggi, sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik yang tidak selalu optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik di MTs Negeri 2 Trenggalek.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek? (2) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek? (3) Adakah pengaruh yang positif, signifikan, dan simultan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-D sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek, uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. (2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek, uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. (3) Ada pengaruh yang positif, signifikan, dan simultan antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Trenggalek, uji MANOVA diperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,05
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MTsN 1 KOTA BLITAR
Skripsi dengan judul “Implementasi Budaya Religius dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di MTsN 1 Kota Blitar” ini ditulis oleh Anisa Chusnul Fatimah, NIM. 126201212142, pembimbing skripsi: Hawwin Muzakki, M.Pd.I. Kata Kunci: Implementasi, Strategi, Perencanaan, Budaya Religius, Karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya krisis moralitas dan spritualitas di kalangan pelajar yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Permasalahan moral ini mencerminkan proses pendidikan yang belum seimbang, dimana praktik pendidikan yang hanya memperhatikan dari segi kognitif saja dan kurang memperhatikan pembinaan terhadap aspek afektif dan kognitif-volitif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Maka dari itu perlu adanya pembentukan karakter dalam pendidikan yaitu melalui pengimplementasian budaya religius di sekolah. Budaya religius di sini berarti menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan nantinya dapat membentuk karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan bentuk budaya religius dalam pembentukan karakter peserta didik di MTsN 1 Kota Blitar. (2) Untuk
mendeskripsikan strategi budaya religius dalam pembentukan karakter peserta didik di MTsN 1 Kota Blitar. (3) Untuk mendeskripsikan dampak dari implementasi budaya religius dalam pembentukan karakter peserta didik di MTsN 1 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Miles dan Huberman yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan keismpulan atau verifikasi. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan empat kriteria, yakni kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk budaya religius di MTsN 1 Kota Blitar yaitu adanya kegiatan 3S (senyum, salam, sapa), membaca al-Qur’an dan asmaul husna, shalat dhuha, shalat zuhur berjamaah, istighosah, infaq, dan kegiatan PHBI. (2) Strategi implementasi budaya religius di MTsN 1 Kota Blitar meliputi (a) perencanaan: adanya kebijakan madrasah, komitmen warga madrasah, (b) pelaksanaan: dengan adanya penciptaan suasana religius, kegiatan internalisasi nilai melalui sosialisasi maupun saat proses pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan budaya religius, (c) evaluasi: melalui rapat rutin yang dilaksanakan di akhir semester. (3) Dampak implementasi budaya religius di MTsN 1 Kota Blitar yaitu menjadikan
siswa pribadi yang sopan dan santun, siswa lebih disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, menambah rasa keimanan dalam diri siswa, serta menjadikan siswa saling mengingatkan dalam kebaikan terhadap sesamanya
Dari Desa Merawat Moderasi Beragama
Tulisan ini bercerita mengenai moderasi beragama di Desa. cerita awal dimulai dengan tokoh mbah Manto yang menjalankan moderasi beragama sejak dulu.
Mbah Manto dengan segala ciri-cirinya dan tindaktanduknya merupakan salah satu gambaran konkret orang yang berpandangan moderat dalam beragama. Mbah Manto dalam kesehariannya bahkan belum mengenal tentang teori moderasi beragama, namun beliau sudah memahami hal tersebut, Bagaimana beliau beragama secara sederhana, santun, siap membela Negara dan tidak menyalahkan orang lain yang berbeda dengan dirinya.
Beliau berpesan dalam suara lirihnya, “Agomo niku namung Ageman dek, ora usah di gawe congkrah antar sedulur. Congkrah agawe bubrah. Penting seduluran iso podo mlakune, lan urip tentrem kerto raharjo”. Kata-kata penutup yang sangat berkesan kepada saya dan pesan pada seuluruh masyarakat Indonesia.
Maka tinggal kita merawat keberagaman dan tidak merusak sikap moderat ini, yang sudah mendarah daging dan menyatu dengan kultur desa-desa. Ajaran luhur ini berkembang sejak dahulu kala, konon toleransi ini berkembang sejak zaman masyarakat nusantara menganut ajaran animisme dan dinamisme. Tidak heran di judul saya menulis, dari desa merawat moderasi beragama. Merawat tradisi luhur yang sudah berkembang luas di masyarakat pedesaan
WACANA KEAGAMAAN REMAJA DI MEDIA SOSIAL: (Kajian Analisis Wacana Model Van Dijk dalam Tulisan Afi)
Religious discourse is a sequence of related sentences, and relates one proposition to another proposition, thus forming a unified language of religion. Religious discourse is influenced by the age level, the development of psychological aspects, including the development of thinking. Adolescence is a period of transition between childhood and adulthood. In addition, as a search for self-identity especially related to religion. Like teenagers in general, Afi Nihaya Faradisa also wrote his religious anxiety that became viral on Facebook. The purpose of this study is actually to see the religious discourse of adolescents in social media, using a qualitative approach, discourse analysis van Dijk model. Van Dijk divides his discourse into three dimensions: text dimension, social cognition, and social context. There is one Afi writings that the author thoroughly titled Inheritance. The result found that Afi's writing took the perspective of a teenager who wrote about religion on facebook themed pluralism, mysticism, convergence, religious conflict and nationalism. Afi's writing also sparked debate in Indonesian society. Afi's writing is not born positivist but constructivist, because it is built by the understanding of writing of others. The implications of this study are to see how a teen considers religion and government steps in guarding youth religious behavior.Religious discourse is a sequence of related sentences, and relates one proposition to another proposition, thus forming a unified language of religion. Religious discourse is influenced by the age level, the development of psychological aspects, including the development of thinking. Adolescence is a period of transition between childhood and adulthood. In addition, as a search for self-identity especially related to religion. Like teenagers in general, Afi Nihaya Faradisa also wrote his religious anxiety that became viral on Facebook. The purpose of this study is actually to see the religious discourse of adolescents in social media, using a qualitative approach, discourse analysis van Dijk model. Van Dijk divides his discourse into three dimensions: text dimension, social cognition, and social context. There is one Afi writings that the author thoroughly titled Inheritance. The result found that Afi's writing took the perspective of a teenager who wrote about religion on facebook themed pluralism, mysticism, convergence, religious conflict and nationalism. Afi's writing also sparked debate in Indonesian society. Afi's writing is not born positivist but constructivist, because it is built by the understanding of writing of others. The implications of this study are to see how a teen considers religion and government steps in guarding youth religious behavior
Produksi Kue Brownies sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Singkong di Krajan Blimbing Dolopo Madiun
Cassava, one of the staple foods of Indonesian people beside rice and sago, is promoted by the government as rice consumption replacements, together with corn, sago or potatoes. Cassava is indeed very easy to plant in all types of land, as in Krajan Hamlet, Blimbing Village, Dolopo District, Madiun Regency where almost every house has cassava plants on its garden. This fact encourages the engagement team to take the initiative to provide training of creative cassava processing. This activity aims to increase the economical value of cassava, which is one of the assets in the Krajan Hamlet, and is expected to be able to increase the family income, most of which are former migrant workers. Through the ABCD (Asset Based Community Development) method with some of its tools, found that the innovative and creative cassava process training in the form of "Si Engkong" cake can provide new insights and knowledge about cassava processing that have high selling points within the community. With a better processing of cassava, "Si Engkong" cake is expected to become a new trade commodity for the residents of Krajan Hamlet and its surroundings, so that it can raise the community's economy level.
Keywords: ABCD, cassava processing, economical value, processed cassava, training
 
PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 7 TULUNGAGUNG
Meilia Mar’athus Sholihah, 126201213301. 2025. Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Skripsi : Hawwin Muzakki M.Pd.I
Kata Kunci : Pergaulan Teman Sebaya, Motivasi dan Prestasi Belajar.
Pendidikan Aqidah akhlak merupakan salah satu mata pelajaran cabang agama islam yang wajib dipelajari dijenjang madrasah tsanawiyah. Di dalamnya mengajarkan proses mendidik yang berfokus pada penanaman nilai-nilai keimanan dan tingkah laku yang baik berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist. Pembelajaran Aqidah Akhlak yang diajarkan disekolah diharapkan dapat memberikan dampak yang baik pada diri siswa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ketercapaian dalam pendidikan akidah akhlak ini sangat diperlukan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketercapaian peserta didik dalam prestasi belajar aqidah akhlak. Terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam individu seperti kemampuan, motivasi, minat, dll. Sedangkan Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu. Misalnya lingkungan sekitar atau pergaulan teman sebayanya.
Rumusan masalah penelitian ini adalah : (1) Adakah pengaruh yang signifikan secara parsial antara pergaulan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung?. (2) Adakah pengaruh yang signifikan secara parsial antara pergaulan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung?. (3) Adakah pengaruh yang signifikan secara simultan antara pergaulan teman sebaya terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya secara parsial dan simultan terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung.
Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini kuantitatif dengan jenis non eksperimen (Ex-Post Facto) jenis korelasional. Populasinya adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling menggunakan rumus slovin diperoleh sebanyak 75 sampel sebagai sampel penelitian. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode angket untuk penilaian teman sebaya dan motivasi belajar siswa sedangkan instrument untuk penilaian prestasi belajar dengan metode dokumentasi berdasarkan nilai raport hasil ujian akhir semester ganjil tahun 2024/2025. Teknik analisis data menggunakan metode Uji Regresi linear sederhana untuk pengukuran secara parsial dan menggunakan Uji Regresi Linear Manova untuk pengukuran secara simultan. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat dengan melakukan Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Homogenitas dengan bantuan SPSS 25 for Windows.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil Uji Regresi Linear Sederhana diperoleh nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai Signifikansi 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pergaulan teman sebaya terhadap prestasi belajar siswa secara parsial pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung. (3) Hasil Uji Regresi Manova diperoleh nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai Signifikansi < 0,05 maka H1 diterima dan H0 di tolak, artinya terdapat pengaruh antara pergaulan teman sebaya terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa secara simultan pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tulungagung
IMPLEMENTASI ACTIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI MAN 3 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Implementasi Active Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 3 Tulungagung” ini ditulis oleh Salsa Lutfina Putri Wulan Dari, NIM. 126201212136, dengan pembimbing Bapak Hawwin Muzakki, M.Pd.I.
Kata Kunci: Implementasi, Active Learning, Keaktifan Belajar, Al-Quran Hadits.
Penelitian ini menyoroti pentingnya pembelajaran Al-Qur'an Hadits yang partisipatif di MAN 3 Tulungagung guna meningkatkan mutu akademik, sikap, berpikir kritis, dan kolaborasi. Strategi active learning melalui small group discussion dan group resume diterapkan untuk mendorong keaktifan belajar peserta didik. Pendekatan ini melatih berpikir kritis, bertanya, berpendapat, dan belajar mandiri, sehingga pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Strategi ini diharapkan meningkatkan pemahaman materi dan membentuk karakter religius berbasis nilai Al-Qur'an dan Hadits.
Adapun pertanyaan penelitian ini ialah (1) Bagaimana perencanaan active learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 3 Tulungagung?, (2) Bagaimana pelaksanaan active learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 3 Tulungagung?, dan (3) Bagaimana evaluasi active learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 3 Tulungagung?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi active learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN 3 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, serta dokumentasi terhadap aktivitas pembelajaran di MAN 3 Tulungagung. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan teori Miles dan Hubberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Fokus utama terletak pada implementasi active learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mencakup enam komponen, yaitu: penyusunan modul ajar, pemilihan materi, strategi active learning, metode small group discussion dan group resume, media yang menarik dan relevan, serta perancangan evaluasi yang terukur. Pelaksanaan terdiri tiga kegiatan: pendahuluan (apersepsi, motivasi, dan pengaitan materi dengan pengetahuan awal), kegiatan inti (penerapan strategi active learning melalui small group discussion dan group resume untuk mendorong diskusi, tanya jawab, analisis, dan presentasi), serta penutup (refleksi, penyimpulan, dan tindak lanjut). Evaluasi mencakup aspek kognitif melalui tes, afektif melalui observasi sikap, serta psikomotorik melalui penilaian praktik
- …
